Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan Siswiyanti, Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.591 KB)

Abstract

The posture/body position of batik maker is conducted by kneeling on the ground (squatting) especially on the staining activity (smearing) that is placed on the floor. This body position causes the batik maker’s posture or position in doing the static work (motionless) approximately 3 hours per staining. It can cause a fatigue in static muscle load. In order to reduce static muscle load, the researchers tried to design the alternative tool to be a replacement of batik rest. The purpose of this research is to know the reduction level of muskuskeletal complaints, fatigue and how well the increase in productivity after the change of posture/staining position (smearing) on the floor becomes sitting position in a chair-table in Ergonomics. The research method is the similar subject experiment. Batik table design has an adjustable height and tilt and also can be rotated so that It facilitates the process of coloring (smearing). The Application of Ergonomics in Designing Batik table can show the reduction level of musculoskeletal complaints in batik coloring (smearing) up to 36.63%, the fatigue decrease around 16.73% and the increase of productivity around 68.18%. It indicates that the improvement of squatting position into a sitting position using a chair-table can reduce the complaints of the musculoskeletal system, fatigue and increase the productivity of batik worker.
RANCANGAN ALAT BANTU PEMUPUK BAWANG MERAH YANG ERGONOMIS SEBAGAI UP AYA MENGURANGI KELUHAN Studi Kasus Kelompok Tani "Bina Tani Mandiri” Desa Dukuhwringin, Wanasari, Brebes Asfuri, Hadi; ., Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.43 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan suatu alat sesuai dengan aspek ergonomi untuk mengurangi keluhan kerja pada proses pemupukan bawang merah.. Perancangan alat ini menggunakan pendekatan anthropometri untuk merancang sebuah alat yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani bawang merah. Hasil dari penelitian ini, yaitu dengan menggunakan perhitungan percentile P95 diperoleh rancangan yang lebih ergonomis. Adapun ukuran rancangan yang didapat dalam pembuatan alat bantu pemupukan bawang merah adalah dengan pendekatan anthropometri dengan lebar : 31,24 cm dan Tinggi : 52,32 cm. Hasil perbandingan alat baru dan alat lama dihasilkan tingkat keluhan yang mengalami penurunan, dibandingkan menggunakan alat lama dengan membandingkan bagian tubuh yang sering mengalami sakit.Kata Kunci : Perancangan, Anthropometri, Percentile, Ergonomi, Musculosceletal
ANALISA POSTUR KERJA PADA PEWARNAAN BATIK TULIS (CELUP TRADISIONAL) DAN (CELUP MESIN) MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Siswiyanti, Siswiyanti; Rusnoto, Rusnoto
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.48 KB)

Abstract

Proses pewarnaan batik tulis di Kalinyamat Wetan Kota Tegal umumnya dilakukan dengan celup (tradisonal) denganpostur kerja stooping (membungkuk) dan squatting(menjongkok). Postur ini dirasa pekerja menimbulkan keluhan muscuoskeletal karena beban tubuh tertumpu pada kedua kaki. Akibat proses ini dalam kurun waktu yang lama dan berulang ulang akan menimbulkan beban otot statis pada tubuh bagian tertentu seperti : leher, lengan,pergelangan tangan, punggung dan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa / membandingkan postur kerja pada proses pewarnaan batik tulis setelah dilakukan perancangan mesin pewarna batik tulis, dari proses celup tradisional (membungkuk) menjadi proses celup otomatis/mesin (berdiri. Metode penelitian adalah Ekseperimen sama subjek dimana subjek pengrajin batik tulis akan menggunakan cara celup tradisional dan mesin untuk dianalisa menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (RULA). Hasil penelitian terhadap posisi kerja pengrajin pada proses pewarnaan celup(tradisional) diperoleh bawah postur pekerja secara stooping (membungkuk) dan posisi squatting(menjongkok)nilai skor 5-7 dengan level musculoskeletal tinggi (perlu segera dilakukan perbaikan). Sedangkan posisi kerja pewarnaan celup (mesin) nilai skor 2-4 dengan level musculoskeletal rendah (mungkin perlu dilakukan perbaikan dalam jangka waktu yang lama). Sikap kerja pewarnaan batik tulis celup (menggunakan mesin posisi berdiri), lebih alamiah dibandingkan dengan sikap kerja celup tradisional posisi menjongkok/ membungkuk/ duduk. Kata kunci: postur tubuh, mesin pewarna batik tulis,metode rula
Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan Siswiyanti, Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.591 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v5i1.1913.54-58

