Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KAJIAN FIGUR ANAK KECIL DALAM LUKISAN ZIRWEN HAZRY Fitryona, Nessya; Sari, Dwi Mutia; Kharisma, Maltha
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49598

Abstract

Zirwen Hazry is a painter who has a realistic style from West Sumatra. There is a dominant object that often appears in each period of his work's journey, including the visualization of the figure of a small child with a symbolic gesture. Art connoisseurs rarely examine the meanings of these paintings in depth because many are still admiring Zirwen's painting skills and tend to read the meaning based on the straightforward visualization of objects. This study aims to find out how to understand the meaning behind the visualization of the child figure in Zirwen Hazry's painting. This is done so that the meaning conveyed by the painter is more easily understood by art connoisseurs. This research is descriptive qualitative research. The sampling technique was carried out through purposive sampling, where data was collected through work documentation. The data analysis technique uses Roland Barthes' semiotic approach, namely by examining the denotative and connotative meanings of the object under study. The results of the study show that the representation of young people's figures does not just tell stories about the problems of the world of young people against the times, but is an analogy of an artist's honesty in conveying social criticism. Child characters with certain gestures as denotative meanings. Criticism of the nature of human morality is caused by the movement and development of the times as a connotative meaning. The study of the representations of the painting objects under study shows that the ideology of painters tends to criticize human values.Keywords: semiotics, painting, realistic, connotative, denotative. AbstrakZirwen Hazry merupakan pelukis yang memiliki gaya realistik di Sumatera Barat. Terdapat objek-objek dominan yang sering muncul pada setiap periode perjalanan karyanya, di antaranya yaitu visualisasi figur anak kecil dengan gestur yang simbolik. Penikmat seni jarang mengkaji makna lukisan-lukisan tersebut lebih dalam karena masih banyak yang terpaku pada kekaguman keahlian melukis Zirwen secara personal dan cenderung membaca makna berdasarkan visualisasi objek secara lugas. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana cara memahami makna di balik visualisasi figur anak kecil dalam lukisan Zirwen Hazry. Hal ini dilakukan agar makna yang dihadirkan pelukis lebih mudah dipahami penikmat seni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, dimana data dikumpulkan melalui dokumentasi karya. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu dengan menelaah makna denotasi dan konotasi pada objek yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi figur anak kecil tidak sekedar bercerita tentang permasalahan dunia anak kecil terhadap perkembangan zaman saja, melainkan sebuah analogi terhadap kejujuran seniman dalam menyampaikan kritik sosial. Figur anak kecil dengan gestur tertentu sebagai makna denotatif. Kritikan terhadap hakikat dari esensi akhlak manusia yang disebabkan terhadap pergerakan dan perkembangan zaman sebagai makna konotatif. Kajian representasi objek lukisan yang diteliti memperlihatkan ideologi pelukis cenderung pada kritik nilai-nilai kemanusiaan.Kata Kunci: semiotika, lukisan, realistik, konotatif, denotatif. Authors:Nessya Fitryona : Universitas Negeri PadangDwi Mutia Sari : Universitas Negeri PadangMaltha Kharisma : Universitas Negeri Padang References:Ahmad, T. A. (2017). Mengurai Makna Lukisan Kamasan Di Puri Klungkung. Indonesian Journal of Conservation, 5(1). https://doi.org/10.15294/ijc.v5i1.11766Barthes, R. (2010). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa. Yogyakarta: Jalasutra.Budiman, K. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.Fitryona, N., & Erfahmi, S. (2013). Eksistensi Nurdin BS dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 1(3). https://doi.org/10.24036/sr.v1i3.1901Hasanah, U. (2021). Mitos-Mitos Budaya Massa dalam Novel Anatomi Rasa Karya Ayu Utami: Kajian Semiotika Roland Barthes. (Doctoral dissertation, STKIP PGRI BANGKALAN).Kusnanto, R. A. B., Firduansyah, D., & Lontoh, W. (2023). Ilusi Optis Karya Seni Lukis At Sitompul Di Yogyakarta. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1), 87-97. http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v8i1.19273Linggarjati, H. (2015). Hendrabuana dan Seni Lukis Kaligrafinya (Kajian Biografi dan Estetika). Journal of Contemporary Indonesian Art, 1(1). https://doi.org/10.24821/jocia.v1i1.1745Maghdalena, D. N., & Suryadi, S. (2019). Analisis Estetik Karya Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 1(2), 9-23. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21688MNA, I. K. D., Erfahmi, M. S., & Hafiz, A. (2017). Eksistensi Zirwen Hazry Dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 4(3). https://doi.org/10.24036/sr.v4i3.8155Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.Ramadhan, A. Z. (2020). Analisis Semiotika Iklan Cetak La Lights œJangan Mau Diadu Versi Ayam. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 232-235. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19551Rohmi, S, Erfahmi, M. S., & Yasrul Sami, S. S. (2017). Sugesti Perilaku Manusia Dalam Karya Lukis Realis. Serupa The Journal of Art Education, 6(1). https://doi.org/10.24036/sr.v6i1.8345Susanti, N. (2019). Seni Lukis Kontemporer Zirwen Hazry dalam Kajian Sosiology di Sumatera Barat. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Sobur, A. (2017). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Tamara, J. (2020). Kajian Semiotika Roland Barthes pada Poster Unicef. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 726-733. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.403
Pengaruh Branding Konten Kreator Edukasi Terhadap Minat Belajar Siswa Di Era Digital Zaim, Rifqi Aulia; Kharisma, Maltha; Sari, Dwi Mutia; Fitryona, Nessya; Purnomo, Eko
DEKAVE : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 15, No 3 (2025): inpress
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/dekave.v15i3.135824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding visual terhadap minat belajar mahasiswa melalui media pembelajaran berbasis video. Instrumen penelitian menggunakan angket skala Likert yang disusun berdasarkan empat indikator utama minat belajar, yaitu perhatian, perasaan senang, ketertarikan, dan keterlibatan. Uji validitas dilakukan dengan korelasi product moment Pearson, yang menunjukkan seluruh butir pertanyaan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach menghasilkan nilai di atas 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding visual berkontribusi signifikan dalam membangun minat belajar. Elemen visual seperti thumbnail dan opening video terbukti efektif menarik perhatian awal siswa (sesuai Prinsip Signaling Mayer), sementara konsistensi visual dan gaya komunikasi meningkatkan perasaan senang dan kedekatan emosional (sesuai Prinsip Personalization Mayer). Lebih lanjut, desain visual yang terstruktur mengurangi beban kognitif dan meningkatkan retensi informasi (sesuai Prinsip Coherence dan Redundancy). Selain itu, branding visual juga mendorong ketertarikan untuk mengeksplorasi materi lebih dalam serta meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam interaksi digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa branding visual tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga sebagai strategi pedagogis yang mampu mengoptimalkan proses kognitif dan afektif pembelajaran, serta membentuk motivasi intrinsik yang berkelanjutan.
Keris Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Kontemporer Nur Hadyyanto, Hayyu; Fitryona, Nessya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah memvisualisasikan keris Jawa dalam bentuk karya seni lukis kontemporer. Generasi hari ini lebih ke mempelajari kebudayaan luar di banding kebudayaan sendiri. Metode penciptaan pada karya akhir dilakukan secara bertahap, menurut I Bandem yang terdiri dari lima tahapan yaitu : Tahap persiapan dengan mencari informasi, Elaborasi, Sintesis, Realisasi konsep dan tahap Penyelesaian (Finishing). Bahan yang di gunakan adalah cat akrilik di atas kanvas. Berdasarkan metode yang telah diterapkan sehingga terwujud Sepuluh karya lukisan dengan judul “Terabaikan”, “Kekuatan”, “Diujung Tanduk”, “Luntur”, “Hidup Dan Mati”, “Hamba dengan tuhan”, “Ilmu Yang Bermanfaat”, “Pudar”, “Waktu Ke Waktu”, “Melihat Diri”. Dari 10 karya tersebut penulis berharap agar penikmatnya serta masyarakat terhimbau agar selalu melestarikan dan menjaga budayaan khususnya budaya Jawa
Pelatihan Teknik Melukis Imajinatif bagi Guru SBdP dI SDN 10 Ganting dan SDN 31 Pasir Kandang Padang Wikarya, Yusron; Sandra, Yofita; Wikarya, Rahmi Oktayory; Fitryona, Nessya; Eswendi, Eswendi; Wikarya, Fadhil Nugraha; Fahrezi, Fahmi Ade
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i1.131315

