Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN KOMUNIKATIF “GAMES CARD CASE” Aprilia, Antonia ZukhrufKama Duta; Setiawati, Denok; Widjanarko, Koes
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i3.477-484

Abstract

Tingginya angka kasus bullying di sekolah menjadi catatan merah dalam rapor pendidikan kita. Hal ini memiliki urgensi untuk segera ditangani karena besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh perilaku ini. Salah satu upaya dalam pencegahan dan penanganan bullying adalah melalui pendidikan. Pendidikan sebagai upaya pencegahan bullying dapat dioptimalkan dengan menggunakan variasi permainan komunikasi Games Card Case. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan pemainan komunikatif Games Card Case dalam peningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai bullying. Metode penelitian yang digunakan dalam PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat terlihat bahwa permainan komunikatif Games Card Case mempermudah peserta didik dalam memahami bullying. Dengan kata lain,permainan ini efektif digunakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bullying yang dibuktikan dengan hasil analisis nilai pretest dan post-test serta observasi dan wawancara. 
Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Based Learning terhadap Perencanaan Karier Siswa SMA Ningrum, Dewi Sekar Wangi; Setiawati, Denok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.3211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok yang memanfaatkan teknik Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier pada siswa kelas X di SMA Wachid Hasyim 5 Surabaya. Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa sebagian siswa masih menghadapi kebingungan dalam menentukan pilihan karier, memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, serta belum mampu menyusun tujuan pendidikan dan langkah pengembangan karier secara jelas dan terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan One Group Pre-Test Post-Test dan melibatkan sepuluh siswa yang dipilih berdasarkan kategori yang diperoleh dari kuesioner perencanaan karier. Instrumen penelitian yang dipakai adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sehingga dapat dianggap layak untuk digunakan dalam pengukuran. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test untuk mengevaluasi perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasilnya menunjukkan peningkatan skor rata-rata, dari 90,7 pada Pre-Test menjadi 105,5 pada Post-Test, dengan kenaikan sebesar 14,8 poin. Nilai signifikansi sebesar 0,010 mengindikasikan bahwa perbedaan tersebut bermakna secara statistik. Seluruh peserta mengalami peningkatan, dengan variasi perubahan yang menunjukkan perkembangan dalam aspek kepercayaan diri, kemampuan menetapkan tujuan, serta kesiapan menghadapi peluang karier. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik Problem Based Learning terbukti efektif dalam layanan bimbingan kelompok untuk membantu siswa merancang perencanaan karier secara lebih terarah, sistematis, dan realistis.
Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Self-Efficacy Siswa dalam Perencanaan Studi Lanjut Kurniasari, Defina Palupi; Setiawati, Denok
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5344

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group guidance services using problem-solving techniques in improving self-efficacy in planning further studies among junior high school students with low self-efficacy. The background of this study is based on the low level of self-confidence among students in planning further studies, while previous studies have focused more on improving academic self-efficacy in general and have not specifically examined further study planning through group guidance services using problem-solving techniques. This study used a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The research subjects consisted of eight ninth-grade students selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire on self-efficacy in planning further studies, which had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk normality test and the paired sample t-test. The results showed a significant increase in students' self-efficacy scores from a pretest average of 72.50 to 101.00 on the posttest (p < 0.001). However, this study has limitations in terms of the relatively small sample size and the use of a research design without a comparison group, so the results need to be interpreted carefully and can be further developed in subsequent studies.
A STUDY ON POSITIVE SELF-ACCEPTANCE IN STUDENTS EXPERIENCING FATHERLESSNESS Desinta, Evit; Setiawati, Denok; Nursalim, Mochamad; Ghozali, Muhamad Afifuddin
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 6 No 2 (2025): COUNSENESIA 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v6i2.5699

