Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Metode Pembelajaran Inside-Outside Circle Berbasis Media Video terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V Fani Yantik; Heru Subrata
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3513

Abstract

Pendidikan melambangkan suatu jalan yang memakai beberapa cara-cara khusus maka dari itu seseorang dapat  memperoleh pemahaman, pengetahuan, serta cara berperilaku sewajarnya. Pendidikan yang mampu membawa sebuah perubahan dimasa depan yaitu mampu mengembangkan potensi dalam diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan metode pembelajaran dengan mengaplikasikan sistem Pembelajaran Inside-Outside Circle Berbasis Media Video Terahadap. Riset yang dipakai  yakni Riset Tindak kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas V MI Internasional Sabilillah Sampang. Sebagai materi penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 21 orang peserta didik terdiri dari 10 orang peserta didik laki-laki serta 11 orang peserta didik perempuan. Peserta didik kelas V pada umumnya  berusia 10-11 tahun. Anak-anak ini mempunyai  sifat  serta gaya belajar  berbeda. Hasil Belajar IPA Kelas V terbukti pada penelitian siklus pertama nilai peserta didik pada umumnya ialah 64,5 lalu di siklus kedua dengan nilai pada umumnya 72,6 dan pada siklus ke 3 dengan nilai pada umumnya 81. Selain itu peserta didik juga lebih interaktif ketika  proses pembelajaran.
AKTIVITAS PERCOBAAN MENANAM HIDROPONIK BERBASIS PENDEKATAN HEUTAGOGY BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Ganes Gunansyah; Suprayitno Suprayitno; Maryam Isnaini Damayanti; Heru Subrata
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Vol. 3 No. 1 (2023): Volume 3, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Program Studi S1, S2, S3 Mananajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v3n1.p1-6

Abstract

Student learning activities carried out online during the Covid-19 pandemic, in addition to providing convenience, also impact the increasingly limited practice of activity-based learning oriented to produce products/works. Overcoming these obstacles, among others, can be facilitated through simple experimental practice activities to plant hydroponic plants to facilitate independent learning, creativity, and collaboration of students with parents. This community service activity was packaged through online training through the Zoom web meeting platform for three sessions, including training material presentation sessions, independent practice of hydroponic planting experiments with the wick system technique, and reflection and follow-up plans. This activity was attended by Elementary School (SD) students and their assistants spread across three Cities/Regencies in East Java, including Surabaya City and Sidoarjo Regency. Participants in this activity are urban communities with limited land, so they are technically suitable for hydroponic planting activities. The experimental practice phase was carried out starting from seeding to nurseries by utilizing training packages in starts and hydroponic planting assistance modules. During the training preparation, implementation and evaluation, participants showed high enthusiasm. Based on the reflection and follow-up of this activity, it is constructive to develop independent learning and collaboration between students and parents. It can be an alternative activity to be applied at home in the surrounding environment and school during the pandemic.
Pengembangan Media Pembelajaran Program Xaverius Learning Center untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Martinus Budianto Delo Thena; Setya Yuwana; Heru Subrata
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4427

Abstract

Tujuan penelitian ini menjelaskan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan produk media pembelajaran program XLC untuk siswa kelas III SDK Xaverius Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model Dick and Carry. Instrumen menggunakan angket validasi dan kepraktisan, observasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi/isi memperoleh 92%, validasi komponen penyajian 90%, validasi komponen kebahasaan 89% dan validasi komponen kegrafikan memperoleh 90% sehingga kevalidan media pembelajaran program XLC kriteria sangat baik. Kepraktisan dari hasil observasi siswa mendapatkan skor 86% dan observasi guru mendapatkan skor 94% sehingga dapat dikategorikan sangat baik. Hasil angket respon siswa pada uji coba perorangan memperoleh 84%, uji coba kelompok kecil 86%, uji coba lapangan 86% dan angket respon penilaian guru memperoleh 90%. Keefektifan produk dapat dilihat dari analisis uji t independent sample t-test, pada kelas kontrol memperoleh nilai sig. (2-tailed) 0.407 > 0.05 bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan hasil uji t (posttest) setelah diberikan perlakuan memperoleh nilai sig. (2-tailed) 0.001 < 0.05 bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran program XLC dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III dan dapat dijadikan media inovatif pada pembelajaran Tematik serta meningkatkan antusiasme siswa secara aktif.
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR: PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR Syah Putri Endar Pramesta; Soficha Rachma Noor Fatima; Heru Subrata
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v8n2.p97-101

