I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN BERJALAN DI ATAS BALOK LURUS SEJAUH 8 METER 5 REPETISI 4 SET LEBIH BAIK DARIPADA 4 REPETISI 5 SET TERHADAP KESEIMBANGAN TUBUH MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI I G P Ngurah Adi Santika; I P G. Adiatmika; Susy Purnawati
Sport and Fitness Journal Volume 3, No.1, 2015
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.749 KB)

Abstract

The Body Balance of students of the Faculty of Sport Education and Health PGRI Bali tend to decrease. This is supported by preliminary data from the body balance, that the students are in the norm level of balance. The purpose of this study was to determine the effect of walking training on a straight beam 8 m x 10 cm x 30 cm 4 sets of 5 reps increasing student body balance Faculty of Sport Education and Healt Students IKIP PGRI Bali and to investigate the training walk on a straight beam 8 m x 10 cm x 30 cm 4 sets of 5 reps improve body balance is bigger than 4 repetitions 5 sets of students of Faculty of Sport Educatoin and Healt Student IKIP PGRI Bali. This study used a pretest-posttest randomized control group design. A total of 22 students aged 18-23 years were selected as members of the sample were divided into 2 groups. Group I was given a training walk on a straight beam as far as 8 feet 5 repetitions 4 sets and a Group II are trained to walk on a straight block as far as 8 feets 4 repetitions 5 sets. Training was given 4 times a week for 6 weeks. Balancing is measured before and after training use stork balance test. T-test Paired is used to determine the balance mean difference in the balance of each group before and after treatment with a significance level of 0,05, t-independent test to determine the increasing of the body balance. The results showed an increase in of body balance of the group I and group II. The results of test paired in group I the first data is 20,02±2,52 seconds increased 40,10±3,80 seconds in group II the first data is 21,47±5,08 seconds increased 34,59±5,47 seconds by significance level of 0,05 is significantly different. Test Paired results indicate a difference of the intreasing of balance of the group I and group II. Independent test results in group I was 20,08 seconds 50,07% and in group II was 13,12 seconds 37,93%. Based on these results we can conclude that training walk on a straight block as far as 8 meters 5 repetitions 4 sets is more increase balancing walking on the straight block as far as 8 meters 4 repetitions 5 sets.
Pelatihan Hanging Leg Raise Terhadap Kekuatan Otot Perut Putu Dapid Piyana; Maryoto Subekti; I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 1 No. 1 (2020): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan atas observasi yang dilakukan di SMP Ganesha Denpasar yang bertepatan pada saat itu didampingi oleh guru olahraga menyaksikan secara langsung kemampuan otot perut siswa putra yang masih berada pada level kurang. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merumuskan judul penelitian “Pelatihan Hanging Leg Raise Terhadap Kekuatan Otot Perut”. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari dilaksanakan penelitian pelatihan hanging leg raise ini terhadap kekuatan otot perut siswa putra kelas VIII SMP Ganesha Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Ganesha Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 70 orang. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkanbahwa pelatihan hanging leg raise memberikan pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot perut dengan peningkatan 20,61%.
Pelatihan Hollow Sprint Berbeban 0,5 kg di Pinggang Terhadap Kecepatan Lari I Gusti Putu Ngurah Adi Santika; Danang Ari Santoso; Maryoto Subekti
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 1 No. 2 (2020): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v1i2.73

Abstract

Berdasarkan observasi di SMP N 3 Banjarangkan menunjukkan kecepatan lari siswa masih berada pada kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kecepatan tubuh yang dihasilkan oleh pelatihan Hollow Sprint Berbeban 0,5 kg di pinggang. Sampel berjumlah 30 orang yenag terbagi menjadi 2 kelompok. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Experimental Randomize Pres-Test and Post-Test Group Design. Dalam penelitian ini diperoleh peningkatan kecepatan lari 21,52% pada pelatihan Hollow Sprint Berbeban 0,5 kg di Pinggang.
Korelasi Kecepatan Lari dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kelincahan Siswa I Gusti Putu Ngurah Adi Santika; Maryoto Subekti
Jurnal Ilmiah Adiraga Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Adiraga: Jurnal Penelitian Olahraga
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Pedagogik dan Psikologi (FPeP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/adiraga.v6i2.2723

