Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Materi Konflik dalam Pokok Bahasan Sejarah Lokal Kerajaan Demak Bagi Kesadaran Sejarah Siswa Kelas XI IIS 2 SMA Islam Sultan Agung 2 Jepara Khubaib, Abdurahman; Atmaja, Hamdan Tri; Sodiq, Ibnu
Indonesian Journal of History Education Vol 5 No 1 (2017): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh materi konflik dalam pembelajaran sejarah pada pokok bahasan sejarah lokal Kerajaan Demak bagi kesadaran sejarah siswa serta, (2) apresiasi siswa terhadap materi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian jenis kualitatif dengan strategi deskriptif. Sumber data berasal dari informan, aktivitas pebelajaran dan dokumen. Tekhnik pengumpulan data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini telah dirangkum ke dalam 2 poin penting dimana menunjukan bahwa (1) pembelajaran sejarah yang menggunakan sub materi sejarah lokal berkontribusi dalam tingkat kesadaran sejarah. Dengan belajar dari konflik yang terjadi di Kerajaan Demak, peserta didik dapat mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang, serta (2) Apresiasi yang ditunjukkan peserta didik pun sangat baik terhadap materi yang lingkupnya dekat dengan peserta didik.
DINAMIKA POLITIK PARTAI NAHDLATUL ULAMA DI SEMARANG TAHUN 1952-1979 Sayuti, Akhmad; Wasino, Wasino; Sodiq, Ibnu
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdlatul Ulama merupakan jam’iyah yang didirikan oleh ulama-ulama tradisional yang menganut aliran Ahlussunnah Wal Jam’ah dan pengusaha Jawa Timur pada tahun 1926 di Surabaya. Awalnya NU bergerak dibidang sosial keagamaan yang memfokuskan kegiatannya pada pendidikan, ekonomi, dan penyiaran agama Islam, namun pada perkembangannya NU mulai ikut dalam pergerakan politik nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan politik NU di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yakni penulisan secara kronologis sebagai hasil penelitian sejarah. Hasil penelitian ini adalah NU di Kota Semarang didirikan oleh KH. Ridwan pada tahun 1926 yang merupakan salah satu ulama yang ikut dalam pendirian NU di Surabaya. Perolehan suara pada Pemilu 1955 merupakan bukti bahwa NU kalah dengan PKI dan PNI, namun NU menjadi partai Islam terbesar di Kota Semarang mengalahkan Masyumi yakni PKI 92.172, PNI 27.619, NU 19.292, dan Masyumi 6.191. Pada perkembangannya NU berfusi menjadi PPP. Muktamar ke-26 di Kota Semarang merupakan langkah NU kembali menjadi jam’iyah dan menyerahkan kegiatan politik kepada PPP.
PERKEMBANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PULAU NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP Sulton, Muchamad; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan dimulai dari tahun 1908 sejak Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan ketetapan untuk mempergunakan Pulau Nusakambangan sebagai tempat untuk menghukum mereka yang terkena hukuman. Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan selanjutnya pada tahun 1935 dikeluarkannya surat keputusan Direktur Justisi tentang napi yang dapat diterima di Nusakambangan dengan sisa hukuman satu tahun. Pada tahun 1965 dikeluarkannya surat keputusan Kepala Djawatan Kependjaraan yang mengatur bahwa napi yang dikirim ke Nusakambangan harus diseleksi terlebih dahulu. Selanjutnya pada tahun 1983 Menteri Ismail Saleh menginstruksikan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dijadikan sebagai tempat untuk membina napi yang sulit dibina di Lapas lain. Pembinaan di Lapas Nusakambangan bersifat kemandirian seperti pertanian, perikanan, perkebunan, perbengkelan, dan pertukangan. Adanya Lapas Nusakambangan ini memberikan dampak bagi kehidupan sekitar Pulau Nusakambangan yakni dalam bidang politik, pariwisata, sosial, dan lingkungan.
Internalisasi Nilai-Nilai Sosial Budaya Melalui Pembelajaran Sejarah Pada Kelas X SMA Semesta Semarang Tahun Ajaran 2017/2018 Nindhika, Claudea Cici; Bain, Bain; Sodiq, Ibnu
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 1 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis proses pembelajaran sejarah di SMA Semesta Semarang, mengetahui dan menganalisis penerapan nilai-nilai sosial budaya melalui pembelajaran sejarah, dan mengetahui dan menganalisis internalisasi nilai-nilai sosial budaya dalam pembelajaran sejarah di SMA Semesta Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru sejarah kelas X di SMA Semesta Semarang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data, penelitian menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data adalah interaktif model yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di SMA Semesta Semarang telah berjalan dengan baik. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran guru terlebih dulu menyiapkan RPP sedangkan RPP mengacu pada kurikulum 2013. Dalam pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Learning) dan metode ceramah. Penerapan nilai-nilai sosial budaya melalui pembelajaran sejarah dilakukan guru secara spontan dalam kegiatan pembelajaran dan tidak termuat dalam RPP. Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Proses internalisasi nilai-nilai sosial budaya melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas terbagi dalam tiga tahapan yaitu: transformasi, transaksi, dan trans-internalisasi. Sedangkan internalisasi nilai-nilai sosial budaya di luar kegiatan pembelajaran di kelas dilakukan melalui berbagai kegiatan dan pembiasaan di sekolah seperti adanya kantin kejujuran, kegiatan keagamaan, serta kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki nilai historis. Kata kunci: internalisasi; nilai; sosial-budaya
Kendala Guru Sejarah dalam Kurikulum 2013 Menggunakan Pendekatan Saintifik di SMK Negeri 7 Semarang Burhanudin, Muhammad; Sodiq, Ibnu
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 1 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik; untuk mengetahui kendala apa sajakah yang dialami oleh guru sejarah dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik, dan untuk mengetahui cara guru sejarah mengatasi kendala dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa: observasi, wawancara dan studi dokumen. Observasi focus pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Studi dokumen dalam penelitian ini berupa silabus, RPP, hasil tugas siswa dan ketuntasan dalam penilaian autentik. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis hipotesis yang bersifat proposisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pendekatan saintifik guru sejarah di SMK Negeri 7 Semarang mengalami kendala yang cukup kompleks. Pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dengan 5 M (mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membuat jaringan). Kendala yang dialami oleh guru sejarah di SMK Negeri 7 Semarang adalah sebagai berikut kendala alokasi waktu, kendala penilaian autentik dan kendala kreativitas guru. Solusi yang dilakukan oleh guru sejarah di SMK Negeri 7 Semarang adalah mementingkan materi pembelajaran sejarah dengan mengurangi aspek penilaian autentik dan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar pembelajaran tidak monoton. Kata kunci: kendala; pendekatan saintifik; kurikulum 2013
PENGEMBANGAN MODEL KONSERVASI KESEJARAHAN DI SEMARANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Sodiq, Ibnu; Saraswati, Ufi; Prabowo, Ardhi
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 2 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i2.19006

