Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI MELALUI METODE RESITASI DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Suyono Suyono; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan inkuiri melalui metode resitasi dan eksperimen, kreativitas, kemampuan berpikir kritis serta interaksi-interaksinya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan metode penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XII IPA Semester Ganjil SMA Negeri 2 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, sedangkan untuk sikap dan keterampilan menggunakan pengamatan saat kegiatan pembelajaran di kelas. Teknik analisis data menggunakan anava 2x2x2. Berdasarkan analisis, diperoleh: (1) ada pengaruh pendekatan inkuiri melalui metode resitasi dan eksperimen terhadap  pengetahuan dan keterampilan, sedangkan untuk  sikap tidak ada pengaruh; (2) tidak ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap  pengetahuan dan sikap, tetapi ada pengaruh terhadap keterampilan; (3) ada pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap  pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (4) tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode resitasi dan eksperimen dengan kreativitas terhadap  pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (5) tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode resitasi dan eksperimen dengan kemampuan berpikir kritis terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (6) ada interaksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap  pengetahuan, tetapi tidak ada interaksi  pada sikap dan keterampilan; (7) tidak ada interaksi antara pendekatan inkuiri melalui metode resitasi dan eksperimen dengan kreativitas, kemampuan berpikir kritis terhadap  pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC PADA MATERI FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Yulia Dewi Puspitasari; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9540

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan modul fisika berbasis scientific, mengetahui kelayakan modul fisika berbasis scientific, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis scientific pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan merupakan Research and Development (R&D). Pengumpulan data menggunakan soal tes dan lembar  observasi.  Pengembangan  modul  dilaksanakan  mengacu  pada  model  ADDIE  dengan  tahapan Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation yang dikemukakan oleh Russel dan Molenda. Pengembangan modul dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian direvisi dan diimplementasikan di kelas X-MIA 4 SMA Negeri 6 surakarta. Keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji parametrik dengan uji t test menggunakan software IBM SPSS Statistic 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul  fisika  berbasis  scientific  pada  materi  fluida  statis  mengalami  peningkatan.  Dari  lima  aspek keterampilan berpikir kritis,  aspek  memberi penjelasan sederhana (elementary clarification) mengalami peningkatan yang tinggi diikuti membangun keterampilan dasar (basic support), menyimpulkan (interference), memberikan penjelasan lebih lanjut (advanced clarification), dan mengatur strategi & taktik (strategy & tactics).
PENGEMBANGAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Lutfiatul Lathifah; Sarwanto Sarwanto; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31812

Abstract

Pelaksanaan penilaian pembelajaran IPA di sekolah belum dilaksanakan secara autentik dan belum te`rintegrasi dengan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumenn authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk siswa SMP kelas VIII pada materi Indera Penglihatan dan Alat Optik.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan kelas IX SMP. Jenis penelitian ini adalah pengembangan, yang mengacu pada model pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al terdiri dari empat tahapan yaitu: (a) tahap define (pendefinisian); (b) tahap design (perencanaan); (c) tahap develop (pengembangan); (d) tahap disseminate (penyebaran). Produk yang dihasilkan adalah instrumen authentic assessment pada pembelajaran IPA berbasis kontekstual untuk materi Indera Penglihatan dan Alat Optik kelas VIII Semester 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: produk yang terdiri dari pedoman penilaian kompetensi sikap ilmiah, pengetahuan, dan keterampilan disertai lampiran perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP dan LKS memiliki kualitas baik dilihat dari: (1) hasil analisis data validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi pedoman authentic assessment pada tahap validasi sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; nilai rata-rata validasi isi lampiran perangkat pembelajaran sebesar 3,32 yang berarti memenuhi kriteria sangat baik; (2) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (a) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi sikap ilmiah sebesar 0,782 menunjukkan kategori tinggi; (b) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi pengetahuan sebesar 0,54 menunjukkan kategori cukup; (c) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi keterampilan sebesar 0,765 menunjukkan kategori tinggi; (3) hasil analisis data tahap penyebaran yang terdiri dari: (a) kevalidan dan reliabilitas tes pengetahuan menunjukkan semua item tes valid dengan reliabilitas sebesar 0,86 menunjukkan kategori tinggi; (b) respon terhadap penilaian sikap ilmiah menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,82; (c) respon terhadap penilaian keterampilan menunjukkan kriteria yang sangat baik dengan rata-rata nilai 3,73.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TEMA MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI KELAS VII SMP/MTs Erma Novitasari; Mohammad Masykuri; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9518

