Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH TEPUNG BUAH KESEMEK (Dyospyros kaki L) TERHADAP BOBOT BADAN AYAM PETELUR JANTAN (KALASAN) DENGAN LEVEL PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA Fita Ridhana; Luky Wahyu Sipahutar; Nisa Rahmadani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.10151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung buah kesemek (Dyospyros kaki L) terhadap peningkatan bobot badan ayam petelur jantan (Kalasan) dengan level pemberian pakan yang berbeda.  Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah buah kesemek sebanyak 6 kg yang sudah menjadi tepung buah kesemek, sampel ayam yang digunakan sebanyak 64 ekor Ayam Petelur Jantan (kalasan). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL Yij = µ + αi + Eij) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan terdapat 4 anak ulangan. Pertambahan bobot badan (PBB) dan dapat dihitung dengan rumus PBB = BB t - (BB t-1). Sedangkan bobot badan akhir PBB (g/ekor/minggu) = BB Akhir Mingguan – BB awal mingguan. Data yang di peroleh akan di analisis menggunakan analisis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata (P≤0,05) pada pemberian tepung buah kesemek terhadap pertambahan bobot badan ayam dan bobot badan akhir ayam. Rataan pertambahan bobot badan (PBB) ayam petelur  jantan  selama  penelitian berkisar  antara  93,6-105,0  g/ekor/minggu. Rataan berat akhir ayam petelur jantan berkisar 775-870 Gram.
PENERAPAN SISTEM INTEGRASI SAPI DAN SAWIT KELOMPOK TANI BERDIKARI DESA BANDAR TARUTUNG KECAMATAN ANGKOLA SANGKUNUR, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Ari Ashari Harahap; Msy Nurhalimah; Luky Wahyu Sipahutar; Muharram Fajrin Harahap; Aisyah Nurmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.723-728

Abstract

 Integrasi Sapi-Sawit adalah memadukan usaha budidaya ternak sapi dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Tujuan utama kegiatan pengabdian iniadalah meningkatkan kualitas peternak dengan memberikan informasi cara pembuatan pakan ternak dengan metode fermentasi memanfaatkan limbah.pelepah daun kelapa sawit dan memberikan informasi cara pembuatan pupuk bokashi dari kotoran sapi. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisasi pembuatan pakan ternak dengan cara fermentasi memanfaatkan limbah pelepah daun kelapa sawit dan memberikan informasi cara pembuatan pupuk bokhasi dari kotoran sapi, demonstrasi pembuatan pakan dari pelepah daun kelapa sawit hingga proses pembuatan pupuk bokhasi dari kotoran sapi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan pengabdian menujukkan bahwa peternak sudah terampil dalam pembuatan pakan ternak dari pelepah daun kelapa sawit dan pembuatan pupuk bokhasi dari kotoran sapi.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SAYUR MAINCAT KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Ari Ashari Harahap; Msy. Nurhalimah; Luky Wahyu Sipahutar; Muharram Fajrin Harahap; Aisyah Nurmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2515-2519

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan di Desa Sayur Maincat Kabupaten Mandailing Natal 26  Oktober 2022 sampai 16 Januari 2023. Kegiatan ini bertujuan menciptakan pemahaman tentang bahaya stunting. Hasil dari kegiatan yang dilakukan yaitu peningkatan pemahaman masyarakat mengenai permasalahan stunting dengan dilakukannya sosialiasi dan pendampingan kepada masyarakat sehingga masyarakat melakukan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPELIHARA DALAM TEMPERATUR AIR DI ATAS NORMAL Luky Wahyu Sipahutar; Dwinna Aliza; Winaruddin -; Nazaruddin -
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2912

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi insang ikan nila yang dipelihara dalam temperatur air di atas normal. Dalam penelitian ini digunakan 12 sampel ikan nila yang dibagi atas 4 kelompok. Kelompok I adalah perlakuan kontrol dengan temperat ur air 28° C, sedangkan ikan pada kelompok II, III, dan IV dipelihara masing-masing pada temperatur 30, 32, dan 34° C selama 6 jam, mulai dari jam 09.0015.00  WIB. Kemudian insang sampel difiksasi dalam larutan Davidson 10% selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan histologi dengan menggunakan pewarnaan humatoksilin dan eosin (HE). Pengamatan histopatologi dilakukan dengan mikroskop cahaya biokuler, kemudian dilakukan pemotretan dengan fotomikrograf. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan histopatologi terhadap insangikan nila ditemukan adanya epitelium terlepas, hiperplasia lamella primer, hiperplasia lamella sekunder, nekrosis, dan fusi lamella pada insang ikan nila yang  dipelihara dalam temperatur air di atas normal.
EFEK PENINGKATAN SUHU AIR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU, PATOLOGI ANATOMI, DAN HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Dwinna Aliza; Winaruddin -; Luky Wahyu Sipahutar
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2953

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek peningkatan suhu terhadap perubahan perilaku, patologi anatomi, dan histopatologi insang ikan  nila. Penelitian ini menggunakan 12 sampel ikan nila yang dibagi atas 4 kelompok. Kelompok I adalah perlakuan kontrol dengan suhu air 28°C, ikan pada kelompok II, III, IV dipelihara pada suhu 30° C, 32° C, dan 34° C selama 6 jam, mulai dari jam 09.00 sampai 15.00 Wib. Perubahan perilaku diamati setiap satu jam selama 6 jam perlakuan. Kemudian insang sampel diambil lalu difiksasi dalam larutan Davidson 10% dilanjutkan dengan pembuatan sediaan histopatologi menggunakan pewarnaan haematoksolin dan eosin (HE). Pengamatan histopatologi  dilakukan dengan mikroskop cahaya biokuler, kemudian dilakukan pemotretan dengan fotomikrograk. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Beberapa perubahan perilaku berupa pergerakan pasif, menurunnya refleks, dan gerakan operculum terjadi lebih cepat pada ikan nila kelompok II, III, dan IV.  Pada pemeriksaan patologi anatomi insang ikan nila didapati perubahan berupa over mucus, perubahan struktur insang, dan perubahan warna. Sementara hasil pemeriksaan histopatologi terhadap insang ikan nila ditemukan adanya epitelium terlepas, hiperplasia lamella primer, hiperplasia lamella sekunder, nekrosa, dan fusi lamella.
Pemberian Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) sebagai Konsentrat Tambahan Pasca Panen pada Level yang Berbeda terhadap Nilai Performans Ayam Broiler Harahap, Muharram Fajrin; Sipahutar, Luky Wahyu; Nurhalimah, Masayu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12404

Abstract

Penelitian ini berjuan utuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap objek (ayam broiler), penelitian ini mengunakan rancangan percobaan RAL (rancangan acak lengkap) dengan perlakuan P0 = komersial; P1 = 50 gr tepung ubi jalar + 150 gr pakan komersial; P2 = 100 gr tepung ubi jalar + 100 gr pakan komersial; P3 = 150 gr tepung ubi jalar + 50 gr pakan komersial; P4 = 200 gr tepung ubi jalar. Data yang di teliti ialah konsumsi ransum yang diberikan dari setiap perlakuan terhadap objek dan juga menelliti pertambahan bobot badan  dari objek yang diteliti. Dalam penelitian ini konsumsi ransum terbaik terdapat pada perlakuan P3 = 150 gr tepung ubi jalar + 50 gr pakan komersial dengan hasil 251,32 gram/ekor. Dan bobot karkas tertinggi terdapat pada perlakuan P3 = 50 gr tepung ubi jalar + 150 gr pakan komersial dengan hasil 1,39 gram/ekor. Setelah hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (analysis of variance) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P<0,05;0,01).
PERSEPSI PETERNAK SAPI POTONG TERHADAP INSEMINASI BUATAN DI PANYABANGUNAN KOTA Sipahutar, Luky Wahyu; Harahap, Muharram Fajrin; Nurmi, Aisyah; Harahap, Ari Ashari; Nurhalimah, Masayu; Gusti, Alfian
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi potong terhadap Inseminasi Buatan (IB). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara dilangsungkan pada bulan Januari – Februari tahun 2022. Adapun variabel dan indikator dalam penelitian ini adalah persepsi dengan distribusi yang di amati pengetahuan (tidak tahu, sedikit tahu, tahu), minat (tidak pernah, pernah, sangat sering), dan penilaiaan (tidak baik, cukup baik, baik) peternak terhadap Inseminasi Buatan.  Responden yang dimintai tanggapan terkait persepsi terhadap IB yaitu peternak sapi potong sebanyak 21 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi dengan model snowball sampling, wawancara dengan alat yang digunakan kuisioner. Data yang didapat dilakukan skoring dengan skala likert. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil bahwa pengetahunan peternak terhadap inseminasi buatan cukup baik (RS= 2,2), minat peternak terhadap inseminasi buatan cukup baik (RS= 2,14), dan penilaian peternak terhadap inseminasi buatan cukup baik (RS= 2,12). Dapat disimpulkan bahwa persepsi peternak sapi potong di Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara cukup baik terhadap program dan pelaksanaan inseminasi buatan.
JENIS INFESTASI TELUR CACING PADA INDUKAN SAPI POTONG DI PASAR HEWAN AEK NAULI KABUPATEN PADANGLAWAS UTARA DAN HUBUNGANNYA DENGAN BODY CONDITION SCORE (BCS) Sipahutar, Luky Wahyu; Nurmi, Aisyah; Harahap, Muharram Fajrin; Harahap, Ari Ashari; Nurhalimah, Masayu; Siregar, Abir Juhdi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.17799

