Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma sp. DAN Streptomyces sp. TERHADAP KEBERADAAN NEMATODA PURU AKAR DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT CERI Siti Fatimatus Syahrok; Wiludjeng Widiyati; Didik Utomo Pribadi; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4109

Abstract

Tanaman tomat ceri merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Penurunan produksi dapat disebabkan oleh organisme penggangu tanaman, salah satunya nematoda puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne sp. Alternatif pengendalian yang lebih aman dan efiesien dengan menggunakan agensia hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.  Penggunaan media produksi yang tepat  meningkatkan efikasi agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. dari beberapa media produksi terhadap gejala dan keberadaan puru akar yang disebabkan nematoda Meloidogyne sp. dan pertumbuhan tanaman tomat ceri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAKL) Faktorial dengan faktor pertama perbandingan isolat Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. serta faktor kedua yaitu jenis media produksi. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. dan  Streptomyces sp. perbandingan 1:3  dan media produksi Ekstrak Kentang Gula memiliki kemampuan mengurangi keberadaan puru akar serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat ceri yang telah terinfeksi nematoda Meloidogyne sp.
APLIKASI BIOPESTISIDA FOBIO DAN STREPTOMYCES SP. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT MOLER PADA TANAMAN BAWANG MERAH Gusdino Hasyidan; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4855

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman hortikultura unggulan dan banyak petani yang melakukan usaha tani secara intensif. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Penyakit Moler. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Sasaran serangannya yaitu bagian dasar dari umbi lapis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan sehingga terdapat 24 satuan petak percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 100 tanaman, sehingga total tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2400 tanaman. Setiap tanaman berjarak tanam 23 cm x 18 cm sehingga total luas lahan yang digunakan dalam penelitian ini 118 m2. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan fungisida yang dilakukan secara terus menerus oleh petani  dalam mengendalikan penyakit moler dengan bahan kimia, sehingga perlu dilakukan percobaan pengendalian secara organik yakni dengan menggunakan larutan Biopestisida Fobio dan Agensia Hayati Streptomyces sp. untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan fungisida di Desa Bulugunung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan namun tetap memiliki potensi keberhasilan panen yang optimal. 
KEPADATAN POPULASI ARTHROPODA PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN FORMULASI BIOPESTISIDA DI KABUPATEN NGANJUK Hendra Wahyudi Ariyono; Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4881

Abstract

Nganjuk merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan total luas tanam 11.300 Ha. Persentase kerusakan tanaman yang besar dapat mengakibatkan penurunan bobot umbi. Studi keanekaragaman serangga merupakan langkah awal dalam pengendalian hama dan pengendalian hama pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan populasi arthropoda di perkebunan bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 140 m dpl dengan aplikasi fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2.400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak pagar 50 cm. Berdasarkan pengamatan populasi artropoda pada perlakuan organik berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan konvensional dan semi organik.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN DI DESA SAMBIREJO Fajri Rizky Saptono; Sri Wiyatiningsih; Wiludjeng Widayati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5006

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting karena menghasilkan beras yang menjadi sumber bahan makanan pokok. Masalah utama yang sering dialami oleh petani padi adalah adanya organism pengganggu tanaman (OPT) di alam yang menyerang tanaman padi. Penggunaan biopestisida fobio dan agensia hayati Streptomyces sp.  dapat dijadikan pilihan cara alternative dalam mengendalikan serangan serangga hama tanpa residu yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada ekosistem. Penggunaan biopestisida dan Streptomyces sp. diharapkan mampu untuk mengendalikan serangan hama tanaman padi dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 Maret sampai dengan 13 April 2021. Lokasi pelaksanaan di Desa Sambirejo Kecamatan Pare,  Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah Indeks kanekaragaman serangga populasi serangga hama. perlakuan penyemprotan dengan formulasi biopestisida, penyemprotan dengan Streptomyces sp., penyemprotan dengan campuran formulasi biopestisida dan Streptomyces sp. serta penyemprotan dengan pestisida kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi terdapat pada perlakuan Streptomyces sp. Indeks kemerataan jenis Fobio + Streptomyces sp. dan pestisida kimia lebih tinggi dibandingkan dengan Biopestisida dan Streptomyces sp. Perlakuan pestisida kimia dan Streptomyces sp. mempengaruhi populasi serangga hama pada lahan penelitian. Streptomyces sp. mampu mempengaruhi populasi serangga hama dengan memanfaatkan metabolit yang dihasilkan.
VIABILITAS TRICHODERMA SP. PADA ENKAPSULASI BENIH SELADA DALAM BEBERAPA MASA PENYIMPANAN Sarah Hikmah Marieska; Sri Wiyatiningsih; Herry Nirwanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7012

