Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PROGRAM HUMAS TERHADAP PEMBENTUKAN CITRA PEMERINTAHAN YANG BAIK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN risa dwi ayuni; ade nur atika sari; rizki aprilianty; muhammad agus humaidi
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v6i1.11280

Abstract

Pembentukan citra yang baik pada pemerintahan terletak pada kualitas strategi pemikiran humas. Humas tidak hanya sebagai corong utama dalam pemerintahan, tetapi ia juga sebagai penjembatan antara pemerintahan dan masyarakat. Humas  menciptakan dan mendukung citra baik di mata publik. Teori agenda setting humas dapat menciptakan kesadaran masyarakat dimana media yang digunakan humas dapat menonjolkan isu apa yang paling penting  diberitakan. Dengan agenda setting, humas dapat menggiring opini publik yang baik sehingga citra baik pada pemerintahan terletak pada keberhasilan humas dalam menciptakan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, meyakini, mendidik, dan membangkitkan kepentingan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan studi kasus wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan bahwa humas Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan media untuk membangun citra baik pemerintah agar program yang mereka jalannya bisa tersampaikan dengan cepat kepada publik, sehingga dampak dari tersampainya program tersebut tercipta opini positif dari publik tentang pemerintah yaitu Kalsel maju, ekonomi berkelanjutan, dan sejahtara.
Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Gadis Kretek Pada Permasalahan Gender Lestari, Aniska Arum; Humaidi, Muhammad Agus; Mardiana, Mardiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28613

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kehidupan perempuan pada Film Gadis Kretek dan untuk mengetahui tanda denotasi, konotasi dan mitos yang ada pada Film Gadis Kretek. Film serial saat ini sedang laris ditonton penikmatnya pada platform digital seperti Netflix yang merupakan bentuk sarana komunikasi massa. Adanya penyampaian pesan berupa tanda atau simbol maupun pesan itu sendiri. Ada banyak sekali simbol-simbol yang bermakna dalam serial ini. Analisis ini mengkaji permasalahan yang terkait dengan gener dan patriarki , metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan dekriptif. Metedologi kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan presepsi individu terkait dengan konsep gender dan struktur patriarkal. Menggunakan studi semiotik Roland Barthes yang mana memiliki tiga pilar yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Barhes menelusuri makna dengan pendekatan budaya yang memberikan makna pada sebuah tanda berdasarkan kebudayaan yang melatarbelakangi munculnya makna tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dari analisis yang telah di lakukan oleh penulis, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan gender pada film Gadis Kretek tersebut yaitu patriarki.
Strategi Humas dalam Mempertahankan Citra Organisasi di Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Balai Veteriner Banjarbaru Karomy, Muhammad Alvin Fatahillah; Humaidi, Muhammad Agus; Novianti, Lieta Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28639

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses serta langkah-langkah Strategi Public Relations pada saat menjaga citra organisasi dan prosesnya pada Humas Balai Veteriner Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu dimulai dari reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa Strategi humas dalam meningkatkan citra Balai Veteriner Banjarbaru yaitu dengan menggunakan media komunikasi, media sosial, konferensi pers dan mengelola website balai. meningkatkan citra Balai Veteriner Banjarbaru ada beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak humas yaitu dengan cara memanfaatkan sebuah media komunikasi dan fungsinya seabgai sarana yang digunakan untuk menyalurkan informasi kepada masyarakat, Humas Balai Veteriner Banjarbaru juga memanfaatkan media online sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan citra balai. Humas Balai Venteriner Banjarbaru dengan fokus menyebarluaskan keadaan yang sehat dan positif serta mengurus media. Untuk itu mereka melaksanakan press release, press conference, press events dan interview secara terus-menerus. Balai juga mengelola kegiatan dengan upaya terhadap kendala-kendala yang dialami tersebut diatasi dengan cara membuat agenda bagi setiap anggota humas supaya dapat menjalani tugasnya dengan baik sebagai staff umum.
Peran Komunikasi Budaya dalam Keberhasilan Program Rumah Pilah Sampah di Kelurahan Sungai Baru: Penelitian Nina Delwina; M. Agus Humaidi; Lieta Dwi Novianti; Amelia Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1703

