Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Optimasi Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Dengan Menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Della Amalia Romadoni; Insan Wijaya; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i4.3929

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai gizi yang baik, seperti kandungan vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui optimasi pematahan dormansi benih bawang daun dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami serta konsentrasi ZPT alami dapat meningkatkan vigor benih bawang bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang tersusun atas 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yakni sebagai berikut: CU= Tanpa perlakuan, Bawang merah dalam 3 taraf : (C1=15 ml/L), (C2 = 30 ml/L), (C3 = 45 ml/L), Air kelapa, dalam 3 taraf : (C4 = 150 ml/L), (C5 = 200 ml/L), (C6 = 250 ml/L), Keong mas, dalam 3 taraf : (C7 = 15 ml/L), (C8 = 30 ml/L), (C9 = 45 ml/L). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan C2 (ekstrak bawang merah 30 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada panjang akar bibit bawang daun
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bunga Kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.) Terhadap Konsentrasi Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Dan Komposisi Media Tanam Figo Fubdi Alif; Iskandar Umarie; Bejo Suroso
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat sepeti mengatasi gangguan pencernaan, mencegah efek radiasi ultraviolet, diabetes, radang usus, degenerasi makula, obesitas dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol terhadap konsentrasi PGPR dan komposisi media tanam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan dan terdiri 2 faktor. Faktor pertama konsentrasi PGPR P0 (Tanpa PGPR), (K1 (50ml/L), K2 (75 ml/L), K3 (100ml/L) dan faktor kedua komposisi media tanam K0 (Tanah), K1 (Pupuk kandang kambing 1 : 1 Tanah), K2 (Pupuk kandang kambing 1 : 2 Tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur , Diameter batang, berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan, dan panjang akar. Pemberian komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, Jumlah daun, Diameter batang, umur berbunga, umur panen, berat bunga, diameter bunga, berat berangkasan dan panjang akar. Perlakuan interaksi antara konsentrasi PGPR dan komposisi media tanam berpengaruh terhadap diameter batang, berat bunga, diameter bunga, dan panjang akar. Perlakuan interaksi P2K1 (PGPR 75 ml/L dan pupuk kandang 1 : 1 tanah) merupakan interaksi yang menghasilkan diameter bunga terbesar dan akar terpanjang.
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Insan Wijaya; Bejo Suroso; Afan Bagus Mananda; Fina Syafia; Alda Wata Alim Ronita; Diana Dwi Anggraeni; Ryan Setiadi Plaikol; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Optimalisasi POC Nasa Pada Varietas Selada (Lactuca Sativa L) Sistem Hidroponik NFT Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Di Perkotaan Insan Wijaya; Fefi Nurdiana Widjayantil; Oktarina Oktarina; Bejo Suroso
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 23 No. 2 (2025): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v23i2.3207

Abstract

Produksi sayuran daun di wilayah perkotaan menghadapi keterbatasan lahan sehingga budidaya hidroponik menjadi alternatif penting untuk mendukung kemandirian pangan. Optimalisasi nutrisi, termasuk penggunaan pupuk organik cair (POC), diperlukan guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi POC Nasa terhadap pertumbuhan dan produksi selada (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik; (2) mengetahui respons beberapa varietas selada; serta (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi POC Nasa dan varietas selada. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC Nasa, terdiri atas K0 = AB Mix tanpa POC, K1 = AB Mix + POC Nasa 4 cc L⁻¹, dan K2 = AB Mix + POC Nasa 6 cc L⁻¹. Faktor kedua adalah varietas selada, yaitu V1 = selada merah, V2 = selada keriting hijau, dan V3 = selada krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST (29,12 cm), jumlah daun umur 30 HST (11 helai) dan 45 HST (19 helai), lebar daun umur 15 HST (6,2 cm) dan 30 HST (12,54 cm), serta bobot akar (29,01 g). Pengaruh nyata juga terlihat pada tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, jumlah daun 15 HST, lebar daun 45 HST, dan panjang akar. Respons pertumbuhan dan produksi terbaik diperoleh pada varietas selada keriting hijau dengan konsentrasi K2.
Pengaruh Dosis Poc Bonggol Pisang Dan Pupuk Kandang Ayam Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Andre Leo Agustian; Wiwit Widiarti; Bejo Suroso
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan digemari masyarakat karena kandungan gizinya yang lengkap, seperti protein, vitamin A, B, C, zat besi, kalsium, dan serat. Sayuran ini tidak hanya penting sebagai sumber protein nabati, tetapi juga bermanfaat dalam menyuburkan tanah dan memperbaiki nutrisi masyarakat. Produksi kacang panjang di Kabupaten Jember turun lebih dari 40% (dari 55.150 kwintal pada 2022 menjadi 30.935 kwintal pada 2023), sehingga diperlukan perbaikan praktik pemupukan organik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk kandang ayam (0; 15; 30; 45 ton/ha) dan pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang (0; 67,5; 135; 202,5 ml/L) terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Percobaan dilaksanakan di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Jember (Desember 2024–Maret 2025) dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dan tiga ulangan; parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah dan panjang daun, diameter batang, umur berbunga, jumlah, panjang dan bobot polong per tanaman, serta bobot per plot. Analisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT (α = 5%). Hasil utama menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada hampir semua parameter pertumbuhan dan hasil, sedangkan POC bonggol pisang berpengaruh signifikan pada beberapa parameter utama; selain itu terdapat interaksi positif antara kedua perlakuan. Kombinasi terbaik adalah POC 135 ml dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha, yang menghasilkan bobot polong rata-rata per tanaman 745,000 gram (≈111% lebih tinggi dibanding kontrol A0B0 = 405,000) dan bobot per plot 9210,000 g (≈121% lebih tinggi dibanding kontrol 4920,000g). Dengan demikian, aplikasi POC bonggol pisang 45 ml/L dikombinasikan dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha terbukti mampu meningkatkan produktivitas kacang panjang secara signifikan dan berkelanjutan.
Optimalisasi Produksi Dan Vigor Benih Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Melalui Teknik Pemangkasan Dan Pemberian Pupuk MAP Achmad Adithya Arya Nugraha; Bejo Suroso; Insan Wijaya
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu benih. Banyak petani masih menggunakan benih hasil tanam sendiri yang kualitasnya kurang terjamin, sehingga berdampak pada produktivitas. Upaya peningkatan mutu dan hasil dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, seperti pemangkasan dan pemberian pupuk. Pemangkasan berfungsi mengatur distribusi assimilate agar pertumbuhan generatif lebih optimal, sedangkan pupuk Monoammonium Phosphate (MAP) dipilih karena mengandung nitrogen dan fosfor yang berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, serta pengisian biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan, P1: pemangkasan cabang ruas 1–5, P2: pemangkasan pucuk ruas ke-12, dan P3: kombinasi P1 dan P2), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk MAP (M0: tanpa MAP, M1: 5 g/tanaman, M2: 15 g/tanaman, M3: 25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap umur berbunga, jumlah buah per tanaman, dan bobot 100 benih, serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap berat buah per tanaman dan bobot 100 benih, serta nyata (p<0,05) terhadap umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Tidak ditemukan interaksi signifikan antarperlakuan. Secara praktis, pemangkasan yang tepat dan pemberian pupuk MAP dosis 15 g/tanaman dapat meningkatkan produktivitas serta mutu benih mentimun, sehingga mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani dan industri benih