Abstract

ABSTRACTRegional language subjects at the elementary school level are very important in the initial stage of introducing regional languages as national culture in formal education as well as being a means of social life, namely for communication and etiquette of good manners in society. According to the Ministry of National Education curriculum, regional languages function to develop the ability to reason, communicate and express thoughts or feelings as well as to preserve national assets in the region. In addition, regional languages as national culture can become self-identity in the era of globalization so that they can filter foreign cultures that enter Indonesia. Our observations were carried out in 2 different elementary schools, at SDN Tawangrejo 2 located in Pasuruan and at SDN Kepatihan located in Bojonegoro.Key words : Javanese language, Observation, Elementary SchoolABSTRAKMata pelajaran bahasa daerah di tingkat Sekolah Dasar sangat penting dalam tingkat awal pengenalan bahasa daerah sebagai budaya bangsa pada pendidikan formal sekaligus dapat menjadi sarana dalam kehidupan bermasyarakat yaitu untuk komunikasi dan etika sopan santun dalam bermasyarakat. Menurut kurikulum DEPDIKNAS bahasa daerah berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar, berkomunikasi dan mengungkapkan pikiran atau perasaan serta melestarikan aset nasional di daerah. Selain itu juga bahasa daerah sebagai budaya bangsa dapat menjadi identitas diri pada era globalisasi sehingga dapat menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia. Observasi kami dilaksanakan di 2 Sekolah Dasar yang berbeda, di SDN Tawangrejo 2 yang berlokasi di Pasuruan dan di SDN Kepatihan yang berlokasi di Bojonegoro.Kata kunci : Bahasa Jawa, Observasi, Sekolah Dasar
Implementasi Bahasa Jawa Krama Inggil pada Pembelajaran Bahasa Jawa Sekolah Dasar di Wilayah Trenggalek_Dyah Dinu Azizah Dyah Dinu Azizah; Heru Subrata
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v8n2.p161-166