Abstract

Telah dilakukan pengembangan modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing, dengan tahapan-tahapannya berupa observasi masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data (melakukan percobaan), Analisis data, melakukan kesimpulan.  Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui prosedur pengembangan produk Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Tema Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif, (2) mengetahui kelayakan penggunaan Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Tema Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif, (3) mengetahui efektivitas hasil belajar Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Tema Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Model pengembangan modul yang digunakan adalah model 4D (four D model), dengan tahapan Define, Design, Develop dan Disseminate sesuai model Thiagarajan. Pengembangan ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, kegrafikan, dan bahasa modul oleh ahli pada bidangnya kemudian diujicobakan terbatas pada 9 siswa. Setelah revisi dari uji coba terbatas, modul diujicoba besar pada kelas VII B. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan soal tes. Hasil penelitian ini adalah : (1) menghasilkan sebuah modul IPA Terpadu tema Matahari sebagai sumber energi alternatif, dikembangkan dengan komponen pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan menggunakan model pengembangan 4-D meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate, (2) Modul IPA Terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema matahari sebagai sumber energi alternatif yang telah diuji oleh dosen ahli, guru IPA (reviewer) dan teman sejawat (peer review)  menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil penilain modul IPA terpadu adalah 91%. Berdasarkan hasil uji menunjukkan bahwa modul IPA Terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema matahari sebagai sumber energi alternatif layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran pembelajaran, (3) modul IPA Terpadu tema Matahari sebagai sumber energi alternatif efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, rata-rata nilai pretes dan postes siswa yang menggunakan modul IPA Terpadu lebih besar dibandingkan siswa yang tidak menggunakan modul IPA Terpadu dengan signifikasi 0,000 dan nilai gain sebesar 0,49 yang tergolong sedang.
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF MENGGUNAKAN TPS (THINK PAIR AND SHARE) DAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DAN INTERAKSI SOSIAL Mohammad Isnaini; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9618

Abstract

Permasalahan pembelajaran yang terjadi pada madrasah adalah masih rendahnya aktivitas belajar siswa sehingga hasil akhir belajar belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kooperatif menggunakan TPS dan TAI, kemampuan berpikir siswa, dan interaksi sosial siswa serta interaksi-interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) SAKTI Ngebel Ponorogo tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Pembelajaran pada kelas eksperimen 1 pendekatan kooperatif menggunakan TPS dan pada kelas eksperimen 2 pendekatan kooperatif menggunakan TAI. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk data prestasi belajar dan kemampuan berpikir, kemudian untuk angket untuk data interaksi sosial dan prestasi afektif siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) pembelajaran dengan TPS mempunyai prestasi belajar kognitif lebih tinggi dari TAI tetapi tidak berpengaruh terhadap prestasi afektif, 2) tidak ada pengaruh antara kemampuan berpikir konkret dan abstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa, 3) siswa yang interaksi sosial tinggi mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar afektif dari siswa yang interaksi sosial rendah tetapi tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, 4) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran menggunakan TPS dan TAI dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa, 7) TPS dan TAI, kemampuan berpikir dan interaksi sosial tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TIPE CONNECTED BERBASIS IQRA TEMA LINGKUNGAN PANTAI UNTUK MEMBERDAYAKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP/MTs KELAS VII SEMESTER II Ambarsari Indraningrum; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II; (2) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema Lingkungan Pantai yang layak untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. (3) mengetahui efektivitas modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development / R&D) oleh Thiagarajan (1974), pengembangan yang digunakan adalah model 4-D, dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Sampel penelitian pengembangan meliputi:1) 2 validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat, 2) sampel uji coba terbatas sejumlah 10 siswa kelas VIIB SMP Institut Indonesia Kutoarjo, dan 3) sampel uji lapangan operasional sejumlah 30 siswa kelas VIIA SMP Institut Indonesia Kutoarjo. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, dan tes. Uji coba pemakaian menggunakan  one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan pada tahap define adalah analisis data deskriptif, pada tahap design dengan analisis SK dan KD untuk menentukan desain awal modul, pada tahap develop analisis data hasil validasi modul, data respon siswa dan data pemberdayaan karakter religius berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4, dan pada tahap disseminate data yang didapatkan berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4.  Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:1) modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan pada langkah pembelajaran Iqra, dan mengintegrasikan karakter religius pada setiap tahapnya, 2) modul dikategorikan layak karena telah melalui beberapa uji kelayakan. Uji kelayakan modul dinilai oleh validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat. Berdasarkan uji kelayakan modul memiliki kategori layak yang didukung dengan hasil perhitungan dengan rata-rata presentase sebesar 90% yang dikategorikan “sangat baik”. Modul mendapatkan respon dari siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang dinilai dari angket respon yang mengkategorikan modul sangat baik, serta didukung dengan hasil disseminate yang diserahkan pada 5 guru IPA yang mengkategorikan modul baik,3) efektifitas modul berbasis Iqra dengan tema lingkungan pantai untuk memberdayakan  karakter religius siswa didapatkan N-gain score sebesar 0, 58 untuk hasil belajar,serta pencapaian KKM didapatkan hasil 96,7%. Sedangkan hasil angket siswa dan lembar observasi terhadap pemberdayaan karakter religius didapatkan rata-rata keseluruhan nilai sebesar 85,3% yang dikategorikan “sangat baik” sehingga karakter religius dapat terberdayakan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK BERBASIS SCIENTIFIC LITERACY PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Tutut Widowati; Nonoh Siti Aminah; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9466

