Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penyuluhan: Gizi Seimbang Saat Puasa Pada Kelompok Pkk Se-Kabupaten Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Ririn Akmal Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i2.278

Abstract

Puasa merupakan kegiatan menahan haus dan lapar yang dilakukan dengan sadar oleh seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu dan tujuan tertentu. Dalam hal ini, pusa yang dimaksud adalah kegiatan menahan haus dan lapar selama satu bulan penuh yang dilaksanakan oleh ummat muslim sebagai wujud ibadah pada bulan suci Ramadhan. Dalam melaksanakan puasa tentu membutuhkan stamina yang baik. Untuk mendapatkan stamina yang baik, selain dari istirahat yang cukup juga dibutuhkan gizi yang cukup. Sehingga pengaturan pola makan perlu dilakukan. Pola makan yang tidak sehat selama puasa seperti sering mengkonsumsi makanan siap saji, melewatkan makan sahur dan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan justru berdampak kurang baik bagi tubuh yang secara langsung juga berdampak pada kondisi kesehatan. Oleh karena itu, untuk dapat memastikan masyarakat yang menjalankan puasa tetap dalam kondisi sehat dengan terpenuhinya gizi yang seimbang, maka dilakukan kegiatan penyuluhan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang trutama saat berpuasa. Kegiatan ini juga dilaksankan dalam mekanisme Pengabdian Masyarakat dengan metode pemberian penyuluhan sehari dengan memanfaatkan media Google meet (online) kepada kelompok PKK se-Kabupaten sumbawa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan antar sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Perubahan tersebut diantaranya dapat dilihat melalui perbedaan hasil Pretest dan Post test serta hasil wawancara dengan peserta penyuluhan. secara umum dapat disimpulkan, hasil kegiatan penyuluhan tentang Keseimbangan Gizi saat berpuasa kepada kelompok PKK se- Kabupaten Sumbawa berjalan baik serta mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berpuasa.
SOSIALISASI SADARI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI SMA SEKABUPATEN SUMBAWA Yunita Lestari; Has’ada Rahman Attamimi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i2.279

Abstract

Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, KPD menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan sebagai langkah awal pencegahan kanker payudara sangat dibutuhkan sebelum masuk ke fase akhir yang sulit untuk diobati. Periksa payudara sendiri atau SADARI hingga saat ini merupakan cara deteksi dini kanker payudara yang cukup efektif. SADARI mudah dilakukan dan bisaditerapkan kepada semua usia, baik remaja dan wanita dewasa. Tujuan kegiatan iniuntuk melakukan sosialisasi pendidikan kesehatan melalui SADARI di siswi SMA Sekabupaten sumbawa demi meningkatkan pengetahuanremaja dalam pencegahan dan perawatan dini dalam pencegahan kanker payudara.
GERMAS: Kampanye Serentak di Seluruh Sekolah Tingkat SMP di Kab. Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Putri Adekayanti; N.K.A. Aristyawati; Abdul Azis
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1104

Abstract

Kondisi kesehatan masyarakat saat ini mengharuskan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kinerja dalam memastikan masyarakat tetap sehat. GERMAS sejak 2017 hingga saat ini masih menjadi solusi utama dalam peningkatan kualitas hidup sehat masyarakat, olehkarenanya, pelaksanaan sosialsisasi GERMAS harus terus dilakukan, terutama pada lingkungan sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar sehingga diharapkan upaya meningkatkan derajat kesehatan akan lebih mudah dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut Dosen STIKES Griya Husada Sumbawa di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan Pengabdian Masyarakat berupa sosialisasi GERMAS di seluruh SMP se-Kabupaten Sumbawa secara online. Sasaran kegiatan tersebut adalah petugas UKS dan telah diikuti oleh 68 Sekolah yang masing-masing sekolah diwakili oleh 4 peserta termasuk Pembina UKS. Pada sesi sosialisasi, penyampaian materi dilakukan oleh N.K.A. Aristyawati, S.KM., M.PH. selaku administrator Kesehatan Ahli Muda pada bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan kolaborator antara STIKES Griya Husada Sumbawa dengan Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini diharapkan mampu memperbaiki perilaku masyarakat khsusnya siswa. Selain itu juga diharapkan dengan terus diselenggarakannya kegiatan serupa perilaku hidup bersih dan sehat membudaya di masyarakat.
PENYULUHAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SISWI SMP NEGERI 4 SUMBAWA TAHUN 2022 Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1105

Abstract

Personal Hygiene Education merupakan suatu kegiatan pemberian pendidikan kesehatan tentang upaya memelihara kesehatan diri terutama saat menstruasi. Edukasi berisi tentang personal hygiene organ reproduksi, memberikan pengetahuan tentang cara membersihkan organ reproduksi yang benar ketika menstruasi sehingga dapat berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Personal hygiene saat menstruasi yang buruk dapat disebabkan karena pengetahuan yang kurang tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi saat menstruasi. Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi (Sulistyo, 2012). Bila saat menstruasi tidak menjaga hygienitas yang baik akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi. Hal ini disebabkan oleh peristiwa menstruasi yang mengeluarkan darah kotor Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi karena darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan daerah genetalia menjadi lembab Jika pada saat itu tidak menjaga kebersihan genetalia dengan benar, maka dalam keadaan lembab, jamur dan bakteri yang berada di daerah genetalia akan tumbuh subur sehingga menyebabkan rasa gatal dan infeksi pada daerah tersebut. Sasaran kegiatan ini yaitu seluruh siswi SMP di SMP4 Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah dan diskusi dan yang didasari oleh evaluasi awal sebagai landasan untuk menentukan Bagaimana Perilaku Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di siswi SMP SMP Negeri 4 Sumbawa Tahun 2022.
Determinants of Cervical Cancer Risk Factors with Prevention Efforts in Women of Childbearing Age in Samapuin Village, Sumbawa Regency Evi Gustia Kesuma; Yunita Lestari; Has'ad Rahman Attamimi
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5646

