Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KOMPARASI BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI KONVENSIONAL DAN MODERN DI KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO Rahayu, Putri; Basuki, Joko Setyo; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2015 menjadi percontohan mekanisasi pertanian meskipun demikian sampai saat ini belum semua petani tersebut beralih menggunakan alat mesin pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan efisiensi usahatani padi konvensional dan modern dan untuk mengetahi perbandingan biaya, pendapatan dan efisiensi usahatani padi konvensional dan modern. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball dengan jumlah responden 60. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekuder. Analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan uji beda tidak berpasangan menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Biaya usahatani padi konvensional sebesar Rp. 4.955.720,- ha/MT dan biaya usahatani padi modern Rp. 5.091.763,- /ha/MT. (2) Penerimaan usahatani padi konvensional sebesar Rp. 15.591.333,- /ha/MT dan penerimaan usahatani padi modern Rp. 22.532.833,-/ha/MT. (3) Pendapatan usahatani padi konvensional sebesar Rp. 10.635.613,-/ha/MT dan pendapatan usahatani padi modern Rp. 17.441.070,-/ha/MT. (4) Efisiensi usahatani padi konvensional sebesar 3,13 dan efisiensi usahatani padi modern sebesar 4,45 sehingga layak diusahakan. Berdasarkan uji t-test didapatkan hasil signifikansi biaya sebesar 0,727 > 0,05 sehingga hipotesis ditolak, karena tidak terdapat berbedaan biaya yang signifikan antara usahatani konvensional dan modern sedangkan uji t-test signifikansi pada pendapatan dan efisiensi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis diterima, terdapat perbedaan Pendapatan dan Efisiensi antara usahatani padi konvensional dan modern di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.
KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA JATIPURNO KECAMATAN JATIPURNO KABUPATEN WONOGIRI Pangestu, Mustika Indah; Retnaningsih, Nugraheni; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi di Desa Jatipurno Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri, mengetahui besarnya proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumah tangga petani padi, mengetahui besarnya konsumsi energi dan protein rumah tangga petani padi, mengetahui kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani padi berdasarkan indikator proporsi pengeluaran pangan dan tingkat konsumsi energi. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Responden dipenelitian ini yaitu petani padi pemilik penggarap. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi, proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total, analisis tingkat konsumsi pangan rumah tangga petani padi, analisis ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani padi sebesar Rp. 6.941.933 per tahun dari pendapatan usahatani dan Rp. 21.758.600 per tahun dari pendapatan luar usahatani. Rata-rata pengeluaran untuk pangan Rp. 1.275.907 per bulan dan rata-rata pengeluaran non pangan Rp. 696.154 per bulan. Besar proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran 66,75%. Rata-rata konsumsi energi 1.9505,55 kkal/orang/hari dan untuk konsumsi protein 57,36 gram/orang/hari. TKE 90,74% dan TKP 100,64%. Kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Desa Jatipurno Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri adalah rumah tangga kategori tahan pangan sebesar 13,33% dan 86,67% kategori rentan pangan.
ANALISIS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK TEMPE MBAK ENDANG DI DESA SENDANG, KECAMATAN WONOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI Darmawan Agung Prabowo; Yoesti Silvana Arianti; Agung Setyarini
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v4i1.5210

Abstract

Keripik tempe kedelai adalah camilan ringan yang terbuat dari tempe kedelai yang diiris tipis dan digoreng hingga kering dan renyah. Keripik tempe yang diproduksi oleh IRT Mbak Endang Di Dusun Kedung Areng, RT. 1, RW. 1, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha yang meliputi R/C Ratio, B/C Ratio, serta menentukan BEP produksi maupun penerimaan dan titik impas harga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja, dan responden melibatkan pemilik usaha dan tiga tenaga kerja dari dalam keluarga. Analisis dilakukan melalui perhitungan biaya total, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha yang meliputi R/C Ratio, B/C Ratio, serta menentukan BEP produksi maupun penerimaan dan titik impas harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi bulanan mencakup biaya tetap sebesar Rp 130.638,89 dan biaya variabel sebesar Rp 9.891.402,73, dengan total biaya mencapai Rp 10.022.041,61. Total penerimaan mencapai Rp 13.992.000, menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3.969.958,39. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa R/C rasio sebesar 1,40, menandakan usaha ini menguntungkan untuk diusahakan, sementara B/C rasio sebesar 0,40, menunjukkan bahwa usaha ini tidak layak karena biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang masih terbilang rendah atau jumlah produksi yang masih rendah sehingga keuntungan yang didapat lebih kecil. Sedangkan BEP produksi berada titik impas sebesar 40,52 pcs, BEP penerimaannya sebesar Rp. 445,764,17 dan titik impas harganya sebesar Rp. 7.878,96
Development Strategy for Food Security of Farmer Households in the Keduang Sub Watershed (DAS) in Wonogiri Regency Setyarini, Agung; Arianti, Yoesti Silvana; Dewati, Rosita
Journal of Science and Science Education Vol. 5 No. 2 (2024): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v5i2.9329

