Claim Missing Document
Check
Articles

Sebaran Dan Potensi Air Tanah Dangkal di Perbukitan Dome Sangiran dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Handayani, Windari Kurnia; Setyaningsih, Wahyu; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Geo-Image Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v9i1.38642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan potensi air tanah dangkal dalam memenuhi kebutuhan air penduduk di Perbukitan Dome Sangiran. Teknik pengumpulan data mengunakan dokumentasi, pengukuran dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Teknik analisis dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui arah sebaran air tanah yang dapet dilihat dari peta kontur. Penelitian ini mengunakan 4 variabel sebagai pendukungnya yaitu ; iklim, kemiringan lereng, geologi, dan pengunaan lahan Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata nilai kedalaman sumur, tinggi permukaan air sumur dan jumlah air pada sumur yang paling tinggi adalah desa Bukuran, selanjutnya desa Ngebung dan yang terendah adalah desa Krikilan
Adaptasi Masyarakat Pesisir dalam Menghadapi Perubahan Garis Pantai di Pesisir Kecamatan Sayung Munawaroh, Lu’lu’il; Setyaningsih, Wahyu
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shoreline changes consistently on the coast of Sayung Sub-District will influence the community in making efforts in dealing with these changes. One of them is with the adaptation approach. The purpose of this study was to determine the pattern of shoreline changes from 1990 to 2019 and to analysis the adaptation of the coastal communities of Sayung Sub-District in dealing with shoreline changes in protection, accommodation and retreat. The method used is descriptive quantitative. Analysis for shoreline changes uses Normalized Different Water Index analysis method while the analysis for adaptation is carried out in the Bedono and Surodadi Villages. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The results of this study consistently occurred abrasion from 1990 to 2019 in Bedono Village while the consistency of accretion incidents in Surodadi Village. The adaptation of the people of Bedono Village in dealing with land reduction is carried out through protection using mangrove plants and beach walls. Community adaptation with accommodation is done physically, economically and socially. Community readaptation is carried out by people who are retreat adaptingwith changes in housing construction, changes in livelihoods, increased spending and increased ease of access to educational and health facilities. Meanwhile, community adaptation to the addition of land in Surodadi Village is opening recreation areas. Perubahan garis pantai secara konsisten di pesisir Kecamatan Sayung akan mempengaruhi masyarakat dalam melakukan upaya dalam menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya dengan pendekatan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola perubahan garis pantai dari tahun 1990 sampai 2019 serta adaptasi masyarakat pesisir Kecamatan Sayung dalam menghadapi perubahan garis pantai secara proteksi, akomodasi dan retreat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Analisis untuk perubahan garis pantai menggunakan metode analisis Normalized Different Water Index sedangkan analisis untuk adaptasi dilakukan di masyarakat Desa Bedono dan Desa Surodadi. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini kejadian abrasi secara konsisten dan tertinggi dari rentang tahun 1990 sampai 2019 berada di Desa Bedono sedangkan konsistensi kejadian akresi di Desa Surodadi. Adaptasi masyarakat Desa Bedono dalam menghadapi pengurangan daratan dilakukan dengan cara proteksi menggunakan tanaman mangrove dan dinding pantai. Adaptasi akomodasi masyarakat dilakukan secara fisik, ekonomi mapun sosial. Readaptasi masyarakat dilakukan oleh masyarakat yang melakukan adaptasi reatreat dengan perubahan bangunan rumah, perubahan matapencaharian, peningkatan pengeluaran dan peningkatan kemudahan menuju akses fasilitas pendidikan maupun kesehata. Sedangkan, adaptasi masyarakat dalam menghadapi penambahan daratan di Desa Surodadi dilakukan secara kolektif dengan membuka tempat rekreasi.
PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN TAHUN 2015 Astuti, Ati; Setyaningsih, Wahyu
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendidikan siaga bencana dalam sekolah dengan membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB). Parameter kesiapsiagaan sekolah diidentifikasi terdiri dari empat faktor, yaituSikap dan Tindakan,Kebijakan sekolah, Perencanaan Kesiapsiagaan, dan Mobilisasi Sumberdaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom dan mengetahui bagaimana pelaksanaan programSSB disekolah tersebut.Variabel dalam penelitian ini, yaitu potensi bencana di lingkungan SMA Negeri 1 Karanganom dan pelaksanaan Program di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi yang dilengkapi dengan wawancara dan dokumentasi.Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif.Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah potensi bencana di lingkungan sekolah yang paling besar adalah gempa bumi, dan pelaksanaan program SSB mencapai 78,4% dengan kesiapsiagaan yang sedang. Disaster risk reductioun can be conducted throught a disaster prepared education in school by forming a disaster prepared school (DPS).An emergency respons school parameter is identified with four factors, such as attitude and act, school policy, emergency respons plan, and mobilitation of human resource.the research aimed to find how potential disaster in SMA Negeri 1 Karanganom is and its DPS implementation. The variable of research are disaster potential an SMA Negeri 1 Karanganom environmen and disaster prepared school program implementationin. Questionaire and observation that is completed with interview an documentation are used as techniques of collecting data. The result of study is displayed in a descriptive analysis. Some conclutions are gained from the study, such as the biggest potential disaster in the school aenvironment is earthquake amd DPS implementation reach 78,4% with medium emergency response.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU WARGA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN KETERCAPAIAN PROGRAM ADIWIYATA DI SMA NEGERI 1 DEMAK TAHUN 2016 Safitri, Siva; Setyaningsih, Wahyu; Tukidi, Tukidi
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejauhmana perilaku warga sekolah dalam mengelola lingkungan, (2) Ketercapaian program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak, dan (3)Hubungan antara perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan Sekolah dengan ketercapaian program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara disproportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data berupa:observasi, wawancara, dokumentasidan angket. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentatif. Perilaku warga sekolah dalam pengelolaan sekolah memiliki kategori baik dengan hasil persentase 73,01%. Berbagai penghargaan dan prestasi sekolah peduli lingkungan telah di peroleh SMA Negeri 1 Demak.Hubungan antara perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan dengan tingkat ketercapaian program adiwiyata di SMA Negeri 1 Demak saling bersinergi. Terdapat implikasi dalam pembuatan kebijakan sekolah yang menghasilkan kegiatan-kegiatan peduli lingkungan. Berbagai kegiatan tersebut membentuk perilaku warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan dan berpengaruh terhadap hasil perolehan nilai evaluasi adiwiyata.Pihak sekolah hendaknya melakukan pemantauan dan penilaian terhadap segala bentuk kegiatan warga sekolah terutama mengenai pemilahan sampah dan warga sekolah hendaknya dapat lebih memanfaatkan sarana dan prasarana sekolahuntuk mengaplikasikan kegiatan peduli lingkungan. The goals of this research are to determine: (1) how far the behavior of school community in managing the environment, (2) how are theachievement of Adiwiyata program in SMA Negeri 1 Demak, and (3) Relationship between the behavior of school community in environmental management school with the achievement ofAdiwiyata program in SMA 1 Demak. The samplingtechnique used is a disproportionate stratified random samplingwith 263 peoples as sample. Collecting data techniques are used: observation, interview, documentation andquestionnaire. The analysis techniques is used persentatifdescriptive.. The behavior of school community in school management has good categories with 73.01%of percentage. Various awards and achievements caring school environment has been obtained SMA Negeri 1 Demak. The synergizing relationship between the behavior of school community in environmental management at the level of achievement Adiwiyata programs in SMA Negeri 1 Demak There are implications in activity of school policymakers that generate environmental awareness. These activities shape have behavior of school community in environmental management and affect the results value of the evaluation Adiwiyata program. The schools side have to used monitoring and assessment to all forms activities of school community, especially regarding the sorting of waste. The school civitas should be able to use maximaly utilize school facilities and infrastructure to apply environmental awareness activities.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MELANJUTKAN SEKOLAH SMA/ SEDERAJAD DI KECAMATAN PAGERBARANG KABUPATEN TEGAL TAHUN 2017 Prasanta, Arsi Surya; Putro, Saptono; Setyaningsih, Wahyu
