Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI SEVEN DEADLY SINS MENGGUNAKAN LIGHT ART PHOTOGRAPHY Iskar, Roy Krisna Nomura; Trihanondo, Donny; Kusumanugraha, Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman  berekspresi  dan  berkreasi  dalam  fotografi menginspirasi  penulis menggunakan  salah  satu  teknik  fotografi  yang  menggunakan  teknik  bulb  atau  biasa dikenal dengan  light  art photography (Light Painting). Teknik  ini dilakukan dengan cara menggerakan  sumber  cahaya  yang  dilakukan  untuk  membentuk  suatu  tulisan  atau gambar yang kemudian direkam oleh kamera menggunakan shutter speed yang rendah atau  pada mode  bulb. Menggunakan  teknik  ini  penulis  ingin mengangkat  tema  tujuh dosa mematikan  (Seven Deadly  Sins)  dengan  pendekatan  ekspresionis  lalu  dituangkan melalui medium  seni  light  art  photography.  Visual  yang  disajikan  adalah  serial  tujuh karya  fotografi  yang masing-masing mempresentasikan  tujuh  dosa mematikan.  Selain untuk  dinikmati  harapannya  para  audiensi  dapat mengambil  pesan  dari  karya  ini  dan bisa menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.Kata Kunci: fotografi, light art photography, tujuh dosa mematikan
ANALISIS KARAKTERISTIK KARYA SENI LUKIS RADI ARWINDA Barran Antares, Shandy; Trihanondo, Donny; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Secara umum, Seni lukis merupakan kesenian yang menggunakan alat berupa kuas yang diberikan cat yang kemudian digambar di media kanvas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri khas dan karakteristik karya lukis dari Radi Arwinda sebagai seorang seniman lukis konvensional sekaligus seniman lukis digital. Metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah Pengamatan atau Observasi, kemudian dilanjutkan dengan Wawancara dan dokumentasi, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang sudah didapatkan dengan menggunakan triangulasi data sehingga data yang sudah diolah dapat mencapai validitas. Karya yang dianalisis kemudian akan dikelompokkan dan dilakukan pengkajian dengan pendekatan teori kritik seni yang terdiri dari Deskripsi, Analisis formal, Interpretasi dan Evaluasi yang kemudian disertai pendekatan dengan teori art therapy.Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai karakteristik serta gaya lukis yang digunakan Radi Arwinda dalam membuat lukisan konvensional dan lukisan digital.Kata Kunci: Kualitatif, Karakteristik, Seni Lukis
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK SINEMATOGRAFI (MISE-EN SCENE) DALAM PENOKOHAN PADA FILM Nabila Quratuain, Nanda; Trihanondo, Donny; Permana Zen, Adrian
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam menghasilka karya yang menarik diperlukan sumber daya yang kompleksbaik modal, peralatan, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satufilm produksi Indonesia yang menarik banyak penonton adalah film <Nanti Kita CeritaTentang Hari Ini= garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko yang rilis pada 2 Januari2020. Film tersebut ramai diperbincangkan pada tahun 2020 yang lalu. Film tersebutmenceritakan keseharian setiap anggota keluarga hingga konflik-konflik dalam keluarga.Penelitian ini bertujuan menelaah dan menganalisis penokohan pada film denganmenggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan teorisinematografi mise-en scene sehingga dapat diketahui penokohan melalui unsur-unsurteori mise-en scene terutama kostum dan latar tempat atau setting pada film Nanti KitaCerita Tentang Hari Ini. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kostum dan latar dapatmenyampaikan penokohan atau karakterisasi dengan cukup baik, namun diperlukanunsur-unsur pembangun lain untuk mendalami karakter tokoh dalam film.Kata kunci: Film,Sinematografi, Mise-en scene, Kostum, Latar, Penokohan
ANALISA MAKNA POLA ASUH ORANG TUA DALAM MASYARAKAT SUKU BATAK PADA FILM NGERI-NGERI SEDAP Bancin, Zikry Satria Makmur; Trihanondo, Donny; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan sebuah media komunikasi visual yang mengungkapkan realitasosial, terutama pada film Ngeri-Ngeri Sedap yang berangkat dari persoalan orang tuasuku Batak yang masih kolot dalam penerapan nilai-nilai adat istiadat sehinggamempengaruhi bentuk pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbentuk pola asuh orang tua masyarakat suku Batak pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Penulismenggunakan metode penelitian deskriptif analisis dan bantuan teori semiotika modelRoland Barthes untuk melihat, meneliti, dan mengungkapkan aspek makna sign (tanda),denotasi, konotasi, dan mitos yang tersembunyi dari adegan yang berkaitan dengan polaasuh orang tua, oleh karena itu dibutuhkan banyak data berupa hasil observasi,wawancara, dan studi pustaka yang diolah dan dianalisis pada bagian pembahasan. Hasilpenelitian ini mengungkapkan bahwa pola asuh orang tua pada film Ngeri-Ngeri Sedapberupa pola asuh bersifat authoritarian (otoriter), dengan penerapan makna falsafahBatak sebagai acuan dalam berkehidupan yaitu mardebata (punya Tuhan), maradat(punya adat istiadat), marpatik (punya aturan dan undang-undang), marpinompar (punyaketurunan), martutur (punya kekerabatan), marpangkirimon (punya pengharapan), danmaruhum (punya hukum). Oleh karena itu, bentuk makna yang terkandung dalam polaasuh orang tua merupakan landasan dan tujuan hidup bagi masyarakat suku Batak yangharus dicapai. Kata kunci: Ngeri-Ngeri Sedap, Pola Asuh, Semiotika, Suku Batak.
