Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN OPTIKA GEOMETRI MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA KELAS X TAHUN 2014/2015 Elly Eka Wahyudi; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penggunaan model Problem Based Learning (PBL) melalui metode eksperimen dan metode demonstrasi ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar. Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini siswa SMA Negeri 4 Madiun kelas X tahun pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X B dan X C. Kelas X B diberi pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen, sedangkan X C diberi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode demonstrasi. Data hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif diambil menggunakan instrumen tes, sedangkan data hasil belajar afektif dan psikomotor menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (anava) tiga jalan dan dilanjutkan dengan uji Compare Means. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak terdapat pengaruh pembelajaran Fisika melalui Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi terhadap hasil belajar; 2) tidak terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 3) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif, namun tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar afektif dan psikomotor; 4) tidak terdapat pengaruh interaksi pembelajaran Fisika Problem Based Learning (PBL) mengunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar; 5) tidak terdapat pengaruh interaksi pembelajaran Fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan metode demonstarsi dengan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar; 6) tidak terdapat pengaruh interaksi kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar; 7) tidak terdapat pengaruh interaksi pembelajaran Fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi, kemampuan berpikir kritis, dan kreatif terhadap hasil belajar.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Henry Sugiyarti; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9586

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan prestasi belajarpengetahuan, sikap dan ketrampilan pada pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen ditinjau darikreativitas, kemampuan berpikir kritis dan interaksi- interaksinya.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dilakukan di SMAN 2Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015.Dalam penelitian ini sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas. Teknik analisis data menggunakan analisis anava 2x2x2.Hasil pada penelitian ini adalah 1) ada perbedaan hasil belajar antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen. 2)ada perbedaannilaipengetahuan, sikap,dan keterampilanantara siswa yang memilikikreativitas tinggi dan rendah.3)ada perbedaan nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan antara siswa yang memilikikemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, 4)tidak ada interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas terhadap nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan. 5)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berpikir kritis memberikan pengaruh yang signifikanterhadap nilai sikap dan keterampilan, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadapnilaipengetahuan 6) adainteraksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap nilaipengetahuan, tetapi tidak ada interaksi terhadap nilaisikap dan keterampilan7)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, tidak ada pengaruh terhadap nilaipengatahuan, sikap, dan ketrampilan.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Liyan Desi Yulia; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA; (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan; (3) MeningkatKan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan praktisi pendidikan, serta uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika SMA di Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif yaitu lembar validasi dari ahli materi, ahli media, dan bahasa, guru, teman sejawat, angket respon siswa siswa terhadap modul serta soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data kualitatif yang diperoleh adalah angket analisis kebutuhan dan validasi draft  modul yang diperoleh dari masukan atau saran dari dosen pembimbing. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu data untuk menilai kriteria kelayakan modul dan data untuk menilai kemampuan pemecahan siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep; (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
PEMBELAJARAN FISIKA PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN METODE PROYEK DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP/ MTs KELAS VIII PADA MATERI CAHAYA Indica Yona Okyranida; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penggunaan model Problem Based Learning (PBL), metode eksperimen, metode proyek, kemampuan berpikir abstrak dan kreatif  terhadap hasil  belajar. Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Madiun kelas VIII tahun  pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII A dan VIII B. Kelas VIII A diberi pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen, sedangkan VIII B diberi pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) dengan metode proyek. Data hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir abstrak dan  kemampuan berpikir kreatif  diambil menggunakan instrumen tes,  sedangkan data hasil belajar afektif dan  psikomotor menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis variansi anava tiga jalan dan dilanjutkan dengan uji Compare Means. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tidak terdapat pengaruh pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek terhadap hasil belajar; 2) terdapat pengaruh kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, namun tidak terdapat pengaruh terhadap hasil belajar afektif; 3) terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotor, namun tidak terdapat pengaruh terhadap hasil belajar afektif; 4) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) mengunakan metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar; 5) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek dengan kemampuan berpikir kreatif  terhadap hasil belajar; 6) tidak terdapat interaksi kemampuan berpikir abstrak  dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar; 7) tidak terdapat interaksi pembelajaran fisika Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode eksperimen dan proyek, kemampuan berpikir abstrak, dan  kreatif terhadap hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI USAHA DAN ENERGI DI SMA/MA Ulfatun Handayani; Mohammad Masykuri; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul Fisika berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi usaha dan energi di SMA/MA; (2) kelayakan modul Fisika berbasis PBL pada materi usaha dan energi di SMA/MA; (3) modul fisika berbasis PBL efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi usaha dan energi di SMA/MA. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (terbatas dan  kelompok besar) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada Guru Fisika. Pengumpulan data penelitian pada tahap define menggunakan angket analisis kebutuhan guru dan siswa. Sedangkan tahap design menggunakan analisis KI dan KD untuk menentukan desain awal modul. Kemudian  tahap develop menggunakan angket validasi ahli (ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, dan teman sejawat), dan pada tahap disseminate menggunakan angket penyebaran. Hasil penelitian pada tahap define yaitu analisis kebutuhan siswa > 80% dan analisis kebutuhan guru sebesar 100%. Pada tahap design didapatkan data kualitatif berupa analisis silabus, KI, dan KD. Sedangkan pada tahap develop menunjukkan hasil validasi ahli materi, media, bahasa, sebesar 93,75%, 98,82%, 71,43% dengan kategori “sangat baik”. Kemudian hasil dari guru fisika dan teman sejawat sebesar 82,23%, dan 87,65% dengan kategori “sangat baik”. Untuk tahap disseminate didapatkan hasil sebesar 82,23% dengan kategori “sangat baik”. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berbasis PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran PBL, yaitu merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan kesimpulan; (2) modul dikategorikan layak oleh (ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru, dan teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,78 > cut off  85,12. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada guru fisika yang mengkategorikan modul sangat baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan hasil perhitungan N-Gain yang menunjukkan nilai 0,43 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LITOSFER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Dewi Rosnanda; Sarwanto Sarwanto; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17866