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pendidikan merupakan hak semua warga negara. Namun, tidak semua anak dapat menikmati pendidikan tingkat SMA sederajad kususnya. Anak tidak melanjutkn sekolah SMA dipengaruh banyak faktor baik dari diri dalam sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapatnya pengaruh kondisi sosial-ekonomi,aksesibilitas dan motivasi terhadap partisipasi melanjutkan sekolah ke SMA di Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian dalam penelitian yaitu siswa kelas IX SMP sederajad di Kecamatan Pagerbarang. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang akan melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah SMA diambil secara proposorsinal random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat aksesibilitas diperoleh rata-rata 67,25 atau dengan kriteria cukup. Motivasi meanjutkan sekolah diperoleh kriteria tinggi dengan persentase 71,55%. Hasil uji chi-square dipeorleh data bahwa aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap partisipasi melanjutkan sekolah, motivasi berpegaruh signifikan terhadap partisipasi melanjutkan seklah, serta kondisi sosial ekonomi yang meliputi pendidikan, pekerjaan dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi melanjutkan sekolah. Secara statstik hasil peritungan diperoleh aksesibilitas p= ,029, motivasi memiliki p=0,011, tigkat pendidikan p=0,000, pendapatan orang tua p=0,000, dan jenis pekerjaan p=0,000. Hasil tersebut menunjukan nilai p <0,05 sehingga semua hipotesis dterima. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang diberikan sebagai berikut: Saran bagi siswa, semangat untuk melnjutkan sekolah SMA harus tetap ada agar semua anak mendapat wajib belajar 12 tahun dimana minimal pendidikan anak adalah SMA sederajat.Saran bagi pemerintah, pihak pemerintah dapat memberikan solusi terutama berkaitan dengan aksesibilitas yang tergolong sedang dan ada banyak masyarakat yang tidak bisa ke sekolah hanya masalah keterjangkauan lokasi sekolah. Abstract ___________________________________________________________________ Education is the right of all citizens. However, not all children can enjoy HIGH SCHOOL level education solution specifically conceived sederajad. No HIGH SCHOOL dipengaruh school melanjutkn many factors both from within themselves, others or the surrounding environment. The purpose of this research is to know there is the influence of socio-economic conditions, accessibility and motivation towards the participation of the school to the high school in Kecamatan Tegal Regency Pagerbarang. The approach used is the quantitative research. Population studies in research namely grade IX JUNIOR sederajad in district Pagerbarang. The sample in this study i.e. students who will continue their school and who do not continue school HIGH SCHOOL taken in proposorsinal random sampling. Data collection techniques using question form or questionnaire. Technique of data analysis using chi-square test. The results of this study showed that the level of accessibility of the obtained average 67.25 or sufficient criteria.
Kearifan Lokal Masyarakat Desa Segoromulyo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Dalam Menghadapi Bencana Kekeringan Purwanto, Waid Agus; Suharini, Erni; Setyaningsih, Wahyu
Edu Geography Vol 6 No 2 (2018): Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segoromulyo Village Pamotan Sub-district of Rembang Regency is one of the areas prone to drought disaster every year. In coping with the drought disaster using local wisdom of society. This research is a qualitative research using triangulation. Data obtained by using observation, interview and documentation. The sample of this research is the village head, the device, and the villagers of Segoromulyo. The results of this study show that: (1) the local wisdom form of Segoromulyo Village is the Earth Alms, Fall Mountain and Tamarjan; (2) local wisdom of alms and fall of mountains play a role in the formation of water affilate area. Tamarjan plays a role in the storage of clean water during the rainy season that can be used during the dry season..Desa Segoromulyo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana kekeringan setiap tahunnya. Dalam penanggulangan bencana kekeringan salah satunya menggunakan Kearifan Lokal masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan triangulasi. Data diperoleh dengan menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Sampel dari penelitian ini adalah kepala desa, perangkat, dan warga desa Segoromulyo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) bentuk Kearifan Lokal masyarakat Desa Segoromulyo adalah Sedekah Bumi, Gugur Gunung dan Tamarjan; (2) Kearifan Lokal Sedekah Bumi dan Gugur Gunung berperan dalam pembentukan kawasan imbuhan air. Tamarjan berperan dalam penyimpanan air bersih pada saat musim hujan yang dapat digunakan pada saat musim kemarau.
