Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ASSESMENT PENGETAHUAN ANEMIA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Evi Wahyuntari; Yuni Purwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3399

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil 33-75% dinegara berkembang. Anemia berhubungan dengan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Anemia berkontribusi 20-40% terhadap kematian ibu baik secara langsung atau tidak melalui beberapa komplikasi seperti kegagalan jantung, preeklamsia, perdarahan persalinan, perdarahan postpartum dan infeksi nifas. Tujuan penelitian mengetahui assessment pengetahuan anemia terhadap kejadian anemia pada ibu. Metode: penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kasihan 2 dengan populasi Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di Poli KIA. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 103 responden berdasarkan perhitungan rumus slovin. Kriteria inklusi: ibu hamil trimester 1 dan 3, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi: tidak memiliki data kadar Hb dalam 1 bulan terakhir. Kuesioner terdiri dari 3 bagian, kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan anemia ibu hamil, lembar observasi pemeriksaan kadar Hb pada trimester 1 atau trimester 3. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan Pendidikan (p=0,02), jarak kehamilan (p=0,01) dan paritas (p=0,02) berhubungan denag kejadian anemia, sedangkana usia (p=0,32) dan pengetahuan (p=0,27) tidak berhungan dengan kejadian anemia.
Health Officer Support For Regulation of Iron Tablets Consumption During Pregnancy Yuni Purwati; Nur Aini Rustiana Dewi
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i1.116

Abstract

The obedience in consuming iron tablets had a good effect for the pregnant women. It is because iron tablets were able to increase the nutritional intake for the fetus, prevent anemia (iron deficiency), prevent bleeding during childbirth, and reduce the death risk. The supports of the health workers were expected to improve the The obedience of the pregnant women in consuming the iron tablets. The objective of this research was to find out the effect of the supports of the health workers and the obedience of the pregnant women in consuming the iron tablets at Sewon II Public Health Center, Bantul Regency, Yogyakarta Province. The method used in this study was through the descriptive correlation using a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was through the total sampling. The number of the respondents of this study was 80 respondents. The data analysis technique used in this study was the Kendall tau. The result of this data analysis showed that the p-value of 0.000 < 0.05. It meant that there was a significant correlation between the two variables of this study. Moreover, the significant correlation between the support of the health workers and the obedience of the pregnant women in consuming the iron tablets is in the moderate level (0.549). Therefore, it was concluded that the health workers were expected to improve the information supports, the appreciation supports, the instrument supports, and the emotional supports so that the pregnant women were able to consume the iron tablets.
Identification of Innovation Needs for Fetal Well-Being Monitoring: A Phenomenological Research Purwati, Yuni; Wahyuntari, Evi; Cahya Subrata, Arsyad; Anisa, Diah Nur
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 14 Issue 2 November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v14i2.618

Abstract

Background: Counting fetal movements is a vital assessment to determine the well-being of the fetus that can be carried out independently by pregnant women. Pregnant women need to be provided with tools that are easy, practical, safe and economical so they can get accurate results. Objective: To develop a fetal movement counting tool that can be used independently by pregnant women. Methods: Qualitative phenomenological research, carried out 1 June-31 Juli 2024. Research using a focus group discussion approach on 8 participants, pregnant women's health workers at Bantul Regional Health Centers, Yogyakarta, Indonesia. Sample criteria: willing to be a participant, actively serving in the maternal health unit, working at a Community Health Center with the highest Infant Mortality Rate. The sample was selected using purposive sampling, analysis techniques using compression, presentation and drawing conclusions NVivo 12 Pro International software. Results: A total of 246 codes were generated, 7 categories, 4 themes, namely: (1) previous behavioral experience; (2) perception of the benefits of calculating fetal movements; (3) experience of techniques for calculating fetal movements; and (4) expectations of the tools needed. There was main topic is need for monitoring fetal movementsaya  Conclusion: The themes obtained are the basis for formulating a design to develop a fetal movement monitoring tool that can be carried out independently by pregnant women. The themes obtained imply that health workers need to encourage the use of simple and easy-to-operate foetal movement monitors that can be used independently to improve pregnancy monitoring based on maternal empowerment.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SISWI Noor Safa, Destya; Purwati, Yuni; Warsiti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/d8w68483

Abstract

Kecemasan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche) merupakan isu kesehatan mental yang signifikan pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang menstruasi dalam menurunkan tingkat kecemasan siswi sekolah dasar dengan rentang usia 10–12 tahun (kelas 4 dan 5) di SD N 1 Jetis Bantul. Menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test/post-test, penelitian ini melibatkan 45 siswi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas siswi mengalami kecemasan sedang (60,9%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video animasi dan leaflet, terjadi penurunan tingkat kecemasan yang drastis, di mana 95,6% siswi berada pada kategori kecemasan ringan. Hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa intervensi pendidikan kesehatan secara signifikan efektif dalam mereduksi kecemasan siswi dalam menghadapi menarche. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dini untuk memperkuat kesiapan psikologis anak dalam transisi pubertas.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON TERHADAP KELELAHAN IBU POSTPARTUM Rosi, Qyna Tazkiyya; Purwati, Yuni; Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/2r3n3709

