Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING PARTISIPAN UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA SAAT MENGEMUKAKAN PENDAPAT PADA KELAS XI IPS 3 DI SMAN 2 KARANGAN WULANDARI, VIKA; SETIAWATI, DENOK
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik modeling partisipan untuk meningkatkan percaya diri siswa saat mengemukakan pendapat di SMAN 2 Karangan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh percaya diri siswa yang rendah saat ingin mengemukakan pendapat sehingga menyebabkan keberhasilan proses pembelajaran terhambat. Pola komunikasi yang dilakukan dari satu arah menjadikan proses pembelajaran seperti tempat penyampaian informasi dimana guru lebih aktif sedangkan siswa pasif. Pola komunikasi dalam proses pembelajaran di kelas akan lebih efektif manakala pola komunikasi dilakukan secara multi arah. Dalam arti, komunikasi tidak hanya terjadi dari guru kepada siswa, atau sebaliknya dari siswa kepada guru, tetapi juga antara siswa dengan siswa. Jenis atau desain penelitian yang digunakan adalah pre ? eksperimental design dalam bentuk one group pre-test-postest dengan subyek 6 siswa yang memilik percaya diri rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan angket dengan 55 item pernyataan. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan Teknik analisis data dengan uji wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 17.0 for windows. Pada kotak test statistics diketahui nilai ? adalah -0,208 dan nilai signifkansi sebesar 0,028. Bila dalam ketetapan (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka bahwa Ho ditolak dan Ha diterima dengan menunjukan 0,028 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signfikan kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat setelah mendapat layanan konseling kelompok dengan teknik modeling partisipan di SMAN 2 Karangan. Kata kunci : percaya diri , konseling kelompok , modelling partisipan
STUDI TENTANG KEMATANGAN EMOSI SISWA PADA KASUS TAWURAN DI SMK NEGERI 1 TROWULAN FERNIA ENDRASTUTY, JIANJAR; SETIAWATI, DENOK
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan emosi siswa di SMK Negeri 1 Trowulan. Kematangan emosi adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan yang ditandai dengan kemampuan diri mengolah dan mengontrol emosi dengan tepat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan subjek siswa kelas X yang pernah terlibat kasus tawuran. Metode pengumpulan datanya adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Angket digunakan untuk menentukan subjek penelitian, teknik wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mendukung hasil penelitian. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa kematangan emosi pada siswa kasus tawuran di SMK Negeri 1 Trowulan sangan rendah. Banyaknya aspek kematangan emosi yang tidak dimiliki subjek seperti kontrol emosi, pemahaman diri dan penggunaan fungsi kritis mental menjadi salah satu pemicu terjadinya tawuran. Kematangan emosi subjek berbeda-beda, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan kematangan emosi. Sehingga kematangan emosi yang rendah akan berdampak negatif dalam kehidupan subjek. Namun, peran konselor di sekolah sangat membantu dalam menangani permasalahan siswa yang terlibat dalam kasus tawuran sehingga muncul perasaan menyesal dan jera bagi siswa yang melakukan tawuran. Kata kunci: Kematangan emosi, tawuran, siswa
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA KELAS X MM DI SMK N 1 TROWULAN-MOJOKERTO NINGTIAS, WAHYU; SETIAWATI, DENOK
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini betujuan umtuk mengetahui efektivitas dari penrapan layanan komseling kelompok rasional emotif perilaku untuk menigkatkan percaaya dirii siswa kelas X MM di SMK N 1 Trowulan-Mojokerto. Pemelitian ini diilatar belakagi oleh percaaya diri siswa yang rendah saat ingin berpartisipasi dalam mengemukakan pendapatnya di dalam kelas sehingga menybabkan keberhasilan proses pembelajaran terhambat. Pola komunikasi yang dilakukan dari satu arah memjadikan proses penbelajaran sperti tenpat penyampaian informasi dimana guru lebih aktif sedangkn siswa pasif. Jenis atau desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design dalam betuk one group pre-test post-test dengan subyek 6 siswa yang memiliki percaya diri rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan angket dengan 36 item pernyataan yang sudah di validasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik non parametrik dengan uji wilcoxon. Hasil uji wilcoxon diketahui nilai Z adalah -2,201a dan nilai signifikansi sebesar 0,028. Bila dalam ketetapan ? (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka 0,028 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat peningkatan yang signifikan kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat setelah mendapat layanan konseling kelompok rasional emotif perilaku. Kata Kunci : Percaya Diri, Konseling Kelompok, Rasional Emotif Perilaku