Abstract

Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki eksistensi tinggi di dunia. Kecepatan, kekuatan otot tungkai dan kelincahan merupakan elemen penting dalam olahraga sepakbola. Tujuan yang ingin dipacai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) adanya hubungan antara kecepatan lari terhadap kelincahan tubuh siswa dan 2) adanya hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap kelincahan tubuh siswa. Penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 34 orang. Berdasarkan pembahasan terlihat bahwa nilai signifikansi (2-tailed) antara kecepatan lari (X1) dengan Kelincahan tubuh (Y) adalah p = 0,001 atau (p<0,05). Sedangkan berdasarkan nilai signifikansi (2-tailed) antara kekuatan otot tungkai (X2) dengan kelincahan tubuh (Y) adalah p = 0,071 atau (p>0,05). Berdasarkan pembahasan disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kecepatan lari dengan kelincahan tubuh dan sebaliknya tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kelincahan tubuh.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN UMUR TERHADAP DAYA TAHAN UMUM (KARDIOVASKULER) MAHASISWA PUTRA SEMESTER II KELAS A FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2014 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.333 KB)

Abstract

Daya tahan umum (respiratio – cardiovascular endurance) adalah kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas terus – menerus yang berlangsung cukup lama dalam keadaan aerobik (metabolisme sel otot memerlukan pasokan oksigen dari luar untuk mendapatkan tenaga bergerak. Indeks massa tubuh adalah jumlah berat badan ideal yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan seseorang. Umur adalah lama waktu hidup atau ada. Pada mahasiswa semester II kelas A terdata beberapa mahasiswa sebagai atlet dan non atlet. Peneliti ingin melakukan suatu keterkaitan data yang berhubungan dengan berat badan, umur, dan daya tahan kardiovaskuler. Berkaitan dengan hal itu maka dilakukanlah penelitian yang berjudul Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Umur terhadap Daya Tahan Umum (Kardiovaskuler) Mahasiswa Putra Semester II Kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali Tahun 2014. Adapun tujuan dalam penelitian ini diantaranya : 1) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. 2) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara umur dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan antara IMT (X1) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,171 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Selanjutnya, antara Umur (X2) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,394 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil bahwa : (1) tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan kardiovaskuler, (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan daya tahan kardiovaskuler.
PELATIHAN DOUBLE DOT DRILL 2 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMP NEGERI 1 KUTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I.N. Suryanata; IP Merta Yasa; IGP Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.674 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan dengan pelatihan double dot drill dan lari zig-zag terhadap dua kelompok siswa putra yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes dan post-tes group design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 24 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan double dot drill 2 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan lari zig-zag 2 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali dalam seminggu selama 6 minggu pada siswa putra peserta ekstra kurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Kuta Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-tes independentuntuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0,05). Hasil uji t-tes independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan ada perbedaan yang bermakna (p<0.05). Simpulan bahwa pelatihan double dot drill 2 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan.Untuk hasil post test menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dan menyatakan hipotesis nol ditolak.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA OLAHRAGA LOMPAT JAUH SISWA PUTRA KELAS VIII SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I.K. Putrayasa; I.W. Citrawan; IGP. Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.291 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut, maka di dapatkan hasil bahwa siswa putra peserta SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra kelas VIII SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 28 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur daya ledak otot tungkai sampel dan diperolehlah data .Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan format t test untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit- t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok control di hitung nilai t nya 10,68 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 11 dan pada kelompok perlakuan nilai t di hitung 13,951 sedangkan nilai t table sebesar = 2,201 dengan taraf singnifikan 5 %dan db =11. Dan perbedaan keompok control dan kelompok perlakuan di peroleh nilai t 3,4467 sedangkan nilai t table sebesar = 2,074 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 22. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan Double Leg Bound 10 repetisi 3 set meningkatkan daya ledak otot tungkai. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil rerata dan Double Leg Bound 5 repetisi 3 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra SMP SANTO YOSEPH tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN SPRINT 30 METER DENGAN BEBAN 1 KG DIPINGGANG 4 REPETISI 3 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 3 BANJARANGKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I Wayan Kuntala; A.A. Gd. Ardana; IGP. Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.535 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari seluruh siswa putra kelas VII SMPNegeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 36 orang didapat dengan rumus pocock. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kecepatan lari 100 meter yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan ujit-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil ujit-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kecepatan lari 100 meter berbeda bermakna (p < 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan lari 100 meter dan menyatakan hipotesis alternatif diterima. Untuk hasil post-test kedua kelompok tidak ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set lebih baik daripada sprint 30 meter 4 repetisi 3 set dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter siswaputra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017.
PENGUKURAN TINGKAT KADAR LEMAK TUBUH MELALUI JOGGING SELAMA 30 MENIT MAHASISWA PUTRA SEMESTER IV FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2016 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.006 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan olahraga, kita harus memperhatikan banyak faktor terutama berkaitan dengan berat badan tubuh. Berat badan yang bertambah biasanya disebabkan oleh faktor yang tidak asing lagi bagi kita yaitu lemak. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah “Untuk mengetahui tingkat kadar lemak tubuh yang terjadi dengan pemberian jogging selama 30 menit”. Berdasarkan persentase rerata perubahan kadar lemak tubuh sesudah pelatihan selama 6 minggu untuk kelompok perlakuan 3,8% kadar lemak menurun sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil 0,6% kadar lemak menurun, ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan terbukti lebih efektif menurunkankadar lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan jogging selama 30 menit memang terbukti dapat menurunkan kadar lemak tubuh. Disarankan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin menurunkan kadar lemak agar melakukan jogging selama 30 menit setiap hari.
PELATIHAN PLYOMETRICS KNEE TUCK JUMP 5 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DAN LUKIS TRADISI SMK NEGERI 1 SUKAWATI GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Raka Wibawa; Ngurah Sudiarta; Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.426 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan pelatihan plyometrics yaitu knee tuck jump. Knee tuck jump adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara melakukan 1 kali lompatan keatas dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan plyometrics knee tuck jump dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa kelas X jurusan Multimedia dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa kelas X jurusan Lukis Modern dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 54 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 31,427 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,007. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 36,853 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,653. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 5,426 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan knee tuck jump pada kelompok perlakuan dengan pelatihan jump to box pada kelompok kontrol sebesar 0,646 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan plyometrics yaitu knee tuck jump dan jump to box sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.
Co-Authors A. Dei A.A. Gd. Ardana AAO. Perdana Adi, Adi S Adnyana, IW. Agustinus Dei Agustinus Dei Ardana, A.A. Gd. Asri, Del Cahya Prananta, I Gst Ngr Agung Citrawan, I.W. Danang Ari Santoso Dewa Gede Adi Mandala Putra Dewi, I.A. Kade Arisanthi Dewi, IA. Kade Arisanti Dimas Aditya Pangestu Festiawan, Rifqi Gunawan, I Putu Adi Gusti Ayu Agung Nina Utari Dewi Henri Gunawan Pratama I Gst Ngr Agung Cahya Prananta I Gusti Ngurah Agung Cahya Prananta I Gusti Ngurah Sudiarta I Gusti Ngurah Sudiarta I Gusti Putu Sudaena Yasa I Kadek Suryadi Artawan I Ketut Sumerta I Ketut Sumerta I Made Darmada I Putu Agus Budi Sudarsana I Putu Eri Kresnayadi I Putu Gede Adiatmika I Putu Mertayasa I Putu Rega Padmawan I Wayan Cita Witarsa I Wayan Citrawan I Wayan Himawan I Wayan Kuntala I Wayan Sugianta I.K. Putrayasa I.N. Suryanata I.W. Citrawan Ibrahim, Saipulloh Ida Ayu Kade Arisanthi Dewi IGAA. Saputra IGNAC. Prananta Ihsani, Sri Indah IMP. Andik IP Merta Yasa IPE. Pratama IW. Adnyana IW. Citrawan Kadek Suryadi Artawan Ketut Sumerta Komang Ayu Tri Widhiyanti Komang Ayu Tri Widhiyanti Kuntala, I Wayan KY. Pranata Maryoto Subekti Mertayasa, IP. Nadya Putri Virgita Ni Luh Gde Widiantari Ni Luh Putu Indrawathi Ni Wayan Ariawati Ningsih, Ni Komang Ari Yudani Nyoman Suarjana Parwata, Yoga Pratama, Yudhi Surya Putra, I Wayan Pasek Astawa Putrayasa, I.K. Putu Dapid Piyana Raka Wibawa Ramadhan, Muhammad Gilang Suantika, I Gede Dedyk Suryanata, I.N. Susy Purnawati Tirtayasa, Pande Komang Rai Tunas, IN. Utama, Made Bang Redy Wenly, Ayu Purnama Wibawa, Raka Wiguna, DGE. Sastra Wirmandiyanthi, KD. Yasa, IP Merta