Claim Missing Document
Check
Articles

Motif Batik sebagai Representasi Budaya pada Revitalisasi Interior Gedung Sarinah Jakarta Fikriyah, Fathimah Nur; Koesoemadinata, Mohammad Isa Pramana; Trihanondo, Donny
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.16913

Abstract

Batik menjadi salah satu motif yang digunakan dalam memaknai identitas dan nilai tradisional yang digunakan pada interior perkotaan atau modern. Penerapan motif batik pada interior dapat menjadi alternatif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia kepada khalayak umum maupun wisatawan dari luar. Revitalisasi Gedung Sarinah Jakarta merepresentasikan kebudayaan Indonesia dengan menerapkan motif-motif batik khas Indonesia pada elemen interiornya. Padahal Sarinah merupakan bangunan international style yang berkarakter modern tanpa adanya motif atau ornamen pada arsitektur maupun interiornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan motif batik pada interior Gedung Sarinah serta kaitannya terhadap representasi budaya pada Gedung Sarinah dan budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang membahas mengenai motif pada interior. Motif-motif tersebut diterapkan dengan mengangkat makna dan filosofi batik serta filosofi dari bangunan Sarinah. Namun setelah revitalisasi, Gedung Sarinah tidak mendukung tujuan dari pembangunan awal Sarinah yang membela rakyat kecil tanpa melihat status sosialnya.
PERANCANGAN BARU GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya; Cardiah, Tita; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik sebagai seni performatif dan kolaboratif kini berkembang tidak hanyadari segi kualitas karya, tetapi juga dari aspek visual dan pengalaman multisensori sepertitata panggung, pencahayaan, dan atmosfer ruang. Namun, Indonesia masih kekurangangedung pertunjukan musik yang memenuhi standar internasional. Salah satu contohnyaadalah Jakarta Convention Centre (JCC), yang kondisinya kini memerlukan pembaruan. DiBandung, meskipun komunitas musik sangat aktif dan beragam, fasilitas pertunjukan yangergonomis dan layak belum tersedia. Hasil kuisioner menunjukkan 97,8% respondensepakat bahwa Bandung membutuhkan gedung pertunjukan musik yang representatif.Permasalahan umum mencakup kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, ventilasi,akustik, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Pendekatan desain berbasisergonomi menjadi solusi penting untuk menciptakan ruang pertunjukan yang aman,nyaman, dan mendukung kualitas artistik secara maksimal. Selain menjawab kebutuhankomunitas musik, keberadaan gedung pertunjukan yang memadai juga berpotensimenjadi daya tarik wisata budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif diBandung.Kata Kunci: Ergonomi, Gedung Pertunjukan, Musik, Komunitas Seni
PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 FOUR POINT BY SHERATON PONTIANAK DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS kiryanti , Alayla muharani; Trihanondo, Donny; Kurniawan, Moh Ridho
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan daerah yang kaya akan kearifanlokal, mulai dari kekayaan alam hingga budaya seperti motif batik yang memilikiberbagai makna. Sayangnya, potensi ini belum banyak dimanfaatkan dalam industriperhotelan, padahal hotel dapat menjadi media penting dalam pelestarian budaya.Perancangan Hotel Four Points by Sheraton di Pontianak hadir sebagai responsterhadap kebutuhan tersebut, dengan menggabungkan elemen modern dan nilainilai lokal dalam desain interiornya. Pendekatan lokalitas ini tidak hanya ditampilkansecara visual, namun juga melalui atmosfer ruang dan layanan yang diberikan,menciptakan pengalaman emosional yang kuat bagi tamu hotel. Oleh karena itu, dariitulah, perancangan sebuah hotel yang dapat mengimplementasikan budaya daerahlokalnya menjadi sangat penting . Integrasi material tradisional, motif budaya, danarsitektur khas Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat identitas hotelsekaligus mengenalkan budaya Pontianak kepada pengunjung hotel . Perancanganini bertujuan untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan berkesan,sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan desain yangkontekstual dan bermakna.Kata kunci: Lokalitas, pelestarian budaya, perhotelan
PERANCANGAN ULANG HOTEL BALCONY SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Baniarsyah, Alfat Aditya; Sarihati, Titihan; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektorpariwisata, terutama karena keterkaitannya yang erat dengan kebutuhan wisatawanakan akomodasi. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,kunjungan wisatawan Indonesia pada Januari 2023 mengalami peningkatansignifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan pesat disektor ini. Kota Sukabumi, sebagai salah satu tempat yang sering dikunjungi olehwisatawan dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, juga mengalami trenpeningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal inimembuka peluang besar bagi pelaku industri perhotelan, salah satunya BalconyHotel, untuk memperkuat daya tariknya melalui pendekatan desain interior yangmengusung nilai lokalitas. Balcony Hotel yang mengusung konsep modern dengansentuhan budaya lokal, dalam praktiknya belum sepenuhnya merepresentasikannilai-nilai kearifan lokal Sukabumi. Unsur budaya dan produk lokal masih kurangditonjolkan dalam desain interiornya, sehingga belum mampu menciptakanpengalaman yang autentik bagi para tamu. Dengan demikian, tujuan dari penelitianini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh dari lokalitas terhadap desaininterior hotel, serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan daya tarik danpengalaman wisatawan. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelakuindustri perhotelan dalam mengembangkan desain interior berbasis kearifan lokal,guna memperkuat identitas daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatifdi Sukabumi. Keywords: interior design, locality, tourism, Hotel Balcony, Sukabumi
PERANCANGAN ULANG INTERIOR PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH BANDUNG (PUTRA) DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Susilo, Muhammad Rifqy Adi; Trihanondo, Donny; Haristianti, Vika
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era globalisasi memberikan tantangan besar terhadap duniapendidikan, termasuk dalam aspek moral dan perilaku generasi muda. Pondokpesantren hadir sebagai solusi untuk membentuk karakter santri yang berilmu,berakhlak, dan memiliki landasan nilai-nilai Islam yang kuat. Namun, meningkatnyajumlah santri dari tahun ke tahun menimbulkan berbagai permasalahan, terutamaterkait kenyamanan ruang, dan penyesuaian fasilitas mengingat aktivitas yangdilakukan berbeda dengan sekolah pada umumnya. Perancangan ini bertujuan untukmerancang ulang interior Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung denganpendekatan aktivitas, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan fisik danfasilitas sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dankenyamanan penghuni pondok pesantren. Pendekatan ini diharapkan mampumenciptakan ruang yang aman, nyaman, serta mendukung aktivitas belajar dankehidupan sehari-hari penghuni pondok pesantren, terutama santri. Metode yangdigunakan mencakup observasi langsung, wawancara, serta kajian literatur, untukmenganalisis kebutuhan ruang dan aktivitas pengguna. Hasil perancangandiharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas yang tersedia, sehingga padaakhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan di lingkunganpesantren. Kata kunci: Pondok pesantren, Desain interior, Aktivitas, Fungsional, Fasilitas
REDESAIN HOTEL SAVOY HOMANN BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Suharja, Faishal Muhammad Qurthuby; Sarihati , Titihan; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang interior Hotel Savoy Homann dilatarbelakangi olehpermasalahan kenyamanan dan estetika ruang yang berdampak pada pengalamanpengunjung dan karyawan. Ketidakharmonisan elemen desain seperti material, bentuk,warna, dan pencahayaan mengurangi daya tarik historis hotel dan belum mencerminkankekayaan budaya lokal serta nilai arsitektural bangunan. Penelitian ini bertujuanmengembalikan karakter khas hotel melalui pendekatan desain berbasis konteks budaya dansejarah, sekaligus menciptakan ruang yang representatif dan nyaman. Metode yangdigunakan adalah mixed methods, dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifmelalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada pengguna ruang. Hasil analisismenunjukkan bahwa integrasi gaya Art Deco dengan unsur budaya lokal dapat menghasilkanruang interior yang estetis, fungsional, serta mengandung nilai edukatif dan historis.Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Hotel Savoy Homann sebagai ikonarsitektur warisan di Kota Bandung, serta menjadi referensi desain interior yang mampumenjawab tantangan pelestarian nilai historis dalam konteks modern.Kata kunci: desain interior, hotel warisan budaya, nilai lokal, hotel savoy homann, art deco
Adaptive Reuse Strategies for Historic Aesthetic Elements and Interior Design: A Systematic Literature Review Trihanondo, Donny; Haryotedjo, Tri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i3.4430

