Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BARU GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya; Cardiah, Tita; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik sebagai seni performatif dan kolaboratif kini berkembang tidak hanyadari segi kualitas karya, tetapi juga dari aspek visual dan pengalaman multisensori sepertitata panggung, pencahayaan, dan atmosfer ruang. Namun, Indonesia masih kekurangangedung pertunjukan musik yang memenuhi standar internasional. Salah satu contohnyaadalah Jakarta Convention Centre (JCC), yang kondisinya kini memerlukan pembaruan. DiBandung, meskipun komunitas musik sangat aktif dan beragam, fasilitas pertunjukan yangergonomis dan layak belum tersedia. Hasil kuisioner menunjukkan 97,8% respondensepakat bahwa Bandung membutuhkan gedung pertunjukan musik yang representatif.Permasalahan umum mencakup kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, ventilasi,akustik, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Pendekatan desain berbasisergonomi menjadi solusi penting untuk menciptakan ruang pertunjukan yang aman,nyaman, dan mendukung kualitas artistik secara maksimal. Selain menjawab kebutuhankomunitas musik, keberadaan gedung pertunjukan yang memadai juga berpotensimenjadi daya tarik wisata budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif diBandung.Kata Kunci: Ergonomi, Gedung Pertunjukan, Musik, Komunitas Seni
PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 FOUR POINT BY SHERATON PONTIANAK DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS kiryanti , Alayla muharani; Trihanondo, Donny; Kurniawan, Moh Ridho
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan daerah yang kaya akan kearifanlokal, mulai dari kekayaan alam hingga budaya seperti motif batik yang memilikiberbagai makna. Sayangnya, potensi ini belum banyak dimanfaatkan dalam industriperhotelan, padahal hotel dapat menjadi media penting dalam pelestarian budaya.Perancangan Hotel Four Points by Sheraton di Pontianak hadir sebagai responsterhadap kebutuhan tersebut, dengan menggabungkan elemen modern dan nilainilai lokal dalam desain interiornya. Pendekatan lokalitas ini tidak hanya ditampilkansecara visual, namun juga melalui atmosfer ruang dan layanan yang diberikan,menciptakan pengalaman emosional yang kuat bagi tamu hotel. Oleh karena itu, dariitulah, perancangan sebuah hotel yang dapat mengimplementasikan budaya daerahlokalnya menjadi sangat penting . Integrasi material tradisional, motif budaya, danarsitektur khas Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat identitas hotelsekaligus mengenalkan budaya Pontianak kepada pengunjung hotel . Perancanganini bertujuan untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan berkesan,sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan desain yangkontekstual dan bermakna.Kata kunci: Lokalitas, pelestarian budaya, perhotelan
PERANCANGAN ULANG HOTEL BALCONY SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Baniarsyah, Alfat Aditya; Sarihati, Titihan; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektorpariwisata, terutama karena keterkaitannya yang erat dengan kebutuhan wisatawanakan akomodasi. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,kunjungan wisatawan Indonesia pada Januari 2023 mengalami peningkatansignifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan pesat disektor ini. Kota Sukabumi, sebagai salah satu tempat yang sering dikunjungi olehwisatawan dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, juga mengalami trenpeningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal inimembuka peluang besar bagi pelaku industri perhotelan, salah satunya BalconyHotel, untuk memperkuat daya tariknya melalui pendekatan desain interior yangmengusung nilai lokalitas. Balcony Hotel yang mengusung konsep modern dengansentuhan budaya lokal, dalam praktiknya belum sepenuhnya merepresentasikannilai-nilai kearifan lokal Sukabumi. Unsur budaya dan produk lokal masih kurangditonjolkan dalam desain interiornya, sehingga belum mampu menciptakanpengalaman yang autentik bagi para tamu. Dengan demikian, tujuan dari penelitianini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh dari lokalitas terhadap desaininterior hotel, serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan daya tarik danpengalaman wisatawan. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelakuindustri perhotelan dalam mengembangkan desain interior berbasis kearifan lokal,guna memperkuat identitas daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatifdi Sukabumi. Keywords: interior design, locality, tourism, Hotel Balcony, Sukabumi
PERANCANGAN ULANG INTERIOR PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH BANDUNG (PUTRA) DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Susilo, Muhammad Rifqy Adi; Trihanondo, Donny; Haristianti, Vika
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era globalisasi memberikan tantangan besar terhadap duniapendidikan, termasuk dalam aspek moral dan perilaku generasi muda. Pondokpesantren hadir sebagai solusi untuk membentuk karakter santri yang berilmu,berakhlak, dan memiliki landasan nilai-nilai Islam yang kuat. Namun, meningkatnyajumlah santri dari tahun ke tahun menimbulkan berbagai permasalahan, terutamaterkait kenyamanan ruang, dan penyesuaian fasilitas mengingat aktivitas yangdilakukan berbeda dengan sekolah pada umumnya. Perancangan ini bertujuan untukmerancang ulang interior Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung denganpendekatan aktivitas, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan fisik danfasilitas sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dankenyamanan penghuni pondok pesantren. Pendekatan ini diharapkan mampumenciptakan ruang yang aman, nyaman, serta mendukung aktivitas belajar dankehidupan sehari-hari penghuni pondok pesantren, terutama santri. Metode yangdigunakan mencakup observasi langsung, wawancara, serta kajian literatur, untukmenganalisis kebutuhan ruang dan aktivitas pengguna. Hasil perancangandiharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas yang tersedia, sehingga padaakhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan di lingkunganpesantren. Kata kunci: Pondok pesantren, Desain interior, Aktivitas, Fungsional, Fasilitas
REDESAIN HOTEL SAVOY HOMANN BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Suharja, Faishal Muhammad Qurthuby; Sarihati , Titihan; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang interior Hotel Savoy Homann dilatarbelakangi olehpermasalahan kenyamanan dan estetika ruang yang berdampak pada pengalamanpengunjung dan karyawan. Ketidakharmonisan elemen desain seperti material, bentuk,warna, dan pencahayaan mengurangi daya tarik historis hotel dan belum mencerminkankekayaan budaya lokal serta nilai arsitektural bangunan. Penelitian ini bertujuanmengembalikan karakter khas hotel melalui pendekatan desain berbasis konteks budaya dansejarah, sekaligus menciptakan ruang yang representatif dan nyaman. Metode yangdigunakan adalah mixed methods, dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatifmelalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada pengguna ruang. Hasil analisismenunjukkan bahwa integrasi gaya Art Deco dengan unsur budaya lokal dapat menghasilkanruang interior yang estetis, fungsional, serta mengandung nilai edukatif dan historis.Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Hotel Savoy Homann sebagai ikonarsitektur warisan di Kota Bandung, serta menjadi referensi desain interior yang mampumenjawab tantangan pelestarian nilai historis dalam konteks modern.Kata kunci: desain interior, hotel warisan budaya, nilai lokal, hotel savoy homann, art deco
Remaja Masjid melalui Pelatihan Kesenian Hadrah Tradisional dalam Menjaga Warisan Budaya Islam Nusantara di Cipamokolan Soni Sadono; Didit Endriawan; Donny Trihanondo
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2026): Juli: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i4.1798