Abstract

Cervical cancer remains one of the leading causes of cancer-related deaths among women, particularly in developing countries, where access to prevention and treatment options may be limited. Early detection and prevention are crucial, especially for women of reproductive age (WRA), who are considered a high-risk group for the disease. This study aims to analyze the relationship between various risk factors and preventive measures, such as Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) tests and HPV vaccination, in Samapuin Village, Sumbawa Regency. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted, involving 109 respondents selected through total sampling. Data analysis was performed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate analysis through multiple logistic regression with the backward method. The findings indicate that certain factors, such as age at first marriage, exposure to cigarette smoke, and history of hormonal contraceptive use, were significantly associated with cervical cancer prevention efforts (p < 0.05). However, age at menarche and parity did not show significant associations. Among the factors, age at first marriage emerged as the most dominant factor influencing preventive behavior. Women who married at an older age were more likely to engage in preventive actions such as regular screening and vaccination. These results underscore the importance of addressing modifiable risk factors through targeted education and public health interventions. In conclusion, cervical cancer prevention efforts can be significantly influenced by behavioral changes related to modifiable risk factors. Public health strategies should focus on raising awareness, improving access to screening, and encouraging HPV vaccination. The active involvement of health workers is crucial in enhancing education and facilitating access to these preventive measures, ultimately reducing the burden of cervical cancer in communities.
Evaluation of the Implementation of the Stunting Prevention and Handling Program in Labuhan Bajo Village, Sumbawa Regency Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Evi Gustia Kesuma; Yulida Anggraini
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5647

Abstract

Stunting is a chronic condition characterized by impaired physical growth resulting from prolonged malnutrition. It is clinically defined as a height-for-age measurement more than two standard deviations below the median of the WHO Child Growth Standards. The primary contributor to stunting is poor nutritional status during critical growth periods. Thus, monitoring the nutritional status of infants and toddlers is essential, as malnutrition during these stages can lead to permanent damage to both physical and cognitive development. This study used a qualitative research design to evaluate the implementation of the stunting prevention and control program in Labuhan Bajo Village, located in Utan District, Sumbawa Regency. The research subjects were Labuhan Bajo Village, and the research object was the local stunting prevention and control program. Data collection methods included observation, document review, and in-depth interviews. Data analysis followed an interactive model to interpret the qualitative findings. The findings showed that all the evaluation indicators assessed were implemented well. These indicators included: (1) Input indicators, (2) Process indicators, and (3) Output indicators. However, the output indicators revealed certain deficiencies. Despite the program’s efforts, the prevalence and risk of stunting in children in Labuhan Bajo Village remained relatively high. Contributing factors included the large number of young couples, an increase in adolescents of childbearing age, unhealthy environmental conditions, and a low level of public awareness about the importance of balanced nutrition. This suggests that while the program had positive impacts on several fronts, improvements are still needed to address the root causes of stunting. Enhancing public awareness and addressing the broader social determinants of health will be crucial in reducing stunting rates and improving the overall effectiveness of the program in the future.
A Qualitative Study on Risk Factors Contributing to Stunting in Karang Dima Village, Sumbawa Regency Yunita Lestari; Has'ad Rahman Attamimi; Evi Gustia Kesuma; Hajera Hajera
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5648

Abstract

Stunting is a significant public health issue with lasting effects on human development and the quality of the workforce. This study aimed to identify the risk factors of stunting using an epidemiological approach in Karang Dima Village, Sumbawa Regency. A descriptive qualitative method was employed, and data were gathered through in-depth interviews with 22 mothers of stunted children and environmental observations. The results highlighted several key factors contributing to stunting. Host factors, such as low maternal nutritional knowledge, improper parenting practices, and limited spousal support during pregnancy, were identified as primary contributors. These factors negatively influence a mother’s ability to provide adequate care and nutrition during pregnancy and the early stages of a child’s life. Agent factors included recurrent infections, including diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and measles. These infections, often linked to weak child immunity, exacerbate the risk of stunting, especially when compounded by poor nutritional intake. Environmental factors also played a significant role. Poor sanitation, high population density, and exposure to pollution from household waste burning and indoor cigarette smoke were noted as critical elements in the village’s stunting risk profile. These environmental conditions compromise both maternal and child health, increasing vulnerability to infections and impairing overall development. The study emphasizes that stunting prevention requires a comprehensive, multi-faceted approach. Nutritional education, improved sanitation, and greater family involvement, particularly from fathers and extended family members, are essential in reducing stunting risk. The findings highlight the need for cross-sectoral strategies to address the various interrelated factors contributing to stunting, particularly in vulnerable communities. Accelerating stunting reduction efforts requires a collaborative, community-driven approach involving healthcare providers, local governments, and families.
Penyuluhan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) Pada Remaja Putri di Desa Pungka Sumbawa Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v1i3.163

Abstract

Menstrual Hygiene Management (MHM) is the management of hygiene and health for women when they are menstruating. Users of sanitary napkins who are clean, can be changed frequently during menstrual periods, and have access to their disposal, and can access toilets, soap, and water to clean themselves in comfortable conditions with maintained privacy. The purpose of this activity is to provide health education about Menstrual Hygiene Management (MHM) for Adolescents as the Application of Behavior to Maintain Personal and Environmental Hygiene. This community service method is carried out by holding counseling in the village of Pungka. community service activities (pengabmas) regarding MHM for Adolescents as the Application of Behavior to Maintain Personal and Environmental Hygiene