Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Boneka dalam Seni Lukis Surealisme Ervina Syafutri; Nessya Fitryona
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah untuk memvisualisasikan berbagai masalah kehidupan penulis melalui penggunaan boneka sebagai simbol. Harapannya, karya ini dapat meningkatkan kesadaran diri dan menginspirasi pembaca untuk memperbaiki diri. Proses penciptaan karya ini menggunakan lima tahap yakni: tahap persiapan (melakukan pengamatan dan eksplorasi), elaborasi (mencari dan mengumpulkan referensi), sintesis (penetapan ide atau gagasan pokok). Realisasi konsep (membuat karya) dan tahapan penyelesaian (berupa laporan dan pameran karya akhir). Ada banyak jenis boneka yang digunakan dalam karya ini, seperti boneka Pinocchio, boneka Marionete, boneka Sigale-gale, boneka Barbie, boneka SiUnyil, boneka Matryoskha, boneka Hello Kitty, boneka Teddy Bear, boneka Wayang Golek, dan boneka Ondel-ondel. Dalam penciptaan karya penulis menggunakan cat akrilik diatas kanvas, terdiri dari 10 lukisan yang masing-masing memiliki judul antara lain: Terjebak, Penyesalan, Hampa, Tekanan, Diawasi, Penikmat Senja, Sandiwara, Penolakan, Mencari Jalan, dan Menyaksikan.
PENYU DALAM KARYA SENI LUKIS KONTEMPORER Rian Ramadhan; Nessya Fitryona
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i3.122456

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah untuk menceritakan tentang masalah pada kehidupan sosial melalui karya lukis dengan gaya Kontemporer serta memperdalam konsep dan mematangkan teknik berkarya Kontemporer. Metode yang digunakan pada pembuatan karya akhir ini adalah tahapan persiapan, tahapan elaborasi, tahapan sintesis, tahapan realisasi konsep, serta tahapan penyelesaian. Berdasarkan metode yang telah dilakukan sehingga terwujud sepuluh karya yang memvisualisasikan Penyu dalam karya lukis kontemporer dengan judul karya sebagai berikut : (1) Mengatasi, (2) Harta, (3) Pahlawan, (4) Maksimal, (5) Maju Terus Pantang Mundur, (6) Harapan, (7) Penyelamatan Penyu, (8) Melindungi, (9) Penting, (10) Sistem Online.
The Novel "Anak Rantau" by A. Fuadi as an Idea for Creating Illustrations Aldiansyah, Muhammad; Fitryona, Nessya
V-art: Journal of Fine Art Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vartjofa.v3i1.3979

Abstract

This article discusses illustrations from the novel "Anak Rantau" by A. Fuadi which is intended as a solution and to minimize the problem of teenagers' reading interest (literacy) and moral crisis using illustration images that are able to motivate teenagers to start reading. By presenting illustrations from the novel "Anak Rantau" by A. Fuadi, teenagers will be interested in understanding the contents of the novel so that the resulting output is moral in accordance with the ethical values taught by the novel. The type of illustration used is digital illustration, as a form of development of digital-based illustration techniques in this era of globalization. The technique used is a manual combination technique which is executed with the help of the Medibang application to digitize it. Pen, waercolour, an oil pastel is a type of pen used for sketching, coloring and final finishing which will be poured on digital paper measuring 40 x 60cm. Based on this discussion, it can be concluded that this work is in the form of illustration as an alternative solution that exists through an approach method with illustration work as a trigger to improve the quality of reading and ends with improving morals in teenagers.
Becak Sidimpuan Dalam Karya Seni Lukis Surealis Noor Alfarizi, Arief; Fitryona, Nessya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11495

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan Makna Becak Sidimpuan dalam Karya Seni Lukis Surealis. Ide penciptaan karya ini adalah bagaimana memaknai becak Sidimpuan ke dalam seni lukis. Serta sebagai saran untuk memperdalam konsep dan teknik berkarya lukis. Metode dan proses karya yang digunakan dalam penciptaan karya seni lukis Surealis ini melalui beberapa tahapan: (1) persiapan, (2) elaborasi, (3) sintesis, (4) Realisasi Konsep, (5) penyelesaian. Hasil dari karya yang telah divisualisasikan ke dalam karya dengan media dua dimensi, diperoleh 10 karya dengan judul sebagai berikut: “Roda Rajawali Bagian I”, “Roda Rajawali Bagian II”, “Si Pedati Besi”, “Melintas Badai”, “Kisahku Dalam Saga”, “Cinta dan Mesin”, “Balada Roda dan Guruh”, “Bergerak dan Membungkam”, “Melihat Ujung Jalan”, “Legenda Tidak Akan Berganti”.
Dampak Perkembangan Era Society 5.0 Dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Muhammad Gani, Atief; Fitryona, Nessya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11944

