Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PROGRAM HUMAS TERHADAP PEMBENTUKAN CITRA PEMERINTAHAN YANG BAIK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN ayuni, risa dwi; sari, ade nur atika; aprilianty, rizki; humaidi, muhammad agus
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v6i1.11280

Abstract

Pembentukan citra yang baik pada pemerintahan terletak pada kualitas strategi pemikiran humas. Humas tidak hanya sebagai corong utama dalam pemerintahan, tetapi ia juga sebagai penjembatan antara pemerintahan dan masyarakat. Humas  menciptakan dan mendukung citra baik di mata publik. Teori agenda setting humas dapat menciptakan kesadaran masyarakat dimana media yang digunakan humas dapat menonjolkan isu apa yang paling penting  diberitakan. Dengan agenda setting, humas dapat menggiring opini publik yang baik sehingga citra baik pada pemerintahan terletak pada keberhasilan humas dalam menciptakan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, meyakini, mendidik, dan membangkitkan kepentingan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan studi kasus wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan bahwa humas Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan media untuk membangun citra baik pemerintah agar program yang mereka jalannya bisa tersampaikan dengan cepat kepada publik, sehingga dampak dari tersampainya program tersebut tercipta opini positif dari publik tentang pemerintah yaitu Kalsel maju, ekonomi berkelanjutan, dan sejahtara.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI ANAK DI BAWAH UMUR DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGI KOMUNIKASI Ade Nur Atika Sari; Adelia Winda Hapsari; Lieta Dwi Novianti; Rizki Apriliyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23070

Abstract

Abstrak: Menghindari zina, takut tidak laku, dan menghindari aib menjadi faktor pernikahan dini terjadi di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, pemberian sosialisasi dan edukasi tentang pernikahan dini, dampak serta pencegahannya menjadi agenda penting di dalam program ini yang dilaksanakan di desa Bantuil Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Tujuan utama dari kegiatan edukasi ini ialah memberikan pemahaman kepada warga desa Bantuil terkait bahaya dan dampak negatif dari pernikahan dini. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di kantor desa yang berfokus pada warga desa Bantuil sebanyak 15 orang terdiri dari remaja dan orang tua. Edukasi dan sosialisasi disampaikan dengan ceramah dan diskusi. Kesimpulannya, dari sosialisasi dengan warga desa Bantuil tersebut berjalan dengan baik. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam wawasan warga tentang pernikahan dini, resiko dan dampaknya, dengan persentase rata-rata sebesar 47% pada pre-test, naik dengan rata-rata persentase 73% pada post-test.Abstract: Avoiding adultery, fear of not selling well, and avoiding disgrace are factors in early marriage in South Kalimantan. Therefore, providing outreach and education about early marriage, its impacts and prevention is an important agenda in this program which is being implemented in in Desa Bantuil, Cerbon District, Batola Regency. The main aim of this educational activity is to provide understanding to Bantuil village residents regarding the dangers and negative impacts of early marriage. The activities were carried out at the village office which focused on Bantuil village residents totaling 15 people consisting of teenagers and parents. The conclusion, the socialization with Bantuil village residents went well. There was a significant increase in residents' insight into early marriage, its risks and impacts, with an average percentage of 47% in the pre-test, increasing to an average percentage of 73% in the post-test.
PENGEMBANGAN KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA TRADISIONAL DI KABUPATEN TANAH BUMBU: STUDI KASUS IMPLEMENTASI MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PARTISIPATIF Hayat, Muzahid Akbar; Rico, Rico; Susanto, Didi; Effendi, Rusdi; Ayuni, Risa Dwi; Khuzaini, Khuzaini; Atika Sari, Ade Nur
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 2 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i2.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengembangan budaya berbasis kearifan lokal dapat dilakukan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dengan semakin cepatnya perubahan zaman, banyak budaya lokal yang mulai terlupakan dan tidak dilestarikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari strategi yang tepat dalam mengembangkan dan mempertahankan kearifan lokal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini mencakup masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan ahli budaya. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan untuk melestarikan budaya lokal, namun masih banyak tantangan yang dihadapi. Budaya lokal di Tanah Bumbu memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, baik dari segi pariwisata maupun ekonomi kreatif. Namun, diperlukan strategi yang tepat dan partisipasi aktif dari semua pihak. Penelitian memberikan rekomendasi strategi dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal di Tanah Bumbu, serta menjadi referensi bagi daerah lain yang memiliki kekayaan budaya serupa. Dengan cara ini, kearifan lokal dapat dijaga dan berkembang di tengah perubahan zaman, sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber daya ekonomi dan pariwisata.
ANALISIS PERILAKU REMAJA DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI KOMUNIKASI TENTANG PERNIKAHAN DINI (Studi Kasus Pada Daerah Marabahan Desa Bantuil Kecamatan Cerbon) sari, Ade nur atika; hapsari, adelia winda dwi; noor, rizka aulia; islami, ahmad jamaluddin
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v7i2.16794