Abstract

The purpose of this study is to determine the internal and external factors that affect the food security of farmer households, and formulate strategies for developing food security of farmer households. The novelty of this research is to obtain alternative strategies to improve food security of farmer households. The method of determining the research location was carried out purposively, and the determination of the sample research area was carried out purposively, so that 3 sub-districts were selected, namely Jatipurno (upstream), Jatisrono (middle) and Sidoharjo (downstream). Data collection methods were observation, interview, and FGD (Focus Group Discussion). The data analysis method used two stages, including: a) Input Matrix of Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE), and b) analysis using SWOT matrix.  The results explained that there were 10 strengths, 11 weaknesses, 4 opportunities, and 5 threats.  Based on the SWOT matrix, there are 12 alternative development strategies, namely: 1) increasing food availability of farmer households; 2) assistance by related agencies on food diversification, food safety and health; 3) reducing farming inputs; 4) increasing farmer household income; 5) training and counseling on nutrition; 6) making reservoirs; 7) incentives for millennial farmers; 8) using rice varieties that are low in emissions and resistant to pests and diseases; 9) government regulations on land use change; 10) adjustment of planting times and patterns; 11) selection of drought-resistant food crop commodities and 12) planting of plantation crops
PEMBERDAYAAN STRATEGI SEGMENTING TARGETING POSITIONING DIFERENSIASI BAGI USAHA MIKRO INDUSTRI RUMAH TANGGA KABUPATEN SUKOHARJO Suryono, Joko; Widodo, Yoto; Nugrahani, Farida; Gama, Betty; Hidajat, Diatmiko; Hartati, Sri; Setyarini, Agung; Wedaswari, Made; Nugroho, Aziz Widi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6915

Abstract

Industri Rumah Tangga memiliki fungsi yang kuat dalam menunjang ekonomi keluarga, dimana keterlibatan dan sumbangan dalam memperoleh penghasilan dan mengatur keuangan keluarga. sektor IRT perlu mengenali tantangan yang dihadapi yaitu dengan memahami konsep pemasaran strategi segmentasi, penargetan, penentuan posisi, dan diferensiasi. Tujuan untuk menggambarkan kapasitas pengetahuan dan pemahaman strategi pemasaran segmenting,targeting positioning,diferensiasi IRT di kabupaten Sukoharjo. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik Pengumpulan Data studi dokumentasi, observasi, wawancara, Penyebaran daftar pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan model logika induktif interaktif Miles dan Huberman. Hasil Temuan Pelaku Usaha mikro Industri Rumah Tangga di desa Sadakan dan desa Krajan masih sangat minim dalam memahami strategi pemasaran segmenting targeting, positioning, diferensiasi. Dengan daya kekuatan Industri Rumah Tangga dalam menunjang ekonomi keluarga, maka IRT ini perlu didukung dan diberdayakan dalam strategi ini. Memberdayakan usaha mikro industri rumah dalam segmentasi, penargetan, penentuan posisi, dan strategi diferensiasi sangat penting untuk meningkatkan kinerja pasar mereka. Strategi ini memungkinkan usaha mikro untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan konsumen tertentu, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan penjualan dan keuntungan.
PENGUATAN LEGALITAS USAHA BAGI UMKM DI SUKOHARJO Widodo, Yoto; Nugrahani, Farida; Hartati, Sri; Gama, Betty; Suryono, Joko; Hidajat, Djatmiko; Setyarini, Agung; Wedaswari, Made; Nugroho, Aziz Widhi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6970

