Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Kondisi Eksisting dan Kemiringan Lereng Terhadap Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Linear Discriminant Analysis Fajar Yudha Pratama; I Nengah Sinarta; Ni Made Widya Pratiwi
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-2.1679

Abstract

Landslides on slopes are the second most frequent natural disaster after floods which cause many losses if they occur. Therefore, it is necessary to predict slope failure to prevent it. One of them is the slope in Trunyan village, Bangli sub-district, Bali. In predicting slope vulnerability in this area, the Linear Discriminant Analysis method was used from 40 slope points using 2 variables, which is the existing condition of the slope and the slope of the slope, only 40.7 percent of the total variables that influence the slope with the results of the analysis there were 28 slope points from the 40 slope points. There are indications of landslides or 70 percent, the relatively small Wilks Lambda is 0.593 and the significance is less than 0.01, making the results of this research suitable for use. This analysis shows that existing strengthening and slope slope have a significant influence on slope stability and can be used as indicators in evaluating the risk of slope collapse.
Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Pembangunan Gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung Menggunakan Metode Earned Value (EVM) I Putu Ananda Indra Kusuma; Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi; I Nengah Sinarta
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.15306

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap kinerja waktu, biaya, serta kualitas hasil pekerjaan. Proyek pembangunan Gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung merupakan salah satu contoh proyek yang mengalami keterlambatan akibat kekurangan tenaga kerja dan keterlambatan pengiriman material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja proyek dari aspek waktu dan biaya serta memperkirakan penyelesaian proyek menggunakan metode Earned Value Method (EVM). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa time schedule, RAB, dan laporan harian proyek. Analisis dilakukan menggunakan parameter BCWS, BCWP, dan ACWP serta indikator kinerja CV, SV, CPI, dan SPI untuk mengetahui deviasi kinerja proyek secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPI < 1 sejak minggu ke-4 yang mengindikasikan keterlambatan proyek dibandingkan rencana awal, sedangkan nilai CPI > 1 menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih efisien dari anggaran yang direncanakan. Estimasi biaya akhir proyek sebesar Rp15.360.053.225,15 lebih rendah dibandingkan nilai kontrak awal, sedangkan estimasi waktu penyelesaian proyek menjadi 183 hari atau mengalami keterlambatan selama 33 hari dari jadwal. Kondisi ini menunjukkan bahwa proyek mampu mengendalikan biaya meskipun mengalami keterlambatan waktu. Kesimpulannya, metode EVM terbukti efektif dalam mengevaluasi kinerja proyek serta memprediksi kondisi akhir proyek secara kuantitatif. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah penambahan tenaga kerja, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta peningkatan pengawasan proyek guna mempercepat progres pekerjaan dan meminimalkan risiko keterlambatan pada proyek konstruksi sejenis.
IDENTIFIKASI DAN PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN WISATA PATUNG CRISTO REI, DILI, TIMOR LESTE I Nengah Sinarta; Wayan Runa; Ika Wahyuni; Jose Manuel Maniquin
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.25-32

Abstract

Timor Leste, which is a new country, is trying to develop tourism as a strategy for community economic development. By developing tourism it is hoped that it will encourage investment in infrastructure, generate income for the country and direct and indirect employment involvement around the region. One of the tourist attractions that want to be developed is the Cristo Rei Statue area which is located on Fatukama hill, Dili City.In 2000 the Government of the Republica Democratica de Timor-Leste had planned to rehabilitate or develop the Cristo Rei Statue as an icon of the City of Dili. Currently, supporting infrastructure for the area has been built, such as parking areas, toilets, trash cans and rest areas. The condition of the infrastructure that is being built is currently damaged and lacks maintenance. Through this PKM, it is hoped that it will be able to identify the condition of the existing infrastructure in the area of ​​the Cristo Rei Statue and be able to increase the role of stakeholders in efforts to maintain and develop infrastructure.
Program Bedah Rumah Sebagai Bentuk Sosial Untuk Minimalisir Rumah Tidak Layak Huni I Nengah Sinarta; Nyoman Nuri Arthana; Komang Deddy Endra Prasandya; Agus Kurniawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.1.2022.31-38