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku remaja dalam konteks pernikahan dini dari sudut pandang psikologi komunikasi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan remaja yang telah menikah di bawah usia 19 tahun di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon. Temuan menunjukkan bahwa pernikahan dini sering kali terjadi tanpa kesiapan fisik, psikologis, dan ekonomi yang memadai, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan pada remaja. Stres psikologis akibat tanggung jawab rumah tangga yang harus ditanggung dapat mengakibatkan isolasi sosial dan kehilangan minat terhadap pendidikan serta aktivitas sosial lainnya. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh remaja dalam menjalani kehidupan setelah pernikahan dini, termasuk tekanan dari lingkungan sosial dan kurangnya dukungan dari keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi tentang risiko pernikahan dini serta pentingnya persiapan sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Dengan demikian, diharapkan angka pernikahan dini dapat berkurang dan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Psikologi Komunikasi, Perilaku Remaja, Dampak Psikologis
Fenomena Negatif Dari Komunikasi Pada Media Online Terhadap Penyebaran Freesex Di D.I.Yogyakarta Hapsari, Adelia Winda; Ayuni, Risa Dwi; Sari, Ade Nur Atika
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Februari 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v6i1.3572

Abstract

Penerapan strategi komunikasi melalui aspek pendekatan psikologis untuk memperluas wawasan dan kesadaran diri para generasi muda, untuk mencegah dan menghindari pernikahan dini demi meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, dalam hal ini studi kasusnya adalah  para generasi muda pada Warga Rawasari 7 RT.054 RW.005 Komplek Pondok Sari Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan yang mana pada artikel ini dianggap warga disini adalah sampel dari populasi warga kota Banjarmasin yang termasuk salah satu kota besar yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Berikut beberapa hal permasalahan yang akan di bahas nanti, yaitu seberapa penting menjalin kedekatan emosional dengan cara komunikasi dari orang tua kepada anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa agar terbuka wawasannya untuk tidak melakukan pernikahan dini. Dengan strategi berkomunikasi dari hati ke hati tanpa bersikap menggurui, tapi lebih ke psikologis seperti seorang sahabat atau teman yang menasehati, itu jauh lebih bisa masuk secara mendalam ke mind atau pikiran anak-anaknya. Karena pendekatan berkomunikasi dengan cara menjadikan anak sebagai sahabat di kala mereka remaja, itu jauh lebih efektif dibandingkan mendidik mereka secara kolot atau otoriter. Dalam artikel ini,, warga rawasari 7 yang dijadikan sebagai perbandingan dari berbagai penelitian tentang pernikahan dini yang terjadi di desa desa pedalaman pada seluruh Indonesia. Rumusan masalah dalam artikel penelitian ini adalah Bagaimana strategi psikologi komunikasi mengurangi pernikahan dini untuk meningkatkan kemakmuran pada kelurahan teluk Dalam di Kota Banjarmasin.  Didapatkan hasil penelitian bahwa dari data di lapangan beserta In-Depth Interview ke warga, tingkat Pendidikan, wawasan, kesadaran diri, dan strategi psikologi pendekatan dari para orang tua ke anak-anaknya benar sangat mempengaruhi perubahan mindset untuk tidak gegabah dalam melakukan pernikahan dini. Dengan ini terlihat jelas bagaimana perbedaan penelitian pernikahan dini yang terjadi di kota dan di masyarakat desa. Dengan berkurangnya pernikahan dini di Indonesia, maka akan meningkatkan kemakmuran social bagi seluruh rakyat Republik Indonesia.
Representasi Pola Komunikasi Orang Tua terhadap Anak Dikeluarga Sung Deok Sun di Serial Reply 1988 (Analisis Semiotika Roland Barthes) Asni, Nourlaila; Ayuni, Risa Dwi; Sari, Ade Nur Atika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25859

