Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluation of the Growth and Yield of Organic Corn Fodder under Various Watering Times and Concentrations of Rabbit Urine Fertilizers Okti Widayati; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Sritiasni Sritiasni; Nani Zurahmah; Aswandi Aswandi; Irma Irma
Buletin Peternakan Vol 47, No 4 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (4) NOVEMBER 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v47i4.84194

Abstract

Organic Fodder System is a planting system without using soil as its main medium. The use of fertilizers can be regulated in quantities and concentrations that correspond to the needs of plants during the plant growth season to obtain optimal results with good quality. The study was conducted to determine corn fodder's growth productivity and nutrient content under the treatment of differences in watering time and rabbit urine fertilizer concentration. The treatment was carried out on the difference in the soaking solution of corn kernels and the difference in the watering time of corn seedlings. Soaking was carried out by 5 solutions namely L0: water, L1: AB mix (commercial fertilizer) 1%, L2: rabbit urine fertilizer 1%, L3: rabbit urine fertilizer 2.5%, L4: rabbit urine fertilizer 5%, as treatment, and 5 (five) replication groups. Watering was carried out at three different time intervals (W1: 6 hours/day, W2: 9 hours/day, W3: 12 hours/day) with five replication groups. The variables observed were germination percentage, normal sprout percentage, corn fodder height, fresh fodder production, fodder dry matter production, fodder protein content, fodder crude fiber content, fodder crude fat content, Non-Nitrogen Free Extract (NNFE), and corn fodder ash content. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design of factorial patterns. Differences in rabbit urine fertilizer concentration and watering time impact germination percentage, normal germination percentage, plant height, fresh matter production, dry matter production, protein content, and crude fiber.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Susan C. Labatar; Dicky Ervandy Pata; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Nani Zurahmah
Journal of Livestock Science and Production Vol 6, No 1 (2022): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v6i1.6549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Distrik Prafi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi peternak dan masyarakat agar dapat mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi dan dapat menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam broiler, serta pelaksanaan diseminasi tentang hasil pengamatan dan wawancara secara langsung dilapangan yang telah dilakukan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan, kemudian Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif yaitu dengan menghitung rata–rata pendapatan, persentase, menghitung besarnya sampel dan melakukan penyederhanaan data serta penyajian data dengan menggunakan tabel. Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada skala usaha 500 sebesar Rp.6.317.266/periode, sedangakan pada skala usaha 1000 sebesar Rp.14.510.252/periode. Keseluruhan Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler per ekornya sebesar Rp.14.330,26. Analisis kelayakan usaha R/C pada peternakan ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari dinyatakan menguntungkan, efisien dan layak untuk di kembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi yaitu jenis doc, jenis pakan, tata cara perkandangan, pencegahan penyakit dan pemasaran hasil produksi. Efisiensi penggunaan faktor-faktor tersebut dinyatakan pada penilaian index performance (IP) yang dimana pada responden 1 responden 2 dan responden 3 masuk dalam kategori kurang, sedangkan pada responden 4 masuk dalam kategori baik
PEMANFAATAN FESES KAMBING SEBAGAI PUPUK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT ODOT (PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT) DI KAMPUNG DESAY, DISTRIK PRAFI, PROVINSI PAPUA BARAT Petrus D. Sadsoeitoeboen; Piter A. Rahangmeta; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Sritiasni Sritiasni
Journal of Livestock Science and Production Vol 6, No 2 (2022): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v6i2.6548

Abstract

Rumput odot dengan nama latin Pennisetum Purpureum cv. Mott merupakan rumput unggul yang mudah dikembangkan dan disukai oleh ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan feses kambing sebagai pupuk padat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan rincian perlakuan P0 (tanpa pupuk/kontrol); P1(feses kambing 500 gram); P2(feses kambing 1.000 gram); P3(feses kambing 1.500 gram). Parameter yang di amati adalah Tinggi Tanaman, Panjang Daun, Lebar Daun dan Jumlah Tunas. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis pupuk padat dari feses kambing berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman rumput odot. Hasil uji tukey menunjukan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari P1 (500 gram feses kambing). Pelaksaan penyuluhan diikuti 15 responden dengan mengunakan metode ceramah dan diskusi dengan cara pendekatan kelompok, dengan alat bantu folder.
Produktivitas Kambing Kacang dengan Pemberian Complete Feed yang Mengandung Berbagai Jenis Tepung Bonggol Pisang Aswandi, Aswandi; Syaefullah, Bangkit Lutfiaji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 3 (2021): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.785 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i3.18121

