Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophillus) sebagai Bahan Penstabil terhadap Karakteristik Melorin Kacang Tunggak Megawangi Megawangi; Antonius Hintono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.77 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang sebagai bahan penstabil terhadap kadar lemak, overrun, waktu leleh, total padatan dan kesukaan melorin kacang tunggak. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi tepung porang yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Bahan baku yang digunakan yaitu kacang tunggak, susu skim, tepung porang, air, gula pasir dan kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung porang yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap overrun, waktu leleh, total padatan serta kesukaan melorin kacang tunggak. Perlakuan yang optimal adalah penambahantepung porang 1% karena menghasilkan kadar lemak (1,29%), overrun (22,63%), waktu leleh (16,55 menit), total padatan (34,49%), nilai warna 4,36 (suka), nilai tesktur 4,54 (sangat suka) dan overall kesukaan 4,52 (sangat suka). 
Pengaruh Penggunaan F1 Grain Kefir sebagai Starter terhadap Kadar Alkohol, Total Khamir dan Kesukaan Kefir Optima Azalia Rohmani Surya Sari; Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono; Sri Mulyani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.108 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.24477

Abstract

F1 grain kefir merupakan starter induk turunan pertama dalam pembuatan kefir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan starter F1 grain kefir terhadap kadar alkohol, total khamir dan kesukaan pada kefir optima. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, perlakuan yang diberikan yaitu  variasi konsentrasi starter grains kefir (F1), yaitu T0 = F1 grain kefir (tanpa pengenceran); T1 = 1 bagian F1 grain kefir : 6 bagian susu murni ; T2 = 1 bagian F1 grain kefir : 7 bagian susu murni ; T3 = 1 bagian F1 grain kefir : 8 bagian susu murni ; T4 = 1 bagian F1 grain kefir : 9 bagian susu murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi starter F1 grain kefir memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar alkohol, total khamir dan kesukaan kefir).  Perlakuan penggunaan starter F1 grain kefir yang terbaik adalah perlakuan T3 (1 bagian F1 grain kefir : 8 bagian susu murni) dengan nilai kadar alkohol 0,36%, total khamir 7,86 cfu/ml dan kefir optima disukai panelis. F1 grain kefir is first starter of the mother culture in making kefir. This research aimed to determine the effect of using F1 grain kefir starter on alcohol content, total yeast and preference for kefir optima. This experimental design used Completely Randomized Design (CRD) with 5 time treatment and 4 replications, the treatment which given was a variation of the concentration starter grain kefir (F1), namely T0 = F1 grain kefir (without dilution); T1 = a part T1 grain kefir : 6 parts of pure milk ; T2 = a part of T1 grain kefir: 7 parts of pure milk ; T3 = a part of F1 grain kefir : 8 parts of pure milk ; T4 = a part of F1 grain kefir : 9 parts of pure milk. The results showed that the use of variations in the concentration of starter F1 grain kefir had a significant effect (P <0.05) on alcohol content, total yeast and kefir preferences. The best treatment for used F1 starter kefir was T3 (1: 8) treatment with an alcohol content of 0.36%, total yeast 7.86 cfu/ml and kefir optima preferred by panelist. 
Rendemen dan Kadar Protein Konsentrat Protein Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) yang Diekstraksi dengan Larutan Etanol dan Aseton dengan Konsentrasi Berbeda Muhammad Johan Adhibuana; Antonius Hintono; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.07 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis dan konsentrasi larutan etanol dan aseton yang digunakan terhadap hasil ekstraksi protein dari kacang tunggak (Vigna unguiculata). Ekstraksi protein pada kacang tunggak sejauh ini lazim menggunakan aseton 70%, akan tetapi larutan aseton jarang dijual bebas dan harganya cukup mahal. Untuk itu etanol diteliti sebagai alternatif dari aseton dan dianalisis perbedaan hasil konsentrat antara larutan etanol dan aseton. Penelitian ini menggunakan metode statistik Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor jenis larutan (etanol dan aseton) dan faktor konsentrasi larutan (96% dan 70%) serta dilakukan 5 kali ulangan untuk tiap perlakuan. Parameter hasil uji dianalisis secara statistik menggunakan Two Way Analysis of Variance (Two Way ANOVA). Konsentrat dibuat melalui tahap penghancuran, presipitasi, pemurnian dengan larutan organik, dan pengeringan. Parameter uji konsentrat protein yang digunakan yaitu rendemen dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara jenis dan konsentrasi larutan terhadap rendemen dan kadar protein. Jenis dan konsentrasi larutan tidak berpengaruh pada rendemen. Kadar protein dipengaruhi oleh jenis larutan, sedangkan konsentrasi protein tidak mempengaruhi kadar protein. Larutan dengan hasil konsentrat terbaik ada pada konsentrat protein yang diekstrak menggunakan larutan etanol konsentrasi 70%.Yield and Protein Content of Cowpea (Vigna unguiculata) Protein Concentrate which Extracted by Ethanol and Acetone Solution with Different ConcentrationAbstractThis research aims to analyze the interaction effect between type and concentration of organic solvent to protein concentrate made by cowpea (Vigna unguiculata). Protein extractions from cowpea usually make use of acetone 70%, however acetone availability is quite rare and its price relatively expensive compared with other organic solvent. Therefore, the alternative organic solvent such as ethanol should be analyzed its effectiveness for protein extraction and the effect from difference type and concentration of organic solvent should be investigated. This research using statistical model of completely randomized design factorial using 2 kind of factor which is organic solvent type (ethanol and acetone) and organic solvent concentration (96% and 70%) and 5 replication. The extraction methods include destruction, precipitation, purification by organic solvent, and drying. The quality parameters in this research containing yield mass and protein content. From research outcome, the result can be concluded that there is no visible interaction effect from type and concentration of organic solvent to yield mass and protein content. Type of organic solvent doesn’t affect yield mass yet influence protein content significantly, while solvent concentration doesn’t affect yield mass or protein content. The result suggested that the most efficient solvent come from Ethanol 70%
TOTAL BAL, VISKOSITAS, PH DAN PADATAN TERLARUT KEFIR SUSU KERBAU DENGAN PEMBERIAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Winda Chelsy Tarihoran; Antonius Hintono; Heni Rizqiati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 4: October 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.04.1