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualkan berbagai dampak yang ditimbulkan dari perkembangan era society 5.0 dalam menjalani aktifitas sehari-hari, baik itu dampak positif yang dirasakan oleh manusia maupun dampak negatif yang dihasilkan dari perkembangan era society 5.0 ini. Dampak-dampak yang dihasilkan bersal dari penggunaan teknologi yang semakin maju. Dalam penciptaan karya ini, ide dari penciptaan karya ini adalah visualisasi figur dan benda yang menggunakan atribut seperti kabel, metal, play button, serta menggunakan gaya cyberpunk. Dalam menciptakan karya ini ada beberapa tahapan di dalamnya yaitu: (1) Persiapan, (2) Elaborasi, (3) Sintesis, (4) Relasi Konsep, (5) Penyelesaian/finishing. Dengan terciptanya ide dan menggunakan metode yang telah dijabarkan, dampak dari perkembangan era society ini dapat divisualisasikan dalam bentuk 10 karya lukis yaitu : “(1) Pudar, (2) Alternatif, (3) Upgrade, (4) Downgrade, (5) Pola Pikir, (6) Bad Attitude, (7) New Society, (8) Kecerdasan Buatan, (9) Anti Sosial, (10) Betah.
The Meaning of Text Visualization in Contemporary Paintings in West Sumatra Fitryona, Nessya; Sari, Dwi Mutia; Khairi, Asra Ilal; Firza, Firza
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 25, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/komposisi.v25i1.126366

Abstract

Within two decades in West Sumatra, some artists' paintings contain visualization of letters, numbers, sentences, which are sometimes arranged scattered, even upside down. This is unusual considering that contemporary painting has developed into more sophisticated forms. This research aims to explore the meaning of text visualization in contemporary paintings of artists in West Sumatra. This research uses descriptive qualitative method with Hans-Georg Gadamer's hermeneutic approach. The object of study was selected based on purpose sampling, namely the paintings of Syahrial, Yasrul Sami, Yon Indra and Dika Adrian. The results showed that the meaning of Syahrial's painting text hints at a critical mindset in viewing the reality of life facing the value conventions of Western theories that give distance to the mindset of the community towards culture. The meaning of the text in Yasrul Sami's painting is a representation of the inner and psychological self over the problems of life. The meaning of Yon Indra's painting text leads to the essence of the attitude and mindset of the younger generation. The meaning of the text of Dika Adrian's paintings, leads to cultural consumption, social context and environment of today's young generation. From the results of the research, it can be concluded that the text in the paintings has personal meaning and social meaning. The difference in the way the text visualization is expressed in the work has an influence on cross-generational cultural consumption.
Dampak Negatif Pernikahan Dini Pada Kehidupan Anak dalam Karya Seni Lukis Surealis Wella Monica Ardilla; Nessya Fitryona; Ferdian Ondira Asa
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v1i4.345

Abstract

This final work aims to visualize the various negative impacts caused by early marriage on the lives of children resulting from the marriage in a surrealist painting. The hope of this work is to increase public knowledge and awareness and enrich ideas in realizing surrealist painting. The method used by the author is the art concertium method which consists of: (1) Preparation, in the form of observation, collection of information and ideas. (2) Elaboration, to determine the main idea through analysis, abstraction, generalization, and transmutation. (3) Synthesis, to realize the concept of the artwork. (4) Realization of the concept into various art media. (5) Completing it into the final form of the artwork. These stages are a reference for the author in working on the painting. Based on the understanding and determination of the idea, the author can visualize 10 works with the titles: first "Cage", second "Control", third "Silent", fourth "Gloomy", fifth "Free", sixth "Grow", seventh "Towards Light", eighth "Tertindih", ninth "Melebur", tenth "Anger".
PROSESI TABUIK PARIAMAN DALAM KARYA ILUSTRASI DIGITAL Suharyadi, Fajar; Fitryona, Nessya
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i3.131187