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktifitas kambing kacang yang diberi complete feed yang mengandung tepung berbagai jenis bonggol tanaman pisang.  Materi yang dikaji dalam penelitian ini adalah  enam jenis complete feed.  Complete feed  yang mengandung tepung bonggol dari 5 varietas tanaman pisang.  Complete feed disusun dengan komposisi bahan penyusun complete feed.  Ternak yang digunakan 18 ekor kambing kacang jantan rataan bobot badan awal, 15,42±1,98 kg (CV:13,73 %) umur 10 – 15 bulan.  Ternak  diberi complete feed yang mengandung tepung bonggol pisang selama 60  hari. Kandang berukuran 12 m x 6m, konstruksi berlantai panggung setinggi 140 cm, petak kandang yang berukuran 1 x 1 m dengan tinggi 130 cm, dilengkapi tempat minum. perlakuan berupa 6 jenis complete feed  dengan formulasi yang berbeda,  terdiri dari CF0, CF1, CF2, CF3, CF4  dan CF5 yang mengandung tepung bonggol pisang yang berbeda varietasnya dan perlakuan kontrol (CF0). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan formula complete feed yang mengandung tepung bonggol berbagai varietas pisang.   Variabel penelitian antara lain: Konsumsi bahan kering,  konsumsi energi. kecernaan energi,  glukosa darah dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Hasil penelitian formulasi complete feed mengandung tepung bonggol pisang batu perlakuan (CF2) dan kepok (CF3) menghasilkan produktivitas dan respon Peformance kambing kacang terbaik dibandingkan perlakuan complete feed yang mengandung  tepung bonggol pisang  ambon, susu, raja, dan perlakuan kontrol. Tepung bonggol pisang kapok dan batu dapat digunakan sebagai salah satu campuran complete feed untuk ternak kambing kacang.Kata kunci:  complete feed, produktivitas kambing kacang tepung bonggol pisangProductivity in Kacang Goats with Complete Feeds That Contain Various Types of Banana Weed FlourABSTRACTThe purpose of this study was to determine the productivity in kacang goats which were given a complete feed containing flour of various types of banana plant weevils. The material studied in this study were six complete types of feed. Complete feed containing weevil flour from 5 banana plant varieties. Complete feed is prepared with a complete feed composition. The cattle used were 18 male bean goats, mean initial body weight, 15.42±1.98 kg (CV: 13.73%) aged 10-15 months. Livestock is given complete feed containing banana weevil flour for 60 days. The cage is 12 m x 6m in size, construction has a floor platform as high as 140 cm, the enclosure is 1 x 1 m in size and 130 cm in height, equipped with a drinking area. The treatment was in the form of 6 complete types of feed with different formulations, consisting of CF0, CF1, CF2, CF3, CF4, and CF5 containing banana weevil flour with different varieties and control treatment (CF0). The research design used was a completely randomized design with five treatments of complete feed formulas containing hump flour of various banana varieties. The research variables include dry matter consumption, energy consumption energy digestibility, blood glucose, and daily body weight gain. The results of the research on the complete feed formulation containing batu banana hump flour (CF2) and kepok (CF3) treatment resulted in the best productivity and performance response of kacang goat compared to the complete feed treatment containing ambon banana hump flour, Susu, Raja, and control treatments. Banana kapok and batu hump flour can be used as a complete feed mixture for kacang goats. KJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  eywordJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  s:cJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  omplete feed, kacang goat productivity, banana hump flour
Forage Animal Feed Productivity in Bowi Subur Village, Masni District, Manokwari Regency, West Papua Province Syaefullah, Bangkit Lutfiaji; Labatar, Susan Carolina; Timur, Ni Putu Vidia Tiara; Bachtiar, Ebit Eko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 2 (2022): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i2.23814

