p-Index From 2021 - 2026
6.334
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Pengembangan Buku Saku Berbasis Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Elidad Gloria Pas; Krisma Widi Wardani
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4172

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran IPS SD, serta rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas VI pada 3 SD di Gugus Kanigoro, Kecamatan Tingkir, Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan buku saku berbasis mind mapping dan apakah buku saku berbasis mind mapping layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan model R&D yang dimodifikasi oleh Sukmadinata dengan tahapan yang dilakukan adalah tahap studi pendahuluan dan pengembangan produk. Pada tahap pengembangan produk menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan buku saku berbasis mind mapping yang telah dilakukan adalah Analysis, Design dan Development. Untuk mengetahui kelayakan dari buku saku berbasis mind mapping maka dilakukan uji validitas oleh ahli materi dan media. Hasil uji validitas oleh ahli materi memperoleh rata-rata persentase 72,7% dengan kategori “Tinggi”, dan hasil penilaian oleh ahli media memperoleh rata-rata persentase 78,5% dengan kategori “Tinggi”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku berbasis mind mapping layak digunakan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL INKUIRI BERBANTUAN MEDIA KONKRET PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI MANGUNSARI 05 TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Indriyani, Dina; Mawardi, Mawardi; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 5 SD Negeri Mangunsari 05 tahun pelajaran 2018/2019, dan  untuk menerapkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri di kelas 5. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yaitu, teknis non tes meliputi observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Keterampilan berpikir kritis pada studi pendahuluan menunjukkan dari 40 siswa terdapat presentase 38% menduduki kategori sangat tinggi, 25% kategori tinggi dan 37% dalam kategori rendah. Hasil Siklus I menunjukkan 20%  berada dalam kategori sangat tinggi, 78% siswa menempati kategori tinggi dan 2% pada kategori rendah, sedangkan rata-rata keterampilan pada siklus I menunjukkan 44,25.  Dalam siklus II terjadi peningkatan menunjukkan rerata sebesar 47,6 dengan presentasi kategori sangat tinggi yaitu 43%, dalam kategori tinggi terdapat 57%. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SD Negeri Mangunsari 05 Salatiga
Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Dewi, Regita Kusuma; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis kelas 5 SD Negeri 5 Kedungjati sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Picture And Picture. Penelitian ini dilakukan tepat sebelum masa-masa work from home awal pandemic covid-19, sehingga penelitian ini terbatas pada Pre-Eksperimental dengan tipe One Group Pre-test-Post-test Design. Pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan instrumen tes berupa soal uraian yang di berikan pada awal dan akhir pembelajaran. Analisis data dilakukan berdasarkan data kuantitatif yaitu dengan menghitung rata-rata nilai pre-test-post-test, melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji one sample T-test untuk menguji apakah rata-rata nilai pre test dan post test berbeda secara signifikan dengan teknik one samples T-test dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian: 1) kemampuan berpikir kritis siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Picture And Picture nilai rata-rata sebesar 67,73. 2) kemampuan berpikir kritis pada siswa setelah menggunakan model pembelajaran Picture And Picture nilai rata-rata sebesar 85,73. 3) hasil analisis data one sample T-test menggunakan teknik one sample T-test diperoleh hasil t hitung 52,428> tabel 1,713 dan nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas 5 SD Negeri 5 Kedungjati dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture.
Komparasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry Learning Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar Efendi, Dwi Ratna; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.914

Abstract

Dalam proses pembelajaran, guru harus mampu mendesain pembelajaran sebaik mungkin yang mampu meningkatkan semangat peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning atau Inquiry Learning . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Inquiry Learning pada mata pelajaran IPA di SD. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian meta-analisis. Data yang digunakan pada penelitian ini dari 20 artikel pada jurnal online. Dari data yang diperoleh, didapatkan skor pretest model pembelajaran Problem Based Learning 59,26%, sedangkan model Inquiry Learning 52,72%. Skor posttest model pembelajaran Problem Based Learning 84,56%, sedangkan model Inquiry Learning 76,94%. Kemudian, dilakukan uji anova agar mengetahui pengaruh dari masing-masing model. Hasil uji effect size dari kedua model tersebut yang tertera pada kolom partial eta squared dengan besar 0,435 dengan sig. sebesar 0,008. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry Learning memiliki dampak sedang terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan hasil olah data, model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar
Metaanalisis Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry Dan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Dasar Dewi, Wahyu Aji Fatma; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui perbedaan komparasi efektivitas model pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa Sekolah Dasar dengan menggunakan Meta analisis. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian ini yaitu menentukan masalah. Langkah kedua pencarian data jurnal penelitian diinternet melalui Google Cendekia. Setelah selesai pencarian data, maka peneliti memperoleh 20 jurnal yang sesuai. Langkah ketiga menganalisis data penelitian untuk memperoleh hasil dan kesimpulan yang kuat, dan langkah keempat atau terahir yaitu laporan hasil penelitian dengan menyampaikan bagian-baian yang penting dari hasil penelitian yang diperoleh. Hasil perbandingan model pembelajaran Inquiry menunjukan peninkatan rata-rata 18,85%, sedangkan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 19,55%. Uji Ancova dengan menggunakan Univariate menunjukan bahwa nilai sig sebesar 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0,004 < 0,05). Dari uji Ancova menunjukkan f hitung > f tabel yaitu 8,022 > 3,59 dan signifikasinya 0,002 < 0,05 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Inquiry dan Problem based learning dalam peningkatan kemampuan berpikir matematika siswa sekolah dasar. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif digunakan dibandingkan model pembelajaran Inquiry untuk kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Digital untuk Meningkatkan Karakter Tanggung Jawab Siswa di Sekolah Dasar Sari, Lucia Dewi Kartika; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1138

Abstract

Rendahnya nilai karakter tanggung jawab siswa di temui di SD Negeri Cebongan 03 di masa pandemic ini menjadi salah satu latar belakang dikembangkannya Buku Cerita Bergambar Digital ini. Selain itu masalah yang sering dihadapi yaitu terbatasnya media pembelajaran yang tersedia untuk menanamkan karakter tanggung jawab pada diri anak. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui langkah-langkah pengembangan buku cerita bergambar digital untuk meningkatakan karakter tanggung jawab, 2) mengetahui kelayakan media buku cerita bergambar digital untuk meningkatkan karakter tanggung jawab siswa kelas 3 SD. Model penelitian dan pengembangan ini mengadopsi teori 4D (four-D model). Adapun langkah-langkah pengembangan Buku cerita bergambar digital yang telah dilaksanakan yaitu tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (Pengembangan). Untuk mengetahui kelayakan media dilakukan uji validasi oleh pakar. Adapun hasil uji validasi menunjukkan bahwa muatan pendidikan karakter memperoleh skor 30 dari skor maksimal 32 dengan presentase 93,7% (sangat tinggi) dan pada aspek bahasa mendapatkan skor 62 dari skor maksimal 68 dengan presentase 91% (sangat tinggi) dengan hasil tersebut telah memenuhi syarat dan layak untuk di gunakan