Abstract

This study aims to understand how culturally-based communication contributes to the success of the program and to identify obstacles that arise in its implementation. Using a qualitative approach and case study method in Sungai Baru Village, data were obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation with eight key informants. The results show that communication that prioritizes local values ​​such as deliberation (bapakat), mutual cooperation (basa banua), and the use of familiar and polite regional languages ​​can build closeness and increase community involvement. The process of disseminating information about the program follows five stages of innovation diffusion: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation, strengthened by the role of community leaders, social networks, and local communication media. However, this program is not without challenges, such as low awareness of the program's benefits, differences in communication styles between parties, social awkwardness, and limited supporting facilities. This study concludes that communication that aligns with community cultural values ​​is key to the success of implementing an environment-based program oriented towards community participation.
Peran Media Sosial Instagram (@dinkesbanjarmasinnews) Sebagai Sarana Komunikasi dan Promosi Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin: Penelitian Syafaruddin; M.Agus Humaidi; Junaidy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2062

Abstract

The Banjarmasin City Health Office must comply with applicable regulations and ethics in the use of social media for health promotion purposes. This includes compliance with regulations governing health advertising, information that may be shared, and ways of interacting with the public. Disseminating information that violates regulations or that appears to promote certain products or services without a strong scientific basis can damage the Health Office's credibility and undermine public trust in the information provided. This demonstrates the Health Office's Instagram account's role in encouraging the public to change behavior towards a healthier lifestyle.
MANAJEMEN STRATEGIS PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DESA SEMANGAT DALAM HANDIL BAKTI KABUPATEN BARITO KUALA Hernany, Devia Hetty; Setiawati, Budi; Humaidi, M. Agus; Puspita, Amelia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27722

Abstract

Pemerintah desa merupakan salah satu pihak yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pemberian pelayanan publik. Baik atau buruk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan tergantung pada kualitas dan kuantitasnya, efektivitas dan efesiensinya. Kualitas aparat pemerintah tercermin dari kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas masing-masing, dalam meningkatkan pelayanan publik pemerintah desa diberikan keleluasaan untuk merancang dan menentukan sendiri jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pemerintah Desa mempunyai peranan yang sangat penting terhadap akselerasi (pelaksanan implementasi) dari pada pelayanan publik karena peranan pemerintah di desa yang salah satu fungsinya ialah sebagai penyelenggara pemerintahan harus mampu untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan dalam menunjang keberhasilan dari pada proses penyelenggaraan pemerintahan yang ada di desa lewat kebijakan-kebijakan yang di implementasikan atau yang dilaksanakan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat
Analisis Strategi Personal Selling Untuk Meningkatkan Penyewaan Stand Bazar Ramadhan: Studi Komunikasi Pemasaran di Duta Mall Banjarmasin Zannora Baiduri; Muhammad Agus Humaidi; Lieta Dwi Novianti
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 11 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v11i2.11594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi Personal Selling dalam meningkatkan jumlah penyewa stand bazar Ramadhan di Duta Mall Banjarmasin. Strategi ini mencakup identifikasi calon penyewa potensial, pendekatan personal, presentasi penawaran, negosiasi, serta tindak lanjut. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji komunikasi pemasaran, perilaku konsumen, dan dinamika persaingan pasar yang mempengaruhi keputusan penyewaan stand. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam proses penerapan strategi Personal Selling serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Personal Selling yang efektif dapat meningkatkan jumlah penyewa stand secara signifikan. Studi ini merekomendasikan penguatan pelatihan tim pemasaran, optimalisasi promosi digital, dan penyesuaian penawaran berdasarkan analisis pasar untuk mempertahankan daya saing
Critical Communication Theory and Social Issue Representation in Taxi Driver II Aminiatyn Niswah, Farah; Dwi Ayuni, Risa; Agus Humaidi, Muhammad
Side: Scientific Development Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Side: Scientific Development Journal
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/aa9jby88

