Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

"Crochet Plastic": Inovasi dalam Mengurangi Limbah Plastik Rumah Tangga Melalui Pemberdayaan Kelompok PKK Ary Kiswanto Kenedi; Juliati Juliati; Zukya Rona Islami; Bunga Mulyahati; Inge Ayudia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10121

Abstract

Plastik merupakan sampah non organik yang memiliki banyak manfaat terutama dalam kehidupan sehari-hari, banyaknya plastik yang digunakan oleh masyarakat dan dibuang begitu saja setelah dipakai maka akan menyebabkan timbulnya sampah dan limbah plastik. Desa Batee Puteh merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Langsa Lama di Kota Langsa. Banyaknya jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan mengenai penanggulangan limbah plastic. Selama ini masyarakat menanggulangi limbah plastik tersebut dengan cara dibakar dan tidak sedikit pula yang membuangnya ke aliran sungai yang akan berdampak banjir. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah pengolahan limbah plastik menjadi barang yang berdaya guna serta mitra memiliki keterampilan merajut. Tim pengabdian kepada masyarakat menjadikan desa tersebut sebagai tempat untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi warga sekitar, khususnya ibu-ibu PKK Desa Bate Puteh. Kegiatan yang kami tawarkan kepada warga Desa Bate Puteh adalah membuat crochet Plastic. Waktu pelaksanaan pada tanggal 23 -24 Agustus 2023 dengan jumal peserta sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan dan pendamping kepada ibu-ibu PKK Desa Bate Puteh. Crochet adalah mengaitkan benang, tali, kawat, pita ataupun kain sehingga terbentuk model-model tertentu. Alat utama yang diperlukan adalah jarum pengait (hakpen). Hasil rajutan berupa tas dipadukan dengan aksesoris tambahan seperti kancing dan manik-manik. Membuat crochet plastic sangat cocok untuk diterapkan kepada ibu-ibu PKK, yang dapat dilakukan di waktu senggang sebagai pekerjaan paruh waktu dan mereka dapat mengembangkan keterampilan yang sangat berguna bagi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai.Plastic is a non-organic waste with many benefits, especially in everyday life; the amount of plastic used by the community and thrown away after use will cause plastic waste and waste. Bate Puteh Village is one of the villages in the Langsa Lama Sub-district in Langsa City. A large number of residents resulted in problems regarding the handling of plastic waste; so far, the community has handled the plastic waste by burning it, and not a few threw it into the river, which will impact flooding. The community service activity aims to process plastic waste into useful items, and partners have knitting skills. The community service team made the village a place to produce useful products for residents, especially the PKK women of Bate Puteh Village. The activity we offer to the residents of Bate Puteh Village is making plastic crochets. The implementation time was August 23-24, 2023, with 20 participants. The implementation method is to train and mentor PKK women in Bate Puteh Village. Crochet is hooking yarn, rope, wire, ribbon, or cloth to form certain models. The main tool needed is a hook needle (hakpen). Knitted results in a bag combined with additional accessories such as buttons and beads. Making crochet plastic is especially suitable for PKK mothers, which can be done in their spare time as a part-time job and where they can develop skills that are very useful for themselves and their loved ones. 
Local Cultural Values : Practicality Test of E-LKS Based on Peusijuek Tradition as An Embodiment of Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) Sukirno Sukirno; Inge Ayudia; Juliati Juliati; Nursamsu Nursamsu; Rusliani Rusliani
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i4.8954

Abstract

This study aims to develop E-LKS based on local cultural values of peusijeuk tradition as an embodiment Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The research method used research and development with the ADDIE model, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research instrument used observation, a material expert questionnaire as a validation test, a product practicality test, an interview, and documentation. The data analysis technique usedqualitative and quantitative analysis. The research results obtained through expert validation tests of 87,5% were declared feasible for implementation. Meanwhile, the teacher responsed questionnaire resulted in an average practicality value of 82.82%, with a very practical category and the students' response questionnaire produced an average practicality score of 89.10%, with a very practical category. After conducting an assessment through several stages of assessment aspects, the peusijuek tradition-based E-LKS as the embodiment of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) can be concluded to be categorized as very practical based on the results of the assessment by teachers and students as users.
PENANGANAN ANAK TUNAWICARA : STUDI KASUS: PENANGANAN ANAK TUNAWICARA : STUDI KASUS Veryawan; Juliati; Dwi Septi Anjas Wulan
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2023): Pratama Widya April 2023
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v8i1.2329

Abstract

Pendidikan inklusif seharusnya menempatkan anak berkebutuhan khusus sejajar dengananak normal lainnya. Tunawicara adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak mampumengungkapkan gagasannya kepada orang lain dengan menggunakan alat bicaranya.Jenis penelitian ini ialah studi kasus sehingga menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasipenelitian ini dilakukan di RA Al-Ashriyah Kota Langsa. Subjek penelitian ini adalahanak tunawicara sekaligus guru RA Al-Ashriyah Kota Langsa. Dalam pengumpulan datapada penelitian ini mengunakan wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Dalampenelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji penanganan anak tunawicara di RA Al-Ashriyah Kota Langsa. Urutan masalah yang akan dikaji adalah: (1) Bagaimana ciri-cirianak tunawicara di RA Al-Ashriyah Kota Langsa? (2) Bagaimana penanganan anaktunawicara di RA Al-Ashriyah Kota Langsa? dan (3) Hambatan apa yang dihadapi gurudalam menangani anak tunawicara di RA Al-Ashriyah Kota Langsa?
Kegiatan Menggambar Bebas Menggunakan Crayon Dalam Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Veryawan Veryawan; Juliati Juliati; Rapita Aprilia
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v5i2.10556

Abstract

This study aims to determine the mastery of the teacher's strategy in delivering free drawing learning materials using crayons that can increase children's creativity, provide interesting learning media in learning activities so that children's creativity can increase, provide opportunities for students to express all their ideas and ideas without any restrictions. in expressing colors in pictures and the teacher can understand and adjust learning outcomes with a standard level of achievement of children according to the stages of development. Classroom Action Research is a research process carried out by researchers through reflection with the aim of improving performance so that student learning outcomes increase. The planning model used is: Planning (planning), action (acting), observation (observing) and reflection (reflecting). The subjects in this improvement research were the children of group B TK Firza, totaling 15 children consisting of 6 boys and 9 girls. The field of development in this research is creativity with the activity is free drawing using crayons. The results showed the level of success in doing free drawing using crayons to improve children's creativity showed very good development and had reached the level of development in accordance with expectations, namely 80%. Thus, through free drawing activities using crayons can increase children's creativity.
Pembelajaran Drama sebagai Sarana Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar Jodi Rizky Nugraha; Syarahmi Syarahmi; Khairiana Suci Cahaya; Masyitah Masyitah; Dini Azura; Juliati Juliati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pembelajaran berbasis drama dapat berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa Sekolah Dasar, khususnya dalam meningkatkan keberanian dan kemampuan berkomunikasi mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, yang memungkinkan peneliti untuk mengukur perubahan pada kelompok yang sama sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas 5 di salah satu SD Negeri, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa siswa yang terlibat memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif rendah pada awalnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri siswa, terutama dalam aspek keberanian berbicara di depan umum dan kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri.
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kurikulum 2013 Bella Zulfina; Nadia Fitria; Indriyani Br Sitepu; Muhammad Rifqi; Juliati Juliati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model Discovery Learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum 2013 melalui studi literatur. Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran berbasis teks dan pendekatan saintifik, namun praktik pembelajaran yang ada masih menunjukkan keterlibatan siswa yang pasif, dominasi guru, serta kesulitan dalam memahami teks. Model Discovery Learning, yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Studi literatur yang dilakukan mencakup penelitian dalam lima tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa model ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan partisipasi siswa. Namun, tantangan yang masih dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan sarana pembelajaran yang kurang memadai.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Dalam Perspektif Tujuan, Literasi, Dan Keterampilan Abad Ke-21 (Studi Literatur) Dahlia Puspita Zahra; Erdiansyah Putra M.T; Farahdilla Maulida; Rika Helmalia Putri; Juliati Juliati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5238

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran strategis pembelajaran Bahasa Indonesiadi Sekolah Dasar sebagai fondasi holistik bagi kompetensi abad ke-21. Dengan metodestudi literatur kualitatif, penelitian menganalisis sumber primer dan sekunder termasukdokumen kurikulum (Kurikulum Merdeka), laporan ANBK/PISA, dan artikel ilmiahmutakhir (2018–2024) untuk mengkaji keterkaitan antara tujuan kurikulum, penguatanliterasi dasar, dan keterampilan 4C (Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi,Kolaborasi). Temuan menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanyamengembangkan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif, tetapi juga menjadiporos utama penguatan literasi dan integrasi 4C. Literasi terutama baca-tulis dan digitalberperan sebagai penghubung utama antara pembelajaran bahasa dan penguasaan 4C.Integrasi ini paling efektif melalui model inovatif seperti Pembelajaran Berbasis Proyek(PjBL) dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Kerangka konseptual terpadu ini memberikankontribusi baru dalam literatur, menegaskan Bahasa Indonesia sebagai instrumen sentralpemulihan mutu SDM Indonesia.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Juliati Juliati; Rieke Prastiwi; Suci Ramadhani Lubis; Khairani Khairani; Nursyadiah Saragih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) serta mengidentifikasi pola hambatan dan solusi yang dilakukan pendidik dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 20 artikel jurnal ilmiah dan 3 dokumen kebijakan pendidikan yang terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap transformasi pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kreativitas, partisipasi aktif, dan kemampuan literasi siswa melalui peran guru sebagai fasilitator. Namun, implementasi di lapangan masih terhambat oleh resistensi paradigma pengajar, keterbatasan sarana digital, serta pemahaman konsep kurikulum yang belum merata. Solusi strategis yang dilakukan meliputi penguatan kolaborasi melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kesiapan pedagogik guru dan dukungan kebijakan sangat menentukan keberlanjutan kualitas literasi di jenjang pendidikan dasar.
Telaah Teoretis Tentang Pendekatan Dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Adetia Putri; Maulidza Maulidza; Tria Sesaria; Darmini Darmini; Aiskha Raudatul Ulla; Juliati Juliati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6299

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berkarakter peserta didik. Melalui penelitian studi literatur ini, dikaji berbagai prinsip dan pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan diterapkan di jenjang sekolah dasar. Prinsip-prinsip yang dikaji meliputi prinsip komunikatif, keterpaduan keterampilan berbahasa, kebermaknaan dan kontekstualitas, serta keaktifan siswa. Sementara itu, pendekatan yang digunakan mencakup pendekatan komunikatif, pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL), dan pendekatan tematik-integratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip dan pendekatan tersebut secara terpadu dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, menumbuhkan motivasi belajar, serta menciptakan proses pembelajaran yang aktif, interaktif, dan bermakna. Guru berperan penting sebagai fasilitator dalam menghubungkan teori bahasa dengan praktik kehidupan sehari-hari.
Analisis Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Fase A Di Sekolah Dasar Jodi Rizky Nugraha; Sri Muliya; Syarahmi Syarahmi; Adinda Pratiwi; Syakira Kaila; Juliati Juliati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6335

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Fase A di sekolah dasar berperan penting dalam membangun fondasi literasi awal, kemampuan berbahasa, serta kebiasaan berpikir siswa sejak dini. Karakteristik peserta didik Fase A yang masih berada pada tahap perkembangan konkret, memiliki rentang perhatian relatif singkat, dan belajar efektif melalui pengalaman langsung menuntut guru menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang relevan untuk Fase A serta menjelaskan prinsip penerapannya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research) dengan menelaah literatur dari jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, dan hasil penelitian relevan tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode yang paling sesuai untuk Fase A adalah metode konkret dan komunikatif, seperti bercerita, bernyanyi, permainan bahasa, membaca nyaring (read aloud), demonstrasi, serta penggunaan media visual dan teks sederhana yang dekat dengan pengalaman siswa. Penerapan metode tersebut mendukung peningkatan motivasi belajar, keterampilan menyimak dan berbicara, penguatan kosakata, serta perkembangan literasi awal (membaca dan menulis permulaan). Kajian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkuat landasan pemilihan metode pembelajaran berbasis perkembangan peserta didik, serta secara praktis menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna dan adaptif pada Fase A sesuai Kurikulum Merdeka.