Abstract

The priority problem consists of two aspects, namely: (1) the aspect of mastering the concept of imaginative painting techniques. (2) The aspect of applying imaginative painting techniques. The methods for solving the problem are: (1) model design, (2) counseling and discussion, (3) training. The end of the activity is expected to produce: (1) scientific publications in accredited national journals, (2) activity videos, and (3) publications in print/online media, (4) increased understanding of the concept of imaginative painting, and (5) increased imaginative painting skills. After the activity is completed, it has produced: (1) scientific articles published in accredited national journals, (2) activity videos published on YouTube, and (3) news articles published in print/online media, (4) increased understanding of the concept of at least 70% of the imaginative painting material mastered by participants, (5) Increased skills of at least each participant producing two imaginative paintings.
REPRESENTASI ORIGAMI BURUNG BANGAU DALAM SENI LUKIS KONTEMPORER Fharenza Halmaroza; Nessya Fitryona
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasih sayang orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perkembangan emosional anak. Namun, dinamika modern sering kali menciptakan jarak emosional antara anak dan orang tua akibat kesibukan dan tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan kerinduan seorang anak terhadap kasih sayang orang tua melalui seni lukis kontemporer, menggunakan origami burung bangau sebagai simbol harapan, cinta, dan perdamaian.Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah eksplorasi visual melalui pendekatan seni lukis kontemporer. Penulis memanfaatkan kebebasan gaya kontemporer untuk mengekspresikan ide dan emosi secara kreatif dengan menggabungkan elemen warna, tekstur, komposisi, dan simbolisme origami burung bangau. Proses kreatif melibatkan penelitian mendalam tentang simbolisme burung bangau dan eksperimen artistik dalam menyampaikan pesan emosional.Hasil dari penciptaan ini berupa sepuluh karya seni lukis yang menggambarkan momen- momen emosional kerinduan seorang anak terhadap kasih sayang orang tua. Karya ini tidak hanya menjadi media ekspresi personal, tetapi juga refleksi sosial yang menyadarkan pentingnya kehadiran emosional orang tua dalam kehidupan anak. Simbol origami burung bangau berhasil digunakan sebagai medium komunikasi yang kuat, menggugah emosi, dan menciptakan kesadaran akan hubungan keluarga yang harmonis
BANGAU DALAM KARYA SENI LUKIS KONTEMPORER Tambunan, Nona Muzdalifah; Fitryona, Nessya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.40928