Abstract

Kefir susu kerbau merupakan pangan fungsional dari olahan susu kerbau yang melalui proses fermentasi dengan penambahan kefir grain yang memiliki kemampuan probiotik. Buah naga merah merupakan buah berwarna menarik serta mempunyai efek baik bagi kesehatan karena mengandung bioaktif yaitu antioksidan. Penelitian bertujuan untuk memahami pengaruh pemberian berbagai konsentrasi buah naga merah terhadap total BAL, viskositas, pH, dan total padatan terlarut kefir susu kerbau. Perlakuan pemberian buah naga merah yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% (v/v). Parameter uji meliputi total BAL, viskositas, pH, dan total padatan terlarut. Percobaan dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan RAL. Hasil pengujian dianalisis dengan uji Anova dengan taraf signifikansi 95% dan dilanjut dengan Duncan Test. Hasil penelitian menunjukkan, semakin tinggi penambahan buah naga merah maka total BAL, viskositas dan total padatan terlarut semakin tinggi, namun pH kefir susu kerbau mengalami penurunan.
The Functional Properties of Rabbit Skin Gelatin Compared to Commercial Gelatin and Its Application in Jelly Candy Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono; Anang Mohammad Legowo; Sri Mulyani; Tisqa Rizky Quna; Sutaryo Sutaryo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2022.017.01.1

Abstract

Rabbit skin can be utilized as an ingredient in gelatin making. Gelatin can be used in jelly candy. The study aims to compare the functional properties of rabbit skin gelatin and commercial gelatin in gel strength, viscosity, and ash content and to determine the different test and hedonic test of jelly candy. This study used the t-test with 2 treatments and 8 replications. The rabbit skin gelatin was prepared using hydrochloric acid solution. The commercial gelatin is gelatin from cowhide (Gelita bronze gelatin). The results showed that P1 (rabbit skin gelatin) and P2 (commercial gelatin) were not different on gel strength, however, there was a difference on viscosity and ash content. The difference test on jelly candy state that there was a significant difference between rabbit skin gelatin jelly candy and commercial gelatin jelly candy. The hedonic test on jelly candy gave no difference on texture, flavor, taste, and overall, except there was a difference on color. The color of jelly candy with rabbit skin gelatin is a cloudy white, while jelly candy with commercial gelatin is a clear white. Both jelly candies can be distinguished and accepted by the panelist.
RENCANA IMPLEMENTASI HACCP PADA PROSES PRODUKSI GUDEG KALENG Rafaella Chandraseta Megananda; Antonius Hintono
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i5.29091

Abstract

Gudeg merupakan produk makanan dengan masa simpan rendah sehingga dibutuhkan sebuah upaya untuk memperpanjang masa simpan gudeg. Upaya yang dilakukan adalah mengemas gudeg pada kaleng. Selama proses produksi gudeg kaleng dibutuhkan sistem keamanan pangan dengan menerapkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Kajian penerapan HACCP pada UKM Gudeg Kaleng dilakukan berdasarkan 5 persyaratan dasar HACCP dan 7 prinsip HACCP. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa terdapat 4 tiitk kritis sehingga diperlukan analisis mengenai batas kritis dan tindakan pencegahan. Diperlukan adanya pengawasan pada titik kritis yang telah ditemukan agar produk yang dihasilkan tetap sesuai standart yang telah ditetapkan. HACCP perlu diterapkan dalam industri pangan untuk memberikan jaminan pada konsumen bahwa produk yang dihasilkan aman.
Sosialisasi Es Krim Daun Kelor Kaya Antioksidan untuk Peningkatan Imunitas Tubuh dan Rintisan UMKM dalam Rangka Pencapaian SDG’s bidang Kesehatan dan Ekonomi pada Ibu-Ibu Rumah Tangga di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo Pramono, yoyok Budi; Utama, Yos Johan; Werdiningsih, Hermin; Maharani, Arnetta D; Albaari, Ahmad N; Mulyani, Sri; Abduh, Setya Budi M; Hintono, Antonius
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7127

Abstract

The ongoing Covid-19 case has caused concern for the community. Since the beginning, the appeal to wear a mask, wash hands regularly and maintain immunity has been emphasized. Good body immunity can keep you from being exposed to the Covid-19 virus. Moringa leaves contain antioxidants that can protect the body from free radicals. The antioxidant compounds in Moringa leaves are flavonoids, ascorbic acid, carotenoids and phenolics. This empowerment program is about making Moringa leaf ice cream for housewives in the Kadipaten Village, Wonosobo,  which is expected to increase the body's immunity of local residents and can help improve the economy of local residents as well as in the context of achieving SDG's in the health and economic fields
Pengaruh Substitusi Sukrosa dengan Sorbitol terhadap Karakteristik dan Kesukaan Selai Pisang Raja Aliza, Zahra Nafa; Hintono, Antonius; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.37901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sukrosa dengan sorbitol terhadap kadar air, aktivitas air (aw), nilai kalori dan tingkat kesukaan selai pisang raja. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan substitusi sukrosa dan sorbitol yaitu P0 (100:0), P1 (90:10), P2 (80:20), P3 (70:30), P4 (60:40). Bahan baku yang digunakan yaitu pisang raja, sukrosa, sorbitol, pektin, asam sitrat dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi sukrosa dengan sorbitol pada selai pisang raja dapat memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, aw, rasa, tekstur dan overall, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kalori, warna dan aroma. Kadar air menunjukkan kenaikan, sedangkan nilai aw menurun dan parameter hedonik rasa, tekstur dan overall semakin disukai seiring dengan bertambahnya konsentrasi sorbitol yang digunakan. Hasil yang didapatkan yaitu kadar air 38,82 - 41,82%, aw sebesar 0,605 - 0,640,  nilai kalori sebesar 2415,70 – 2546,65 kalori/g. Perlakuan terbaik yang diperoleh berdasarkan penelitian yaitu proporsi sukrosa 60% dan sorbitol 40% yang menghasilkan kadar air sebesar 41,82%, aw sebesar 0,605, kalori sebesar 2416,47 kalori/g dan nilai hedonik yang paling disukai.The purpose of this reseacrh was to get effect of substitution of sucrose with sorbitol on the water content, water activity (aw), caloric value and preferred in banana jam. This reseacrh was used five treatments and four replications with variation of substitusion of sucrose and sorbitol are P0 (100:0), P1 (90:10), P2 (80:20), P3 (70:30), P4 (60:40). The materials which are used in this research: banana, sucrose, sorbitol, pectin, citric acid and water. The results was shown that the different substitution of sucrose with sorbitol in banana jam a significant effect (P<0.005) on water content, aw, taste, texture and overall, but had no significant effect on calories, color and aroma. The water content shown an increase, aw value decreased and the hedonics parameters of taste, texture and overall were preferred as the concentration of sorbitol used increased. The results obtained were water content of 38.82 - 41.82%, aw 0.605 - 0.640, calorific value of 2415.70 – 2546.65 calories/g. The best treatment of this reaserch on bananan jam was obtained in the formulation of 60% sucrose substitution and 40% sorbitol which resulted in a water content of 41.82%, an aw of 0.605, a calorie of 2416.47 calories/g and the most preferred hedonic value.
Karakteristik Kimia Saus Tomat Analog Berbahan Dasar Pepaya (Carica papaya L.) dengan Penambahan Asam Sitrat Hutajulu, Florent Lam Angur; Hintono, Antonius; Bintoro, Valentinus Priyo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33833

