Rida Safuan Selian
Penulis adalah dosen Kesenian FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Magister Pendidikan Seni

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK PENYAJIAN TARI KEMEURUI PADE PADA SANGGAR LAM PEUNANGKE KABUPATEN ACEH UTARA Agustin, Titin Lida; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22581

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peungke Kabupaten Aceh Utara adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Kemeurui Pade di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara dan Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Batia Kabupaten Aceh Utara. hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajiannya. Di Sanggar Lam Peunangke, mengungkapkan ciri spesifik bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke yang diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008, serta nama tarian ini diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008. Tari Kemeurui Pade ditarikan oleh 6-8 penari. Tari Kemeurui Pade memiliki 6 ragam gerak dengan pengulangan gerak yang sama. Dan diiringi dengan alat musik Rebana dan Biola dengan mengunakan tampi sebagai properti tari. Tata rias yang digunakan adalah rias cantik, serta tata busana adat Aceh. Tari ini dipentaskan di ruang terbuka dan juga di ruang tertutup. Kata kunci: Bentuk Penyajian, tari Kemeurui Pade
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS ONLINE DI SMAN 1 DARUSSALAM, BANDA ACEH Rahnida, Rahnida; Zuriana, Cut; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22579

Abstract

ABSTRAKSeni budaya salah satu pembelajaran di tingkat SMA. Akan tetapi, dikarenakan wabah corona yang sedang merebak di seluruh wilayah dunia, termasuk Indonesia dan Aceh, proses pembelajaran di sekolah dihentikan dan siswa tidak dapat belajar secara langsung (tatap muka) di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pihak sekolah berupaya agar proses belajar mengajar dapat berjalan, maka pembelajaran yang sebelumnya tatap muka menjadi online. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pendekatan dalam penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kesenian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pada analisis data menggunakan analisis reduksi data penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa proses pembelajaran seni budaya di SMAN 1 Darussalam menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni budaya tetap berjalan secara online selama masa pandemi covid 19. Guru melakukan proses mengajar dengan cara mengabsensi siswa, menyampaikan materi dan juga memberikan tugas. Bagi guru dan siswa yang terbiasa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kondisi belajar online ini memunculkan banyak kendala seperti kurangnya kesiapan guru, kurangnya kesadaran dan motivasi siswa dalam belajar dan kurangnya pendampingan yang dilakukan orangtua dalam proses interaksi belajar mengajar. Demikian pula pada proses pembelajaran seni budaya. Motivasi dan antusias siswa menjadi semakin rendah dan siswa tidak mengikuti proses pembelajaran online. Hanya beberapa siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan juga kurangnya pendampingan yang dilakukan oleh orang tua.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Berbasis Online
KEBERADAAN GROUP BURAM BANDA ACEH Rahman, Aulia; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22571

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Keberadaan Group Buram Banda Aceh.Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan group Buram Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Group Buram Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri Group Buram Banda Aceh dan ketua group Buram Banda Aceh.Yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan group Buram Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan group Buram Banda Aceh telah mempengaruhi dikalangan masyarakat, dengan seringnya group ini tampil di Banda Aceh, serta memenangkan perlombaan yang diselenggarakan event pemerintahan maupun event perlombaan kalangan pemain rapai tradisi. di luar daerah juga mengikuti format penyajian dan fungsinya hal ini terdapat seperti di daerah Meulaboh, Bireun dan Yogyakarta. Group Buram di Banda Aceh juga terus melakukan pengembangan dari segi fungsi dan bentuk penyajian rapai, instrumen rapai sebagai unsur utama dalam setiap penyajian pertunjukan, group Buram Banda Aceh mengkolaborasikan dengan alat-alat musik modern seperti Gitar, Bass, Drum, Keyboard dan alat-alat musik modern lain. Kata Kunci: Keberadaan Group Buram Banda Aceh.
SENI MURAL DI BANDA ACEH Habibillah, Habibillah; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22552

