Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Sensor Ph dan Turbidity pada Peningkatan Ph Air Hujan di Storage Rain Water Harvesting Menjadi Air Siap Pakai Charles, Rendy Elisa; Kurniawan, Ekki; Sugesti, Erna Sri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang terbilang cukup tinggi. Rata-rata curah hujan di Indonesia berkisar antara 2.000 – 3.000 mm per tahun. Potensi air hujan yang begitu besar belum termanfaatkan dengan baik. Air hujan dapat menjadi sumber air yang menyegerkan dan aman untuk digunakan dalam keperluan sehari – hari. Namun, air hujan di Indonesia belum dapat langsung digunakan untuk keperluan sehari – hari. Dikarenakan, kadar pH air hujan di Indonesia mencapai 5.6 – 6 dan faktor kekeruhan air hujan yang turun dapat mengandung debu atau zat – zat yang berasal dari daun – daun atau pohon yang ada. Dimana pH tersebut masih tergolong sebagai pH ideal air hujan dan belum layak digunakan untuk aktifitas manusia sehari – hari. Kadar pH netral yang baik untuk digunakan sebagai keperluan sehari – hari adalah pH 7. Untuk memenuhi standar air yang dapat digunakan untuk keperluan sehari- hari adalah dengan cara elektrolisis. Sebelum masuk ke proses elektrolisis, air hujan yang berada di dalam bak penampungan air hujan akan melakukan proses filtrasi agar mendapatkan hasil air yang maksimal.Kata kunci4 Air, elektrolisis, sensor pH, sensor Turbidity
PERANCANGAN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH UNTUK PLTS HYBRID PADA SISTEM HIDROPONIK Falih Abdurrahman; Ekki Kurniawan; Erna Sri Sugesti
Jurnal Nasional SAINS dan TEKNIK Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jnst.v2i2.8748

Abstract

Hidroponik merupakan metode cocok tanam tanpa menggunakan media tanah melainkan menggunakan larutan bernutrisi atau bahan yang mengandung unsur hara. Ada berbagai macam teknik yang dapat dilakukan untuk budidaya tanaman dengan cara hidroponik diantaranya adalah teknik DFT (Deep Flow Technique) yang menggunakan pompa air berkelanjutan sehingga menambah pemakaian energi karbon. Untuk mendukung pemerintah mengurangi pemakaian energi karbon dibutuhkan sumber energi terbarukan. Pada penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasi PLTS hybrid pada sistem hidroponik. Pada PLTS hybrid terdapat sistem monitoring untuk mengetahui tegangan dan arus dari PLTS ke sistem hidroponik. Data tersebut ditampilkan pada LCD. Catu daya utama yang diatur pada ATS adalah sumber dari PLTS dimana ketika PLTS tidak dapat mentenagai beban ATS akan mengubah catu daya ke PLN. Ketika PLTS dapat mentenagai beban maka catu daya akan berpindah PLTS. Hasil pengujian nilai error rate sensor INA 219 pada nilai tegangan error rate DC sebesar 1,5% dan nilai arus error rate DC sebesar 2,724 %. Pada sensor PZEM 004T didapat nilai error rate tegangan AC sebesar 0.266% dan arus error rate AC sebesar 0 %. Pada pengujian delay pergantian energi listrik ATS didapat rata-rata delay sebesar 43,392 milidetik.