Efektivitas Penggunaan Metode Ceramah Variasi Bermediakan Slide Power Point dan Metode Outdoor Study pada Mata Pelajaran Geografi Materi Hidrosfer Kelas X SMA Negeri 1 Pangkah Tahun 2018 Rochmatun, Habibah; Sriyanto, Sriyanto; Setyaningsih, Wahyu
Edu Geography Vol 6 No 3 (2018): Vol 6 (3) 2018
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of learning involves the use of Outdoor Study learning method and lecturevariation methods of Power Point Slide. This study aims to determine the effectiveness andappropriateness of the use of lecture method variations which provides the power point slide withoutdoor study method on geographic subjects of hydrosphere in class X SMA Negeri 1 Pangkah Year2017.. Sampling technique this research is random sampling with class X H as experiment class 1and class X I as experiment class 2. Methods of collecting data in this research are documentation,test and questionnaire., in experimental class 1 the learning used was lecture method of variationwhich provided power point slide has not fulfilled the effectiveness criteria that is the achievement oflearning result is still low and has not reached the classical mastery 61.11% ≥ 80%. On the otherhand, the experimental class 2 learning used was the method of outdoor and this was effective becauseit has met the four parameters of effectiveness in learning. Pelaksanaan Pembelajaran mencakup penggunaan metode pembelajaran metodeOutdoor Study dan metode ceramah variasi bermedikan Slide power. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektifitas dan kesesuaian penggunaan metode ceramahvariasi bermediakan slide power point dengan metode outdoor study pada mata pelajarangeografi materi hidrosfer kelas X SMA Negeri 1 Pangkah Tahun 2017. Teknik Samplingmenggunakan random sampling menghasilkan kelas X H sebagai kelas eksperimen 1 dankelas X I sebagai kelas eksperimen 2. Metode pengumpulan data dalam penelitian iniadalah dokumentasi, tes, dan angket. Kelas ekspeimen 1 pembelajaran menggunakanmetode ceramah variasi bermediakan slide power point belum memenuhi kriteria efektifyaitu ketercapaian ketuntasan hasil belajar masih rendah belum mencapai ketunasanklasikal 61,11% < 80%. sedangkan kelas Ekperimen 2 pembelajaran menggunakanmetode outdoor study dikatakan efektif. karena telah memenuhi parameter efektivitaspembelajaran.
PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA BANJIR MENGGUNAKAN METODE CERAMAH BERBANTU MEDIA VIDEOSCRIBE BAGI MASYARAKAT DESA NGROTO KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN Kusuma, Hanum Fintya; Setyaningsih, Wahyu; Suharini, Erni
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.38503

Abstract

Desa Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan merupakan daerah yang rawan terhadap bencana alam yaitu bencana banjir. Untuk mengurangi risiko dampak bencana yang ditimbulkan maka perlu upaya pencegahan yaitu dengan mitigasi bencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh KK yang tinggal di Desa Ngroto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan hasil sampel berjumlah 59 Kepala Keluarga di RW 06 Desa Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data statistik sederhana (kuantitatif) dengan menggunakan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tingkat pengetahuan mengenai mitigasi bencana banjir sebelum adanya pemberian materi adalah 57,54 dalam kategori “Tinggi”, sesudah adanya pemberian materi adalah 87,54 dalam kategori “Sangat Tinggi” Pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 30%. 2.) Peran serta masyarakat desa Ngroto dalam mitigasi bencana banjir di desa Ngroto dengan menggunakan deskriptif presentase skor rata-rata sebesar 57 dengan kategori “Baik.”