Abstract

Massive modernization and digitalization currents potentially erode the younger generation's understanding and appreciation of local cultural heritage. This community service activity aims to empower the youth group members of the Al Fitrah Mosque Youth Association or Gemar through traditional hadrah art training in the Cipamokolan area of Bandung City. The implementation method used a participatory mentoring approach encompassing a cross-sectoral coordination preparation phase, a technical training and philosophical value education phase, and a performance showcase phase as an art appreciation space. The results of this activity indicate an increase in the youths' motor and musical skills in playing traditional hadrah instruments. Furthermore, this activity successfully facilitated the process of cultural transmission and intergenerational educational communication when the youths introduced the art form to the women's Islamic study congregation. The conclusion of this community service asserts that restructuring mosque youth activities through religious arts is proven effective in maintaining the existence of Nusantara Islamic culture while safeguarding the social identity of the younger generation from the negative impacts of globalization.
Adaptive Reuse Strategies for Historic Aesthetic Elements and Interior Design: A Systematic Literature Review Donny Trihanondo; Tri Haryotedjo
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i3.4430

Abstract

Abstract Adaptive reuse is a key strategy for conserving heritage buildings while preserving cultural and historical values. Despite its importance, research on integrating adaptive reuse with interior aesthetic elements like reliefs, sculptures, and ornaments remains limited. This study addresses the gap through a systematic literature review, exploring how these elements can be preserved to extend building lifespans and improve user experiences. Case studies from diverse cultural contexts highlight the critical role of interior aesthetics in adaptive reuse. The findings call for collaboration among architects, artists, and conservation experts to ensure holistic and sustainable preservation. Recommendations are provided to harmonize adaptive reuse with conserving interior aesthetics, safeguarding the integrity and relevance of heritage buildings.
Menggambar dan Mewarnai Wayang Kulit sebagai Strategi Edukasi Budaya Anak Soni Sadono; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko; Donny Trihanondo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i4.1837

Abstract

This community service activity aims to introduce and strengthen children’s cultural education through drawing and coloring traditional shadow puppets (wayang kulit) as a creative and contextual learning medium. The activity was conducted in a mosque environment as an inclusive non-formal educational space that plays an important role in supporting children’s social, cultural, and character development within the community. The methods implemented included introducing the Pandawa characters, explaining the cultural values and moral messages contained in wayang kulit, guiding children in creating basic wayang illustrations, and facilitating coloring activities that encouraged creativity and individual expression. The participants consisted of children from Madrasah Diniyah, elementary school, and junior high school levels with different educational backgrounds and artistic abilities. The results showed an increase in children’s enthusiasm and awareness toward traditional arts and cultural heritage. Through the activity, children began to recognize character values such as honesty, courage, perseverance, responsibility, and togetherness represented by wayang characters. The activity also encouraged active participation, creativity, and an enjoyable learning experience. Therefore, drawing and coloring wayang kulit can be considered an effective strategy for implementing contextual, interactive, and sustainable cultural education for children.
Praktek Latihan Kreativitas Menggambar Untuk Remaja Karang Taruna Komplek Bumi Pasundan – Arcamanik Kota Bandung dengan Metode Bahasa Rupa Tri Haryotedjo; Didit Endriawan; Donny Trihanondo; Teddy Ageng Maulana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i1.4501