Abstract

The house is a basic need that must be met for a place of protection from the sun's heat, rain, disease, and animal attacks. This study aims to help the underprivileged so that this program is useful as a social form. Community service activities in Banjar Puragae, Pempatan Village, Rendang District, Karangasem Regency as a form of applying knowledge and experience to minimize uninhabitable houses. A house is said to be well designed and implemented with attention to its users. Through the home renovation program, it is hoped that its implementation will target one of the poorest communities. The survey was conducted using an approach with interviews and observations with village heads and the surrounding community. The house renovation program is one of the efforts to equalize the development and welfare of the poor in remote areas. The problem is that the physical condition of the house is badly damaged and the environment of the house is unfit for habitation. The solution that will be offered is home renovation in the form of social, of course, this program is expected to have a positive impact on the community.
Perancangan Kebutuhan Infrastruktur Ekowisata bersama Desa Nggorang di Persemaian Modern Labuan Bajo I Nengah Sinarta; Putu Ika Wahyuni; Yohanes Parlindungan Situmeang
Jurnal Abdi Daya Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.12-20

Abstract

Infrastruktur berperan penting mengoneksikan antar daerah termasuk pusat ekonomi dengan kawasan sekitarnya. Pemerintah telah menggelontorkan 2T untuk KEK Labuan Bajo meliputi 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) Seperti penataan TNK, penataan DTW Budaya di desa Liang Ndara, penataan kawasan Batu Cermin. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mempunyai program nasional untuk memenuhi kebutuhan kayu dalam negeri dengan 1.000 kebun bibit dan 51 persemaian modern di seluruh Indonesia. Desa Nggorang ditetapkan pemerintah sebagai tempat Persemaian Modern dengan luas lahan 30 Hektar. Desa Nggorang memiliki potensi dan Infrastruktur yang ada tergolong cukup baik namum infrastruktur di Persemaian Modern belum memadai dan memerlukan penataan. Langkah awal dalam pengembangan Kawasan persemaian modern sebagai salah satu destinasi yang berbasis ekowisata, diusulkan adanya beberapa infrastruktur dan sarana pendukung seperti bangunan Loby, pusat souvenir, gazebo dan jogging track yang berada di jalur utama Kawasan persemaian modern. Bangunan loby terletak dekat dengan main entrance dari Kawasan persemaian modern dengan adopsi model bangunan Suku Manggarai yaitu Mbaru Niang. Bangunan pusat souvenir diletakan bersebelahan dengan bangunan loby, konsep bangunannya diadopsi dari tipologi rumah suku Bajo. Untuk Jalur jogging track akan melintasi jalur utama di Kawasan persemaian modern. Panjang jalur jogging track adalah 1500 meter. Di beberapa titik sepanjang jalur jogging track disediakan gazebo yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara. Konsep tempat peristirahatan (rest area) adalah Gazebo dengan atap alang-alang dengan struktur kayu untuk menimbulkan kesan natural dan menyatu dengan alam yang ada di Kawasan persemaian modern.
TEGANGAN PORI NEGATIF SEBAGAI PARAMATER STABILITAS LERENG TANAH TAK JENUH (SOIL MECHANICS ON UNSATURATED SOIL) Nengah Sinarta
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.1.242.31-42

Abstract

Tegangan air pori negatif atau suction. Suction maksimum terjadi dekat permukaan tanah pada akhir musim kering sehingga kapasitas infiltrasi maksimum terjadi didekat permukaan tanah selama kering, sebaliknya suction minimum terjadi pada akhir musim penghujan sehingga keruntuhan lereng sering terjadi pada saat itu karena kapasitas infiltrasinya juga mencapai minimum. Matric suction dalam tanah tak jenuh memainkan peran penting dalam mengendalikan kekuatan geser tanah dan sifat hidrolik tanah seperti soil-water characteristic curve (SWCC) dan fungsi permeabilitas tak jenuh. Oleh karena itu, suction tanah memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan volume, dan stabilitas lereng tanah. Tekanan normal (σ – ua), dan matric suction (ua – uw), dimana σ adalah total tegangan normal, ua adalah tekanan udara, dan uw tekanan air pori adalah merupakan dua parameter independen pada variabel stress state untuk tanah tak jenuh, perilaku ini adalah kontrol mekanika tanah dalam kuat geser tanah dan volume change untuk tanah tidak jenuh. Pengujian matric suction berdasarkan ASTM D 5298, disarankan untuk mencapai periode keseimbangan di peram 3 sampai 5 hari. Jika kedua matric dan total suction dilakukan pada sampel yang sama dalam botol kaca, maka waktu penyeimbangan akhir, setidaknya 7 hari dari total periode hisap penyeimbangan. Kata kunci: tegangan pori, stabilitas lereng, tanah tak jenuh
METODE PENANGANAN TANAH LONGSOR DENGAN PEMAKUAN TANAH (SOIL NAILING) Nengah Sinarta
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.2.259.1-16