Abstract

Masalah utama dalam  pembelajaran IPA adalah pelaksanaan pembelajaran belum maksimal, akibatnya daya serap peserta didik rendah. Tujuan penelitian ini untuk: 1) mengembangkan modul pembelajaran dengan karakteristik pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi litosfer, 2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran berbasis masalah pada materi litosfer yang dikembangkan, 3) mengetahui  implementasi modul pembelajaran berbasis masalah  untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa hasil pengembangan di SMP Nawa Kartika Wonogiri. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian dan pengembangan menggunakan model penelitian 4D Thiagarajan dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), (4) tahap penyebaran (dessiminate). Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan, modul kemudian diujicobakan pada 15 siswa. Setelah direvisi, modul diujicobakan pada kelas IX.B. Modul pembelajaran ini berbasis masalah, dimana tahapan-tahapannya berupa orientasi pada situasi masalah, merumuskan hipotesis, penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan \menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis diskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria dan analisis keterampilan berfikir kritis dengan t-test. Hasil penelitian ini adalah (1) modul IPA berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis masalah, mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapnya dan memuat soal tes berpikir kritis (2) kualitas modul IPA berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi litosfer yang dikembangkan memiliki skor rata-rata persentase sebesar 90,16% dan berkategori sangat baik yang berarti modul layak untuk digunakan sebagai penunjang bahan ajar lainnya, (3) keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas IX.B setelah menggunakan modul IPA berbasis masalah mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai N-gain  dari uji coba skala besar sebesar 0,69 dikategorikan “sedang” dengan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil gain score menunjukkan modul IPA berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA Marlinda Mega Dwi Prastuti; Sukarmin Sukarmin; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.31680