Perubahan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Sebelum dan Sesudah Mendapat Baby Spa Mulyana, Intan; Setyaningsih, Wahyu
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 2 No 1 (2020): MAJORY
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.059 KB)

Abstract

The first 1000 days of life are critical times in the child's growth and development stage. Nutrition and stimulation received by infants have a long-term impact on life during adulthood. Baby spa is a form of stimulation that combines baby massage and swimming which has many benefits for babies. The purpose of this study was to determine changes in body weight of infants aged 6-12 months before and after getting a baby spa. The design of the study was comparative analytic, with a prospective approach. The study population of 35 infants using accidental sampling technique obtained a sample of 32 infants aged 6-12 months who met the inclusion criteria. The research instrument used baby weight scales. Data analysis using paired t test. The results showed that there was a change in body weight of infants aged 6-12 months before and after receiving a baby spa with an average body weight before baby spa 8092.19 grams to 8673.44 grams after 2 treatments (p value <0.001). Baby spas can increase vagus nerve tone (10th brain nerve) which causes an increase in the levels of the enzyme absorption of gastrin and insulin, so that food absorption will be better and can increase the baby's weight. A baby spa with regular frequency is needed to maximize the growth and development of the baby. Keywords: Baby Weight, Baby Spa
Usia Menarche dan Pola Menstruasi Berdasarkan Status Gizi Remaja Putri Setyaningsih, Wahyu
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 1 No 1 (2019): MAJORY
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.013 KB)

Abstract

Adolescent nutrition problems need to be the focus of attention because the nutritional status of young women (premarital) has a large influence on the health of pregnancy and birth if the teenager becomes a mother. This study was conducted to analyze the age of menarche and menstrual patterns based on the nutritional status of young women in Malang City. This study was a cross-sectional study carried out in Senior High School 3 Malang, with the subject of 75 young women selected by simple random sampling method. Data on the characteristics, age of menarche and menstrual patterns were obtained using a questionnaire with structured interviews. Data about weight, height, upper arm circumference and abdominal circumference were obtained by measurement. Data analysis was done by univariate and bivariate (chi-square). The results showed that 14.67% of female adolescents were included in malnutrition status, 13.33% over nutrition status (BMI / U), 25.33% had SEZ, and 22.67% more nutritional status (abdominal circumference> 80cm). This study showed no significant relationship between age of menarche with nutritional status (p> 0.05), but there was a significant relationship between menstrual patterns and nutritional status (p <0.05). Efforts to improve nutritional status for quality must begin as early as possible, especially for school children as the next generation of the nation. Keywords: age of menarche, menstrual patterns, nutrition status
Co-Authors Agnesia, Riza Dinda Ainun nisa, Farah Yasmine Aji, Halim Sukma Akbar, Nanda Dwi Akbar Amyn, Akhmad Naufal Ananto Aji, Ananto Andy Soegianto Anggraeni, Novika Fitri Annahdiya, Nabila Ari Kusmiwiyati Arifin, Sherina Amastasia Ati Astuti, Ati Aufilana, Rahmah Kurnia Aulia, Akhlis Awalia, Rizka Ummama Azzahro, Rizki Desi Benardi, Andi Chandra, Lutfiana Dewi Liesnoor Setyowati Dian Ramawati Dilma’aarij Agustia Ernawaty Ernawaty Ernawaty Erni Suharini Handayani, Windari Kurnia Herawati Mansur Islami, Qonitath Bella Jamhur, Jamhur Jupriyono, Jupriyono Khasanah, Muflikhatul Kurnianingrum, Ratna Kusuma, Hanum Fintya Luh Seri Ani Maulidia, Miftakul Fira Mubarok, Samsul Muhamad Khasyir, Muhamad Mulyana, Intan Munawaroh, Lu’lu’il Nabila, Erva Destianti Nadhiroh, Ria Kholifatun Naimah Naimah Nanda, Veronika Dexsa Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Nikmah, Laila Khoerun Nina Witasari, Nina Nur Khamid, Nur Prasanta, Arsi Surya Purwanto, Waid Agus Putri Pitarisa Sudarsono, Agustina Ratna Dwi Wulandari Rausyanfikr, Hamas Rizky Uswatun Arifah, Anisya Rochmatun, Habibah Rohman, Ahmad Nur Saptono Putro Satyawan, Dandy Candra Sholichah, Lilis Sidik Awaludin Siva Safitri, Siva Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Subkhan, Akhmad Suciani, Tutik Suharno, Budi Sulaksmi, Galih Niken Anggoro Supangat, Ririn Widyowati Suroso Suroso Syarief, Muh Alima’sum Tjaturahono Budi Sanjoto trisnawati, diana Tukidi Tukidi, Tukidi Utami, Evita Septiana Tyas Vina Nurul Husna Waryunah Irmawati Wicaksana, Muhammad Guruh Bintang Wijaya, Leo Ahmad