STUDI TENTANG SELF ESTEEM KORBAN BULLYING DI SMA NEGERI 4 PASURUAN NURAIN FAJRIYAH, BARKAH; SETIAWATI, DENOK
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui self esteem korban bullying di SMA Negeri 4 Pasuruan. Self esteem atau yang biasa disebut harga diri adalah suatu evaluasi positif maupun negatif dari individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XI SMA yang menjadi korban bullying. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengetahui jenis atau tingkat self esteem yang dimiliki korban bullying, wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara., sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mendukung hasil penelitian. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa tingkat self esteem korban bullying yang ada di SMA Negeri 4 Pasuruan sedang dan tinggi. Banyak aspek pendukung self esteem yang dimiliki seperti phsycal self esteem, social self esteem, dan performance self esteem. Tingkat self esteem setiap subjek berbeda-beda, hal tersebut dipengaruhi oleh bebrbagai macam hal baik dari dalam diri individu maupun luar. Sehingga tingkat self esteem tinggi akan berdampak positif dalam kehidupan subjek. Peranan konselor juga membantu dalam menangani siswa yang menjadi korban bullying sehingga self esteem siswa meningkat. Kata Kunci: harga diri, bully, studi kasus
STUDI KASUS PERILAKU BULLYING RELASIONAL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 GRESIK SHIDIQ AL FATHONI, MUHAMMAD; SETIAWATI, DENOK
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendalami perilaku bullying relasional yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Gresik. Bullying relasional adalah tindakan pelemahan dengan bentuk memandang sinis, memandang penuh ancaman, mendiamkan, mengucilkan, memandang yang merendahkan, memelototi, dan mencibir. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan subjek siswa yang pernah menjadi pelaku bullying relasional, siswa yang menjadi korban bullying relasional dan guru BK. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analis data penelitian bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk bullying relasional di Madrasah Aliyah Negeri 2 Gresik meliputi memandang sinis, memandang penuh ancaman, mendiamkan, mengucilkan, memandang yang merendahkan, memelototi, dan mencibir. Perasaan pelaku setelah melakukan tindakan bullying relasional ada yang merasakan kesenangan dan ada juga yang merasakan biasa saja. Situasi terjadinya tindakan bulying relasional adalah pada saat jam kosong, jam istirahat dan tidak ada guru yang dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Sedangkan situasi yang membuat pelaku tidak dapat melakukan bullying relasional adalah saat ada guru di dalam kelas atau di sekitar. Dampak psiokologis dari perbuatan bullying relasional seperti korban merasa stres, gangguan mental, minder, sakit hati, sedih, cemas, dan frustasi. Faktor penyebab tindakan bullying relasional adalah pergaulan teman sebaya, faktor internal/pribadi pelaku, pernah menjadi korban, dendam dengan korban, korbannya adalah anak yang pendiam, ingin mencari kesenangan, mencari perhatian dan mencari pengakuan di lingkungannya. Peran konselor dalam mengatasi perilaku bullying relasional dengan mencegah melalui bimbingan klasikal dan mengentaskan perilaku menyimpang siswa yang menjadi pelaku dan korban bullying relasional dan mengembalikan korban yang terkena dampak perilaku bullying relasional. Kata Kunci: Bullying relasional, pelaku bullying, korban bullying
Value-Based Peer Helpers in Indonesia’s Islamic Boarding Schools: Addressing Student Needs Khusumadewi, Ari; Naqiyah, Najlatun; Setiawati, Denok; Pramesti, Mayang; Ariyanti, Vivin; Dewanti, Septinda Rima
KONSELOR Vol. 13 No. 2 (2024): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202413268-0-86