Abstract

Saus tomat analog merupakan inovasi saus tomat berbahan dasar pepaya sebagai bahan baku alternatif. Saus tomat analog diproses dan ditambahkan pewarna, perisa tomat, dan asidulan asam sitrat untuk mencapai karakteristik yang mirip dengan saus tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat pada saus tomat analog berbahan dasar pepaya terhadap karakteristik kimia. Penelitian ini dirancang dengan 5 perlakuan yaitu penambahan asam sitrat 0,25%, 0,30%, 0,35%, 0,40%, 0,45% (b/b) dari berat pepaya dengan 4 kali ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan asam sitrat pada saus tomat analog berbahan dasar pepaya memiliki pengaruh nyata (p < 0,05) terhadap total asam, pH, kadar air, serta tidak memiliki pengaruh nyata (p > 0,05) terhadap total padatan terlarut. Total asam mengalami peningkatan sedangkan pH dan kadar air mengalami penurunan seiring penambahan asam sitrat. Berdasarkan analisis kimia perlakuan terbaik adalah penambahan asam sitrat 0,35%, 0,40%, dan 0,45% (b/b) dari berat pepaya.
Pengaruh Penambahan Garam terhadap Off Flavour pada Susu Edamame (Glycine max L.) Putra, Rivan Triardhana; AlBaarri, Ahmad Nimatullah; Hintono, Antonius
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.38420