Abstract

Tujuan penciptaan karya akhir ini adalah untuk memvisualisasikan objek burung Bangau dan perilaku burung Bangau sebagai simbol kehidupan serta menumbuhkan rasa peduli terhadap habitat burung Bangau yang mulai menurun dalam bentuk karya seni lukis kontemporer dengan penggunaan teknik mixed media. Penciptaan karya lukis ini dibuat melalui beberapa tahapan yang ditawarkan oleh konsorsium seni, yaitu : (1) Persiapan, (2) Elaborasi, (3) Sintesis, (4) Realisasi Konsep, (5) Penyelesaian akhir dengan melakukan pameran karya seni. Karya seni berupa karya seni lukis kontemporer. Hasil dari visualisasi burung Bangau dalam karya seni lukis kontemporer berupa penggambaran perilaku burung Bangau yang memaknai kehidupan diwujudkan dalam sepuluh karya yang berjudul : (1) Kebebasan, (2) Melangkah, (3) Tepat Waktu, (4) Kasih Sayang, (5) Keseimbangan, (6) Keanggunan, (7) Keberuntungan, (8) Ketahanan, (9) Kesetiaan, dan (10) Cerdik.
Lumba-lumba Sebagai Ide Penciptaan Karya Lukisan Batik Nursabani, Fenomena; Fitryona, Nessya
Serupa The Journal of Art Education Vol 14, No 2 (2025): (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v14i2.135989

Abstract

Karya seni batik terus berkembang tidak hanya sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai media ekspresi visual yang merepresentasikan nilai-nilai kehidupan. Namun, masih sedikit karya batik yang secara eksplisit mengangkat kehidupan satwa laut sebagai sumber inspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya lukisan batik yang memvisualisasikan lumba-lumba sebagai ide penciptaan, dengan menekankan pesan moral yang dapat diteladani manusia. Metode penciptaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dengan mengumpulkan informasi tentang kehidupan lumba-lumba, elaborasi untuk memantapkan ide dan analisis visual, sintesis dengan menggabungkan konsep berkarya dan objek lumba-lumba, realisasi berupa pembuatan sketsa, persiapan bahan dan alat, serta penggarapan karya menggunakan teknik batik lukis kombinasi sulam, hingga tahap finishing. Karya yang dihasilkan berjumlah sepuluh lukisan batik, terdiri atas enam karya berorientasi potret dan empat karya lanskap. Setiap karya merepresentasikan narasi kehidupan lumba-lumba dengan judul “Tolong-menolong”, “Sejoli”, “Kasih Ibu”, “Berburu”, “Pertemanan”, “Menerjang Ombak”, “Bebas”, “Pemandu Laut”, “Kehidupan Pertamanya”, dan “Menyerang Musuh”. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visualisasi lumba-lumba melalui media batik dapat menghadirkan estetika baru sekaligus sarana refleksi nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan perjuangan hidup. Kesimpulannya, karya akhir ini memperlihatkan potensi batik sebagai media ekspresi yang mampu menyampaikan pesan moral dalam seni batik.Kata Kunci: Lumba-lumba; Lukisan; Batik; Nilai Kehidupan.
Penerapan Origami Dalam Pembelajaran Prakarya di Sekolah Dasar Wikarya, Rahmi Oktayory; Wikarya, Yusron; Fitryona, Nessya; Eswendi, Eswendi; Irwan, Irwan; Krisnanda, Shindu
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v7i1.135821

Abstract

Elementary school teachers encounter a range of challenges in fulfilling their professional responsibilities. These issues require systematic and gradual solutions. In collaboration with partner institutions, two priority areas were identified: (1) the conceptual development of origami as a craft lesson in elementary schools, and (2) the practical implementation of origami crafts in classroom. The problem-solving approach involved model development, counseling, and training activities. In line with the predetermined output targets, the program successfully produced several mandatory outputs: (1) scientific articles published in journals or proceedings, (2) articles disseminated through electronic media, and (3) short activity videos with a maximum duration of five minutes. Additional outputs included: (1) enhanced application of science and technology within the community through the integration of origami craft techniques at partner elementary schools, (2) improved community capacity reflected in increased knowledge and skills of participants, and (3) training products serving as methods, systems, or service-oriented innovations.