Abstract

Islamic boarding schools (Pesantren) are crucial educational institutions in Indonesia, characterized by their unique learning systems, values, and diverse student demographics. However, they face challenges, such as a lack of sufficient caregivers and teachers, limiting their ability to address students' varied needs, which range across age, gender, culture, and personal concerns. This study aims to develop a peer helper model that integrates Islamic boarding school values to overcome these limitations and provide better support for students, particularly for adolescents. Using a literature review and content analysis of various reference sources, this study found that peer helpers, designed with pesantren values, offer an potential solution by addressing the students' challenges through peer relationships, which are more significant during adolescence. The peer helper model includes essential components such as selecting suitable peer helper characteristics, equipping them with necessary skills, and implementing effective support strategies. This culturally relevant model not only compensates for the limited availability and competence of caregivers and teachers but also provides a framework adaptable to other educational settings with similar issues. The integration of religious and cultural values into student support systems demonstrates the importance of culturally responsive approaches in enhancing student well-being in educational contexts.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): TERAPI SENI DALAM MENDUKUNG PERUBAHAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK DAN REMAJA Lianawati, Ayong; Setiawati, Denok; Wirastania, Aniek
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i2.27043

Abstract

Abstract: Art therapy is a form of experiential treatment that involves the use of art materials, the therapeutic process includes the guidance of an art therapist, and the resulting artwork is assumed to contribute to the reduction of psychosocial problems. A systematic literature review was conducted to provide an overview of art therapy interventions for children and adolescents with psychosocial issues. Three forms of therapist behavior were demonstrated non-directive, directive, and eclectic. The three forms of therapeutic behavior combined with different means and forms of expression showed a significant impact on psychosocial problems. The results showed that the use of means and forms of expression and therapist behaviors can be applied flexibly. For future research, it is recommended to present detailed information on the potential for more beneficial impacts from the perspective of therapy, means, art techniques, and therapist behaviors.Abstrak: Art therapy merupakan bentuk penanganan eksperiensial yang melibatkan penggunaan bahan seni, proses terapi ini melibatkan bimbingan seorang terapis seni, dan karya seni yang dihasilkan diasumsikan berkontribusi pada pengurangan masalah psikososial. Sistematic review literatur dilakukan untuk memberikan gambaran umum tentang intervensi art therapy untuk anak-anak dan remaja dengan masalah psikososial. Tiga bentuk perilaku terapis yang diperlihatkan meliputi non-direktif, direktif, dan eklektik. Ketiga bentuk perilaku terapi dikombinasikan dengan berbagai cara dan bentuk ekspresi yang menunjukkan dampak signifikan pada masalah psikososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sarana dan bentuk ekspresi serta perilaku terapis dapat diterapkan secara fleksibel. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menyajikan informasi terperinci tentang potensi dampak yang lebih menguntungkan dari perspektif terapi, sarana, teknik seni, dan perilaku terapis.
KONSELING REALITA BERBASIS NILAI-NILAI Q. S. AR RA’D: 11 UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMP Azizah, Nur; All Habsy, Bakhrudin; Christiana, Elisabeth; Setiawati, Denok
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.16845