Abstract

Trichoderma sp. diketahui memiliki spektrum pengendalian yang luas, serta memiliki sifat antagonistik yang kuat dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen. Enkapsulasi benih merupakan teknik pelapisan benih yang dapat diterapkan untuk spora jamur dan sel bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahan pembawa yang paling baik dalam meningkatkan kemampuan antagonis jamur Trichoderma sp. melalui beberapa masa penyimpanan. Hasil pengujian in vitro berdasarkan pengukuran diameter koloni menunjukkan bahwa Trichoderma sp. pada semua perlakuan enkapsulasi yang diujikan rata-rata memiliki viabilitas yang tinggi. Berdasarkan pengamatan jumlah spora, terdapat pengaruh yang berbeda nyata pada tiap perlakuan. Kerapatan spora tertinggi terdapat pada perlakuan bahan pembawa biochar dengan penyimpanan 4 minggu dan 8 minggu. Sementara kerapatan spora terkecil terdapat pada perlakuan bahan pembawa kaolin dengan lama penyimpanan 12 dan bahan pembawa talc dengan lama penyimpana 0 minggu. Dengan demikian, penggunaan bahan pembawa biochar mampu menambah viabilitas Trichoderma sp. hingga waktu penyimpanan 8 minggu.
POTENSI Trichoderma spp. SEBAGAI ANTAGONIS PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) SECARA IN VITRO Alfia Rofika Sari; Endang Triwahyu Prasetyawati; Sri Wiyatiningsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6986

Abstract

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Memiliki jangkauan tanaman inang yang luas termasuk famili Solanaceae. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar hingga mencapai 100% pada tanaman budidaya. Pengendalian alternatif ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan agensia hayati Trichoderma sp. Beberapa jenis Trichoderma sp. yang diketahui mampu mengendalikan R. solanacearum antara lain Trichoderma harzianum, Trichoderma asperellum, dan  Trichoderma koningii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Trichoderma spp dalam mengendalian R. solanacearum diluar tanaman inang dengan lingkungan yang terkontrol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu jamur antagonis. Percobaan yang dilakukan yaitu tanpa jamur antagonis sebagai kontrol, T. harzianum, T. asperellum, dan T. koningii dengan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis Trichoderma spp yang mampu menghambat paling besar yaitu pada perlakuan T. asperellum dengan rerata daya hambat mencapai 9,6 mm pada umur 24 jam dan 6,8 mm pada umur 48 jam.
Co-Authors Agustin, Indah Sari Dwi Alfia Rofika Sari Arika Purnawati Armadianty, Fany Risma Boleng, Maya Stolastika Deviyanti, Nur Qomariyah Dewi Anggraini Diasi, Ananta Rizki Didik Utomo Pribadi Dinda Rizka Rahayu Dita Megasari Dwi Afrian Dwi Afrian Dwi Suci Rahayu Eben, Philipus Wahyu Baskoro Eko Setiyo Wawan Elvira, Nolla Dwi Endang Triwahyu Prasetya Endang Triwahyu Prasetyawati Ersyaf, Ihza Muhammad F. Deru Dewanti Fajri Rizky Saptono Faradila Amir Farisa Fitri Wijayanti Fitriya Pebriana Gusdino Hasyidan Gusdino Hasyidan Harijani, Wiwik Sri Haykal, Arkan Hendra Wahyudi Ariyono Hendra Wahyudi Ariyono Herry Nirwanto Hery Nirwanto, Hery Ika Nur Fitriana Indah Anita Sari Izza, Salsa Bila Ari Nur Kurniawan, Muhammad Izza Laila, Nita Nur Laily, Nurul Larrisa, Damasa Ines Lia Iswindari Mukaromah Maroeto ., Maroeto Maroeto Maroeto Moch Nur Yudha Moch. Arifin Mohamad Hipti Nabila Alysia Multazam Nauval Zakqy Nia Rulinggar Putri M Pangesti Nugrahani Penta SURYAMINARSIH Penta Suryaminarsih Pratama Wirya Atmaja Pribadi, Didik Utomo Ramadhani Mahendra Kusuma Rani, Sasiska Ratna Arifiani Sukmaningrum Retno Sulistiyowati Riko Setya Wijaya Robithotul Ummah Rosyiidah Sholihin, Alyaa Arwaa Santoso, Wahyu Sarah Hikmah Marieska Sarah Hikmah Marieska Sari, Nadya Naurah Sentoso, Wahyu Septikahady, Hani Shafa, Yola Salsabila Shavira Dwi Livita Reza Sigit Dwi Nugroho Sisko Budianto Siti Fatimatus Syahrok Surya Ari Widya Suryandika, Fadila Suwandi Syahrok, Siti Fatimatus Tri Mujoko Tri MUJOKO Tri Wahyu Prasetyawati, Endang Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wanti Mindari Widyananda, Kanaya Syafina Wijaya, Riko Setya Wiludjeng Widajati Wiludjeng Widayati Wiludjeng Widiyati Windriyanti, Wiwin Wiwik Sri Harijani Wiwik Sri Harijani Yenny WURYANDARI