Abstract

Karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan keindahan budaya yang ada di Indonesia tepatnya pada Kota Pariaman, Sumatera Barat, dalam karya seni ilustrasi digital corak dekoratif. Harapan dari karya ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat pariaman untuk tetap melestarikan budaya yang sudah menjadi identitas Kota Pariaman, mengenalkan budaya tabuik kepada Masyarakat luar, serta meningkatkan pengetahuan dan memperkaya ide-ide dalam mewujudkan karya seni ilustrasi digital dengan cara ungkap yang berbeda. Ada beberapa tahapan yang dilaksanakan sesuai dengan metode yang digunakan dalam penciptaan karya, yaitu: 1). Persiapan, merupakan tahap awal dalam penciptaan sebuah karya seni mulai dari mencari sebuah ide dan gagasan. 2). Elaborasi, merupakan gagasan pokok yang telah ditetapkan nantinya akan dituangkan pada karya Ilustrasi Digital. 3). Sintesis, merupakan langkah-langkah dalam pembuatan karya. 4). Realisasi Konsep merupakan tahap proses dalam berkarya dan 5). Penyelesaian, merupakan tahap akhir dalam berkarya. Secara Keseluruhan, karya ini menyampaikan apa saja prosesi yang ada pada budaya Tabuik Pariaman. Setiap karya menampilkan satu persatu prosesi yang ada, seperti: diskusi masyarakat, mengambil tanah, mengarak sorban, menebang batang pisang, membuat badan tabuik, menyatukan tabuik, persiapan pembukaan acara, tari pembuka acara, hoyak tabuik atau menguncang tabuik, dan membuang tabuik ke laut. Karya yang ditampilkan terdiri dari sepuluh karya yang setiap karya diberi judul yang berbeda-beda, yaitu: barundiang, maambiak tanah, proses, tabuik naiak pangkek, manabang batang pisang, maarak jari- jari, bersiap, tari pembuka, pasa dan subarang, puncak raso.
Video Tutorial Dalam Mendukung Perkuliahan Daring Departemen Seni Rupa Maltha Kharisma; Nessya Fitryona; Rifqi Aulia Zaim; Angga Elpatsa
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v14i2.130316

Abstract

Beberapa waktu lalu pada masa Covid-19 yang memaksa situasi pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka di kelas harus dialihkan ke pembelajaran online atau virtual, hal ini menghadirkan polemik baru di bidang pendidikan terutama mengenai tata cara pembelajaran. Minimnya sumber belajar utama seni rupa dalam bentuk media belajaraudio visual yang ditampilkan dosenpada mahasiswa pada mata kuliah praktikum. Adanya media audio visual belajar “Point Of View” ini di asumsikan mahasiswa termotivasi dan lebih mudah mengerti materi perkuliahan. Dalam riset ini media pembelajaran audio visual di coba untuk di wujudkan . Perolehan uji validity dan praktikality materi media menyiratkan media belajar audio visual dengan revisi yang minor, nilai validasi media 93,5% dan nilaivalidasi media pada area materi oleh dosen adalah 86,45%. Sedangkan dari tinjauan praktikalitas olehmahasiswa media audio visual belajar yang dihasilkan sangat praktis digunakan dengan nilai 87,62%.
KAJIAN FIGUR ANAK KECIL DALAM LUKISAN ZIRWEN HAZRY Nessya Fitryona; Dwi Mutia Sari; Maltha Kharisma
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49598

