Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Translation of English Future Tense in the Novel And Then There Were None Mahasari Braga; Vica Ananta Kusuma; Enggar Mulyajati
Loquēla (Journal of Linguistics, Literature, and Education) Vol. 2 No. 1 (2024): Loquēla (Journal of Linguistics, Literature, and Education)
Publisher : Smart Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61276/loqula.v2i1.46

Abstract

To be a good translator, having linguistic competence is a must. One of the linguistic competencies is the mastery of tenses, for instance future tenses in both the source language (SL) and target languages (TL). The aim of this research is to understand the similarities and differences in forms of future expression in English and Indonesian. The data source was obtained from dialogue or utterances in the novel And Then There Were None and the translated novel entitled Lalu Semuanya Lenyap. In addition, the author will also analyze various translation strategies used by translators in transferring future concepts of SL into TL. This research is descriptive research with qualitative methods. The research results show that English and Indonesian tend to express the future lexically. In the source text, future forms of expression are formed with the auxiliary words "will", "be going to", "be about to", and present progressive tense, while in the target text, future forms of expression are expressed with intentional modality, epistomic modality, and dynamic modality. Meanwhile, the translation strategies used are modulation translation procedures, reduction, transposition, and literal translation methods
PELATIHAN PENGGUNAAN CLASSROOM LANGUAGE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS GURU-GURU DI SD PANGERAN DIPONEGORO SEMARANG Binti Muflikah; Nurmawati, Nurmawati; Vica Ananta Kusuma; Maria Yustina Rensi Dartani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i6.9004

Abstract

Berbahasa Inggris lisan tampaknya tidak mudah bagi sebagian besar guru di SD Pangeran Diponegoro Semarang, karena guru-guru tersebut mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan bahasa Inggris. Keigatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para guru SD Pangeran Diponegoro Semarang yang tidak memiliki pendidikan formal untuk mengajar bahasa Inggris SD. Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada SD Pangeran Diponegoro yang berlokasi di Jl. Jatimulyo No. 19 Pedalangan Kec. Banyumanik, Kota Semarang. Hasil pengabdian adalah 85% guru setelah pelatihan dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep classroom language, peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan classroom language dari rata-rata nilai awal 60 menjadi 85, dan penerapan bahasa inggris dalam aktivitas kelas minimal 20% dari waktu pengajaran menjadi rencana tindak lanjut pengabdian ini
STRATEGI PENERJEMAHAN IDIOM DALAM NOVEL WHERE THE CRAWDADS SING KARYA DELIA OWENS Tiara Anisawangi Yamusa; Vica Ananta Kusuma; Enggar Mulyajati; Binti Muflikah
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 10: Mei 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idiom merupakan satu kesatuan kalimat atau sekelompok kata yang memiliki makna menyimpang atau tidak sesuai dengan makna leksikal dan gramatikal yang telah membentuknya, serta biasanya digunakan dalam percakapan oleh sekelompok masyarakat tertentu. Dengan demikian, dibutuhkan suatu strategi dalam menerjemahkan idiom. Penelitian ini dilakukan guna membahas persamaan dan perbedaan bentuk idiom yang terdapat dalam novel Where the Crawdads Sing karya Delia Owens dan novel terjemahannya yang berjudul “Rahasia yang Terkubur Di Balik Realitas” yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Debby Hendrawan berdasarkan strategi penerjemahan Baker. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan membandingkan teks sumber (TSu) dan teks sasaran (TSa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi translating by paraphrase merupakan strategi yang paling banyak digunakan dengan total 379 (92%) data dari total 411 data yang dianalisis. Sebaliknya, strategi yang paling sedikit digunakan yakni strategi yang menggunakan similar meaning disimilar form dengan jumlah data hanya sebesar 1% atau sebanyak 4 data dari keseluruhan data yang ada. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi penerjemahan menggunakan parafrase paling banyak digunakan sebab menemukan idiom yang sama dalam bahasa sasaran merupakan hal yang sangat sulit. Strategi tersebut perlu diterapkan agar makna yang terkandung dalam idiom bahasa sumber dapat disampaikan dengan baik dalam bahasa sasaran.
PKM: SOSIALISASI ANTI KENAKALAN ANAK DAN REMAJA PUTRI DI KOTA SALATIGA Muflikah, Binti; Nurmawati, Nurmawati; Kusuma, Vica Ananta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36714

