Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Raport Gizi Untuk Mencegah Stunting Di Paud Melati Des. Pungka, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari
ABDIMAS TERAPAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): Juni: ABDIMAS TERAPAN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/abdimasterapan.v1i1.292

Abstract

The problem of children with stunted growth is a condition in which one of the contributing factors is a nutritional problem. All over the world, especially in countries with high poverty rates, this case is not difficult to find. Stunting is considered a problem because it has a relationship with the risk of morbidity and mortality. According to WHO, Stunting is the result of standard growth not reaching -2 standard deviations which is assessed from the Z-score of body length for age (PB/U) or height for age (TB/U). To deal with the stunting problem, assistance is needed from the community, including religious leaders, traditional leaders, community leaders, the government, institutions, Family Welfare Development (PKK), youth organizations, posyandu cadres, doctors, midwives, Early Childhood Education teachers (PAUD) and the community who care for health and education play an active role in monitoring all editing targets in the First Thousand Days of Life (1,000 HPK). Unter Iwes Kab. Sumbawa by implementing the Nutrition Report Card. It is hoped that the application of the Nutrition Report Card can become a medium of communication between the Community Service Executor, the School, and the community (student parents), so that information on the child's nutritional status is obtained in an updated manner, as well as for the implementation of Community Service has an overview in determining the follow-up steps to be taken. In addition, the implementation of the Nutrition Report Card is also carried out as a form of efforts to prevent and reduce stunting, especially in the Pungka Village area, Kec. Unter Iwes Kab. Sumbawa.
Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kualitas PHBS Masyarakat Pesisir di Desa Labuhan Sumbawa Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karya.v2i3.1995

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) movement serves as a benchmark in health development efforts to improve community behavior. An individual’s health status is closely related to their behavior—the better the health-related behavior, the better the health status. This community service project aims to explore the knowledge and behavioral quality of PHBS among coastal communities in Labuan Sumbawa Village, specifically in Padak and Pasir hamlets, where all residents were the target population of the program. The implementation was carried out through a door-to-door approach, supported by undergraduate students from the Nursing and Public Health study programs. The activity was integrated with the subjects they had studied in class, namely Health Promotion, Health Education, and Community-Based Health Promotion in Coastal and Remote Areas. The expected outcomes of this community service include the application of PHBS practices in daily life, particularly in the household setting. Community members are expected to adopt handwashing practices before and after activities, especially after defecating, urinating, and before eating.
Effect of Acupressure Massage on Pregnant Women with Hyperemesis Gravidarum Trimester 1 Octavia, Rina; Mardianti, Lina; Ashari, Elva Febri; Attamimi, Has'ad Rahman; Maesaraoh, Dianas
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 3 (2023): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i3.5899

Abstract

Pregnancy experienced by women will certainly experience various changes that occur both physiologically and psychologically. This study aims to determine the effect of Acupressure massage on pregnant women with hyperemesis gravidarum in the first trimester at PMB Bd. Lilis Nurhasanah. This study was conducted quantitatively pre-experimentally. Data were analyzed in two ways, namely univariate and bivariate analysis, then hypothesis testing using the Wilcoxon test. The study found that respondents experienced more severe nausea and vomiting prior to receiving acupressure. However, respondents reported less nausea and vomiting after receiving acupressure. The impact of pressure point massage treatment on focuses LR3, SP6, and Li4 is powerful against hyperemesis in pregnant ladies in the wake of being given pressure point massage. The end is that giving pressure point massage rub affects diminishing queasiness and retching in pregnant ladies with hyperemesis gravidarum in the primary trimester.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES DI KELURAHAN BUGIS Hamid, Abdul; Hamdin; Attamimi, Has’ad Rahman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30662

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis, artinya penularannya dari hewan ke manusia. Infeksi ini disebarkan oleh kelinci yang terinfeksi virus rabies. Penyebab utama kasus rabies antara lain kucing, kera, anjing, dan kelelawar. Rabies, juga dikenal sebagai “penyakit anjing gila,” merupakan salah satu masalah utama yang mempengaruhi kesehatan masyarakat umum di Indonesia. Penyakit anjing gila atau sering disebut rabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Lyssavirus yang menyebabkan pembengkakan pada wajah dan leher. Virus rabies mempunyai kemampuan menyebar melalui udara yang terkontaminasi, gigitan, cakaran, dan jilatan pada kulit yang terpapar. Jenis kulit yang paling rentan tertular rabies adalah yang pembohong atau peliharaan yang tidak menghasilkan vaksin rabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit rabies terhadap tindakan pencegahan penyakit rabies pada masyarakat di Kelurahan Bugis Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study.  Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square  Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menujukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pencegahan rabies terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan pencegahan rabies   Simpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang  signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan rabies pada masyarakat di kelurahan bugis.
PENGARUH PARTICIPATORY LEARNING APPROACH (PLA) TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESADARAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KARANG DIMA LABUAN BADAS SUMBAWA Lestari, Yunita; Attamimi, Has’ad Rahman; Agustikawati, Nurlaila; Kesuma, Evy Gustia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31357

