Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sinbiotik Ekstrak Kulit Kacang Tanah dengan Probiotik Menurunkan Amonia Ekskreta Ayam Broiler Mikael Sihite; Alfina Mukaromah; Pradipta Bayuaji Pramono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.3.316-323.2023

Abstract

Fermentasi menggunakan kulit kacang dan probiotik berupa sinbiotik bisa dimanfaatkan untuk menurunkan amonia ekskreta ayam broiler. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan sinbiotik kombinasi ekstrak kulit kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan bakteri Lactobacillus bulgaricus terhadap penurunan kadar amonia, pH, serta kadar air ekskreta broiler. Penelitian serta pengujian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan pada penelitian yaitu: P0: 50 gr ekskreta tanpa pemberian campuran prebiotik+probiotik, P1: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 6% prebiotik+probiotik, P2: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 12% prebiotik+probiotik, P3: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 18% prebiotik+probiotik. Ekskreta yang telah disiram sinbiotik dan pengamatan dilakukan pada 24 jam fermentasi. Variabel yang diamati yaitu nilai pH, kadar amonia, dan kadar air pada ekskreta ayam pedaging. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT jika terdapat hasil yang berbeda. Hasil analisis memperlihatkan bahwa penambahan sinbiotik kombinasi ekstrak kulit kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus bulgaricus berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar amonia dengan nilai rerata pada perlakuan 1,59 dan kontrol 2,75 ppm dan kadar air dengan nilai yang paling tinggi yaitu 80,51% dan terendah 79,21%. Namun, tidak terdapat perbedaan (P>0,05) pada nilai pH yaitu bernilai 6,58 hingga 7,01. Disimpulkan bahwa penambahan sinbiotik campuran ekstrak kulit kacang kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus bulgaricus belum mampu menurunkan pH ekskreta ayam pedaging, tetapi berhasil menurunkan level amonia dan kadar air ekskreta broiler.
Edukasi Keamanan Pangan Bagi Siswa MI Maarif Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Gunawan, Muhammad Iqbal Fanani; Nugraheni, Martha Arum; Putri, Soraya Kusuma; Wulan, Rahayu; Pramono, Pradipta Bayuaji; Reyhan, Akmal
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.343

Abstract

Foodborne disease merupakan penyakit akibat makanan yang terpapar oleh bahaya kimia, fisik, maupun mikrobiologis pangan. Pada tahun 2010 diperkirakan terdapat lebih dari 500 juta pasien terkena foodborne disease dan menyebabkan kematian pada lebih dari 1 juta pasien di dunia, dan lebih dari 30% terjadi pada anak-anak. Risiko tinggi penularan foodborne disease pada anak-anak terutama terjadi di lingkungan tertutup seperti tempat penitipan anak dan sekolah. Gejala yang dialami anak-anak jika terkena foodborne disease berupa mual, muntah, demam, dan diare. Hal-hal tersebut akan mengganggu kegiatan belajar siswa di sekolah. Jika tidak ditindak lanjuti, foodborne disease bisa mengakibatkan gangguan pada organ dan juga metabolisme tubuh anak, bahkan bisa menyebabkan kematian. Diare di Kabupaten Magelang merupakan salah satu dari 10 kasus penyakit terbanyak di Kabupaten Magelang pada tahun 2019-2021 (BPS, 2021). Edukasi keamanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak dalam keamanan pangan, sehingga mampu memilih makanan yang higienis, sehingga tidak mengganggu kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Maarif Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang, dengan peserta sebanyak 479 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Pelaksanaan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan pangan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (Sig. 2 tailed = 0,000).
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN PAKAN MANDIRI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA DI DESA GUNUNGPRING, KECAMATAN MUNTILAN, KABUPATEN MAGELANG Hidayati, Sri; Armando, Eric; W, Tri Sumarni; Pramono, Pradipta Bayuaji; Sari, Annisa Novita; Waluyo, Waluyo; Azril, Muh; Silmi Qori Tartila, Shobrina
JURNAL KASTARA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kastara.v2i2.294