Abstract

This study explores the process of positive self-acceptance among fatherless adolescents in Indonesia, a phenomenon that remains underexamined within the cultural and educational context. The research aims to understand how emotional regulation, coping strategies, and social support contribute to adolescents’ self-acceptance after experiencing the absence of a father due to death, divorce, or lack of involvement. Using a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews with five students aged 15–18 from SMA Negeri 2 Purbalingga, along with guidance and counseling teachers as triangulation sources.The results reveal that self-acceptance among fatherless adolescents is a dynamic and contextual process characterized by four patterns: stable, fluctuating, struggling, and transformative. Emotional awareness, gratitude, and social relationships particularly maternal support and counselor involvement emerged as crucial factors in fostering resilience. These findings highlight that father absence does not always lead to maladjustment; instead, it may serve as a pathway for personal growth and emotional maturity when supported by relational and communal resources. This study contributes to the understanding of adolescent well-being within a collectivist culture and provides practical implications for school-based counseling programs emphasizing emotional literacy, self-compassion, and social connectedness.
Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Kepribadian Siswa Menengah Atas Jannah, Ananda Dwi Shepty Mi'rajtul; Ramadhani, Abellita Putri Dika; Lestari, Elisa Linda; Wijayanti, Dewi Muthiah; Dewi, Nabila Kusuma; Hidayah, Al Fitri Nur; Setiawati, Denok; Yunita, Mila
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8728

Abstract

Masa remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah fase krusial pembentukan kepribadian, dengan teman sebaya sebagai pengaruh sosial yang dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teman sebaya dalam proses tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada upayanya merangkum dan menggabungkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang selama ini terpisah, sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah nasional terakreditasi yang terbit pada kisaran tahun 2018–2025. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh signifikan, berperan sebagai model perilaku, sumber dukungan emosional, dan motivator yang membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan empati. Besaran pengaruh ini bervariasi antara 38,1% hingga 70%. Di sisi lain, tekanan konformitas kelompok juga berpotensi mendorong perilaku menyimpang. Kesimpulannya ialah pengaruh teman sebaya bersifat kompleks dan dua arah. Temuan ini memberikan masukan penting bagi guru dan konselor untuk secara proaktif membimbing siswa memaksimalkan pengaruh positif pergaulan dan mengelola dampak negatifnya
Penerapan Collaborative Learning dalam Bimbingan Kelompok terhadap Sikap Eksklusif Siswa SMPN 1 Rejoso Adinda Rini, Nafila; Setiawati, Denok; Nursalim, Mochamad; Ghozali, Muhamad Afifuddin
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2953

Abstract

Fenomena sikap eksklusif di kalangan siswa SMP dapat berdampak pada terbatasnya interaksi sosial dan munculnya kelompok pertemanan tertutup di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok dalam collaborative learning untuk mengurangi sikap eksklusif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa kelas IX SMPN 1 Rejoso yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor pretest tinggi, sedang, dan rendah pada angket sikap eksklusif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,900). Perlakuan diberikan dalam enam kali pertemuan yang berfokus pada kegiatan kolaboratif seperti diskusi kelompok, kerja sama lintas teman, dan refleksi sosial. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test menunjukkan hasil signifikansi 0,013 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Rata-rata skor sikap eksklusif menurun dari 70,25 menjadi 59 setelah perlakuan, yang menunjukkan adanya perubahan positif menuju sikap sosial yang lebih inklusif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan kelompok dalam collaborative learning efektif digunakan sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan empati, kerja sama, serta penerimaan terhadap perbedaan di antara siswa.
Analisis Wawasan dan Kesiapan Karir Siswa SMK Negeri 1 Driyorejo, Gresik Ningrum, Dewi Sekar Wangi; Rosanti, Dwi Emilia; Angely, Dyah Ayu Ratna; Ni’mah, Malikhatun; Lestari, Murni; Rayyani, Shafa Aulia; Setiawati, Denok; Yunita, Mila
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.491

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kajian mendalam mengenai kesiapan dan wawasan karier siswa SMK di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja. Tujuannya adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman karier dan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, serta mengevaluasi peran Praktik Kerja Lapangan (PKL), pembekalan pra-magang, dan kemitraan sekolah–industri dalam mendukung kesiapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru BK dan pengelola Bursa Kerja Khusus SMK Negeri 1 Driyorejo sebagai sumber data utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode analisis tema secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKL dan layanan bimbingan karier berperan penting dalam meningkatkan wawasan dan kesiapan kerja siswa, meski masih terdapat kendala terkait disiplin, motivasi, dan penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, industri, dan pihak terkait dalam mempersiapkan siswa secara menyeluruh. Penelitian menyarankan penguatan pembinaan karakter dan sistem mentoring berkelanjutan serta mendorong studi lanjutan mengenai faktor eksternal dan model bimbingan karier yang lebih inovatif.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING TERHADAP REGULASI EMOSI SISWA DI SMPN 2 BUDURAN Enov Aisyafarah, Aqsani; Setiawati, Denok
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41915

Abstract

Emotional regulation is a crucial component of adolescent development. High emotional regulation will be related to psychological well-being. This research was conducted to determine the extent to which group guidance services and problem-solving techniques can improve students' emotional regulation abilities. A pre-experimental method and a one-group pretest-posttest design were used in this study. Ten students were selected using a non-random selective sampling method. Data collection was conducted using a questionnaire. Data analysis using a two-tailed Wilcoxon test resulted in an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.005, which is less than 0.05. The findings indicate that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Given the striking difference between the pretest and posttest results, it can be concluded that students of SMPN 2 Buduran can improve their emotional regulation by using group counseling and problem-solving strategies.This study only tested one group. Further research should be developed with more subjects.
Penerapan Konseling Kelompok Teknik Self Management dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa SMA Negeri 7 Surabaya Rofianty, Anisa Dias; Setiawati, Denok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3885

Abstract

Disiplin belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Pada praktiknya, masih ditemukan siswa Sekolah Menengah Atas yang menunjukkan tingkat disiplin belajar rendah, seperti keterlambatan datang ke sekolah, tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, serta kurangnya tanggung jawab akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap disiplin belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah lima siswa kelas X yang memiliki tingkat disiplin belajar rendah yang dipilih melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa angket disiplin belajar dengan skala Likert yang telah diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi uji t sebesar 0,001 (< 0,05), yang berarti konseling kelompok dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan disiplin belajar siswa. Layanan konseling kelompok teknik self-management dapat dijadikan alternatif intervensi bimbingan dan konseling untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMA. Pada penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan melibatkan kelompok kontrol.
Dinamika Resiliensi Mahasiswa Semester Akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya Ramadhani, Abellita Putri Dika; Setiawati, Denok
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5622

Abstract

The last grade students are under much pressure academically and psychologically when completing their final undergraduate project, which may affect their psychological happiness and impede the continuation of their academic. Under these circumstances, students need to build resilience so they can respond positively and succeed in their studies despite many difficulties. Previous studies on student resilience have largely focused on general resilience outcomes or treated resilience as a relatively stable personal characteristic. The purpose of this study is to discover how resilience manifests in the dynamic process among final-year university students in the Guidance and Counseling Program at Universitas Negeri Surabaya. For this research, a qualitative descriptive design was used following a purposive selection of five final year students. Personal experiences of students in coping with academic pressure, emotional disturbance, and adaptive strategies in the process of thesis writing were included by means of interviews. Thematic analysis was done, and patterns in the data were sought concerning factors towards resilience. Results suggest that student resilience is dynamic and evolves through ongoing internal-external transactions. This finding extends existing resilience studies by highlighting the fluctuating and situational nature of resilience during the thesis completion phase. The most difficult parts seem to be emotional regulation and impulse control during times of academic insecurity. But hope, social support, and self-efficacy were instrumental in their resilience in the face of high academic pressure. Over time, students derived positive meaning from their hardships, which facilitated the development of adaptive capacity. These results indicate that resilience in final year students is not the lack of stress, but to develop adequate emotional responses in order to address academic difficulties. The findings also underscore the significance of guidance and counseling services in higher education for promoting emotional regulation, self-efficacy, and resilience development in students’ academic performance.