Abstract

Media pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan kontekstual masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) karakteristik modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya; (2) kelayakan terhadap modul Fisika berbasis kontekstual siswa pada materi kalor dan perpindahannya; (3) peningkatan tingkat berpikir kritis dan kreativitas siswa setelah menggunakan modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian menggunakan model penelitian 4D dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), (4) tahap penyebaran (dessiminate). Pengembangan modul meliputi proses validasi kelayakan modul, revisi modul, dan aplikasi modul pembelajaran berbasis kontekstual di kelas X1 SMAN 1 Sumberlawang. Analisis data yang digunakan selama penelitian adalah analisis deskriptif berdasarkan skor kriteria dan analisis peningkatan kreativitas belajar siswa melalui nilai gain. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa: (1) karakteristik khusus pengembangan modul ini berdasarkan sintaks-sintaks pembelajaran kontekstual yang dituangkan pada rubrik dalam modul; (2) modul ini layak untuk digunakan sebagai bahan ajar. Hasil perhitungan cut off score menunjukkan modul masuk dalam kategori layak dengan nilai 3,62 dalam skala 4 dengan kategori sangat baik; (3) pembelajaran dengan menggunakan modul ini dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa,  dilihat dari skor rata-rata peningkatan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah menggunakan modul dengan persamaan gain ternormalisasi diperoleh nilai 0,56 untuk kreativitas belajar siswa dan 0,50 untuk kemampuan berpikir kritis dengan kriteria gain ternormalisasi kategori sedang.
AUTHENTIC ASSESSMENT BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP KELAS VII PADA MATERI SUHU DAN PERUBAHANNYA Alif Alfian; Nonoh Siti Aminah; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: karakteristik, tingkat kevalidan dan reliabilitas instrumen, efektivitas penilaian, dan kepraktisan penilaian melalui authentic assessment berbasis scientific approach tema suhu dan perubahannya. Metode penelitian menggunakan Research And Development (R & D) mengacu pada model Four D dari Thiagarajan, Semmel dan Semmel dengan tahapan define, design, develop, dan disseminate. Kegiatan penelitian diawali dengan menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), bahan ajar, dan alat evaluasi yang divalidasi oleh Tim ahli. Pengujian keefektifan penerapan instrumen penilaian yang dikembangkan menggunakan analisis N-gain. Data validitas dan reliabilitas instrumen penilaian dianalisis dengan deskript if, data hasil belajar dianalisis dengan deskriptif, dan peningkatan hasil belajar dihitung dengan gain ternormalisasi. Hasil validasi ahli dan praktisi terhadap instrumen pada tiga aspek yaitu sintak, perangkat pembelajaran, dan perangkat evaluasi authentic assessment, rataan ketiga aspek tersebut  memperoleh nilai sebesar 94,25% dengan kategori sangat baik. Persentase hasil belajar ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan mencapai ketuntasan klasikal ≥ 80%. Rataan nilai sikap kelas eksperimen yaitu 3,22 mencapai kategori baik, rataan nilai keterampilan pada kelas eksperimen adalah 3,14 mencapai kategori baik, dan rataan nilai pengetahuan pada kelas eksperimen adalah 85,5 mencapai kategori baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen authentic assessment berbasis scientific approach valid dengan kategori sangat baik dan koefisien reliabilitas untuk setiap kompetensi penilaian mencapai kategori tinggi atau sangat reliabel. Implementasi perangkat authentic assessment berbasis scientific approach efektif untuk mencapai ketuntasan hasil belajar karena mencapai ketuntasan klasikal ≥ 80%, hasil uji keefektifan ditinjau dari analisis N-Gain ternormalisasi sebesar 0,73 mencapai kategori tinggi. Penerapan authentic assessment berbasis scientific approach praktis ditinjau dari rerata respons peserta didik dan guru mencapai kategori tinggi.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERRING (REACT) PADA MATERI ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MAJEMUK DAN KREATIVITAS SISWA Novi Ayu Kristiana Dewi; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah pengembangan modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, mengetahui kualitas modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, dan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada materi alat-alat optik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT. Metode penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model  4-D meliputi tahapan define, design, develop, dan disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan materi dan media oleh   2 dosen, 2 guru, dan 2  peer review. Pengumpulan data kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik dikembangkan berdasarkan kriteria modul yang diadaptasi dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas menggunakan model 4-D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draf modul, tahap develop berupa validasi draf   modul, setelah valid dilakukan uji coba kecil pada 9 siswa yang kemudian diimplementasikan pada skala luas, dan tahap terakhir dilakukan disseminate pada 10 guru fisika di tiga kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah. Modul yang dikembangkan memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Ada peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa non-aptitude selama pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT pada materi alat optik, dan setelah menggunakan modul tersebut diperoleh gain faktor  sebesar 0,23 yang menunjukkan kecerdasan majemuk dan kreativitas aptitude siswa meningkat meskipun dalam kategori rendah.
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI FLUIDA DINAMIK MENGGUNAKAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KREATIVITAS Fandi Ahmad; Sukarmin Sukarmin; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9580

Abstract

Fisika sebagai bagian dari mata pelajaran IPA, masih sering diidentikkan dengan persamaan matematika, angka dan hitungan yang susah dipahami sehingga tidak sedikit peserta didik yang takut atau tidak suka dengan pelajaran fisika yang berakibat peserta didik malas untuk belajar dan rendahnya prestasi belajar dan kreativitas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas ditinjau dari sikap ilmiah dan kemampuan awal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan teknik analisis Multivariat analisis of varians (MANOVA). Penelitian dilakukan di MA PPKP Darul Ma’la, kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada kelas XI IPA semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing, 2) ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah, 3) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 6) tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, dan 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing, sikap ilmiah, dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik.