Claim Missing Document
Check
Articles

Interpretasi Generasi Z terhadap Kredibilitas Tasya Farasya sebagai Influencer Kecantikan dalam Promosi Produk Somethinc di TikTok Alfina Injily Seftyani; Yugih Setyanto
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37194

Abstract

The rise of social media, especially TikTok, has transformed how audiences receive information and evaluate influencer credibility. This study examines how Generation Z perceives Tasya Farasya’s credibility as a beauty influencer in promoting Somethinc products, and how these perceptions affect their view of the brand. The research is grounded in Source Credibility Theory, which includes expertise, trustworthiness, and communicator attractiveness. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with six Generation Z informants who had watched Tasya’s Somethinc product reviews on TikTok. The findings show that Generation Z views Tasya as competent, authentic, and persuasive in her delivery, leading them to consider her content credible. This credibility influences how they perceive Somethinc as a transparent, informative, and trustworthy brand. TikTok’s short video format, strong visual appeal, and algorithmic support further enhance message reception. Overall, the study confirms that influencer credibility plays a strategic role in shaping brand perception among Generation Z. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam cara audiens menerima informasi serta membentuk penilaian mereka terhadap kredibilitas seorang konten kreator. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Generasi Z memaknai kredibilitas Tasya Farasya sebagai konten kreator kecantikan dalam mempromosikan produk Somethinc, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi pandangan mereka terhadap merek. Studi ini mengacu pada Teori Kredibilitas Sumber yang menekankan tiga aspek utama, yakni keahlian, kejujuran, dan daya tarik komunikator. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan enam informan Generasi Z yang pernah menonton ulasan Tasya mengenai produk Somethinc di TikTok. Temuan penelitian mengungkap bahwa Generasi Z memandang Tasya sebagai figur yang memiliki kompetensi, keaslian, dan daya tarik penyampaian, sehingga kontennya dinilai kredibel. Kredibilitas tersebut kemudian memengaruhi cara informan menilai kualitas serta citra Somethinc, yang mereka anggap sebagai merek yang transparan, informatif, dan layak dipercaya. Selain itu, karakteristik TikTok yang menonjolkan video singkat, elemen visual yang kuat, serta dukungan algoritma FYP turut memperkuat penerimaan pesan yang disampaikan Tasya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kredibilitas seorang konten kreator memainkan peran strategis dalam membangun persepsi merek di kalangan Generasi Z.
Analisis Semiotika Representasi Pesan Moral dalam Film Thunderbolts Jason Cipto Prajnanda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36392

Abstract

This study analyzes the representation of moral messages in the film “Thunderbolts” using Roland Barthes’ semiotic framework, which includes denotation, connotation, and myth. The research focuses on six key scenes featuring Yelena Belova, Bucky Barnes, and Sentry. These characters are portrayed as complex antiheroes who carry emotional burdens and moral dilemmas that shape the film’s ethical narrative. A qualitative descriptive method is used, with data collected through repeated observation and documentation of visual and verbal signs. The findings show that moral messages in the film are not delivered explicitly but emerge through gestures, expressions, atmosphere, and interpersonal interactions. Denotatively, the scenes depict conflict and vulnerability, connotatively, they reveal themes of trauma, self-awareness, empathy, and restraint. At the myth level, the film constructs the idea that moral growth is a nonlinear journey shaped by personal struggle. This study contributes to understanding how contemporary superhero films articulate moral complexity through antihero figures. Penelitian ini menganalisis representasi pesan moral dalam film “Thunderbolts” dengan menggunakan model semiotika Roland Barthes, yang mencakup tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis difokuskan pada enam adegan kunci yang melibatkan Yelena Belova, Bucky Barnes, dan Sentry sebagai tokoh anti pahlawan dengan beban emosional serta dilema moral. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi berulang dan dokumentasi terhadap tanda visual maupun verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan moral tidak disampaikan secara langsung, tetapi dibangun melalui ekspresi, gestur, dinamika suasana, serta interaksi antar tokoh. Pada level denotasi, adegan memperlihatkan konflik dan kerentanan. Pada level konotasi muncul tema trauma, kesadaran diri, empati, dan pengendalian diri. Sedangkan pada level mitos, film menegaskan bahwa proses perubahan moral bersifat panjang, tidak linear, dan dipengaruhi pergulatan pribadi. Penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai bagaimana film pahlawan super modern menampilkan kompleksitas moral melalui figur anti pahlawan.
Co-Authors Adrian Aidil Agustinus Purna Irawan Ahmad Junaidi Ajeng Puspita Ningrum Albeth Putra Setia Alfina Injily Seftyani Amelia Fiona Kurniawan Anastasia Stefany Susanto Andre Wijaya Andry Andry Angelia Christy Angeline Angeline Angeline Hidayat Ariesca Tansia Aswini Paramesti Asy Syifa Arya Chika Maida Avissa Yufen Fabrianne Bobby Walanda Brenda Brenda Buche Christian Sapulette Bunga Febriana Christina Jocelyn Citra Anggraini Clio Ionakana David Ricardo Dea Agatha Dewi Suryani Putri Dhia Azhaar Rohadatul Aissy Dhita Wikansari Diven Christon Doddy Salman Elissa Elissa Eric Thomsen Evan Septian Handra Evi Novianti Evie Christina Evita Evita Fasa Bikati Sabka Feberi Jenty Ferlita Lourensia Ferren Alwinda Frimus Kennedy Hendarwin Glenn Jonathan Helen Helen Immanuel Hendrico Inggrit Christiani N.T Ishak Winaldo Liubana Isyak Meirobie Ivana Ivana Ivonne Florence Dinata Jacqueline Annabell Jason Cipto Prajnanda Jeffrey Shan Budiono Jennifer Jennifer Jessica Donata Jessica Jessica Jessica Tamara Jonathan Pramanta Susilo Jonathan Victorius Karina Rizki Shetianto Leanora Theresiana Lilis Ramadhanti Lingga Lingga Lolita Septiana Lusia Savitri Setyo Utami Meilindy Permata Sari Michael Michael Mirella Putri Hadianti Nigar Pandrianto Novianti Lorensia Paramita, Sinta Paula T. Anggarina Ping Ping Pricilla Intan Rachmawati Priyo Subekti Richard Andrew Riris Loisa Rizka Amalia Sebastian Otniel Sefira Febryanti Silanando Leonard Sisca Aulia Steven Sudarto Sudarto Susanne Dida Susie Perbawasari Theresia Kristi Valintina Valintina Veren Veren Winduwati, Septia Yoedtadi, M. Gafar