Abstract

Industri Rumah Tangga Usaha Mikro (IRT-UM) menjadi salah satu solusi peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu sebagai sarana memberikan Penyuluhan Legalitas Usaha Bagi UMKM di Sukoharjo. Metode pelaksanaan program ini terdiri atas lima tahap. Pertama tahap Sosialisasi, meliputi paparan secara umum mengenai gambaran program. Tahap kedua, yaitu Penyuluhan (pemaparan materi dan diskusi khusus mengenai pentingnya memiliki usaha dan pengurusan perizinan berusaha). Tahap ketiga yaitu pelatihan inovasi produk, dimana IRT_UM binaan mendapatkan pelatihan secara langsung mengenai tata cara praktik pembuatan kripik jamur dan keripi tempe alakatak. Tahap keempat meliputi pelatihan sanitasi guna memberikan pemahaman menyeluruh terkait saluran higienis dslm proses produksi. Tahap kelima yaitu pendampingan usaha yang terdiri atas pembukuan, managerial, dan legalitas usaha basis makanan. Hasil kegiatan pengabdian ini Pelaku usaha mengetahui dan memahami urgensi memiliki legalitas berusaha berupa NIB (Nomor Induk Berusaha) dan SPP-IRT. Serta pelaku usaha mampu untuk meningkatkan penjualan dengan pemanfaatan media soaial terkini. Selain itu, tim univet mampu menjembatani pelaku usaha tersebut sehingga persoalan izin telah tuntas dan pelaku usaha sudah tidak lagi bergantung dengan tengkulak yang sudah punya nama untuk memperjualbelikan produknya
EFISIENSI USAHA TANI PADI DENGAN PENERAPAN SISTEM OPTIMALISASI PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (OPIP) DI DESA KARAKAN KECAMATAN WERU KABUPATEN SUKOHARJO Anwar, Muhammad Fathul; Nugroho, Aji Catur; Setyarini, Agung
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3555

Abstract

Sukoharjo Regency is one of the districts in Central Java Province that has the highest rice productivity, namely 69.19 quintar/hectare. The realization of planting from the Optimization of Planting Index Improvement (OPIP) system activities in Sukoharjo Regency is interesting to study, where Weru District is one of those selected to implement this system. The basic method used in this research is descriptive qualitative. The location was chosen purposively in Karakan Village, Weru District with a total of 40 respondents, lowland rice farmers who implemented the OPIP system. The research results show that the average cost of producing lowland rice using the OPIP system is IDR 5,137,503.00/hectare. The average income from OPIP system rice farming is more in one planting season, namely IDR 46,477,600.00/hectare/planting season than the income in one year (IDR 139,432,800.00/3 times planting season/hectare). The average income of OPIP system lowland rice farming is IDR 19,194,150.00/hectare/planting season in one-year income (IDR 57,582,450.00/3 times planting season/hectare. The B/C ratio value of the OPIP system and irrigation lowland rice farming business respectively, the technical values are 0.64 and 0.70, which means it is not worth cultivating. The R/C ratio values for OPIP system rice and technical irrigation are 1.64 and 1.70, which means both are worth cultivating. Key-words: Efficiency, Farming, OPIP INTISARI               Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki produktivitas padi tertinggi yaitu sebesar 69,19 ku/ha. Realisasi tanam dari kegiatan sistem Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) di Kabupaten Sukoharjo menjadi menarik untuk dikaji, dimana Kecamatan Weru menjadi salah satu yang terpilih dalam penerapan sistem tersebut. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi dipilih secara purposive di Desa Karakan Kecamatan Weru dengan jumlah responden sebanyak 40 petani padi sawah yang menerapkan sistem OPIP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata biaya produksi padi sawah sistem OPIP sebesar Rp5.137.503,00/ha. Rerata penerimaan usaha tani padi sawah sistem OPIP lebih banyak satu kali musim tanam yaitu sebesar Rp46.477.600,00/ha/MT daripada penerimaan dalam satu tahun (Rp139.432.800,00/3 kali MT/ha). Rerata pendapatan usaha tani padi sawah sistem OPIP sebesar Rp19.194.150,00/ha/MT dalam satu tahun pendapatan (Rp57.582.450,00/ 3 kali MT/ha. Nilai rasio B/C usaha tani padi sawah sistem OPIP dan irigasi teknis masing-masing sebesar 0,64 dan 0,70 yang berarti tidak layak untuk diusahakan. Nilai rasio R/C padi sawah sistem OPIP dan irigasi teknis sebesar 1,64 dan 1,70 yang berarti keduanya layak diusahakan. Kata kunci: Efisiensi, OPIP, Usaha tani
Analisis Nilai Tambah Abon Pepaya Di Kelompok Wanita Tani D’Sekar Desa Gempolan Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar retnaningsih, nugraheni; Setiawan, Syahrul; Setyarini, Agung
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.4683