KARYA FILM EKSPERIMENTAL BERJUDUL “INSIDE” BERTEMAKAN INSECURITY Hanif, Auwalia Rahma Afifatul; Trihanondo, Donny; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini adalah pengkaryaan berupa audio visual dengan mengangkat judul <Karya FilmEksperimental Berjudul INSIDE Bertemakan Insecurity”. Dengan menggunakan media audio visual, penulisbisa menyampaikan secara utuh baik dalam audio maupun visual. Film eksperimental dipilih penulissebagai media dan metode untuk menunjukan eksperimen yang dilakukan yaitu ruang kosong sebagaitanda perasaan takut, gugup, sepi, dan gelap sebagai upaya memperlihatkan perasaan insecure. Penulismenemukan bahwa insecure disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. penyebabinsecure internal adalah berasal dari diri sendiri, yaitu karena diri sendiri yang kerap membandingkan diridengan orang lain. Hal ini dikarenakan ia (penderita insecure) melihat kekurangan yang mereka miliki danmembandingkan diri dengan apa yang dimiliki orang lain. Hal ini divisualisasikan dengan cermin, karenadengan cermin bisa melihat bayangan diri sendiri dan melihat kekurangan yang ada. Sedangkan faktoreksternal adalah ketika ada komunikasi yang buruk dari luar, serta bully yang diderita penderita insecurebisa membuat penderita semakin merasa insecure. Film eksperimental ini dibuat denganmempertunjukan adegan peran. Dimana seorang model atau aktor berlaga atau berperan sebagaikarakter yang ada didalam film. Pemeran dalam film ini akan memerankan seorang karakter yangcanggung, pemalu, kerap menunduk dan penakut. Pengkaryaan film ini dilakukan dengan format hitamputih untuk menjadikan film eksperimental ini bernuansa gelap. Kata kunci : Film Eksperimental, insecure, ruang kosong, Pertunjukan
KONFLIK PERSONALITAS ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM KARYA FILM PENDEK Ihsan, Fadlan Adhimas; Trihanondo, Donny; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah unit sosial yang terdiri dari orang-orang yang memiliki hubungan darah seperti orang tua, anak, dan saudara kandung. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak seperti pendidikan, kesehatan mental, dan perkembangan sosial. Salah satu aspek penting dalam keluarga adalah pendidikan atau parenting yang dilakukan oleh orang tua, pola asuh dapat mempengaruhi perkembangan anak dalam banyak hal. Dalam hal mengasuh anak, penting bagi orang tua untuk memperhatikan kebutuhan dan keahlian anak mereka, orang tua harus memahami bahwa setiap anak itu unik, orang tua juga harus memberikan perhatian yang cukup kepada anak. Sikap Orang tua yang tidak mendukung hobi dan impian anak dapat mengakibatkan anak merasa tidak dihargai dan tidak didukung oleh orang terdekatnya. Hal ini dapat mengurangi motivasi anak untuk mengejar hobinya dan menurunkan harga dirinya. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk memvisualisasikan permasalahan ini melalui film experimental yang berupaya untuk menyadarkan setiap individu mengenai isu parenting yang tidak supportive ini. Menyadarkan beberapa orang tua bahwa seorang anak mempunyai mimpinya sendiri. Kata Kunci : Keluarga, Hubungan Keluarga, Parenting, Hobi & Mimpi, Film Pendek
PERANCANGAN FILM ART BERJUDUL “STOP BULLYING! THE DAYS WILL BE BETTER” Devina, Deanna; Trihanondo, Donny; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

