Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INOVASI PENGOLAHAN SAMPAH DOMESTIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ROTARY ECO-COMPOSTER DI RT 10 KELURAHAN TAHTUL YAMAN KOTA JAMBI Alfernando, Oki; Fiebrina Heraningsih, Sarah; Viareco, Hariestya; Oktarise Dwina, Dila; Rainiyati, Rainiyati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.822-829

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa Rotary Eco-Composter dalam pengelolaan sampah organik di RT 10 Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Untuk melaksanakan program ini, observasi, perencanaan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat setempat diperlukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memahami pentingnya mengelola sampah organik dan belajar cara mengoperasikan dan merawat mesin pengompos Rotary Eco-Composter. Selain itu, teknologi ini berhasil menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah dan mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pupuk yang dihasilkan juga terbukti meningkatkan pertumbuhan tanaman, dengan uji coba pada tanaman mentimun yang mengalami pertumbuhan terbaik. Dengan menggunakan teknologi Rotary Eco-Composter, diharapkan pengelolaan sampah akan menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Indikator Pengelolaan Sampah Di Perguruan Tinggi Menggunakan Tolak Ukur Pertanyaan-Penilaian Viareco, Hariestya; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Ilfan, Freddy; Putra, Tri Syukria
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i2.23687

Abstract

Sebagai institusi pendidikan, kampus memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri serta menjadi agen perubahan dalam masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka sistem pengukuran pengelolaan sampah di perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode  pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner UEQ berbasis skala Likert yang merujuk pada UI Green Metric sebagai acuan. Hasil analisis data memberikan gambaran tingkat pengelolaan sampah di Kampus Pondok Meja berada dalam area kuadran III, dengan persentase interval berada di rentang 30%-60%, yang termasuk dalam kategori sedikit dan sedang. Dari hasil ini, dapat terlihat bahwa terdapat banyak aspek pengelolaan yang perlu ditingkatkan, terutama dari segi fasilitas dan program yang mendukung visi kampus hijau. Melalui penelitian ini, pengelola kampus dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah, serta menciptakan kebijakan dan strategi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Sustainable River Water Treatment Using Coffee Grounds: A Case Study on the Batanghari River Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Alfernando, Oki; Widyastuti, Nita; Amelia, Dera; Meiyola, Nada Karima; Amanda, Nathasya Putri; Sakinah, Syarri; Ancel, Violetta Fanissa
Rekayasa Vol 18, No 3: Desember, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i3.31002

Abstract

The Batanghari River is increasingly contaminated by organic and inorganic pollutants resulting from intensive human activities, posing significant risks to both ecosystems and public health. This study evaluates the potential of spent coffee grounds—a low-cost, eco-friendly organic waste—as a biosorbent to purify the river water, specifically focusing on the removal of soluble contaminants measured by Total Dissolved Solids (TDS). The coffee grounds were prepared via thermal activation (110 °C for 30 min) and systematically tested in a batch adsorption system using dosages of 1, 2, and 3 grams to determine the optimal dosage for water quality improvement. The treatment demonstrated high efficacy across multiple water quality parameters. The adsorbent achieved an outstanding turbidity removal efficiency of 91.96%, effectively eliminating suspended particles. The optimal reduction in TDS was recorded at 4.9 mg/L using the 3-gram dosage, confirming success against soluble contaminants. Concurrently, the pH level increased from 6.65 to 8.16 at the 2-gram dose, reflecting improved water neutrality, and physical observations confirmed the murky, foul-smelling water became visibly clearer and odorless. Isotherm analysis revealed that the adsorption process is governed by the Langmuir model, confirming a favorable monolayer adsorption mechanism. This is evidenced by a maximum adsorption capacity (Qmax) of 10.50 mg/g and a separation factor (RL) of 0.21. These results robustly establish spent coffee grounds as a highly accessible and sustainable solution for environmental remediation, offering a viable pathway for restoring river water quality while utilizing agricultural waste. 
INTEGRASI PELATIHAN DAN INSTALASI HIDROPONIK SKALA KECIL UNTUK PRODUKSI SAYURAN KOMERSIAL DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ MA'HAD RIZQULLAH Rainiyati, Rainiyati; Riduan, Ahmad; Heraningsih, Sarah; Bimaruci Bimaruci Hazrati, Hazimi; Badariah, Badariah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan keterampilan kewirausahaan santri Pondok Pesantren Ma’had Rizqullah melalui pelatihan serta instalasi sistem hidroponik skala kecil. Pesantren yang berada di Desa Simpang Sungai Duren, Muaro Jambi, memiliki keterbatasan ekonomi dan ketergantungan tinggi terhadap pasokan pangan eksternal. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap: sosialisasi, pelatihan teknis hidroponik, penerapan instalasi gully system, pendampingan dan evaluasi produksi, serta pelatihan pemasaran. Instalasi dengan kapasitas 1.216 lubang tanam berhasil dibangun dan digunakan untuk menanam sayuran cepat panen seperti pakcoy dan kangkung. Partisipasi aktif santri dan pengurus selama pelatihan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengalaman efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dan pengetahuan praktis. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan pesantren, tetapi juga membentuk dasar kewirausahaan bagi para santri melalui pengelolaan dan pemasaran hasil panen.
Coffee Waste as a Potential Adsorbent for Peat Water Treatment Rahma Amalia; Sarah Fiebrina Heraningsih; Oki Alfernando; Sri Mundarti; Muhammad Haviz; Nadia Elvina; Sonia Nizal Putri; Resi Lisma Kinasih; Asmara; Yuzi Chantika Pratama; Ahmad Fadhilah Ashidiqie
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v8i1.22320.23-34

Abstract

Peat water is characterized by high acidity, turbidity, and poor sensory qualities, which limit its usability. This study evaluated the effectiveness of thermally activated coffee waste adsorbent (CWA) for peat water treatment. CWA was prepared by heating coffee waste at 250°C, followed by washing and drying at 60°C. Batch adsorption experiments were conducted using 1–3 g of CWA in 200 mL of peat water at 30°C, stirred at 150 rpm for 30 minutes. The results revealed significant improvements in water quality: pH increased from 3.85 to 4.62; turbidity was reduced by 99.37% (from 75 to 0.47 NTU); conductivity decreased by 30.7% (from 424 to 294 ?S/cm); and total dissolved solids (TDS) dropped by 93.3% (from 208 to 14 ppm). The Langmuir isotherm model (R² = 0.7297) provided a better fit than the Freundlich model (R² = 0.5845), indicating monolayer adsorption behavior with a maximum capacity of 0.1634 mg/g and a favorable separation factor (RL = 0.0057). Sensory evaluation confirmed enhanced color and odor. These findings support the use of CWA as a sustainable and low-cost adsorbent for improving peat water quality.