Abstract

Abstract Adaptive reuse is a key strategy for conserving heritage buildings while preserving cultural and historical values. Despite its importance, research on integrating adaptive reuse with interior aesthetic elements like reliefs, sculptures, and ornaments remains limited. This study addresses the gap through a systematic literature review, exploring how these elements can be preserved to extend building lifespans and improve user experiences. Case studies from diverse cultural contexts highlight the critical role of interior aesthetics in adaptive reuse. The findings call for collaboration among architects, artists, and conservation experts to ensure holistic and sustainable preservation. Recommendations are provided to harmonize adaptive reuse with conserving interior aesthetics, safeguarding the integrity and relevance of heritage buildings.
Co-Authors Adeseptian, Ricco Adrian Permana Zen Adrian, Muhammad Yafi Agustina, Karina Alfianto, Rynaldi Alghifari, Muhammad Raihan Almachdar, Alvin Andrifalin, Muhammad Raihan Anggis Rizky Wiyaringtyas Ariq, Nadhif Jasir Asep Sufyan Muhakik Asfar, Muhammad Qessar Aziz, Fahri Hafidh Bancin, Zikry Satria Makmur Baniarsyah, Alfat Aditya Barran Antares, Shandy Belinda, Geby Ayu Cahyani, Salsabila Qotrunnada Devina, Deanna Didit Endriawan Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Farhan, Aditya Muhammad Fikri, Irhamul Fikriyah, Fathimah Nur Fitran, Muhammad Raihan Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hanina, Fathin Impyaz Harrie Lutfie Hazazi Rabindranattagore, Muhammad Hatman Ihsan, Fadlan Adhimas Iqbal Prabawa Wiguna Iskar, Roy Krisna Nomura kiryanti , Alayla muharani Kurniawan, Moh Ridho Kusumanugrah, Sigit Kusumanugraha, Sigit Lailina, Fani Leni Cahyani Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malau, Nova Astrit Febrianty Maulana, Teddy Agung Mendanu, Trias Putra Mgahfira Akbar, Muhammad Sadam Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata Nabila Quratuain, Nanda Nacazeta, Alghofiri Omar Natazya, Michelle Negara, Fajar Wijaya Prasetyo, Dewo Ananda Putra, Muammar Fariz Putri, Parvaty Pratiwi Rafael, Muhammad Reza Rahmat Hidayat Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rapekan, Muhammad Fakhrinur Shiyam Ryansyah, Muhammad Safitri, Meliani Sampurno Wibowo Sarihati , Titihan Segara, Adam Damaian Pandji Sendang, Lusia Siska Noviaristanti Soni Sadono Suharja, Faishal Muhammad Qurthuby Sumarnis, Nisa Susilo, Muhammad Rifqy Adi Syasali, Shahirania Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Tita Cardiah Titihan Sarihati Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Vika Haristianti Wanapatra, Aldio Ganesa Yusuf, Saefullah Ali