Abstract

Penelitian ini berjudul Representasi Pola Komunikasi Orang Tua kepada Anak Di Keluarga Sung Deok Sun dalam Serial Reply 1988 (Analisis Semiotika Roland Barthes). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pola komunikasi keluarga Sung Deok Sun yang terkandung dalam serial korea Reply 1988. Serial korea Reply 1988 memiliki total 20 episode, penulis mengambil 11 adegan untuk dianalisis. 10 adegan yang diambil dianggap mampu untuk memberikan gambaran bahwa terdapat pola komunikasi orang tua kepada anak dalam keluarga Sung Deok Sun. Jenis dan pendekatan pada penelitian ini menggunakan Analisis Isi Kualitatif dan dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang melihat dari Denotasi,Konotasi dan Mitos untuk mengkaji tanda. Denotasi adalah makna yang mengandung makna atau nilai lain, sedangkan konotasi adalah makna tambahan atau nilai rasa yang terkandung dalam suatu kata dan mitos adalah suatu bentuk dimana ideologi tercipta, yang muncul melalui suatu tanggapan berdasarkan observasi kasar sedangkan dalam semiotika Roland Barthes mitos merupakan proses pemaknaan yang tidak mendalam. Hasil dari penelitian menghasilkan bahwa serial korea selatan Reply 1988 yang difokuskan kepada keluarga Sung Deok Sun merepresentasikan pola komunikasi orang tua kepada anak di dalamnya.
ANALISIS PERILAKU REMAJA DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI KOMUNIKASI TENTANG PERNIKAHAN DINI (Studi Kasus Pada Daerah Marabahan Desa Bantuil Kecamatan Cerbon) Ade nur atika sari; adelia winda dwi hapsari; rizka aulia noor; ahmad jamaluddin islami
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v7i2.16794

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku remaja dalam konteks pernikahan dini dari sudut pandang psikologi komunikasi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan remaja yang telah menikah di bawah usia 19 tahun di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon. Temuan menunjukkan bahwa pernikahan dini sering kali terjadi tanpa kesiapan fisik, psikologis, dan ekonomi yang memadai, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan pada remaja. Stres psikologis akibat tanggung jawab rumah tangga yang harus ditanggung dapat mengakibatkan isolasi sosial dan kehilangan minat terhadap pendidikan serta aktivitas sosial lainnya. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh remaja dalam menjalani kehidupan setelah pernikahan dini, termasuk tekanan dari lingkungan sosial dan kurangnya dukungan dari keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi tentang risiko pernikahan dini serta pentingnya persiapan sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Dengan demikian, diharapkan angka pernikahan dini dapat berkurang dan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Psikologi Komunikasi, Perilaku Remaja, Dampak Psikologis
KONSTRUKSI MAKNA DAN PERILAKU KOMUNIKASI ANAK JALANAN (Studi Interakasi Simbolik Anak Jalanan pada Perilaku Komunikasi di Kota Palangkaraya) Banda Napitupulu; Iswiyati Rahayu; Ade Nur Atika Sari
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v7i1.14881

Abstract

Abstrak: Fenomena anak jalanan menjadi salah satu permasalahan sosial yang cukup kompleks bagi kota-kota besar di Indonesia. data jumlah PMKS mengalami peningkatan setiap tahunnya, terlebih memasukan masa pandemi Covid 19 hingga adanya isu resesi ekonomi dari pemerintah. Tercatat pada tahun 2022, diketahui bahwa total PMKS sebanyak 1217 orang dengan jumlah penyandang anak terlantar yang terdata Dinas Sosial sebanyak 145 orang anak. Adapun kendala dari Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam mengatasi masalah PMKS seperti keterbatasan SDM yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya bila dibandingkan dengan jumlah dan kriteria PMKS serta belum adanya panti yang dikelola oleh Kota Palangka Raya.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai-nilai yang telah dikontruksikan sebagai anak jalanan dalam memotivasi hidupnya; Mengetahui motif mereka menjadi anak jalanan; Mengetahui perilaku komunikasi anak jalanan dengan orang tua, petugas berseragam dan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah informan utama 1 orang Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Palangkaraya dan informan Tiangulasi 3 orang anak dan 3 orang tua. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam yang dinarasikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang telah dikontruksikan sebagai anak jalanan dalam memotivasi hidupnya yaitu adanya perasaan bebas dan bahagia saat berada dijalanan disebabkan inetraksi yang lebih banyak dengan orang lain. Motif mereka menjadi anak jalanan disebabkan perilaku orang tua yang kasar serta tidak mau mendengarkan anak yang membuat anak merasa lebih bahagia bersama orang lain. Perilaku komunikasi anak jalanan dengan orang tua, petugas berseragam dan lingkungannya dianggap anak lebih baik daripada orang tua mereka. Anak jalanan di Kota Palangkaraya harus mampu untuk mempertahankan dan meningkatkan harga diri yang dimilikinya, agar mereka memiliki resiliensi yang baik dan mampu untuk selalu bangkit setelah menghadapi masalah di masa depan nantinya. Peningkatan harga diri dapat dilakukan dengan mulai menerima apa adanya diri sendiri dan menghargai hal-hal positif yang dimiliki dalam hidup, seperti prestasiprestasi atau sifat-sifat baik dalam diri.Kata kunci: Konstruksi, Makna, Perilaku, Komunikasi, Anak Jalanan
PROGRAM HUMAS TERHADAP PEMBENTUKAN CITRA PEMERINTAHAN YANG BAIK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN risa dwi ayuni; ade nur atika sari; rizki aprilianty; muhammad agus humaidi
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v6i1.11280