Abstract

AbstrakBerdasarkan warna bijinya, kedelai dapat dibagi menjadi kedelai putih, hitam, dan kedelai hijau atau yang lebih dikenal dengan sebutan edamame. Keunggulan edamame yaitu memiliki warna hijau yang lebih menarik, tekstur yang lembut, biji yang lebih besar, rasa yang manis, dan rasa khas kedelai yang lebih sedikit. Seperti kedelai pada umumnya, bau langu yang timbul disebabkan oleh enzim lipoksigenase yang merupakan reaksi antara enzim dengan lemak dan oksigen yang menghasilkan asam linolenat dan hidrogen peroksida.Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal dari diversifikasi produk edamame dan juga mengetahui penambahan garan terhadap aroma langu pada susu edamame sehingga dapat diterapkan pada industri pangan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah edamame, garam NaCl, KCl, dan MgCl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi jenis garam yang digunakan, meliputi : T0 (tanpa perlakuan), T1 (penambahan NaCl), T2 (penambahan KCl), dan T3 (penambahan MgCl) dengan masing masing dilakukan 5 kali pengulangan tiap perlakuan.Hasil dari penelitian ini adalah penambahan jumlah garam tidak berpengaruh nyata terhadap aroma yang dihasilkan oleh susu edamame. Diduga ada beberapa faktor yang menyebabkan aroma langu tersebut tidak berkurang, antara lain adalah enzim lipoksigenase sudah bereaksi lebih dulu terhadap oksigen dan lemak yang terkandung. AbstractBased on the color of the seeds, soybeans can be divided into white, black, and green soybeans or better known as edamame. The advantages of edamame are that it has a more attractive green color, soft texture, larger seeds, sweet taste, and less soybean flavor. Like soybeans in general, the odor is caused by the enzyme lipoxygenase, which is a reaction between enzymes with fat and oxygen that produces linolenic acid and hydrogen peroxide.This study aims to be the first step in the diversification of edamame products and also to determine the addition of garan to the languor aroma in edamame milk so that it can be applied to the food industry. The materials used in this study were edamame, NaCl, KCl, and MgCl salts. The method used in this research is a completely randomized design (CRD) with treatment of variations in the type of salt used, including: T0 (no treatment), T1 (addition of NaCl), T2 (addition of KCl), and T3 (addition of MgCl) with each done 5 times repetition of each treatment. The result of this study was the addition of salt did not significantly affect the aroma produced by edamame milk. It is suspected that there are several factors that cause the languid aroma not to be reduced, among others, the lipoxygenase enzyme has reacted first to oxygen and fat contained.
Co-Authors Abduh, Setya Budi M Afrizal Muhamad Nur Agustini Suwarastuti Ahmad Ni’matullah Al–Baarri Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Albaari, Ahmad N AlBaarri, Ahmad Nimatullah Aliza, Zahra Nafa Alya Tiyas Rif&#039;anna Amalina Noor Shabrina Aminuyati Anang M Legowo Arbowati, Jora Linca Arie Widya Sukma Arif Budiman Astrid Agustina Nur Amanah Aulia Nabila Azalia Rohmani Surya Sari Bambang Dwiloka Barlian Rizal Bethany, Rahma Vashti Bhakti Etza Setiani Charliany Hetharia Chindy Iswara Sembiring Cynthia Monica Dwi Agustina Wijayanti Dwi Ahmadi Dipowaseso egi aliyul rahmasari Elisabet Selly Andriani Fahmi Arifan Fito Disa Guna Fitri Nur Karimah Galih Ayu Kinteki Galuh Angga Lukito Gavinda Shailla Nidya Putri Gilang Ardiansyah Hafizh Azzam Hilmy Handoko, Nisfa Handoko, Nisfa Rama Kamila Hardiyanti, Felda Pamella Helga Ayu Sarika Heni Rizqiati Hermin Werdiningsih Hutajulu, Florent Lam Angur Irene Raras Nawangsasi Irene Raras Nawangsasi ISTNA MANGISAH Iwan Fajar Pahlawan Kusrahayu Kusrahayu Legowo, Anang Luna Auria Andansari Lutfi Amalia Shaliha Luthfiyah Nur Sulistiyani Maharani, Arnetta D Megawangi Megawangi Melinda Erdya Krismaputri Mesias, Inish Chris P. Miranda Miranda Muhammad Johan Adhibuana Nabila, Aulia Zalfa Nani Fitriyani Neisya Rizki Adefatma Nida Faradillah Nietha Yuliana Niken Werdhosari Nisa Afifah Hajrah Novita Wibowo Nurwantoro . Oktavia R Puspitarini Pramono, Yoyok Primastuti, Priska Tiara Putra, Rivan Triardhana Putri Setyoningsih Putri, Sayyidah Ghaisani Rafaella Chandraseta Megananda Raras Setyaningsih Risa Fazriyati Siregar Risa Fazriyati Siregar Sabrina Sabiella Husna Salma Salsabila Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shafira, Adrina Eka Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sutaryo Sutaryo Tambunan, Lia Oktavia taufiqi bagas ramadhani Tisqa Rizky Quna Uswatun Khasanah Valentinus Priyo Bintoro Vita Paramita Widya Dwi Pangesti Winda Chelsy Tarihoran Yesica Rani Ginting Yoga Pratama Yoga Pratama Yos Johan Utama Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Zaki Mala Nugraheni, Zaki Mala Zuniati, Neti