Abstract

Kelelahan pascapersalinan (postpartum fatigue) dapat menghambat pemulihan fisik, psikologis, dan produksi ASI. Aromaterapi lemon menawarkan solusi non-farmakologis yang potensial karena kandungan linalool yang menenangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aromaterapi lemon dalam menurunkan tingkat kelelahan ibu nifas. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest terhadap 15 ibu nifas di Puskesmas Sleman yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Postpartum Fatigue Scale (PFS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kelelahan yang signifikan secara statistik (p=0.010) setelah intervensi. Disimpulkan bahwa aromaterapi lemon efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi kelelahan pada masa nifas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Latifah, Rabilla Fajri; Purwati, Yuni; Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/d2vhf508

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum pada remaja putri dan sering kali berkaitan erat dengan praktik kebersihan diri atau personal hygiene. Meskipun pengetahuan dianggap sebagai fondasi perilaku sehat, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan kejadian keputihan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 1 Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. 5Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sleman pada 23-27 Juni 2025. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 10 butir pertanyaan pengetahuan personal hygiene dan 5 butir pertanyaan kejadian keputihan, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene yang baik. Namun, ditemukan sebanyak 4,8% siswi tetap mengalami keputihan patologis, sementara mayoritas lainnya mengalami keputihan fisiologis. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value 0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,353. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Semakin baik pengetahuan, maka semakin rendah risiko kejadian keputihan. Meskipun pengetahuan responden sudah baik, adanya kasus keputihan patologis menunjukkan perlunya intervensi yang lebih fokus pada penerapan praktik kebersihan secara konsisten.
Effect of Health Education Videos on Knowledge and Attitudes of Teenage Pregnancy in Timor Leste Moniz, Maria de Fatima; Astuti, Andari Wuri; Purwati, Yuni
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i1.12736

Abstract

The high prevalence of adolescent pregnancy in Timor-Leste reflects vulnerabilities in adolescents’ reproductive health, particularly limited knowledge and unfavorable attitudes toward sexuality, which increase engagement in premarital sexual behavior and the risk of unintended pregnancy. However, empirical evidence explaining the role of reproductive health status in linking these outcomes, as well as the effectiveness of video-based reproductive health education in low-resource settings, remains limited. This study aimed to evaluate the effectiveness of video-based reproductive health education in improving knowledge and attitudes toward teenage pregnancy among female adolescents. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 96 female students aged 17–18 years at ESGP de Suai, Covalima, Timor-Leste, selected through simple random sampling. The intervention consisted of a 15 minute reproductive health education video addressing adolescent pregnancy, related risks, and prevention strategies. Knowledge (20 items) and attitudes (10 items) were measured using a validated questionnaire (Cronbach’s α = 0.679 and 0.520, respectively). Effectiveness was defined as a statistically significant improvement in post-intervention knowledge and attitude scores. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and the Mann–Whitney U test. Significant improvements were observed in knowledge (Z = −8.526; p < 0.001) and attitudes (Z = −8.532; p < 0.001) after the intervention. No significant difference was found between the magnitude of improvement in knowledge and attitudes (p = 0.850). Video based reproductive health education effectively improves adolescents’ knowledge and attitudes toward teenage pregnancy and represents a feasible intervention for adolescent reproductive health promotion in resource-limited settings.
Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja Maharani, Nuke Arifah; Purwati, Yuni; Handayani, Dwi Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2641

Abstract

Background: Knowledge about anemia among adolescents is the understanding of the definition, causes, signs, impacts, and prevention of anemia. The level of knowledge about anemia among adolescents is influenced by education, age, socioeconomic-cultural factors, environment, and the lack of health education, which is the main cause of low knowledge. Purpose: To determine the effectiveness of health education on the level of knowledge about anemia among adolescents. Method: This study wa s pre-experimental study with a one-group prestes-posttest design. Ninety adolescents at SMP Negeri 1 Ngluwar Magelang waresampled using a purposeve sampling technique. A questionnaire was used as the research instrument. The results ware analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: This study was a pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design. A purposive sampling technique was used to select 90 adolescents. The research instrument used a questionnaire. The results of the study were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Conclusion: Health education is effective in improving the level of knowledge about anemia among adolescents. Keywords: Adolescent Knowledge; Health Education; Knowledge About Anemia. Pendahuluan: Pengetahuan anemia pada remaja adalah pemahaman tentang definisi, penyebab, tanda, dampak, dan pencegahan anemia. Tingkat pengetahuan anemia remaja dipengaruhi pendidikan, usia, sosial-ekonomi-budaya, lingkungan, dan kurangnya penyuluhan kesehatan yang menjadi penyebab utama rendahnya pengetahuan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sempel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 90 remaja di SMP Negeri 1 Ngluwar Magelang. Intrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji wilcoxon sign rank test. Hasil: Tingkat pengetahuan anemia sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang pada remaja sebagian besar adalah kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 64 remaja (71.1%). Tingkat pengetahun remaja setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang anemia pada remaja sebagian besar adalah dengan katerogri baik sebanyak 85 remaja (94.4%). Hasil uji wilcoxon sign rank test diperoleh p-value 0.000. Simpulan: Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja. Kata Kunci: Pengetahuan Anemia; Pengetahuan Remaja; Penyuluhan Kesehatan.