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kasus kenakalan remaja di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan banyak terjadi pada kelompok usia 13-17 tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi pendidikan yang berfokus pada pencegahan melalui penguatan kesadaran, karakter, dan lingkungan sosial remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi preventif kepada remaja putri anggota Klub Bola Voli GAVO Kota Salatiga agar mampu memahami risiko kenakalan remaja dan mengembangkan sikap serta keterampilan positif untuk menghindari perilaku menyimpang. Kegiatan dilaksanakan selama delapan sesi melalui metode sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, pelatihan keterampilan hidup, dan latihan olahraga bersama. Evaluasi dilaksanakan melalui angket respons peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait bahaya NAPZA, kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, kesetaraan gender, dan strategi komunikasi efektif. Selain itu, peserta meunjukkan motivasi lebih tinggi dalam mengembangkan perilaku positif dan keterampilan hidup termasuk keterampilan kewirausahaan melalui pembuatan drum stick. Secara keseluruhan, skor evaluasi peserta mencapai rata-rata 3,56 yang berada pada kategori sangat baik. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap remaja dalam mencegah perilaku menyimpang. Kata kunci: Kenakalan Remaja; Pendidikan Karakter; Remaja Putri; Sosialisasi. ABSTRACTThe cases of juvenile delinquency in Indonesia continue to increase annually, with many occurring in the 13-17 age group. This situation demonstrates the need for educational interventions focused on prevention through strengthening adolescent awareness, character, and social environments. This community service program aims to provide preventative education to female members of the GAVO Volleyball Club in Salatiga City so they can understand the risks of juvenile delinquency and develop positive attitudes and skills to avoid deviant behavior. The activity was carried out over eight sessions through socialization, counseling, interactive discussions, case studies, life skills training, and joint sports training. Evaluation was carried out through participant response questionnaires. The results of the community service program showed an increase in participants' understanding of the dangers of drugs, reproductive health, HIV/AIDS, gender equality, and effective communication strategies. In addition, participants demonstrated higher motivation in developing positive behaviors and life skills, including entrepreneurial skills through drumstick making. Overall, the participant evaluation score reached an average of 3.56, which is in the very good category. This activity is effective in increasing adolescents' knowledge, awareness, and attitudes in preventing deviant behavior.. Keywords: Juvenile Delinquency; Character Education; Adolescent Girls; Socialization.
Alih Kode Bahasa Indonesia–Inggris: Analisis Struktur dan Fungsi dalam Program Clash of Champions Adilya, Nur Rahma; Kusuma, Vica Ananta
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2900

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi alih kode Indonesia–Inggris dalam program Clash of Champions (COC) Season 2 Episode 7 dengan menggunakan klasifikasi Poplack (1980) dan Markedness Model dari Myers-Scotton (1993). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-katat terhadap tuturan peserta pada dua konteks komunikasi, yaitu In-Game (IG) dan Talking Head (TH). Kesimpulannya, dari 177 data yang dikumpulkan, bentuk alih kode yang paling sering muncul yaitu Intra-Sentential Code-Switching . Ditemukan bahwa dalam konteks In-Game , alih kode umumnya berfungsi sebagai Unmarked Code Choice (UCC) karena dalam situasi penuh tekanan, pilihan ini digunakan agar komunikasi antar-peserta berjalan efisien. Sebaliknya, dalam konteks Talking Head , alih kode umumnya berfungsi sebagai Marked Code Choice (MCC) karena bertujuan untuk membangun identitas diri, menyalurkan emosi, dan meningkatkan efek dramatis pada narasi peserta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode tidak hanya menunjukkan kemampuan linguistik tetapi juga merupakan strategi sosial yang fleksibel dalam berbagai situasi komunikasi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk struktural dan fungsi sosial peralihan kode bahasa Indonesia–Inggris dalam Clash of Champions (COC) Musim 2 Episode 7, dengan menerapkan klasifikasi Poplack (1980) dan Model Markedness Myers-Scotton (1993). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan pencatatan pada ucapan peserta dalam dua konteks komunikasi: Dalam Game (IG) dan Talking Head (TH). Kesimpulannya, dari 177 data yang dikumpulkan, Peralihan Kode Intra-Kalimat merupakan bentuk struktural yang dominan. Ditemukan bahwa dalam konteks Dalam Game, peralihan kode umumnya berfungsi sebagai Pilihan Kode Tidak Bertanda (Unmarked Code Choice/UCC) karena dalam situasi tekanan tinggi, pilihan ini digunakan untuk menjaga komunikasi yang efisien antar peserta. Sebaliknya, dalam konteks Talking Head, peralihan kode umumnya berfungsi sebagai Pilihan Kode Bertanda (Marked Code Choice/MCC), karena bertujuan untuk membangun identitas diri, mengekspresikan emosi, dan menambah efek dramatis pada narasi peserta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peralihan kode (code-switching) tidak hanya menunjukkan kemampuan linguistik tetapi juga merupakan strategi sosial yang fleksibel dalam berbagai situasi komunikasi.