Abstract

Drama, as a form of mass communication media, has the capacity to disseminate information, convey ideas, and influence audience behavior. Taxi Driver, a drama centered on the overarching themes of revenge and the pursuit of justice, presents representations of social issues through the lens of critical communication theory. This study employs critical discourse analysis based on the models developed by Norman Fairclough and Teun A. Van Dijk to examine the representation of social issues in Taxi Driver II, to analyze how the characters embody principles of critical communication theory, and to identify the impacts and messages conveyed to viewers. The findings of the critical discourse analysis using these two models demonstrate that the drama represents a wide range of social issues, including legal injustice, human trafficking, fraud targeting the elderly, child exploitation, cult-related fraud, medical malpractice, and illegal business operations. These social issues are articulated through scenes, character actions, dialogues, metaphors, and other narrative elements. The character Kim Do Gi emerges as an icon of the struggle for justice and exemplifies the application of critical communication theory in challenging domination and combating injustice. The narrative and characterization collectively convey messages that encourage viewers to become more attentive to their social surroundings and to cultivate a commitment to advocating for justice within society.
PENGARUH BUDAYA K-POP MENGUBAH PANDANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNISKA TERHADAP BUDAYA LOKAL DI BANJARMASIN Meiliyana Putri; Muhammad Agus Humaidi; Lieta Dwi Noviati
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (April 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i4.1817

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh budaya K-Pop terhadap perubahan pandangan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNISKA Banjarmasin terhadap budaya lokal. K-Pop sebagai fenomena global berpotensi memengaruhi identitas dan nilai budaya, khususnya di kalangan mahasiswa yang menjadi pengadopsi awal tren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana melalui SPSS. Data diperoleh dari 100 responden berusia 18–25 tahun yang terpapar K-Pop, menggunakan kuisioner skala Likert dan Guttman dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan budaya K-Pop berpengaruh signifikan positif terhadap pandangan mahasiswa terhadap budaya lokal. Nilai R-square sebesar 0,083 mengindikasikan kontribusi K-Pop terhadap perubahan pandangan sebesar 8,3%. Uji signifikansi menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (Sig. t = 0,004 < 0,05; t-hitung 2,986 > t-tabel 0,093). Paparan K-Pop meningkatkan persepsi dan penerimaan budaya lokal, tercermin pada gaya hidup, nilai, dan kebiasaan. Faktor yang memengaruhi antara lain tren fashion, gaya komunikasi, figur idola, preferensi musik, serta akses media sosial. Penelitian merekomendasikan mahasiswa lebih proaktif memahami dan melestarikan budaya lokal, serta mendorong pemanfaatan strategi promosi inovatif agar budaya lokal tetap relevan di era globalisasi.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMASARAN MELALUI PLATFORM MEDIA SOSIAL DI KELURAHAN SUNGAI BARU KEC. BANJARMASIN TENGAH Amelia Puspita; M. Agus Humaidi; Devia Hetty Hernany; Annisa Yunisa Wulandari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41196

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk UMKM di Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin, melalui penguasaan teknologi digital. Program ini mencakup pelatihan tentang pemanfaatan media platform untuk pemasaran, pembuatan konten kreatif, dan penggunaan aplikasi pengeditan gratis. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, penyampaian materi secara teoritis, praktik langsung, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai media platform, kemampuan menggunakan aplikasi pengeditan, serta kepercayaan diri dalam mencoba teknologi baru. Namun, beberapa hambatan ditemukan, seperti rendahnya tingkat pendidikan peserta, pengetahuan terbatas tentang teknologi, dan keterbatasan finansial. Meskipun demikian, antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama pelatihan menunjukkan potensi besar dalam penerapan teknologi digital untuk pemasaran. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan dukungan berkelanjutan dan kerjasama dengan pihak terkait agar peningkatan kualitas pemasaran dan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.