Abstract

ABSTRACT Forages are an integral part of ruminant production, therefore it is necessary to calculate the potential for forages at the ruminant farm. Aerial photo applications are used to make it easier to calculate forage land capacity and forage productivity. The objectives of this study were to determine the potential of the botanical composition of forages, calculate the capacity of forage land, and determine the productivity of forages. Based on the results of the study, mapping was carried out using satellite imagery in Bowi Subur Village, Masni District which has an area of 2,200 ha with a known forage area of 26,894.38 ha m-² with a production of 203,408.5 kg m-2 of fresh material and production dry matter of 61,755.61 kg m-2. The results of vegetation types in forages there are 22 types. Forage land in Bowi Subur Village has a fairly high diversity of vegetation. The type of vegetation with the highest percentage is weeds at 57.69%, grass with a percentage of 30.77%, and legume species with the lowest number at 11.53%. The low productivity of forages can result in livestock's low body weight because the forage's nutritional needs are not fulfilled optimally.Keywords:  forages, legumes, livestock, weeds
Potential of Goletrak Grass (Borreria alata) as Suplementation on Hay Multinutrient Waffle and Its Nutrition Value to Improve Growth Performance in Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Widayati, Okti; Syaefullah, Bangkit Lutfiaji; Isty, Gallusia Marhaeny Nur; Cahyo, Hendra Nur
Buletin Peternakan Vol 49, No 1 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (1) FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i1.100294

Abstract

The aim of this study was to determine the effects of goletrak grass (Borreria alata) as suplementation in hay multinutrient waffle on the growth performance in rabbit (Oryctolagus cuniculus). The experiment was carried out in 2 stages consisting of hay multinutrient waffle (HMW) production and feeding application in rabbit. The HMW was produced in three formulations: H1 was used 5% Boreria alata; H2 10% Boreria alata; and H315% Boreria alata. Physical and chemical assessment of HMW were performed to evaluate the feed quality prior to feeding application. A total of 18 local rabbit males (Oryctolagus cuniculus) were assigned to 6 dietary treatments, 3 animals each, consisted: T01 = 100% benggala grass; T02 = 60% commercial pellet + 40% benggala grass; T1 = 60% commercial pellet + 40 % HMW; T2 = 40% commercial pellet + 60 % HMW; T3 = 20% commercial pellet + 80 % HMW; and T4 = 100 % HMW. The addition of goletrak grass (Boreria alata) had no significant effect (p>0.05) on physical propertiesincluding colours, texture, aroma, hardness, and durability index. However, significant effects (p<0.05) were observed on the chemical quality such as fat and nitrogen free extract. The effect of HMW feeding had significant effects (p<0.05) on feed conversion ratio (FCR), body weight gain and average daily gain (ADG), but it had no significant effect (p>0.05) on feed consumption. In conclusion, 15% inclusion of Boreria alata into HMW formulation, with 40% HMW in the diet, resulted in improved FCR, along with increased total weight gain and ADG. These findings suggest a beneficial impact of Boreria alata inclusion of performance and feed efficiency in rabbit.
RESPON RUMPUT ODOT DENGAN PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DARI BERBAGAI JENIS FESES TERNAK: Odot Grass Response to Providing Bokashi Fertilizer from Various Types of Livestock Feces Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Susan Carolina Labatar; Siska Ardita Putri; Irma Ayu Rantika; Miskal Wanimbo; Rifqi Hidayatulloh
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2149

Abstract

Hijauan makanan ternak merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia. Sehingga diperlukan perlakuan-perlakuan tertentu agar produktivitas hijauan makan ternak dapat ditingkatkan atau berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk bokashi dan dosis terbaik untuk pertumbuhan rumput odot. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan kelompok jenis pupuk bokashi (ayam, kambing dan kelinci) dan kelompok dosis (8, 16, dan 32 ton/ha) serta direplikasi sebanyak lima kali. Hijauan makanan ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput odot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk bokashi feses kambing memiliki tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 111,32 ± 9,50 cm; 4,90 ± 0,27 cm; dan 395,98 ± 3,29 g/rumpun, sedangkan dosis terbaik pada 16 ton/ha terhadap tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 105,59 ± 12,83 cm; 4,47 ± 0,65 cm; dan 388,92 ± 8,21 g/rumpun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pupuk bokashi feses kambing dengan dosis 16 ton/ha menghasilkan respon rumput odot terbaik. Kata kunci: Berat segar, Diameter batang, Hijauan makanan ternak, Tinggi tanaman
Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Susan C. Labatar; Dicky Ervandy Pata; Nani Zurahmah; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 1 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i1.459