Abstract

Semarang has various historical relics and cultural heritages stretching from the Hindu-Buddhist period to contemporary times. The cultural heritage has a strategic meaning in shaping the identity of the city and community in Semarang. With the existence of cultural heritage, society is expected to be able to absorb the values and meanings implied in it. The value is the value of care for the environment and the culture around it. However, community knowledge about the cultural heritages in Semarang City is constrained when information about historical relics is not presented systematically, comprehensively, and easily accessible. Therefore, through this research we aim to: (1) analyze the needs of the community related to cultural heritage information in Semarang City; (2) identify and inventory the existing cultural heritage in Semarang City; (3) developing a model of cultural heritage information system in Semarang City; (4) to analyze the effectiveness of cultural heritage information system model in Semarang City.
Sejarah dan Perkembangan Pondok Pesantren Girikusumo di Demak Tahun 1997-2008 Faiz, Mazdar; Sodiq, Ibnu; Amin, Syaiful
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.27972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan bagaimana sejarah dan perkembangan pondok pesantren Girikusumo tahun 1997-2008; (2) Menjelaskan peran kyai dalam perkembangan pondok pesantren Girikusumo; dan (3) Menjelaskan pengaruh pondok pesantren Girikusumo bagi masyarakat Girikusumo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Girikusumo didirikan pada tahun 1868 oleh Muhammad Hadi. Pesantren Girikusumo merupakan pesantren yang selain memberikan pengajaran dan pendidikan juga sebagai pesantren yang terkenal sebagai pusat pengajaran Tarekat Naqsyabandiyah. Pada tahun 1997 pesantren Girikusumo mengalami perkembangan yang cukup pesat hingga saat ini. Sosok kyai yang kharismatik sangat berperan dalam perkembangan pondok pesantren Girikusumo. Adanya pondok pesantren Girikusumo sangat berpengaruh bagi masyarakat Girikusumo mulai dampak sosial, agama, pendidikan dan ekonomi. Kata Kunci: perkembangan, pesantren dan peran kyai
Sejarah Perkembangan Industri Rokok Sukun Kudus Tahun 1974-2011 Indracahya, Roby; Atmaja, Hamdan Tri; Sodiq, Ibnu
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.32216