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2015 sebesar 36,4%. Artinya lebih dari sepertiga atau sekitar 8,8 juta balita mengalami masalah gizi di mana tinggi badannya di bawah standar sesuai usianya. Stunting tersebut berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Dalam penelitian ini menggunakan pendektan belajar yaitu PLA (Participatory Learning Approach) dalam metode ini peneliti mendapatkan persebdaan yaitu responden tidak hanya mampu mengetahu atau mendapatkan pengetahuan saja melainkan responden dalam menyikapi dalam bentk kesadaran lebih baik dan penerapannya lebih baik kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Participatory Learning Approach (PLA) Terhadap Pengetahuan Dan Kesadaran Ibu Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Karng Dima Wilayah Kerja Puskesmas PKM Labuan Badas Sumbawa. Penelitian ini menggunaka metode metode eksperimen dengan menggunakan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satu kelompok. Desain penelitian Desain penelitian Pre And Post Test With Control Group Design menggunakan one group before and after intervention design atau pre and post test design, Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuisioner untuk mengetahui Pengaruh Participatory Learning Approach (PLA) Terhadap Pengetahuan Dan Kesadaran Ibu Dalam Pencegahan Stunting. Penelitian ini mengguankan analisis Kruskal-wallis. Nilai signifikan pasangan kelompok Sebelum Treatment-Sesudah Treatment-1 >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengethaun dan sikap/kesadaran yang signifikan antara kelompok treatment (sebelum) dan kelompok treatment (Sesudah-1). Sehingga dapat disimpulkan pasangan kelompok Sebelum treatmen – Sesudah treatmen-2 memiliki perbedaan yang dignifikan. Diharapkan kedepannya partisipaan ibu dalam pencegahan stunting lebih di tingktakn lagi.
PENURUNAN GEJALA POST PARTUM BLUES MELALUI PEMBERIAN EDUKASI ADAPTASI PSIKOLOGI POST PARTUM PADA IBU NIFAS DI PMB ANNI SATRIANI Setianingsih, Fitri; Galuh Permatasari; Has’ad Rahman Attamimi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i3.8274

Abstract

Latar belakang: Adaptasi psikologis pada ibu postpartum dimulai ketika ibu tersebut memasuki masa setelah melahirkan seperti ibu mulai merawat dan mengurus bayinya, hal ini merupakan peran dan tanggung jawab baru bagi setiap wanita setelah melahirkan (Sylven et al., 2017). Peran baru dan tanggung jawab tersebut lah yang sering membuat ibu merasa tidak percaya diri dan mengalami stress. Yang didasari dengan perasaan ibu yang sedih dan putus asa karena belum mampu untuk merawat bayi dengan baik. Hal tersebut dikenal dengan baby blues atau postpartum blues. Biasanya kondisi tersebut muncul pada minggu pertama sampai kedua setelah ibu melahirkan. Post partum blues adalah gangguan efek ringan yang terjadi setelah melahirkan, pada hari ke 3-5 itu memasuki masa puncaknya dan berlangsung sampai 14 hari (Dahro, 2012 dalam jurnal Darusman dan Sari, 2019). Baby blues mempunyai gangguan efek ringan yang dapat terjadi pada hari pertama setelah pasca salin, hari ke 3-5 cenderung akan memburuk dan berlangsung dalam kurung waktu 14 hari atau 2 minggu pasca salin (Wulansari, et al., 2017)..Tujuan penelitian ini adalah Untuk melihat penurunan Gajala postpartum blues pada ibu nifas setalh diberikannya KIE Adaptasi Psikologi PostPartum .Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Sampel pada studi kasus ini adalah ibu postpartum 1 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunkan koesioner Edinburgh postnatal depression scale (EPDS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan terdapat penurunan gejala postpartum blues pada ibu postpartum. hal ini dapat dilihat dari dari penilaian Edinburgh Postnatal Depression Scala sebelum dan sesudah pemberian edukasi adaptasi psikologi post partum didapatkan nilai EPDS sebelum pemberian edukasi adaptasi psikologi post partum pada kunjungan ke-1 adalah 11 setelah pemberian edukasi adaptasi psikologi post partum nilai EPDS berubah menjadi 10, pada kunjungan ke-2 nilai EPDS meningkat menjadi 12, pada kunjungan ke-3 nilai EPDS menurun menjadi 10, pada kunjungan ke-4 nilai sd kunjungan ke-6 memiliki nilai yang sama yaitu 7 yang berarti klien dikategorikan tidak mengalami baby blues.Simpulan dan saran: terdapat penurunan gejala postpartum blues pada ibu postpartum. Diharapkan bidan/tenaga kesehatan dapat mengenali dan mendeteksi secara dini post partum bluesmampu.
Evaluation of the School Public Health Program in 61 Middle Schools in Sumbawa Regency Attamimi, Has'ad Rahman; Lestari, Yunita; Ernawati, Ernawati; Aziz, Abdul
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4805