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Distrik Prafi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi peternak dan masyarakat agar dapat mengetahui penggunaan faktor-faktor produksi dan dapat menganalisis pendapatan usaha peternakan ayam broiler, serta pelaksanaan diseminasi tentang hasil pengamatan dan wawancara secara langsung dilapangan yang telah dilakukan. Metode: Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan, kemudian Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif yaitu dengan menghitung rata–rata pendapatan, persentase, menghitung besarnya sampel dan melakukan penyederhanaan data serta penyajian data dengan menggunakan tabel. Hasil: Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada skala usaha 500 sebesar Rp.6.317.266/periode, sedangkan pada skala usaha 1000 sebesar Rp.14.510.252/periode. Keseluruhan Pendapatan rata-rata peternak ayam broiler per ekornya sebesar Rp.14.330,26. Kesimpulan: Analisis kelayakan usaha R/C pada peternakan ayam broiler di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari dinyatakan menguntungkan, efisien dan layak untuk di kembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi yaitu jenis doc, jenis pakan, tata cara perkandangan, pencegahan penyakit dan pemasaran hasil produksi. Efisiensi penggunaan faktor-faktor tersebut dinyatakan pada penilaian index performance (IP) yang dimana pada responden 1 responden 2 dan responden 3 masuk dalam kategori kurang, sedangkan pada responden 4 masuk dalam kategori baik.
Analisis Ekonomis Usaha Kelinci Ras Rex dengan Pemberian Hijaun Makanan Ternak yang Berbeda Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Lukas Lami Mai; Susan Carolina Labatar; Sritiasni Sritiasni; Purwanta Purwanta; Okti Widayati; Poppy Latifah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 2 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i2.521

Abstract

Latar belakang: Usaha ternak kelinci di Manokwari belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat sehingga belum banyak masyarakat yang membudidayakan ternak kelinci dengan tujuan komersialisasi, umumnya masyarakat memelihara ternak kelinci sebagai hewan kesenangan. Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan kelinci jenis ras rex sebanyak 15 (lima belas) ekor. Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pemeliharaan kelinci dengan 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan, selanjutnya hasil pemeliharaan dianalisis ekonominya. Hasil: Hasil penelitian eksperimental untuk pemeliharan kelinci tidak berbeda nyata (P>0,05) pada konsumsi, pertumbuhan dan konversi pakan setiap perlakuan, sedangkan pada analisis ekonomi setiap perlakuan menunjukan nilai yang sama pada biaya, penerimaan, pendapatan, break even point, R/C, rentabilitas, IOFC dan Harga Pokok Produksi. Kesimpulan: Pemberian pakan hijauan makanan ternak yang berbeda pada kelinci tidak berpengaruh terhadap produktifitas kelinci, akan tetapi berdasarkan hasil analisis ekonomi usaha kelinci dinyatakan layak.
Tingkat Kepuasan Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Polewali Mandar Sulawesi Barat Muhajir; Masdar Fatman; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1399

Abstract

Latar belakang: Kinerja penyuluh selama ini menjadi sorotan utama dalam keberhasilan pertanian, sedangkan kinerja penyuluh sudah diatur berdasarkan standar yang tertuang di Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Berdasarkan peraturan tersebut diperlukan evaluasi kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang ada di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. Kelurahan Taramanu dipilih karena merupakan daerah dengan jumlah petani aktif paling banyak di Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan dengan jumlah petani yang banyak tapi jumlah penyuluhnya terbatas, sehingga diperlukan evaluasi kinerja penyuluh berdasarkan tingkat kepuasan petani. Metode: Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil 10% dari 420 populasi petani di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar sehingga jumlah responden petani sebanyak 42 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil: Kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar mengenai kemampuan kinerja penyuluh didasarkan pada indikator kinerja secara berturut-turut adalah Indikator Jumlah kerja (rendah/1,60), Kualitas kerja (sedang/2,05), Pengetahuan (sedang/2,28), Gagasan (sedang/2,30), Kerjasama (sedang/2,16), Kepercayaan (sedang/1,80), Tanggung jawab (sedang/1,97), dan kepribadian penyuluh pertanian (tinggi/2,57). Kesimpulan: Secara keseluruhan indikator, petani merasa cukup puas terhadap kinerja penyuluh pertanian (sedang). Berdasarkan hasil rata-rata seluruh indikator, tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian tergolong dalam kategori sedang yang menunjukkan bahwa layanan penyuluhan belum sepenuhnya memenuhi harapan petani.