Abstract

Analisis stabilitas lereng dan kecocokan terhadap metode perkuatan lereng agar tidak terjadi longsor mempunyai peran yang sangat penting pada perencanaan konstruksi-konstruksi sipil Paper ini bertujuan untuk menjelaskan tentang macammacam tipe dinding penahan tanah sebagai salah satu metode perbaikan kestabilan lereng. Sebelum memilih metode penanganan tanah longsor yang tepat, perlu dilakukan pennyelidikan penyebab ketidakstabilan lereng. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjadikan suatu tebing lebih stabil terhadap tekanan tanah adalah dengan pemakuan tanah “soil nailing”. Soil nailing termasuk kategori perkuatan kaku (rigid) yang dapat memikul gaya normal, gaya lintang dan gaya momen. Kontrol utama terhadap pemakuan tanah adalah hasil dari pull out test yang berupa; Kurva lengkung beban Vs Displacement, Max Pull Out Force, Displacement total massa tanah. Soil Nailing merupakan solusi potensial dari masalah longsor karena ekonomis dan juga berlaku di zona seismik. Pemakuan tanah dapat memecahkan masalah lereng terjal, pada daerah yang sebagian besar perumahan, akibat pemasangan tidak membutuhkan lahan yang luas serta dapat digunakan untuk berbagai jenis tanah. Kata kunci: Soil Nailing, Penanganan Longsor, Perkuatan kaku.
Program Kemitraan Masyarakat Dengan Pengempon Pura Pejinengan Tapsai Dalam Penataan Infrastruktur Perkuatan Lereng Untuk Areal Persembahyangan dan Areal Parkir I Nengah Sinarta
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.44-52

Abstract

Dusun Puragae, Desa Pempatan memiliki topografi dengan kemiringan lereng diatas 45o kerena berada di lereng Gunung Agung, di desa ini terdapat Pura Pajinengan Gunung Tap Sai yang menjadi bagian dari Pura Besakih. Pura ini sebagai tempat pemujaan atas kemakmuran yang diberikan Tuhan dengan manifestasi Dewi Saraswati, Dewi Sri, dan Dewi Laksmi atau disebut Tri Upa Sedana. Program kemitraan dilakukan dengan kelompok pengembang Pura Tap Sai, yang secara bersama-sama melakukan evaluasi untuk perluasan kawasan Pura Tap Sai, khususnya pembangunan tembok penahan tanah. Setiap hari masyarakat makin banyak melakukan persembahyangan sehingga diperlukan penataan areal persembahyangan dan areal parkir pura agar dapat menampung pengunjung dan kendaraan secara optimal dan tentunya aman terhadap bahaya longsor. Identifikasi permasalahan terhadap pengguna dengan metode wawancara, selanjutnya dilakukan kegiatan teknis dengan penyelidikan lapisan dan jenis tanah dengan uji lapangan (CPT) dan analisa numerik angka aman. Hasil analisa ditransformasikan ke dalam bentuk desain penataan kawasan utama mandala dan jaba pura khususnya areal parkir. Output akhir dari layanan ini adalah output kepada pengelola Pura Tap Sai yaitu desain penataan area persembahyangan dan area parkir yang aman terhadap ancaman longsor dan nyaman bagi pengunjung.
PKM DENGAN TIM PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PERENCANAAN MASTERPLAN INFRASTRUKTUR EKOWISATA DI DESA BESANG KAWAN, KELURAHAN SEMARAPURA KAJA I Nengah Sinarta; Kadek Candrayana; Agus Kurniawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.2.2021.23-32

Abstract

Tourism plays a role in accelerating the process of economic transformation in rural areas. Village communities who initially worked as farmers were gradually able to learn to develop services to support tourism in a village. The momentum of tradition, culture and environmental exoticism can be packaged as village tourism products attractive to visitors from outside the region. Efforts to increase the number of tourist villages as an effort to move the village economy are also carried out in several villages in Bali Province. One of the village plans that will be developed as an ecotourism-based village is Besang Kawan Village which is included in the administrative area of ​​Semarapura Kaja Village. The problems faced by Partners in this case the village development team in Semarapura Kaja Village are the lack of tourism supporting infrastructure and the not yet maximized potential of Besang Kaja Village as an ecotourism village. Based on the initial survey and discussions conducted with the leaders and community of Besang Kawan Village, it is known that the village has potential in the form of religious tourism objects (Tirta Celempung Temple) and landscapes in the form of rice fields. Based on the documentation of the survey results above, information is obtained that currently, in Besang Kawan Village, there is tourism potential, and the existing infrastructure is still relatively minimal. As an initial step in the development of Besang Kawan Village as a tourist village, a jogging track is proposed that crosses the potentials of Besang Kawan Village. This jogging track will cross residential areas and rice fields. The length of the jogging track is 1878m. The design of this jogging track is paving block pavement which enhances the aesthetics of the track. At a distance of every 300m will be equipped with a rest area so that visitors can rest.
Manajemen Risiko Bencana Kawasan Kissidan-EcoHill pada Perencanaan Pre-Disaster (Prevention, Mitigation, Preparedness) I Nengah Sinarta
Jurnal Abdi Daya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Daya Vol.3 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.15-24

Abstract

Desa Sidan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, memiliki potensi daya tarik wisata di area Kissidan Echo Hill yang terletak di jalan raya sidan yaitu jalan menuju Kabupaten Bangli. banyak wisatawan melewati jalan ini untuk menuju Bangli/Kintamani, sehingga memiliki potensi jalur ini merupakan jalur wisata. Kissidan Echo Hill memiliki konsep eco wisata yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Lokasi obyek wisata Kissidan Ecohill terletak pada lereng lembah dengan kemiringan antara 30o – 40o, yang didepannya terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Bangli dengan kemiringan jalan curum diatas 20%, dengan tikungan tajam serta kondisi drainase yang tidak baik. Kondisi ini menyebabkan perlu usaha pengurangan risiko bencana dengan tetap menerapkan konsep konservasi lingkungan. Dokumentasi, pengamatan langsung dan diskusi dengan Kepala Desa Sidan, dapat dilihat permasalahan dari mitra yaitu: 1) Perlu pemahanan Risiko bencana dan pengelolaan kawasan Kissidan-Ecohil yang aman dan nyaman berbasis bencana, 2) Perencanaan pre-disaster (Prevention, Mitigation, Prepardness) di kawasan Kissidan-Ecohill, baik struktural dan non struktural
Co-Authors A.A Gede Sumanjaya Agus Kurniawan Agus Kurniawan Agus Kurniawan Agus Kurniawan Cahaya Putra, Putu Agus Adi Candrayana, Kadek Windy Cintantya Budi Casita Dang Thanh Trung Debora Evlin Dewa Ngakan Made Dwiva Cahyana Dharma, I Made Sotya Wira Diatmika, Pande Gede Bayu Guna Fajar Yudha Pratama Gede Suartana Gusti, I Gusti Putu Agung Giga Pasoepati Hartawan, I Made Nova I Gusti Agung Gede Jaya Adhiputra I Gusti Agung Gede Jaya Adhiputra I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Ngurah Agung Eka Arya, Tejadinata I Ketut Nudja S., I Ketut I Made Adi Bhaskara I Made Bagastia Pinandika I Made Indra Beratha I Made Kusuma Wiranata I Made Kusuma Wiranata I Made Kusuma Wiranata I Made Surya Kumara I Made Wahyu Pramana I Nengah Damara Putra I Nyoman Surayasa I Putu Ananda Indra Kusuma I Putu Ellsa Sarassantika I Putu Ellsa, Sarassantika I Wayan Ariyana Basoka I Wayan Gde Erick Triswandana I Wayan Gde Erick, Triswandana I Wayan Maesa Andreasnata I Wayan Widanan Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi Ika Wahyuni Jose Manuel Maniquin Kadek AGus Mahabojana Kadek Windy Candrayana Komang Deddy Endra Prasandya Mandia, I Wayan Maria Imaculata Goran Mosa Maria Imaculata Goran Mosa Ni Ketut Natalia Wulansari Ni Ketut Natalia Wulansari Ni Komang Armaeni Ni Komang Ayu Agustini Ni Komang Ayu Agustini Ni Made Widya Pratiwi Ni Putu Indah Puspita Anggraeni Nugraha, Cokorda Gede Eka Nyoman Nuri Arthana Nyoman Parthin Indra, Maulana Putu Aryastana Putu Ellsa, Sarassantika PUTU IKA WAHYUNI Putu Ika Wahyuni Putu Ika, Wahyuni Rahadiani, Anak Agung Sagung Dewi Roro Sulaksitaningrum Sudarno P Tampubolon Sumanjaya, Anak Agung Gede Wayan Runa Wirasana, I Made Adi Wisnawa, I Putu Gede Dharma Yasa Bagiarta, I Ketut Yohanes Parlindungan Situmeang