Abstract

This research aims to obtain an overview of the implementation of the UKS program. The subjects in this research were 61 junior high schools in Sumbawa Regency. Meanwhile, data collection techniques include observation techniques, in-depth interviews, and document study. For the evaluation model, the CIPP model is used. And data analysis is carried out interactively. The results of the evaluation based on the context component of the 61 schools evaluated, 46 stated that they were still experiencing difficulties in increasing prevention and resilience to the bad effects of narcotics, cigarettes, alcoholic drinks, and other dangerous drugs; then for the input component, there were still 37 schools that stated that UKS supervisors had not received training, while 19 schools stated that facilities were needed to be improved, and for the budget, 61 schools had a budget allocation; in the process component, at the planning and implementation stage all schools have program implementation plans, but at the monitoring and assessment stage this is not optimal; Meanwhile, for the Product component, no one has evaluated the impact of the UKS Program. It can be concluded that the implementation of UKS in 61 schools does not fully refer to the 2014 UKS implementation guidelines
The Influence of Health Promotion of Peer Tutors on Clean and Healthy Living Behavior in Schools Lestari, Yunita; Attamimi, Has’ad Rahman; Setianigsih, Fitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.4833

Abstract

Clean and healthy living behavior in schools is an effort to empower students, teachers and the school community to know, want, and be able to practice PHBS and play an active role in creating a healthy school. PHBS must be instilled from an early age so that it can be carried over into adulthood. Elementary school children are still relatively young, so they need help from people in their immediate environment, namely parents, teachers and friends. The research aims to determine the influence of peer tutors' health promotion on clean and healthy living behavior (PHBS) in schools. This research uses bivariate analysis to determine the influence of peer tutor health promotion on clean and healthy living behavior (PHBS) in schools using a dichotomous quantitative comparative test with Mc Nemar Test analysis. The results of this research were that the number of students who experienced a change in PHBS behavior from "Not Good" to "Good" was 33 (91.7%) people and no students experienced a change in PHBS behavior from "Good" to "Not Good". Furthermore, of all the students in the sample there were 3 (8.3%) students whose PHBS behavior did not change or remained "Good" behavior.
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Guru dalam Menyusun Karya Tulis Ilmiah Khususnya PTK Melalui Kegiatan Webinar Nasional. Has’ad Rahman Attamimi; Ernawati; Hari Setiadi
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.487

Abstract

Kompetensi membuat karya tulis ilmiah bagi para guru merupakan kompetensi pedagogis yang sangat penting yang harus dikuasai seabagai salah satu kompetensi professional guru. Namun, pada kenyataanya kompetensi ini masih kurang dipahami dan dikuasai oleh para pendidik khususnya para guru. Oleh sebab itu LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa dan Program Studi Penelitian dan Evaluasi Sekolah Pascasarjanan UHAMKA Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Masayarakat, yang berjudul “Webinar Nasional: Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan PTK Untuk Guru.” Kegiatan Pengabdian ini bertuajuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah dan PTK. Sasaran kegiatan ini adalah pada guru diseluruh Indonesia secara umum dan guru di Kab. Sumbawa secara khusus. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini dirancang dalam 2 sesi penyampaian materi dan diskusi. Setelah seluruh sesi pemberian materi dan diskusi dilakukan postes dan observasi. Hasil posttest dan observasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru tentang Penulisan Karya Tulis Ilmiah khususnya PTK, di akhir sesi juga para peserta (guru) mampu menyusun proposal PTK. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian berupa Webinar tentang Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan PTK ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru menyusun karya tulis ilmiah khususnya PTK.
Edukasi Pencegahan Stunting bagi Ayah dan Calon Ayah sebagai Upaya Penguatan Peran Keluarga Lestari, Yunita; Attamimi, Has’ad Rahman
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1654

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan kurang relatif terhadap umur  akibat kekurangan gizi berkepanjangan dan/atau infeksi berulang pada periode 1.000 hari pertama  kehidupan. Peran keluarga sangat penting karena  banyak faktor risiko stunting berakar pada perilaku keluarga dan kondisi rumah tangga, mulai dari status  gizi ibu sebelum dan selama kehamilan, praktik pemberian makanan pendamping ASI, perilaku  perawatan kesehatan ibu dan anak, hingga kebersihan sanitasi yang dikelola keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap dan pengetahuan ayah/calon ayah dalam pencegahan stunting melalui penerapan pendekatan keluarga di desa Lape, Sumbawa.  Hasil  menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ayah/calon ayah terhadap pencegahan stunting, sebelum diberikan edukasi sebanyak 62% peserta memiliki pengetahuan kurang, setelah diberikan edukasi peserta mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 80%. Selain dengan meningkatannya pengetahuan dari responden, ayah/calon ayah akan menerapkan kepada keluarganya. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi  dengan menggunakan pendekatan keluarga dalam  meningkatkan  pengetahuan dan sikap ayah/calon ayah dalam pencegahan stunting mendapatkan respon positif.