Abstract

ABTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penggunaan bahasa Jawa krama inggil, (2) faktor penyebab penurunan penggunaan bahasa Jawa krama inggil, (3) upaya pelestarian bahasa Jawa krama inggil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2022, menggunakan penelitian kualitatif dengan sumber data penelitian guru dan siswa pada lima sekolah dasar negeri/swasta di wilayah Trenggalek. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Pada saat melakukan penelitian, peneliti menemukan hal menarik, yaitu banyak siswa yang masih asing dengan kosa kata bahasa Jawa krama inggil. Berdasarkan penelitian dapat ditarik kesimpulan: (1) penggunaan bahasa Jawa krama inggil menurun, (2) faktor penyebab menurunnya penggunaan bahasa Jawa krama inggil yaitu keluarga, lingkungan, dan guru, (3) upaya pelestarian bahasa Jawa krama inggil yaitu dengan membiasakan dan mengoreksi penggunaan bahasa Jawa krama inggil. Diharapkan penelitian ini bisa berkontribusi melestarikan penggunaan bahasa Jawa krama inggil di kalangan siswa sekolah dasar. Keywords: Bahasa Jawa, krama inggil, pembelajaran ABSTRAK This study aims to determine: (1) the use, (2) the factors causing the decline, and (3) the efforts to conserve the Javanese krama inggil. The research was conducted in February 2022, using qualitative research with research data sources from teachers and students at five public/private elementary schools in Trenggalek. Collecting data through observation and interviews with qualitative descriptive data analysis techniques. When conducting the research, the researcher found interesting thing, that many students unfamiliar with the Javanese krama inggil vocabulary. Based on the research, the conclusions: (1) the use of the Javanese krama inggil has decreased, (2) the factors causing the decline in the use of the Javanese krama inggil are family, environment, and teachers, (3) efforts to conserve the Javanese krama inggil by familiarizing and correcting it. It is hoped that this research can contribute to conserving the use of the Javanese krama inggil language among elementary school students. Keywords: javanese language, krama inggil
ANALISIS PROBLEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR Ananda Wulan Putri Cahyani; Heru Subrata
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v8n2.p102-110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait implementasi pembelajaran muatan lokal bahasa jawa di Sekolah dasar dan mengidentifikasi adanya permasalahan dalam pengimplementasian beserta solusi yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pinggir, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa problematika dalam implementasi pembelajaran muatan lokal bahasa jawa, yaitu : (a) Siswa kurang dalam penerapan pembelajaran unggah ungguh basa jawa dalam kehidupan sehari-hari. (b) Minat siswa rendah pada pembelajaran aksara jawa. (c) Minimnya perbendaharaan kosa kata bahasa jawa pada peserta didik. (d) Kendala terkait dengan materi tembang macapat yang banyak dihadapkan para guru dan siswa Sekolah Dasar. Berkaitan dengan hasil penelitian, perlu adanya suatu upaya untuk mengatasi problematika tersebut.   Kata Kunci : bahasa jawa, problematika, sekolah dasar. ABTRACT This study aims to describe the implementation of local content learning in Javanese language in elementary schools and identify problems in implementation and appropriate solutions. The research method used is qualitative research. This research was conducted at Pinggir Elementary School, Lengkong District, Nganjuk Regency. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, observation, and document analysis techniques. The data analysis technique was carried out with an interactive model consisting of data reduction, data presentation, and verification. Based on the results of data processing, it can be concluded that the problems in the implementation of Javanese language local content learning are: (a) Students are lacking in the application of Javanese language upload learning in everyday life. (b) Low student interest in learning Javanese script. (c) The lack of Javanese vocabulary for students. (d) Obstacles related to the material for the macapat song that many teachers and elementary school students face. In connection with the results of the study, it is necessary to make an effort to overcome these problems Keywords: Javanese language, problematics, elementary school
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Anjar Sukowati; Heru Subrata
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 8 No. 2 (2022): Vol. 8 No. 2 Mei 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v8n2.p154-160

Abstract

Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi juga dipandang dari sumberdaya manusia yang memiliki akhlak yang baik, berbudi luhur dan berprilaku sesuai dengan norma. Majunya teknologi pada era ini membuat seluruh generasi mampu mengakses informasi hingga budaya dari negara-negara lain. Kearifan lokal merupakan salah satu poin penting untuk membentuk karakter pada era ini. Kearifan lokal mampu menumbuhkan sikap saling menghargai budaya yang negeri yang sudah dikenalkan secara turun temurun. Penanaman pendidikan bahasa jawa merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi keberagaman budaya kepada peserta didik. Dalam pendidikan bahasa jawa mencakup tata krama dalam berbicara dan berprilaku, oleh karena itu ketika pendidikan bahasa jawa telah tertanam sejak dini, maka akan menjadi pondasi yang kuat dalam kehidupan berprilaku untuk menjadi penerus bangsa berbudi luhur. Keywords: Pendidikan Karakter, Pendidkan Bahasa Jawa, pendidikan sekolah dasar ABSTRAK The progress of a nation is not only measured by advances in technology and science, but is also viewed from human resources who have good morals, are virtuous and have principles in accordance with norms. The advancement of technology in this era has made the entire generation able to access information to culture from other countries. Local wisdom is one of the important points to shape the character of this era. Local wisdom is able to foster an attitude of mutual respect for the culture that has been introduced for generations. The cultivation of Javanese language education is one way to provide information on cultural diversity to students. In Javanese language education includes manners in speaking and behavior, therefore when Javanese language education has been embedded from an early age, it will become a strong foundation in the life of behavior to become the successor of a virtuous nation Keywords: Character Education, Javanese Language Education, primary school education
Pelatihan Praktik Baik Membaca Puisi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SD Hendratno Hendratno; Heru Subrata; Ulhaq Zuhdi; Sabila Sabila; Lisa Novi; Nurul Istiq’faroh
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8114