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan kualitas dari instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian utama dilakukan di kelas X-MIA 1 SMA N 5 Surakarta pada tahun pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa: (1) data kualitatif, yaitu hasil wawancara untuk analisis kebutuhan dan saran serta komentar terhadap kualitas produk dan perangkat (silabus, RPP, kisi-kisi dan rubrik); dan (2) data kuantitatif, berupa: (a) hasil validasi isi tentang kualitas produk dan respon produk dilihat dari nilai rata-rata totalnya; (b) hasil validasi konstruk dan reliabilitas lembar observasi dan angket penilaian; dan (c) taraf kesukaran, daya beda, dan keefektifan pengecoh serta reliabilitas item tes (tes otentik dan non otentik). Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa: (1) proses pengembangan instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013 mengacu pada model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al., terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate; dan (2) kualitas instrumen sangat baik, dilihat dari: (a) hasil analisis data tahap validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi produk dan validasi isi tiap perangkat memenuhi kriteria sangat baik; (b) nilai rata-rata respon produk pada tahap uji coba kecil memenuhi kriteria sangat baik; (c) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (i) masing-masing item lembar observasi, angket penilaian, dan soal evaluasi valid dan reliabel; dan (ii) nilai rata-rata respon produk memenuhi kriteria sangat baik; (d) nilai rata-rata respon produk pada tahap penyebaran memenuhi kriteria sangat baik; dan (e) tervalidasinya item tes non otentik dengan nilai reliabilitas yang memenuhi kriteria cukup.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATERI KEMAGNETAN Triyono Triyono; Nonoh Siti Aminah; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31830

Abstract

Motivasi belajar siswa SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro dalam mengikuti kegiatan belajar fisika masih rendah dibandingkan saat mengikuti kegiatan belajar mata pelajaran produktif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan karakteristik modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 2) menentukan kelayakan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 3) menganalisis efektivitas modul elektronik fiska berbasis kontekstual terhadap motivasi belajar siswa; 4) menganalisis efektivitas modul elektronik fisika berbasis kontekstual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 2 dosen ahli (ahli materi dan ahli media), 1 guru berkualifikasi magister (ahli bahasa), 2 peer reviewer dan 2 reviewer. Modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa kelas XII TKR 1. Setelah direvisi, modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual diujicoba skala besar pada 35 siswa kelas XI TKR 4. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul elektronik fisika berbasis kontekstual yaitu berupa modul elektronik yang menggunakan tujuh komponen pendekatan kontekstual yang mampu mengaitkan materi pelajaran fisika dengan materi pelajaran produktif; 2) modul elektronik fisika berbasis kontekstual layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan cut off score dengan persentase keidealan 88,0 %, hasil angket keterbacaan modul oleh siswa modul layak digunakan (80,52%) dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan (91,67 %); 3) modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,61 dengan kategori peningkatan sedang; 4)  modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,55 dengan kategori peningkatan sedang dan 77% siswa memperoleh nilai KKM.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD BERBANTUAN ANIMASI FLASH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA Nur Rokhim; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPA pada pokok bahasan Listrik Dinamis siswa kelas IX E SMP Negeri 24 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E yang terdiri dari 25 siswa. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) penerapan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan animasi Flash dapat meningkatkan motivasi siswa dari 56% siklus I menjadi 100% pada siklus II, 2) penerapan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan animasi Flash dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 24 Surakarta pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 dari 56% siklus I menjadi 92% pada siklus II. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan animasi Flash dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar IPA untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi Listrik Dinamis.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, AND EXPLANATION) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN SIKAP ILMIAH SISWA Siti Rohmani; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9564

Abstract

Prestasi belajar siswa di SMKN 1 Mojosongo masih rendah, dikarenakan siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga belum bisa mencapai hasil akhir yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model POE menggunakan metode proyek dan eksperimen, kreativitas siswa, dan sikap ilmiah siswa serta interaksi-interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMKN 1 Mojosongo Boyolali tahun pelajaran 2012/2013, terdiri dari 15 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Pembelajaran pada kelas eksperimen 1 menggunakan metode eksperimen dengan model pembelajaran POE dan pada kelas eksperimen 2 menggunakan metode proyek dengan model pembelajaran POE. Data prestasi belajar kognitif dikumpulkan dengan metode tes, metode angket untuk sikap ilmiah, kreativitas belajar, prestasi belajar afektif, sedangkan prestasi belajar psikomotor menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Dari hasil olah data dapat disimpulkan: 1) ada pengaruh pembelajaran dengan metode eksperimen dan metode proyek terhadap prestasi belajar; 2)siswa yang kreativitasnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang kreativitasnya rendah; 3) Siswa yang sikap ilmiahnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang sikap ilmiahnya rendah; 4) tidak ada interaksi antara metode belajar dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; 5) tidak ada interaksi antara metode belajar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa; 6) ada interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik, tetapi tidak pada aspek kognitif; 7) tidak ada interaksi antara metode, kreativitas, dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.