Abstract

Zirwen Hazry is a painter who has a realistic style from West Sumatra. There is a dominant object that often appears in each period of his work's journey, including the visualization of the figure of a small child with a symbolic gesture. Art connoisseurs rarely examine the meanings of these paintings in depth because many are still admiring Zirwen's painting skills and tend to read the meaning based on the straightforward visualization of objects. This study aims to find out how to understand the meaning behind the visualization of the child figure in Zirwen Hazry's painting. This is done so that the meaning conveyed by the painter is more easily understood by art connoisseurs. This research is descriptive qualitative research. The sampling technique was carried out through purposive sampling, where data was collected through work documentation. The data analysis technique uses Roland Barthes' semiotic approach, namely by examining the denotative and connotative meanings of the object under study. The results of the study show that the representation of young people's figures does not just tell stories about the problems of the world of young people against the times, but is an analogy of an artist's honesty in conveying social criticism. Child characters with certain gestures as denotative meanings. Criticism of the nature of human morality is caused by the movement and development of the times as a connotative meaning. The study of the representations of the painting objects under study shows that the ideology of painters tends to criticize human values.Keywords: semiotics, painting, realistic, connotative, denotative. AbstrakZirwen Hazry merupakan pelukis yang memiliki gaya realistik di Sumatera Barat. Terdapat objek-objek dominan yang sering muncul pada setiap periode perjalanan karyanya, di antaranya yaitu visualisasi figur anak kecil dengan gestur yang simbolik. Penikmat seni jarang mengkaji makna lukisan-lukisan tersebut lebih dalam karena masih banyak yang terpaku pada kekaguman keahlian melukis Zirwen secara personal dan cenderung membaca makna berdasarkan visualisasi objek secara lugas. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana cara memahami makna di balik visualisasi figur anak kecil dalam lukisan Zirwen Hazry. Hal ini dilakukan agar makna yang dihadirkan pelukis lebih mudah dipahami penikmat seni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, dimana data dikumpulkan melalui dokumentasi karya. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu dengan menelaah makna denotasi dan konotasi pada objek yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi figur anak kecil tidak sekedar bercerita tentang permasalahan dunia anak kecil terhadap perkembangan zaman saja, melainkan sebuah analogi terhadap kejujuran seniman dalam menyampaikan kritik sosial. Figur anak kecil dengan gestur tertentu sebagai makna denotatif. Kritikan terhadap hakikat dari esensi akhlak manusia yang disebabkan terhadap pergerakan dan perkembangan zaman sebagai makna konotatif. Kajian representasi objek lukisan yang diteliti memperlihatkan ideologi pelukis cenderung pada kritik nilai-nilai kemanusiaan.Kata Kunci: semiotika, lukisan, realistik, konotatif, denotatif. Authors:Nessya Fitryona : Universitas Negeri PadangDwi Mutia Sari : Universitas Negeri PadangMaltha Kharisma : Universitas Negeri Padang References:Ahmad, T. A. (2017). Mengurai Makna Lukisan Kamasan Di Puri Klungkung. Indonesian Journal of Conservation, 5(1). https://doi.org/10.15294/ijc.v5i1.11766Barthes, R. (2010). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa. Yogyakarta: Jalasutra.Budiman, K. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.Fitryona, N., & Erfahmi, S. (2013). Eksistensi Nurdin BS dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 1(3). https://doi.org/10.24036/sr.v1i3.1901Hasanah, U. (2021). Mitos-Mitos Budaya Massa dalam Novel Anatomi Rasa Karya Ayu Utami: Kajian Semiotika Roland Barthes. (Doctoral dissertation, STKIP PGRI BANGKALAN).Kusnanto, R. A. B., Firduansyah, D., & Lontoh, W. (2023). Ilusi Optis Karya Seni Lukis At Sitompul Di Yogyakarta. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1), 87-97. http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v8i1.19273Linggarjati, H. (2015). Hendrabuana dan Seni Lukis Kaligrafinya (Kajian Biografi dan Estetika). Journal of Contemporary Indonesian Art, 1(1). https://doi.org/10.24821/jocia.v1i1.1745Maghdalena, D. N., & Suryadi, S. (2019). Analisis Estetik Karya Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 1(2), 9-23. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21688MNA, I. K. D., Erfahmi, M. S., & Hafiz, A. (2017). Eksistensi Zirwen Hazry Dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 4(3). https://doi.org/10.24036/sr.v4i3.8155Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.Ramadhan, A. Z. (2020). Analisis Semiotika Iklan Cetak La Lights œJangan Mau Diadu Versi Ayam. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 232-235. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19551Rohmi, S, Erfahmi, M. S., & Yasrul Sami, S. S. (2017). Sugesti Perilaku Manusia Dalam Karya Lukis Realis. Serupa The Journal of Art Education, 6(1). https://doi.org/10.24036/sr.v6i1.8345Susanti, N. (2019). Seni Lukis Kontemporer Zirwen Hazry dalam Kajian Sosiology di Sumatera Barat. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Sobur, A. (2017). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Tamara, J. (2020). Kajian Semiotika Roland Barthes pada Poster Unicef. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 726-733. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.403