Abstract

Buah pepaya yang dimanfaatkan tanpa pengolahan tidak bisa disimpan lama. Diupayakan suatu cara agar bisa memberikan nilai tambah , maka diolah menjadi abon pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan nilai tambah dari abon pepaya. Metode penentuan lokasi secara purposive sampling yaitu di KWT D’sekar, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penentuan responden secara purposive sampling kepada 5 responden. Pengambilan data melalui wawancara dengan ke-5 responden tersebut yaitu ketua, bendahara, sekretaris, dan 2 anggota. Metode análisis data menggunakan anakisa biaya total, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, nilai tambah dihitung menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan satu bulan produksi abon pepaya sebesar Rp.514.680,2 menghasilkan penerimaan sebesar Rp.1.500.000, keuntungan sebesar Rp.985.319,8. Berdasarkan analisis kelayakan diperoleh R/C Ratio sebesar 2,9 dan B/C Ratio sebesar 1,9 yang berarti usaha abon pepaya di KWT D’sekar menguntungkan dan layak diusahakan. Hasil analisis nilai tambah abon pepaya dengan metode Hayami diperoleh Rp.865.500/kg pepaya atau dengan rasio 92,32%, dapat digolongkan tinggi karena memiliki rasio nilai tambah > 40%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.850.500/kg atau dengan rasio keuntungan sebesar 98,26%% ini tergolong besar, karena persentase keuntungan pemilik perusahaan sangat besar, persentase sumbangan input lain kecil, sedangkan persentase pendapatan tenaga kerja sangat kecil.
Analisa Efisiensi Usahatani Tumpangsari Wortel (Dacus carot L.) Dan Sawi Hijau (Bassica juncae L.) Di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar Retnaningsih, Nugraheni; Dewati, Rosita; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v5i2.6693

Abstract

Intercropping of carrots and green mustard greens as one type of vegetable that is suitable for cultivation in Karangpandan District, Karanganyar Regency, because of the climate, geography, and environment that are suitable, namely mountainous areas. This study aims to determine the costs, revenues, income, and efficiency of intercropping of carrots and green mustard greens per planting season in Karangpandan District, Karanganyar Regency. The method of data collection with descriptive surveys is a research method that takes samples from a population by interviewing with a questionnaire as a data collection tool. The sampling method with Quota Sampling is a sampling method based on a certain quota, which is carried out intentionally. The interview technique is also carried out with the help of filling out questionnaires by farmers. Respondents were taken from 30 intercropping farmers in Karang Village, Karangpandan District, Karanganyar Regency. The results of the study showed that the total income from intercropping of carrots and green mustard greens per planting season was Rp. 19,675,000 / Farmer. The total cost incurred by farmers per planting season was Rp. 6,651,278 /Farmer, then the average income of farmers per planting season is Rp. 13,023,722 /Farmer, R/C ratio is 2.96, while B/C ratio is 1.96. This shows that the carrot and mustard green intercropping business is efficient because > 1.
Local Specialty Product Innovation of Tilapia Fish Nugget “Spirunila” through the Empowerment of Karangtaruna Pemuda Mudi Gabahan (PMG) and Persons with Disabilities in Mulur Village Setyarini, Agung; Widati, Sari; Bumi, Salsabila Amalia Putri; Wicaksana, Fandi Galang; Ramadhan, Sangga Rizki; Safitri, Annisa Nur
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v25i2.29032

Abstract

This community service program responds to the underutilization of tilapia production in Mulur Village, Sukoharjo, where limited product diversification constrains economic growth. The program introduced Spirunila, a fortified tilapia-based product, while empowering the PMG Youth Organization and persons with disabilities through an Inclusive Joint Business Group (KUBA). The Participatory Learning System (PALS) was implemented to deliver capacity-building activities in production technology, entrepreneurship, and digital marketing. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-test questionnaires on seven indicators, which were analyzed using a Paired Sample t-Test, N-Gain Score, and Cohen’s d. The results showed statistically significant improvements (p < 0.001), high learning gains (N-Gain category: High), and substantial effect sizes (d > 1.97), demonstrating strong behavioral and capability transformation among partners. Institutional strengthening ensures sustainability through shared production governance and digital market expansion. The findings confirm that inclusive innovation in community-based fish processing can enhance rural economic diversification and reinforce village tourism competitiveness.