Abstract

Pembentukan citra yang baik pada pemerintahan terletak pada kualitas strategi pemikiran humas. Humas tidak hanya sebagai corong utama dalam pemerintahan, tetapi ia juga sebagai penjembatan antara pemerintahan dan masyarakat. Humas  menciptakan dan mendukung citra baik di mata publik. Teori agenda setting humas dapat menciptakan kesadaran masyarakat dimana media yang digunakan humas dapat menonjolkan isu apa yang paling penting  diberitakan. Dengan agenda setting, humas dapat menggiring opini publik yang baik sehingga citra baik pada pemerintahan terletak pada keberhasilan humas dalam menciptakan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, meyakini, mendidik, dan membangkitkan kepentingan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan studi kasus wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan bahwa humas Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan media untuk membangun citra baik pemerintah agar program yang mereka jalannya bisa tersampaikan dengan cepat kepada publik, sehingga dampak dari tersampainya program tersebut tercipta opini positif dari publik tentang pemerintah yaitu Kalsel maju, ekonomi berkelanjutan, dan sejahtara.
STRATEGI PSIKOLOGI KOMUNIKASI MENGURANGI PERNIKAHAN DINI UNTUK MENINGKATKAN KEMAKMURAN PADA KELURAHAN TELUK DALAM BANJARMASIN Adelia Winda Hapsari; Ade Nur Atika Sari; Achmad Nasrulloh; latifah latifah
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v7i1.14932

Abstract

ABSTRAKPenerapan strategi komunikasi melalui aspek pendekatan psikologis untuk memperluas wawasan dan kesadaran diri para generasi muda, untuk mencegah dan menghindari pernikahan dini demi meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, dalam hal ini studi kasusnya adalah  para generasi muda pada Warga Rawasari 7 RT.054 RW.005 Komplek Pondok Sari Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan yang mana pada artikel ini dianggap warga disini adalah sampel dari populasi warga kota Banjarmasin yang termasuk salah satu kota besar yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Berikut beberapa hal permasalahan yang akan di bahas nanti, yaitu seberapa penting menjalin kedekatan emosional dengan cara komunikasi dari orang tua kepada anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa agar terbuka wawasannya untuk tidak melakukan pernikahan dini. Dengan strategi berkomunikasi dari hati ke hati tanpa bersikap menggurui, tapi lebih ke psikologis seperti seorang sahabat atau teman yang menasehati, itu jauh lebih bisa masuk secara mendalam ke mind atau pikiran anak-anaknya. Karena pendekatan berkomunikasi dengan cara menjadikan anak sebagai sahabat di kala mereka remaja, itu jauh lebih efektif dibandingkan mendidik mereka secara kolot atau otoriter. Dalam artikel ini,, warga rawasari 7 yang dijadikan sebagai perbandingan dari berbagai penelitian tentang pernikahan dini yang terjadi di desa desa pedalaman pada seluruh Indonesia. Rumusan masalah dalam artikel penelitian ini adalah Bagaimana strategi psikologi komunikasi mengurangi pernikahan dini untuk meningkatkan kemakmuran pada kelurahan teluk Dalam di Kota Banjarmasin.  Didapatkan hasil penelitian bahwa dari data di lapangan beserta In-Depth Interview ke warga, tingkat Pendidikan, wawasan, kesadaran diri, dan strategi psikologi pendekatan dari para orang tua ke anak-anaknya benar sangat mempengaruhi perubahan mindset untuk tidak gegabah dalam melakukan pernikahan dini. Dengan ini terlihat jelas bagaimana perbedaan penelitian pernikahan dini yang terjadi di kota dan di masyarakat desa. Dengan berkurangnya pernikahan dini di Indonesia, maka akan meningkatkan kemakmuran social bagi seluruh rakyat Republik Indonesia. Kata Kunci : psikologi komunikasi; pernikahan dini, kemakmuran.