Abstract

Pembelajaran sastra dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam suatu karya sastra. Fakta menunjukkan bahwa guru di sekolah dasar, belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mengajarkan apresiasi sastra. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, praktik baik membaca puisi difokuskan pada metode dan teknik praktis pemahaman konteks terhadap puisi yang dibaca. Tim PKM Unesa telah mengadakan pelatihan praktik baik membaca puisi bagi guru sekolah dasar pada bulan April tahun 2022 dengan peserta guru sekolah dasar se-Kabupaten Magetan sejumlah 40 orang. Pelatihan ini bertujuan membentuk sikap guru dalam menghadapi pembelajaran apresiasi sastra yang masih belum maksimal. Metode yang dilakukan adalah tutorial praktik langsung meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa mitra antusias mengikuti kegiatan PKM yang ditunjukkan dengan hasil penyebaran angket dengan rata-rata kategori sangat baik. Hasil pelatihan praktik baik membaca puisi yaitu adanya peningkatkan kemampuan membaca puisi, stimulasi kreativitas guru, dan peningkatan minat guru terhadap sastra.Learning literature can help students understand the values of life conveyed in literary works. However, facts show that elementary school teachers do not possess adequate skills to teach literary appreciation. In Indonesian language and literature learning, good poetry reading practice focuses on practical methods and techniques for understanding the context of the poems being read. Tim PKM Unesa conducted a training on good poetry reading practice for primary school teachers in April 2022 with 40 participants from primary schools in the Magetan district. The method used was a direct practice tutorial, including preparation, implementation, and evaluation stages. The results of the PKM implementation show that the partners were enthusiastic about participating in the PKM activities with a very good category. The results of good poetry reading practice training include an improvement in the ability to read poetry, stimulation of teacher creativity, and an increase in the interest of teachers in literature.
LCD Imitation Media As a Learning Support in Improving Children's Creative Thinking Skills Siti Rohmatul Jannah; Maulida Rizqi Istiqomah; Savira Aisah Purwandini; Faiqotul Hima Mahfidah; Novita Ahriani; Julianto Julianto; Heru Subrata; Suprayitno Suprayitno
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 2 No 4 (2023): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol2.Iss4.862

Abstract

The development of education in the 21st century encourages educators to do various creative ways in designing learning media. Not only required to be creative in designing learning media, but also required to be creative in utilizing the items around us. What is expected with the existence of learning media is to be able to increase the creativity of teachers and students in comfortable and effective learning. It would be much better if the designed media was able to utilize used items in the local environment. So that it can educate about environmental care attitudes to students. The purpose of this writing is to introduce LCD imitation media and educate the use of used goods as a medium to support learning and can improve students' creative thinking skills. The method used is a literature study that takes data from various sources of articles, journals and books offline and online. This LCD imitation media had participated in exhibitions held in the department. From the exhibition, researchers received feedback from student visitors and lecturers, and received a very constructive response in the development of this LCD imitation media for the better.
Perspektıf Glokal Dalam Implementası Teachıng At The Rıght Level(Tarl) Pada Pembelajaran Berdıfrensıası Pada Kurıkulum Merdeka Duhwi Indartiningsih; Neni Mariana; Heru Subrata
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i4.7547

Abstract

Differentiated Learning in the Merdeka Curriculum is a combination of global and local, namely the philosophy of Ki Hajar Dewantara. Differentiated learning is implemented in Indonesia according to the TaRL approach and combines with the philosophy of Ki Hajar Dewantara as a global perspective in the locality in Indonesia. The differentiation of TaRL implementation in Indonesia is that it is adjusted to Ki Hajar Dewantara's philosophy, which is used for all subjects and not only for literacy and numeracy. The author believes that the Teaching at the Right Level (TaRL) approach can be used for all subjects and for elementary, junior high, and high school levels. This has been done in Indonesia that the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in the Merdeka Curriculum, namely differentiated learning, can be used for all subjects for elementary, junior high and high school levels and is able to improve student learning outcomes and foster optimism in students learning according to their level making students more confident, comfortable and happy to learn in class. The author recommends that teachers develop and implement learning with the TaRL approach or differentiated learning for all subjects. Teachers can collaborate the TaRL approach with learning approaches or models that can optimise student learning outcomes