karya Film art sebagai medium untuk mengkritisi kasus marak bullying sangat efektif supaya masyarakat dapat menerima pesan yang ingin di sampaikan melalui video tersebut dapat mudah lebih dipahami. Karya ini ingin menunjukan bentuk emosional perasaan korban prilaku perundungan. Krisisnya kesadaran masyarakat terhadap sebuah kasus perundungan atau bullying yang marak terjadi dikalangan anak anak hingga dewasa yang dapat menimbulkan berbagai dampak buruk pada Kesehatan Sosial, dan psikologi setiap korbannya. Krisisnya bentuk kesadaran dari masyarakat, orang tua dan satuan Pendidikan terhadap prilaku perundungan yang sudah menjamur di masyarakat kita. Colorso mengatakan bahwa korban perundungan cenderung merasa takut, cemas, dan memiliki harga diri yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak menjadi korban perundungan. tingginya tingkat depresi, kecemasan, ketidakmampuan, hiper sensitivitas, merasa tidak aman, panik dan gugup di sekolah, konsentrasi terganggu, penolakan oleh rekan atau teman, menghindari interaksi sosial, lebih tertutup, memiliki sedikit teman, terisolasi, dan merasa kesepian. Kata Kunci : Film Art, Perundungan, Kesehatan Mental
PERBEDAAN SEBUAH KARAKTERISTIK SESEORANG DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DALAM KARYA FILM Wanapatra, Aldio Ganesa; Trihanondo, Donny; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan sebuah karakter di tunjukan dari sifat ataupun dari kebiasaan yang tidak bisa disamakan, dari sebuah karakter tersebut bisa dilihat sifat maupun kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan tidak bisa disamakan karakter ataupun sifat seseorang karna sudah pasti berbeda. Metode tugas akhir ini menggunakan metode pengkaryaan film pendek merupakan sebuah film yang berdurasi dibawah 30 menit dengan menggunkaan metode ini bisa meyampaikan pesan-pesan dan kesan bagaimana bisa perbedaan sebuah karakteristik seseorang dalam keseharian yang jadi kebiasaan menjadi terbiasa sifat yang sudah menjadi kebiasaannya kita harus saling menghargai dengan sebuah perbedaan karakter tersebut ada dimana karakter dan sifat tidak bisa di pisahkan dikarnakan sudah melekat dalam diri manusia itu sendiri. Sifat yang berbeda sama hal nya dengan kita melihat dia baik buruk nya diri seseorang dan bisa dilihat dari kebiasaan yang dia lakukan dalam bersosialisasi atau dalam kehidupan sehari-hari Kata Kunci : manusia , sifat, perbedaan, film pendek
REPRESENTASI SEPI DALAM BENTUK FILM MOKUMENTER EKSPERIMENTAL DENGAN JUDUL TULISAN BERLISAN Alghifari, Muhammad Raihan; Endriawan, Didit; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan tugas akhir ini adalah sebuah wadah dalam mengekspresikan katarsis dalam diri penulis terhadap permasalahan diri pribadi yaitu sebuah kesepian yang terus memakannya. dengan begitu tujuan penulis membuat sebuah tema kesepian ini juga sebagai bentuk rasa peduli penulis dengan setiap golongan-golongan masyarakat yang merasakan kesepian jangka panjang yang berlebih. Pengkaryaan tugas akhir ini menggunakan sebuah media beralaskan mokumenter eksperimental yang didukung oleh setiap narasi-narasi yang memiliki pemaknaan semiotik lebih dalam, mokumenter/dokumenter yang dibuat akan berbeda dengan mokumenter pada umumnya, karena adanya penggabungan seni visual performance art yang nantinya dapat mendukung semiotik dalam sisi gestur karyanya, judul yang diberikan yaitu Tulisan Berlisan 2, juga memiliki sebuah pemaknaan yang dibuat dari pengalaman yang menarik, dapat dikatakan karya tugas akhir ini adalah sebuah kelanjutan kisah yang menarik untuk dibaca setiap arti kata maupun kalimat narasi yang dilontarkan oleh karakternya, dengan harapan setiap orang yang menontonnya memiliki interpretasi yang berbeda-beda dan dari pandangan tersebut dapat menjadi buah manis untuk kisah kehidupan masing-masing penontonnya. Perlu diketahui juga bahwasannya karya ini memiliki sifat individual yang cukup kuat dalam mendalami setiap ceritanya, karena penulis ingin membagikan pengalaman yang dapat dipetik hikmahnya. Bagi penulis kesepian memberikan pengalaman yang sangat menyentuh di kehidupan nyata, setiap cerita-cerita yang tercipta dapat menjadi sebuah pembelajaran yang besar bagi setiap manusia. Kata kunci: Tulisan Berlisan 2, Kesepian, Mokumenter Eksperimental.
SKIZOFRENIA DALAM KARYA FILM PENDEK BERJUDUL MY EMPTY CROWDED MIND Segara, Adam Damaian Pandji; Trihanondo, Donny; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tugas akhir ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan tentang penyakit mentalbernama skizofrenia yang sering disalah-artikan sebagai orang gila oleh masyarakat luas. Walaupunmemiliki beberapa gejala seperti: halusinasi, delusi, dan berperilaku tidak wajar, tidak semua pengidapskizofrenia kehilangan akal sehatnya. Adapun tujuan dari dibuatnya karya tugas akhir ini adalah untukmengurangi mispersepsi tersebut dalam media film pendek yang dapat dimengerti oleh orang awam.Gejala Psikis yang ada pada penderita skizofrenia dapat direpresentasikan ke dalam media film pendekdengan memanfaatkan unsur-unsur yang ada. Mulai dari segi sinematografi yang meliputi warna, shot,pergerakan kamera, framing, sampai elemen suara untuk menggambarkan keadaan tertentu.Pemilihan media film pendek memiliki alasan untuk menjelaskan penyakit ini dengan pendekatan yanglebih mudah dipahami oleh masyarakat. Secara garis besar, My Empty Crowded Mind merupakan karyayang menggabungkan elemen kreatif dari film pendek dengan tujuan edukatif untuk menyampaikanpesan kuat tentang skizofrenia. Film ini diharapkan dapat menginspirasi generasi mendatang untukmenghilangkan stigma, meningkatkan kesadaran, dan memahami kesehatan mental secara lebih baikdalam masyarakat. Kata Kunci: Film Pendek, Psikologi, Skizofrenia, Sinematografi
Co-Authors Adeseptian, Ricco Adrian Permana Zen Adrian, Muhammad Yafi Agustina, Karina Alfianto, Rynaldi Alghifari, Muhammad Raihan Almachdar, Alvin Andrifalin, Muhammad Raihan Anggis Rizky Wiyaringtyas Ariq, Nadhif Jasir Asep Sufyan Muhakik Asfar, Muhammad Qessar Aziz, Fahri Hafidh Bancin, Zikry Satria Makmur Barran Antares, Shandy Belinda, Geby Ayu Cahyani, Salsabila Qotrunnada Devina, Deanna Didit Endriawan Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Farhan, Aditya Muhammad Fikri, Irhamul Fikriyah, Fathimah Nur Fitran, Muhammad Raihan Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hanina, Fathin Impyaz Harrie Lutfie Hazazi Rabindranattagore, Muhammad Hatman Ihsan, Fadlan Adhimas Iqbal Prabawa Wiguna Iskar, Roy Krisna Nomura Kusumanugrah, Sigit Kusumanugraha, Sigit Lailina, Fani Leni Cahyani Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malau, Nova Astrit Febrianty Maulana, Teddy Agung Mendanu, Trias Putra Mgahfira Akbar, Muhammad Sadam Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata Nabila Quratuain, Nanda Nacazeta, Alghofiri Omar Natazya, Michelle Negara, Fajar Wijaya Prasetyo, Dewo Ananda Putra, Muammar Fariz Putri, Parvaty Pratiwi Rafael, Muhammad Reza Rahmat Hidayat Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rapekan, Muhammad Fakhrinur Shiyam Ryansyah, Muhammad Safitri, Meliani Sampurno Wibowo Segara, Adam Damaian Pandji Sendang, Lusia Siska Noviaristanti Soni Sadono Sumarnis, Nisa Syasali, Shahirania Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Wanapatra, Aldio Ganesa Yusuf, Saefullah Ali