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis infestasi telur cacing pada indukan sapi potong yang dijual di Pasar Hewan Aek Nauli Kabupaten Padanglawas Utara dan hubungannya dengan Body Condition Score (BCS). Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Hewan Aek Nauli, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian berlangsung pada bulan Desember tahun 2023 selama 4 minggu. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan 2 variable meliputi pengamatan Body Condition Score (BCS) atau sebagai variabel bebas (variabel X) dan infestasi jenis cacing atau sebagai variabel tak bebas (variabel Y). Materi sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor dengan kriteria yang ditentukan. Pengambilan data BCS dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan perabaan (insfeksi dan palpasi). Indukan sapi potong yang telah diperoleh data BCS kemudian diambil sampel kotorannya (feses) untuk diidentifikasi di laboratorium menggunakan metode Natif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa skor BCS dari 30 sampel yang diambil pada indukan sapi potong rata rata sebesar 2.673. Keeratan korelasi antara skor BCS dan jenis infestasi telur cacing sangat kuat dengan korelasi sebasar 0,7888 dengan persamaan regresinya yaitu y= -0.7905x + 4.7798. Dapat disimpulkan bahwa adanya keeratan hubungan antara jenis infestasi telur cacing memiliki hubungan keeratan yang kuat terhadap skor BCS
KUALITAS FISIK TELUR ITIK HIBRIDA YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN DEDAK SELAMA MASA PRODUKSI PADA LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Putri, Naila; Sipahutar, Luky Wahyu; Ridhana, Fita; Haryadi, Haryadi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16957

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas fisik telur itik hibrida yang diberi pakan tambahan dedak selama masa produksi pada lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi masa simpan telur itik 0 hari (P1), 5 hari (P2), 10 hari (P3), 15 hari (P4), dan 20 hari (P5). Itik petelur hibrida dipelihara dimasa produktif (8 bulan) dan diberi pakan komersil HI-PRO-VIT 144 CP ditambah dedak dengan perbandingan 1:4 sebanyak 10 persen dari Berat Badan. Pengambilan sampel telur menggunakan metode random sampling sebanyak 30 butir lalu dipilih sesuai umur simpan untuk diukur kualitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05) terhadap bobot telur itik  (63,00-70,66 gram), indeks kuning telur (0,103-0,492), ketebalan kerabang (0,061-0,283 mm), dan nilai HU telur itik (62.9-120,10). Sedangkan lama penyimpanan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap indeks putih telur (0,073-4.053). Namun, secara deskriptif dapat digambarkan bahwa adanya penurunan kualitas telur seiring dengan lama penyimpanannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas telur itik hibrida yang diberi pakan komersil dan campuran dedak 1:4 secara umum menunjukkan penurunan kualitas dengan lama periode simpan 0 sampai 20 hari.
HUBUNGAN INFESTASI ENDOPARASIT DENGAN TINGGI PUNDAK DAN PANJANG BADAN PEDET SAPI POTONG YANG DIPELIHARA EKSTENSIF DI PETERNAKAN RAKYAT DESA LABUHAN LABO PADANGSIDIMPUAN Nurhalimah, Masayu; Sipahutar, Luky Wahyu; Hasibuan, Ali Akbar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, Indonesia dan Laboratorium Mix Farming Experience Prodi Peternakan UM Tapsel pada bulan Mei tahun 2024. Jenis penelitian adalah penelitian survei terhadap 30 ekor pedet yang diperoleh secara accidental sampling dari peternakan rakyat Desa Labuhan Labo. Pengumpulan data berdasarkan 2 variable meliputi pengamatan infestasi jumlah telur cacing (variabel X) dan tinggi pundak serta panjang badan pedet (variabel Y). Pengambilan data dimensi dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung dengan roll meter. Sampel feses diperoleh dari pedet yang telah dilakukan pengukuran sebanyak ±10 gram feses melalui bagian kolon (dalam anus) dan dibawa ke laboratorium untuk identifikasi jumlah telur cacing menggunakan uji metode Natif . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah infestasi telur cacing dan tinggi pundak pedet sapi potong yang dipelihara secara ekstensif di Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,3289 dengan persamaan regresinya y=11.425x + 0. 901. Untuk jumlah infestasi telur cacing dan panjang badan pedet sapi potong juga tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,25391 dengan persamaan regresinya y= 0.108x + 71.833. Dapat disimpulkan bahwa jumlah infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat desa labuhan labo padangsidimpuan tidak memiliki hubungan korelasi yang kuat.