Abstract

The posture/body position of batik maker is conducted by kneeling on the ground (squatting) especially on the staining activity (smearing) that is placed on the floor. This body position causes the batik maker’s posture or position in doing the static work (motionless) approximately 3 hours per staining. It can cause a fatigue in static muscle load. In order to reduce static muscle load, the researchers tried to design the alternative tool to be a replacement of batik rest. The purpose of this research is to know the reduction level of muskuskeletal complaints, fatigue and how well the increase in productivity after the change of posture/staining position (smearing) on the floor becomes sitting position in a chair-table in Ergonomics. The research method is the similar subject experiment. Batik table design has an adjustable height and tilt and also can be rotated so that It facilitates the process of coloring (smearing). The Application of Ergonomics in Designing Batik table can show the reduction level of musculoskeletal complaints in batik coloring (smearing) up to 36.63%, the fatigue decrease around 16.73% and the increase of productivity around 68.18%. It indicates that the improvement of squatting position into a sitting position using a chair-table can reduce the complaints of the musculoskeletal system, fatigue and increase the productivity of batik worker.
ANALISA PENGARUH INHIBITOR EKSTRAK RIMPANG JAHE TERHADAP LAJU KOROSI INTERNAL PIPA BAJA ST 41 PADA AIR TANAH Shidiq, M. Fajar; Hidayatulloh, Sarip; -, Siswiyanti
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.904 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan inhibitor ekstrak rimpang jahe terhadap laju korosi internal pipa st 41 pada media air tanah dengan kosentrasi di variasi dari 0 ppm , kosentrasi 10 ppm , kosentrasi 20 ppm , dan kosentrasi 30 ppm dengan metode eksperimen (uji laju korosi, uji pH, efesiensi inhibitor, uji O2 terlarut). Laju korosi akan berkurang dengan penambahan inhibitor ekstrak rimpang jahe, penurunan laju korosi paling rendah pada kosentrasi 30 ppm   dengan laju korosi 1.478 mm/yr pada pH 6.96, daya efesiensi inhibitor menghasilkan 0.315 % dan memiliki kandungan O2 terlarut yang kecil sebesar 2.31. Inhibitor ekstrak rimpang jahe sangat efektif digunakan untuk menurunkan laju korosi internal pipa st 41 dalam media air tanah, hal ini disebabkan karena pada kondisi tersebut senyawa komplek fenol terbentuk dengan sepurna dan menutupi permukaan baja.
RANCANGAN ALAT BANTU PEMUPUK BAWANG MERAH YANG ERGONOMIS SEBAGAI UP AYA MENGURANGI KELUHAN Studi Kasus Kelompok Tani "Bina Tani Mandiri” Desa Dukuhwringin, Wanasari, Brebes Asfuri, Hadi; ., Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.43 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan suatu alat sesuai dengan aspek ergonomi untuk mengurangi keluhan kerja pada proses pemupukan bawang merah.. Perancangan alat ini menggunakan pendekatan anthropometri untuk merancang sebuah alat yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani bawang merah. Hasil dari penelitian ini, yaitu dengan menggunakan perhitungan percentile P95 diperoleh rancangan yang lebih ergonomis. Adapun ukuran rancangan yang didapat dalam pembuatan alat bantu pemupukan bawang merah adalah dengan pendekatan anthropometri dengan lebar : 31,24 cm dan Tinggi : 52,32 cm. Hasil perbandingan alat baru dan alat lama dihasilkan tingkat keluhan yang mengalami penurunan, dibandingkan menggunakan alat lama dengan membandingkan bagian tubuh yang sering mengalami sakit.Kata Kunci : Perancangan, Anthropometri, Percentile, Ergonomi, Musculosceletal
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI CAHAYA PERMATA Laksono, Mujito Sandi; ,, Siswiyanti; Nurwildani, M Fajar
ENGINEERING Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.965 KB)

Abstract

Dewasa ini pertumbuhan dan persaingan, perkembangan usaha semakin ketat karena pada tahun ini akan diadakan pasar bebas dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA ), Tegal merupakan kota dengan berbagai ketrampilan, ada usaha bubut, konveksi maupun usaha-usaha kecil seperti tempe, krupuk maupun tahu.Tegal dengan potensi yang besar untuk melakukan kegiatan usaha yang salah satunya adalah Usaha konveksi cahaya permata yang bertempat di Jln. Prof. Moh. Yamin Slawi. Dengan semakin pesat dan ketatnya persaingan didunia usaha konveksi, maka perlu dilakukan pengembangan usaha guna memenuhi kebutuhan dan permintaan dari konsumen yang semakin tinggi dan bervariatif. pemilik usaha konveksi cahaya permata harus mampu bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan   permintaan   pelangan.Dengan demikian   penelitian   ini   dilakukan   untuk mengetahui kelayakan  usaha  dan  menentukan  strategi  untuk mengembangkan  usaha tersebut dengan metode SWOT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pertama yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan, pencatatan dan dokumentasi   terhadap   aktifitas kerja   yang   ada   pada   Usaha   Konveksi   CAHAYA PERMATA secara  langsung.  Setelah  itu  dilakukan  wawancara  agar dapat  mengetahui proses produksi dan alat yang digunakan serta data finansial.kemudian melakukan perhitungan kelayakan ekonomi pada usaha tersebut,setelah itu melakukan analisis faktor internal dan eksternal untuk melakukan perhitungan SWOT untuk menentukan strategi yang akan digunakan. Hasil penelitian ini dapat diketahui, Usaha konveksi cahaya permata memiliki nilai NPV positif sebesar Rp. 225.660.894,5,dengan BEP sebanyak 386 unit.lama pengembalian modal investasi selama 2,4 tahun dilihat dari perhitungan Payback Periode dengan nilai B/C >1 maka usaha konveksi cahaya permata layak untuk dilakukan investasi.Matrik internal dan eksternal menunjukkan pada 2,075 pada faktor internal dan 2,05 pada factor eksternal. Hal ini berarti usaha konveksi cahaya permata berada pada posisi V dengan strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabilitas (tidak ada perubahan dalam pendapatan). Karena kekuatan yang dimiliki lebih sedikit dan adanya kelemahan membuat usaha konveksi cahaya permata harus memanfaatkan peluang yang dimiliki.Strategi yang dipakai adalah SO (Strength Opportunities) yaitu mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang yang muncul.Kata Kunci : kelayakan Usaha, SWOT, Strategi pengembangan,Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C), Payback Periode (PP).
The Application of Quality Function Deployment (QFD) Towards The Design of Batik Coloring Machines to Increase The Value of Fading and Stains on Fabrics Siswiyanti, S; Rusnoto, R; Luthfianto, Saufik; Nurjanah, N
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 1, Juni 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v18i1.7165

Abstract

The aim of this study is to design a batik coloring machine using the Quality Function Deployment (QFD) method in order to increase the value of fading and stains on fabrics. It can be concluded that the results of the design of batik coloring machines according to the application of QFD have 3 rollers/cylinders and propulsion about 0.190 HP with the working concept of a sheet of cloth wrapped around the cylinder with rotation of 72.5 rpm. There are significant differences between variables in the design before and after the experiment on the batik value quality analysis of soap washing and desecration of unbleached plain cloth of Primisima type, Gamelan stamp. The average difference between before and after the experiment is 0.060 or increase to 6%, while for the analysis of batik quality test, the value of rubbing dry and wet cloth has a mean difference between before and after the experiment of 0.100 or an increase of 10%. Standard time generated from the measurement process using a machine dipping carried out by 20 batik makers has a value of 0.2701 hours/ unit with total output of 4 units/ hour, while standard time for coloring activities that uses a bucket dip is 0.5346 hours / unit with total output of 2 units/ hour.
PERENCANAAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI RODA KERETA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FRON TO CHART DAN ARC DI BAGIAN BOGIE PT. UNIT PELAYANAN TEKNIS BALAIYASA TRAKSITEGAL ., Sholechudin; ., Siswiyanti; ., Zulfah
OSEATEK No 06 (2010): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.798 KB)

Abstract

Tata letak adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik (plant lay out) atau tata letak fasilitas dapat didefinisikan sebagai tata cara mengatur fasilitas-fasilitas pabrik menunjang kalangan proses produksi. Pengaturan tersebut akan mencoba memanfaatkan luas area (space) untuk menempatkan mesin - mesin dan penunjang fasilitas produksi yang lain. Metode analisa yang digunakan dalam penentuan tata letak fasilitas produksi adalah dengan metode Activity Relation Chart (ARC) dan front to chart. Hasil penelitian menunjang bahwa : jumlah mesin yang dipakai dalam proses yroduksi belum sesuai dengan standar sehingga perlu adanya penambahan mesin yaitu mesin bubut luar dengan efisiensi 0,7, jumlah produksi yang dibuat 15 unit jumlah mesin yang digunakan 4 buah, mesin bubut dalam dengan efisiensi 0,71 jumlah produk yang dibuat 14 unit jumlah mesin yang dibutuhkan 4 buah, mesin bubut AS dengan efisiensi 0,65 jumlah produk yang dibuat B unit jumlah mesin yang dibuat 4 buah dan tata letak fasilitas proses produksi belum optimal ditunjukkan bahwa : (a) menggunakan ARC perlu adanya perubahan tata letak fasilitas proses produksi yang mengakibatkan aliran produksinya bolak-balik dari urutan mesin 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 menjadi 1,2,3,9,6,8,7,4,10 (b) dengan metode fron to chart, tata letak fasilitas produksinya menunjukkan lay out asli yaitu total volume  forward + back ward = 2235 sedangkan usulan total volume forward + buck ward = 1760 sehingga ada penurunan gerakan aliran proses produksi sebesar 475 cm. Kata kunci: ARC, fron to chart, tata letak fasilitas
APLIKASI JARINGAN PETRI PADA PEMBUATAN HIDRANT PILAR DUA (TWO WAY HIDRANT) MODEL H-14 AP DI PT. KARYA PADUYASA LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL Luthfianto, Saufik; ., Suwandono; ., Siswiyanti
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.263 KB)

Abstract

PT. Karya Paduyasa berdiri pada tanggal 8 April 1964 dengan nama ?Karya Yasa?, pada awal berdiri bergerak dibidang pembuatan mesin-mesin tekstil, rekayasa mesin pengolah makanan (mesin soun, mesin bihun, mesin mie) dengan tenaga 6 orang dan saat ini PT. Karya Paduyasa merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Hidrant yang sedang berusaha meningkatkan produknya melalui pengurangan waktu menganggur pada mesin produksinya. Oleh karena itu perlu diperhatikan tentang penjadwalan mesin yang merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Berdasarkan pertimbangan diatas maka kami dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui waktu menganggur mesin dan produktivitas dari mesin tersebut. Halini juga akan sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai pertimbangan menjadwalkan mesin pada produk hidrant pilar dua. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penjadwalan mesin dengan jaringan petri, metode ini akan diketahui waktu siklus sirkuit yaitu setiap produk diketahuijumlah waktu dalam proses produksinya, kemudian waktu siklus mesin yaitu setiap mesin diketahui jumlah waktunya dalam menghasilkan produk dengan mengakumulasi jumlah waktu membuat produk, dengan begitu kita dapat mengetahui mesin tersibuk dalam proses produksi dan berapa jumlah jeton minimum setiap sirkuit proses produk. Dalam penelitian ini dihasilkan Waktu siklus fabrikasi maksimum adalah pada pembuatan produk 1 yaitu sebesar 96,4 menit, Waktu periode selama pembuatan produk adalah 131,29 menit, dan Produktivitas maksimum dari pembuatan hydrant pilar dua adalah sebesar 10,94 unit / hariKata Kunci: Penjadwalan Mesin, Metode Jaringan Petri, Produktivitas