Abstract

Bullying is an act of using power to hurt a person or group of people verbally, physically or psychologically so that the victim feels depressed, traumatized and helpless. The aim of this research is to decrease the rate of decline in bullying behavior in junior high school students and turn their negative behavior into positive behavior according to the values of Q. S. Ar Ra'd verse 11 for bullying perpetrators. This research method uses experimental research in the form of Single Subject Research (SSR). The results of this research show a decrease in bullying scores from score of 108 to score of 45 with positive behavioral changes in accordance with the rules set out in the Al-Qur'an.
Islamic Guidance and Counseling to Foster Gratitude in Boarding High School Students Saputra, Muhammad Ivan Dwi; Naqiyah, Najlatun; Setiawati, Denok; Wiyono, Bambang Dibyo; Ilhamuddin, Muhammad Farid; Habsy, Bakhrudin All
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 2 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071350000

Abstract

This study investigates the application of Islamic guidance and counseling to foster gratitude among students at Madrasah Aliyah (Islamic senior high school) Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Probolinggo. Using a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, the study assessed gratitude levels before and after intervention. The gratitude scale, developed based on aspects of personal and transpersonal gratitude, was administered to a purposive sample of 229 students. Data analysis using a paired sample t-test revealed a significant increase in students' gratitude scores post-intervention (Sig. < 0.05). The intervention involved delivering materials on gratitude, positive perspective (khusnudzon), and appreciation, aligning with Islamic principles to promote emotional resilience, spiritual growth, and prosocial behavior. The findings suggest that integrating gratitude into Islamic counseling not only enhances emotional stability but also strengthens students' social relationships and spiritual well-being. For counselors, the study underscores the importance of culturally and spiritually sensitive approaches, particularly in Islamic settings, to address students' psychosocial and spiritual needs. The results imply that incorporating practices like reflection, prayer, and empathy into counseling can create a supportive framework for fostering gratitude as a sustainable habit, contributing to students' holistic development. This approach provides a model for counselors to align therapeutic interventions with clients' cultural and spiritual values, promoting resilience and overall mental health.
Studi Fenomenologi Tentang Faktor Penyebab Serta Dampak Prokrastinasi Akademik pada Siswa A'yun, Siti Qurotul; Christiana, Elisabeth; Setiawati, Denok; Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18986

Abstract

Procrastination is the behavior of delaying tasks or responsibilities. In an academic context, procrastination refers to the tendency to postpone schoolwork or assignments. This study aims to identify the factors that contribute to the growing phenomenon of academic procrastination among students and its potential impacts. The research used a phenomenological approach, a qualitative method that explores individuals’ experiences of a particular phenomenon. The study involved six participants: three as primary data sources who frequently delayed submitting assignments in more than three subjects, and three as supporting participants. Data were analyzed using the Colaizzi model. The findings revealed that the main factors behind academic procrastination include fear of failure, low self-discipline, task aversiveness, and perfectionist attitudes. The negative impacts of this behavior include anxiety, excessive guilt, decreased productivity and motivation, sleep disturbances, physical health issues, and lower academic performance. The study suggests that future research should explore effective intervention strategies to help reduce academic procrastination among students. ___________________________________________________________________Prokrastinasi merupakan perilaku menunda tugas atau pekerjaan. Dalam konteks akademik, prokrastinasi akademik adalah kecenderungan menunda mengerjakan tugas sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab dan dampak dari prokrastinasi akademik yang terus berkembang di lingkungan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi pengalaman seseorang terhadap suatu fenomena. Partisipan terdiri dari enam orang, tiga sebagai data utama (sering menunda tugas pada lebih dari tiga mata pelajaran) dan tiga sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab prokrastinasi akademik antara lain: rasa takut gagal, rendahnya disiplin diri, task aversiveness (ketidaksukaan terhadap tugas), dan sikap perfeksionis. Dampak negatif dari prokrastinasi meliputi kecemasan, rasa bersalah, penurunan motivasi dan produktivitas, gangguan tidur, masalah kesehatan fisik, serta penurunan prestasi belajar. Penelitian ini menyarankan perlunya layanan intervensi yang tepat untuk membantu mengurangi prokrastinasi akademik pada siswa sehingga mereka dapat lebih optimal dalam menjalankan tanggung jawab akademiknya.