Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Fasilitas Sanitasi Pada Balita Stunting di Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat Moi, Magdalena Gemagalgani; Mustakim Sahdan; Agus Setyobudi; Sintha Lisa Purimahua
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.592

Abstract

Stunting merupakan gambaran keadan gagal tumbuh kembang pada balita yang terjadi dalam jangka waktu lama, yang dapat terlihat dari kondisi balita lebih pendek dibanding tinggi badan pada umumnya (yang seusia). Permasalahan Stunting merupakan permasalahan multidimensional, yang terdiri dari penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan penyebab yang mendasari. Sanitasi merupakan salah satu faktor tidak langsung yang mempengaruhi kejadian Stunting, akses terhadap sanitasi layak yang tidak terpenuhi membuat tubuh mudah terserang penyakit infeksi seperti diare dan cacingan. Berdasarkan data, dari 27,67% balita Stunting 11% nya mengalami diare yang dipengaruhi oleh penyebab tidak langsung yakni sebesar 22,39% kepala keluarga belum mengakses sanitasi layak (Riskesdas, 2018) Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang di kaji secara kuantitatif, Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan kondisi gambaran fasilitas sanitasi pada balita Stunting di Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat yang dilakukan pada bulan juni 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 balita Stunting yang semuanya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semuanya (100%) responden telah memiliki fasilitas air bersih yang memenuhi syarat. Terdapat 90% responden memiliki fasilitas jamban tidak memenuhi syarat. Terdapat 100% atau semua responden tidak memiliki fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memenuhi syarat. Terdapat 100% fasilitas penyimpanan air minum tidak memenuhi syarat dan 54% penyimpanan makanan tidak memenuhi syarat. Terdapat 100% fasilitas penampungan sampah rumah tangga tidak memenuhi syarat. Terdapat 100% fasilitas saluran pembuangan air limbah rumah tangga tidak memenuhi syarat. Diharapkan optimalisasi dukungan pemerintah dan dinas terkait dalam berbagai bentuk peraturan guna mendukung ketersediaan fasilitas sanitasi di setiap rumah tangga.
Studi Paparan Asap Dan Keluhan Sistem Pernapasan Pada Pemasak Garam Yang Menggunakan Bahan Bakar Kayu Di Desa Oebelo Tnunay, Erwin Benyamin; Agus Setyobudi; Cathrin Wea Djogo Geghi; Marylin Susanti Junias
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.590

Abstract

Tempat kerja merupakan tempat orang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau keluarga sehari-hari yang sebagian waktu dihabiskan untuk bekerja. Setiap tempat kerja punya potensi bahaya bagi pekerja sehingga menyebabkan timbulnya penyakit akibat kerja. Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang diakibatkan oleh pekerja dan atau lingkungan kerja, salah satunya gangguan fungsi paru atau gangguan pernapasan akibat asap dan debu di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan asap dan keluhan sistem pernapasan pada pemasak garam yang menggunakan bahan bakar kayu di Desa Oebelo Kecamatan Kupang tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel yakni Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang paling muda 29 tahun dan paling tua 75 tahun, paling banyak 45-50 tahun. Responden yang paling banyak adalah laki-laki yakni berjumlah 22 orang dengan persentase sebesar 64,7 %. Responden yang paling baru 4 tahun dan paling lama 40 tahun, paling banyak 11-20 tahun. Jumlah responden paling banyak adalah yang merokok yakni berjumlah 20 orang dengan persentase 58,8 %. Kadar konsentrasi asap tertinggi terdapat pada siang dengan konsentrasi 0,42 mg/m3. Responden dengan durasi paparan paling cepat adalah durasi 15 menit, sedangkan durasi paparan paling lama adalh durasi 30 menit, dengan rata-rata durasi paparan paling banyak adalah 20 menit. Responden yang paling banyak adalah yang mengalami gangguan pernapasan dengan persentase 61,8 %. Diharapkan agar pemasak garam memakai masker saat melakukan pekerjaan pemasakan garam dan kurangi ataupun hilangkan kebiasaan merokok terutama saat bekerja