Abstract

Feed is one of the main components with important function to support the freshwater fish culture success. Sufficient feed quantity and quality can ensure the fish culture cycle continuity. Feed occupies the highest position, which spends 60-80% of the total production cost requirement in intensive fish culture to support the fish growth. The high feed cost is unmatched with the fish selling price, resulting in a minimum profit gain. Based on this condition, a community service, focusing on self-produced feed training needs to be implemented to increase the cost efficiency and effectiveness in freshwater fish culture. This training was conducted in Gunungpring Village, Muntilan Sub-district, Magelang District with fish cultivator communities. The feed used as the object for this training contained artificial and live feed. Training activities contained surveys, field observations, outreach, counseling, mentoring, monitoring, and evaluation. This training could clearly introduce the community to the use of alternative feeds for ornamental and consumed-fish commodities. Live feed production training included Azolla sp., Daphnia sp., silkworms, and earthworms, while artificial feed included pellets of pf500-1000. This training program increases the community understanding and skills, followed by the quality and quantity of fishery products. As the training also has an impact on the regional food security with massive community assistance, so harvest failure can be minimized optimally.
EDUKASI PENANGANAN DAN PENGOLAHAN DAGING KURBAN DI MASJID AL IKHSAN KRAMAT SELATAN, KOTA MAGELANG, JAWA TENGAH Gunawan, Muhammad Iqbal Fanani; Putri, Soraya Kusuma; Nugraheni, Martha Arum; Wulan, Rahayu; Pramono, Pradipta Bayuaji
JURNAL KASTARA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kastara.v3i2.1143

Abstract

Holiday celebrations carried out by Muslims include Eid al-Fitr, and the second is Eid al-Adha, or what people call the Eid al-Sacrifice holiday. Eid al-Adha has provisions that have been determined according to Islamic law. These provisions include being Muslim, financially capable, resourceful, and mature. People who are said to have abilities are people who are sufficient in terms of assets, both for themselves and their families. Sacrificial meat is a food product that has the potential for danger both biologically, physically, and chemically, which occurs when the sacrificial animal is slaughtered. Therefore, it is necessary to implement cleanliness and sanitation during the process of handling and processing sacrificial meat for the sacrificial animal slaughter committee at the Al-Ikhsan Mosque and the Sanden community in South Kramat, Magelang City.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dalam Meningkatkan Performa Ayam Broiler Anwar, Muhammad Samsul; Hartati, Lilis; Pramono, Pradipta Bayuaji
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.8181

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya pada performa ayam broiler dan mengetahui dosis ekstrak daun pepaya yang tempat untuk performa ayam broiler yang paling baik. Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor DOC strain cob yang dikelompokkan dalam 4 perlakuan meliputi: (P0) kontrol tanpa pemberian ekstrak daun papaya, (P1) pemberian 5% ekstrak daun papaya (50ml : 950ml air minum), (P2) pemberian 7,5% ekstrak daun papaya (75ml : 925ml air minum), dan (P3) pemberian 10% ekstrak daun papaya (100ml : 900ml air minum). Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Pemberian ekstrak daun pepaya dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan (3.632±266 – 3.690±298,3 gram/ekor), pertambahan bobot badan (2710±368,6 – 2892±300,8 gram/ekor), dan konversi ransum (1,27±0,01 - 1,34±0,06). Kesimpulan dari penelitian ini penambahan ekstrak daun papaya dalam air minum ayam broiler sampai dosis 10% tidak berpengaruh terhadap performan ayam broiler. Penambahan ekstrak daun pepaya sampai dosis 10% dalam air minum tidak memengaruhi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam broiler umur 1-6 minggu 
Estimasi Nilai Heritabilitas pada Bobot Badan, Bobot Telur, dan Indeks Telur Ayam Maron 1 Shofiya, Umi; Sihite, Mikael; Pramono, Pradipta Bayuaji; Kusumaningrum, Rahayu
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.7572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 yang diketahui melalui pengukuran bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 di (Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia) BPBTNR Satker Ayam Maron Temanggung. 50 ekor ayam betina Maron 1 berumur 10 bulan dan 26 butir telur ayam Maron 1 yang diperoleh digunakan sebagai materi dalam penelitian ini. Bobot badan dan bobot telur diukur menggunakan timbangan digital sementara, indeks telur diukur menggunakan jangka sorong. Masing-masing data sifat kuantitatif hasil pengukuran diolah menggunakan software Microsoft Excel yang kemudian nilai heritabilitas diestimasi melalui metode korelasi saudara tiri sebapak. Analisis variansi digunakan untuk menghitung besar komponen variansi yang berasal dari sumber variasi antar pejantan dan antar anak dalam pejantan. Hasil penelitian estimasi nilai heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 berturut-turut yaitu -0,47±0,25 (kategori rendah), 0,21±0,35 (kategori sedang), dan 0,21±0,35 (kategori sedang). Heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 di BPBTNR Satker Ayam Maron Temanggung dalam penelitian ini belum menunjukkan hasil yang representatif. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan pengoptimalan penggunaan jumlah sampel, meningkatkan produksi ternak, recording, biosecurity, dan SOP.
Sinbiotik Ekstrak Kulit Kacang Tanah dengan Probiotik Menurunkan Amonia Ekskreta Ayam Broiler Sihite, Mikael; Mukaromah, Alfina; Pramono, Pradipta Bayuaji
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.3.316-323.2023