Abstract

This drawing activity aims to improve the drawing skills of Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan - Arcamanik Complex, Bandung City, through training based on the Visual Language Method. Visual Language is a method that prioritizes visual understanding as an effective means of communication in fine arts, so that participants can develop creativity and drawing skills in a systematic and structured manner. This activity was designed by a lecturer in Creative Industries, Telkom University, who has competence in the fields of art and design. The method used in this activity consists of theory and practice sessions that cover the basics of drawing, exploration of shape and color, and the application of Visual Language principles in visual works. In addition, participants are also encouraged to understand visual elements such as lines, planes, textures, and composition to improve the quality of their work. A participatory approach is applied in this training, where participants are actively involved in discussions and drawing exercises based on personal experiences and their surroundings. With this activity, it is hoped that Karang Taruna youth in the Bumi Pasundan-Arcamanik Complex will be more motivated to continue developing their drawing skills and utilizing them in various fields, such as illustration, graphic design, or other creative arts. This creative activity is also expected to become a model for similar training in other communities, to encourage the development of local arts and culture.
Revitalisasi Literasi Pegon di Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Huda, Bandung Soni Sadono; Novian Denny Nugraha; Donny Trihanondo
Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/imajinasi.v3i1.1074

Abstract

This study explores the revitalization of the Sundanese Pegon script through a community-based training program at Al-Huda Islamic Boarding School, Bandung. Conducted by the Community Service Team of Telkom University in June 2025, the program aimed to preserve traditional Islamic literacy by reintroducing the Pegon script to students (santri). Utilizing a qualitative-descriptive method through observation, interviews, and document analysis, the research reveals that the training successfully enhanced both the students' awareness and technical proficiency in reading and writing Pegon. Interview results with the Chairman of the Al-Huda Foundation, Roni Syahroni, emphasize that this effort is not merely an academic achievement but a vital step in reviving the historical soul of the pesantren. The findings demonstrate strong community support for preserving local cultural literacy. The study concludes that the community-based education model is highly effective and viable as a strategy to sustain the Islamic cultural heritage of Nusantara amidst modern challenges. Thus, Pegon literacy remains a spiritual and intellectual bridge for future generations.
Co-Authors Adeseptian, Ricco Adrian Permana Zen Adrian, Muhammad Yafi Agustina, Karina Alfianto, Rynaldi Alghifari, Muhammad Raihan Almachdar, Alvin Andrifalin, Muhammad Raihan Anggis Rizky Wiyaringtyas Ariq, Nadhif Jasir Asep Sufyan Muhakik Asfar, Muhammad Qessar Aziz, Fahri Hafidh Bancin, Zikry Satria Makmur Baniarsyah, Alfat Aditya Barran Antares, Shandy Belinda, Geby Ayu Cahyani, Salsabila Qotrunnada Devina, Deanna Didit Endriawan Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Farhan, Aditya Muhammad Fikri, Irhamul Fikriyah, Fathimah Nur Fitran, Muhammad Raihan Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hanina, Fathin Impyaz Harrie Lutfie Hazazi Rabindranattagore, Muhammad Hatman Ihsan, Fadlan Adhimas Iqbal Prabawa Wiguna Iskar, Roy Krisna Nomura kiryanti , Alayla muharani Kurniawan, Moh Ridho Kusumanugrah, Sigit Kusumanugraha, Sigit Lailina, Fani Leni Cahyani Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malau, Nova Astrit Febrianty Maulana, Teddy Agung Mendanu, Trias Putra Mgahfira Akbar, Muhammad Sadam Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata Nabila Quratuain, Nanda Nacazeta, Alghofiri Omar Natazya, Michelle Negara, Fajar Wijaya Novian Denny Nugraha Prasetyo, Dewo Ananda Putra, Muammar Fariz Putri, Parvaty Pratiwi Rafael, Muhammad Reza Rahmat Hidayat Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rapekan, Muhammad Fakhrinur Shiyam Ryansyah, Muhammad Safitri, Meliani Sampurno Wibowo Segara, Adam Damaian Pandji Sendang, Lusia Siska Noviaristanti Soni Sadono Suharja, Faishal Muhammad Qurthuby Sumarnis, Nisa Susilo, Muhammad Rifqy Adi Syasali, Shahirania Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Tita Cardiah Titihan Sarihati Tri Haryotedjo Vega Giri Rohadiat Vika Haristianti Wanapatra, Aldio Ganesa Yusuf, Saefullah Ali