Abstract

Pembangunan dan perkembangan Pabrik Rokok Sukun di Kabupaten Kudus menyebabkan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat, kecuali itu tentunya banyak memunculkan akibat untuk masyarakat di sekitarnya. Pengaruh berdirinya Pabrik Rokok Sukun bagi pemerintah dan masyarakat diantaranya menambah penghasilan tempat yang bisa dipakai untuk memajukan dan memaksimalkan potensi tempat kudus, dari adanya industri rokok memberikan pajak dan donasi terbesar dalam penghasilan tempat, penghasikan tempat tersebutlah yang dipakai untuk melaksanakan pembangunan dan membetuli infrastruktur serta sarana prasarana di kudus. PR Sukun ialah suatu perusahaan perseorangan yang didirikan Bapak MC Wartono Pada tahun 1949 serta menemukan izin cukai no. SIP 6500/F; no. Pemantauan bandrol K2417; dan ijin HO no. 067/WF/HO. Pada waktu tersebut semua pekerjaan perusahaan terpusat di Kudus, mencakup bidang produksi, keuangan, personalia, dan pemasaran. Daerah pemasarannya masih paling terbatas, eksklusif untuk mengisi permintaan di Jawa Tengah. Pada masa-masa berdiri perusahaan melulu mempunyai lokasi kerja yang paling kecil dan produksinya masih tidak banyak sekali melulu sebesar ratusan ribu batang perharinya, rokok yang diproduksi antara lain: Klobot sukun, kretek dan beda sebagainya (www.sukunmcwartono.com). Pembangunan dan pertumbuhan Pabrik Rokok Sukun di Kudus mengakibatkan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat.
KENDALA-KENDALA GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KONTROVERSIAL DI SMA NEGERI KOTA SEMARANG Ahmad, Tsabit Azinar; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 2 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i2.3128

Abstract

This research identifies teacher constraints in controversial history learning in Semarang’s senior high school and analyzes teachers’ efforts in controversial history learning. Qualitative approach was used in this research to observe senior high school in Semarang Municipality. This research used interactive model of analysis. This research results three main factors that support controversial history learning i.e. school aspects, teachers’ independency, and students’ ability. There were several constraints in controversial history learning i.e. constraints in learning design, learning practices, and supporting factors. Commonly, it caused by two factors: (1) internal factors, there were historiographical change in Indonesia; (2) external factor, there were learning practices aspects. Teachers’ effort to reduce learning constraints divided became two, learning design and learning practice’s effort.Keywords: learning history, controversial history, learning constraints. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kendala-kendala yang ditemui guru dalam  menganalisis upaya-upaya yang dilakukan guru dalam pembelajaran sejarah kontroversial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil penelitian di SMA-SMA Negeri di Kota Semarang. Analisis yang dilakukan menggunakan model analisis model interaktif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga hal yang mendorong pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial, yakni sekolah, kemandirian guru dan kemampuan peserta didik. Kendala-kendala yang ditemui, yakni kendala pada saat perencanaan, kendala pada saat pelaksanaan pembelajaran dan pendukung. Kendala tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor, yakni (1) faktor intern berupa perubahan corak historiografi Indonesa dan (2) faktor ekstern, yakni dari lam praksis pembelajaran. Upaya untuk mengatasi kendala-kendala terbagi menjadi dua, yakni upaya pada aspek perencanaan dan upaya pada aspek pelaksanaan pembelajaran.Kata kunci: pembelajaran sejarah, sejarah kontroversial, kendala-kendala pembelajaran  
SEJARAH PENGEBOMAN CANDI BOROBUDUR TAHUN 1985: TINJAUAN SEJARAH SOSIAL POLITIK DI INDONESIA Pratama, Angga Novian; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37051

Abstract

The history of politics in Indonesia, especially Orde Baru is indeed inseparable from the conflict between Islam and the state, especially the problem of ideology. This was seen when the Orde Baru applied a non-aspirational political strategy to Islam, one of them is asas tunggal Pancasila. The inequality of political views with the government caused various reactions and resistance from radical Islamists. One of the incidents is the Borobudur Temple bombing in 1985. The methods used in this study were historical research methods, this is: (1) Heuristics, (2) Source Criticism, (3) Interpretation, and (4) Historiography. The results of this study indicate that there are factors underlying the occurrence of the Borobudur Temple bombing, this is: (1) Political factors, the reactions of various Orde Baru policies which were considered to marginalize Islam, (2) Social factors, the emergence of a sense of injustice conducted by the government in the Tanjung Priok tragedy 1984, (3) Religious and ideological emotional factors, the desire to carry out a revolution like in Iran by revenge for bombing. The handling of the government in this case took two months, until the incident of Pemudi Express Bus exploded which resulted in the arrest of the perpetrators. This bombing resulted in the destruction of nine Borobudur Temple stupas which led to the restoration and improvement of the temple area security system. This incident also had an impact on the tourism, social and political economy in Indonesia.   Keywords: Bombing, Borobudur Temple, Social History