Abstract

Fermentasi menggunakan kulit kacang dan probiotik berupa sinbiotik bisa dimanfaatkan untuk menurunkan amonia ekskreta ayam broiler. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan sinbiotik kombinasi ekstrak kulit kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan bakteri Lactobacillus bulgaricus terhadap penurunan kadar amonia, pH, serta kadar air ekskreta broiler. Penelitian serta pengujian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan pada penelitian yaitu: P0: 50 gr ekskreta tanpa pemberian campuran prebiotik+probiotik, P1: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 6% prebiotik+probiotik, P2: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 12% prebiotik+probiotik, P3: 50 gr ekskreta ayam pedaging + 18% prebiotik+probiotik. Ekskreta yang telah disiram sinbiotik dan pengamatan dilakukan pada 24 jam fermentasi. Variabel yang diamati yaitu nilai pH, kadar amonia, dan kadar air pada ekskreta ayam pedaging. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT jika terdapat hasil yang berbeda. Hasil analisis memperlihatkan bahwa penambahan sinbiotik kombinasi ekstrak kulit kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus bulgaricus berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar amonia dengan nilai rerata pada perlakuan 1,59 dan kontrol 2,75 ppm dan kadar air dengan nilai yang paling tinggi yaitu 80,51% dan terendah 79,21%. Namun, tidak terdapat perbedaan (P>0,05) pada nilai pH yaitu bernilai 6,58 hingga 7,01. Disimpulkan bahwa penambahan sinbiotik campuran ekstrak kulit kacang kacang tanah dengan bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus bulgaricus belum mampu menurunkan pH ekskreta ayam pedaging, tetapi berhasil menurunkan level amonia dan kadar air ekskreta broiler.
Edukasi Keamanan Pangan Bagi Siswa MI Maarif Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Gunawan, Muhammad Iqbal Fanani; Nugraheni, Martha Arum; Putri, Soraya Kusuma; Wulan, Rahayu; Pramono, Pradipta Bayuaji; Reyhan, Akmal
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.343

Abstract

Foodborne disease merupakan penyakit akibat makanan yang terpapar oleh bahaya kimia, fisik, maupun mikrobiologis pangan. Pada tahun 2010 diperkirakan terdapat lebih dari 500 juta pasien terkena foodborne disease dan menyebabkan kematian pada lebih dari 1 juta pasien di dunia, dan lebih dari 30% terjadi pada anak-anak. Risiko tinggi penularan foodborne disease pada anak-anak terutama terjadi di lingkungan tertutup seperti tempat penitipan anak dan sekolah. Gejala yang dialami anak-anak jika terkena foodborne disease berupa mual, muntah, demam, dan diare. Hal-hal tersebut akan mengganggu kegiatan belajar siswa di sekolah. Jika tidak ditindak lanjuti, foodborne disease bisa mengakibatkan gangguan pada organ dan juga metabolisme tubuh anak, bahkan bisa menyebabkan kematian. Diare di Kabupaten Magelang merupakan salah satu dari 10 kasus penyakit terbanyak di Kabupaten Magelang pada tahun 2019-2021 (BPS, 2021). Edukasi keamanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak dalam keamanan pangan, sehingga mampu memilih makanan yang higienis, sehingga tidak mengganggu kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Maarif Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang, dengan peserta sebanyak 479 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Pelaksanaan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan pangan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (Sig. 2 tailed = 0,000).
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN PAKAN MANDIRI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA DI DESA GUNUNGPRING, KECAMATAN MUNTILAN, KABUPATEN MAGELANG Hidayati, Sri; Armando, Eric; W, Tri Sumarni; Pramono, Pradipta Bayuaji; Sari, Annisa Novita; Waluyo, Waluyo; Azril, Muh; Silmi Qori Tartila, Shobrina
JURNAL KASTARA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kastara.v2i2.294

Abstract

Feed is one of the main components with important function to support the freshwater fish culture success. Sufficient feed quantity and quality can ensure the fish culture cycle continuity. Feed occupies the highest position, which spends 60-80% of the total production cost requirement in intensive fish culture to support the fish growth. The high feed cost is unmatched with the fish selling price, resulting in a minimum profit gain. Based on this condition, a community service, focusing on self-produced feed training needs to be implemented to increase the cost efficiency and effectiveness in freshwater fish culture. This training was conducted in Gunungpring Village, Muntilan Sub-district, Magelang District with fish cultivator communities. The feed used as the object for this training contained artificial and live feed. Training activities contained surveys, field observations, outreach, counseling, mentoring, monitoring, and evaluation. This training could clearly introduce the community to the use of alternative feeds for ornamental and consumed-fish commodities. Live feed production training included Azolla sp., Daphnia sp., silkworms, and earthworms, while artificial feed included pellets of pf500-1000. This training program increases the community understanding and skills, followed by the quality and quantity of fishery products. As the training also has an impact on the regional food security with massive community assistance, so harvest failure can be minimized optimally.
Pelatihan Formulasi Pakan Menggunakan Aplikasi Winfeed Secara Daring Bagi Masyarakat Peternak Septian, Mohamad Haris; Mutaqin, Bambang Kholiq; Idayanti, Rahma Wulan; Sihite, Mikael; Pramono, Pradipta Bayuaji
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.909 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i1.1108

Abstract

Produksi ternak di Indonesia masih tergolong rendah. Pelaku usaha peternakan di Indonesia didominasi oleh peternak lokal yang masih menggunakan sistem beternak tradisional. Pakan yang diberikan pada ternak tidak melalui tahap formulasi sehingga kualitas dan kandungan zat makanannya tidak diketahui. Keterbatasan pengetahuan menjadi hambatan utama bagi peternak untuk melakukan formulasi pakan. Perlu dilakukan pelatihan formulasi pakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian peternak dalam membuat formula pakan yang baik. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini meliputi pre-test, ceramah, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara daring dengan melibatkan empat dosen Universitas Tidar dan satu orang dosen Universitas Padjadjaran. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 62 orang masyarakat peternak terdiri dari pelaku usaha ternak, kelompok tani ternak, mahasiswa, hingga dosen. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah dilaksanakannya pelatihan, dapat disimpulkan bahwa peserta memiliki nilai rata-rata 72,2 pada post-test, selain itu adanya nilai yang besar pada pengetahuan peserta mengenai pengetahuan bahan pakan yaitu 88,00. Peningkatan sebanyak 16,32% pada pengalaman peserta dalam membuat formulasi pakan, peningkatan sebesar 42,14% pada kemampuan peserta dalam membuat formulasi pakan menggunakan aplikasi Winfeed, dan sebanyak 71,42% peserta mempu mengerjakan tugas membuat formulasi pakan dengan benar. Penyelenggaraan pelatihan dinilai memuaskan dengan nilai rata-rata 4,16 dari skala 1-5.