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Seni Mural di Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana fenomena Seni Mural di Banda Aceh mulai dari tahun 2013 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan seni mural di Banda Aceh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif penelitian ini melihat perkembangan seni mural di Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah komunitas Apotek Warena dan Mr. Doff Indonesia. Data diperoleh dengan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian seni mural adalah seni lukis dinding yang bersifat permanen dibuat dengan media dinding yang tidak bisa berpindah tempat. Seni mural merupakan media komunikasi antara seniman dan khalayak umum, menjadi alternative untuk penyampaian nilai-nilai estetis dan etis. Keberadaan mural di ruang publik tentunya mempunyai fungsi sebagai media penyampaian aspirasi, sebagai fungsi estetik, ekonomi dan pendidikan. Oleh karena itu kesimpulan yang dapat diambil ialah mural di Banda Aceh sudah berkembang mulai dari tahun 2013 hingga kini. Awalnya mural dianggap sebagai vandalisme, butuh waktu yang lama hingga vandalisme itu berubah menjadi keindahan atau ungkapan yang di tuangkan kedalam media dinding yang akhirnya menjadi sorotan publik. Kini mural dapat ditemui di setiap sudut kota Banda Aceh mulai dari Sekolah, coffee shop, cafe, perkantoran, tempat sarana umum, toko, dan halte.Kata Kunci: Mural, Seni
MOTIF DAN FUNGSI KERAJINAN ANYAMAN TAPE DI GAMPONG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Yuliandari, Wilda; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15690

Abstract

Penelitian yang berjudul motif dan fungsi kerajinan anyaman Tape di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah ini mengangkat masalah bagaimanakah motif yang terdapat pada kerajinan anyaman Tape di Gampong Kemili Kabupaten Aceh Tengah dan bagaimanakah fungsi kerajinan anyaman Tape yang terdapat di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis motif pada kerajinan anyaman Tape di gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dan untuk mendeskripsikan jenis fungsi kerajinan anyaman Tape di gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Pendekatan Kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif yang terdapat pada anyaman Tape di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah ialah motif bunga nam, motif matapat, motif sesiku, motif bunga semelah, motif sesesip, motif peperting, motif keras kulir, motif genipo, motif bintang opat dan motif katir. fungsi anyaman Tape yaitu sebagai fungsi sosial, ekonomi, ritual dan keindahan (estetika), anyaman Tape merupakan tempat penyimpanan wadah pengganti plastik yang difungsikan untuk pernikahan, menaruh tempat sirih, beras, emas, nasi, dan lain sebagainya.Kata Kunci: motif, fungsi, kerajinan anyaman Tape
RAGAM MOTIF RUMAH ADAT RONGKO DESA KOTO KLUET TENGAH ACEH SELATAN Safwandi, Refiki; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15688

Abstract

Penelitian yang berjudul Ragam Motif Rumah Adat Rongko di Desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan, dengan mengangkat masalah bagaimana penerapan ragam motif rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ragam motif rumah adat rongko di desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di rumah adat rongko desa Koto, Kluet Tengah, Kecamatan Tapak Tuan, Aceh Selatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah: T. Iskandarmuda sebagai keturunan kerajaan Raja Manggamat Imam Hasbiyallah Muhammad Teuku Nyak Kuta, rumah adat rongko yang menceritakan tentang sejarah dan makna, penerapan ragam motif yang ada di bangunan rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah Rumah adat rongko dan objek dalam penelitian ini ragam motif rumah adat rongko. Tekat pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif rumah adat rongko di Kluet Tengah berupa seni kerajinan ukir kayu dengan motif, yaitu: motif sisik ikan, motif daun, motif rantai, motif bungong seulanga, motif huruf Alif, motif sisik ikan kreasi, motif corak, motif persegi delapan.Kata Kunci: Penerapan, Ragam, Motif, Rumah Adat Rongko
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SANGGAR ART GALERY FEBI Fitria, Nanda; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15687

Abstract

Penelitian ini berjudul pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi. Mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi dan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Febi unggul di setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran di sanggar Art Galery Febi, dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Art Galery Febi unggul di setiap perlombaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ialah Febi Juwita selaku pemilik sanggar Art Galery Febi dan anak-anak yang mengikuti pembelajaran, objek penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display dan verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi berlangsung melalui beberapa bagian, yaitu kegiatan awal dimana pengajar memilah terlebih dahulu peserta didik sesuai kemampuannya, setelah itu peserta didik menyiapkan bahan dan alat, kegiatan inti pengajar yang memilih karya yang akan dibuat oleh peserta didik, namun peserta didik juga boleh memilih sendiri karya yang akan dibuat, evaluasi dan penutup merupakan tahap akhir pengajar menilai karya yang telah dibuat oleh peserta didik, pada kegiatan pembelajaran pengajar menggunakan metode ceramah diawal pembelajaran, metode demontrasi pengajar memberikan contoh kepada peserta didik dan metode latihan praktis. Media yang digunakan berupa media visual. Faktor yang mempengaruhi Art Galery Febi unggul dalam setiap perlombaan mewarnai, terbagi menjadi dua yaitu, faktor internal yang meliputi kecerdasan, bakat, minat, perhatian, dan motivasi serta faktor eksternal yang meliputi keadaan keluarga.Kata kunci: pembelajaran, seni rupa, sanggar Art Galery Febi
PERKEMBANGAN MOTIF PADA BAJU PENGANTIN DI MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Fadzila, Marliza; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i1.15685

Abstract

Penelitian ini berjudul Perkembangan Motif pada Baju Pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Mengangkat masalah perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah Syarifah Hennizar selaku pemiliki Cut Aja Wedding dan Rina selaku pemiliki Rina Queenna, objek penelitian ini adalah baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perkembangan motif pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pasca Tsunami, merupakan salah satu bukti nyata bahwa perkembangan yang terjadi pada motif baju pengantin di Meulaboh dapat dilihat dari tampilan motif yang berbeda seperti penambahan motif pada motif yang sudah ada, hal ini dapat kita lihat pada motif pinto aceh, yang mana terdapat beberapa bagian pada motif pinto aceh yang ditambahkan motif baru untuk memperindah motif pinto aceh yang sudah ada, seperti penambahan ukiran daun maupun ukiran batang. Masyarakat sekitar tidak mempermasalahkan perkembangan yang terjadi pada motif yang terdapat pada baju pengantin, hal ini dikarenakan tidak terdapatnya motif-motif yang memilliki arti negatif. Motif itu sendiri merupakan identitas suatu masyarakat sehingga adanya motif sangat penting untuk diterapkan pada baju pengantin. Namun saya berharap agar motif-motif yang sudah ada seperti pinto aceh, uke bate, pucok reubong dan motif Aceh yang lain tetap diterapkan pada baju pengantin di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, meskipun nantinya ada penambahan motif ragam hias pada motif-motif Aceh tersebut.Kata Kunci: perkembangan, motif, baju pengantin, pasca Tsunami.
KERAJINAN TAS ACEH DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTRA ESTETIK DI ACEH UTARA Nurhaliza, Siti; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13147

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerajinan Tas Aceh Ditinjau dari Perspektif Intra Estetik di Aceh Utara. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik di Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di rumah produksi kerajinan tas Aceh yang ada di Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, subjek penelitian adalah pemilik dan beberapa pengrajin rumah produksi kerajinan tas Aceh dan objek penelitian adalah bentuk, motif dan warna pada kerajinan tas Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan serta mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerajinan tas memiliki 4 bentuk diantaranya yaitu kotak, persegi panjang, bulat dan oval. Bentuk kotak terdiri dari tas tiara, tas hantaran, tas golf kulit, tas golf, tas luna, tas ransel cewek dan tas eumpang. Bentuk persegi panjang terdiri dari tas guci, dan tas dompet. Pada bentuk bulat terdiri dari tas rotan serta bentuk oval terdiri dari tas ransel. Pada tas ransel, tas selempang dan tas jinjing terdapat 11 motif yaitu Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Angka siploh, Taloe Ie, Awan Bungong, Bungong Ek Leuk, Bungong Lawang. Pada tas ransel terdapat motif Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan Angka Siploh. Warna yang terdapat pada kerajinan tas Aceh yaitu kuning, merah, hijau, hitam dan biru.Kata Kunci: kerajinan, perspektif, intra estetik
TRANSFORMASI TRADISI MEUDIKEE DALAM KONTEKS MASYARAKAT SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Fitri, Lidia; Ramdiana, Ramdiana; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13141

Abstract

Penelitian ini berjudul Transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Mengangkat masalah bagaimana tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan bagaimana transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi Meudikee dalam kontes masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Jenis pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan merujuk ke dalam jenis penelitian menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini ialah TPA Baburrisyad desa Mesjid Baro Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, objek yang diteliti adalah menegenai tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga Kabupaten Bireuen. Sumber data yaitu Tgk. Jamil sebagai pimpinan pesantren, Tgk. Maidi dan Ustazah Fakriah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah mereduksi data terlebih dahulu kemudian penyajian data dalam bentuk uraian singkat selanjutnya verefikasi data atau penarikan kesimpulan dan menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga sebagai tradisi yang sangat sakral berisikan doa, shalawat sanjungan kepada nabi Muhammad SAW dalam memperingati hari kelahirannya dan tradisi Meudikee dalam masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen mengalami perubahan yang signifikan terutama dari bentuk meliputi anggota, gerak, syair, properti dan kostum serta fungsinya telah menjadi seni pertunjukan sebagai hiburan tanpa mengubah fungsi utamanya yaitu sebagai tradisi maulid (memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW).Kata kunci: transformasi, tradisi, Meudikee