Claim Missing Document
Check
Articles

Adaptation and Mitigation Strategy of Communities Around the Natural Tourism Area of Situ Gunung in the Era of the COVID-19 Pandemic Anjana, Muhamad Redito Gea; Rachmawati, Eva; Soekmadi, Rinekso
Media Konservasi Vol. 28 No. 1 (2023): Media Konservasi Vol 28 No 1 April 2023
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.28.1.59-68

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused losses to the tourism sector and surrounding communities, including communities around the Situ Gunung natural tourism area. Adaptation and mitigation are needed to reduce the deterioration felt by the community. This research aims to analyze adaptation strategies and strategies for people in the situation of the COVID-19 pandemic. The method used is a household survey with an interview based on the method of determining samples with Isaac and Michael tables at a 10% error rate using descriptive analysis. The results showed that the quality of community adaptation is still low, adaptation strategies are carried out by people with vulnerable economic conditions based on the characteristics of their work. Tourist workers and non-tourists have different adaptation strategies but have similar mitigation strategies. Mitigation strategies are already owned by the community but are still in the initiative at the household level. In general, mitigation is planned with asset and financial management, resource allocation, finding primary and side job alternatives, and strengthening social relationships. The role of various parties, especially destination managers, is needed to strengthen adaptation and mitigation of communities at the village level to achieve resilience in the future.
EVALUASI LOYALITAS PENGUNJUNG TERHADAP ATRAKSI BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TAMAN SAFARI INDONESIA PASCA COVID-19 Hasibuan, Ratna Sari; Soekmadi, Rinekso; Purnomo, Herry; Mulyono, Nur Budi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.4.604

Abstract

Taman Safari Indonesia (TSI) merupakan salah satu tempat wisata dan lembaga konservasi yang terkena dampak COVID-19. TSI adalah lembaga yang berdedikasi pada konservasi ex-situ dengan penekanan pada lingkungan. Pandemi tahun 2020 menyebabkan penurunan jumlah wisatawan di TSI sebesar 53% dibandingkan dengan tahun 2019, yang berarti dana sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan TSI. Atraksi wisata berbasis teknologi telah dikembangkan, terutama yang menggunakan aplikasi Augmented Reality (AR), sebagai upaya untuk meningkatkan kuantitas dan pengalaman pengunjung. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran pihak pengelola akan isu zoonosis dan kekhawatiran wisatawan akan kesehatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pengalaman wisatawan di destinasi pariwisata berbasis teknologi mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka terhadap TSI. PLS-SEM adalah metodologi yang digunakan, dengan jumlah responden sebanyak 384 orang. Setelah mencoba aplikasi augmented reality pada perangkat yang diberikan, responden mengisi kuesioner yang menyertainya berdasarkan kesan mereka terhadap atraksi AR. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengunjung akan lebih mungkin untuk kembali ke TSI jika mereka lebih puas. Program augmented reality memungkinkan responden untuk mendapatkan pengalaman baru, belajar tentang hewan, dan merasa nyaman saat menggunakannya. Hal ini membuat mereka senang, setia, dan cenderung menggunakan AR di TSI di masa depan.
Tata Kelola Bahaya Ekowisata di Kawasan Rawan Bencana di Taman Nasional Gunung Rinjani Soekmadi, Rinekso; Harini, EKS; Rachmawati, Eva; Hikmah, Ziyadatul; Rahayuningsih, Tri
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.668-672

Abstract

Guna mewujudkan TNGR sebagai destinasi pendakian berkelas dunia, kejadian kecelakaan wisata harus dihindarkan dengan angka risiko terkecil (zero accident). Kalaupun tidak terhindarkan terjadinya kecelakaan, maka penanggulangan (evakuasi, dan pasca kejadian) dilakukan secara efektif dan efisien. Tiga langkah manajemen internal yang perlu disiapkan oleh BTNGR; (1) manajemen jalur pendakian, (2) manajemen pendakian, (3) manajemen risiko bahaya/bencana (aksi mitigasi dan penanganan kecelakaan/bencana). Selain itu diperlukan langkah strategis penguatan tata kelola penanganan bahaya wisata yang melibatkan berbagai stakeholders. Penyiapan tata kelola bahaya ekowisata ditujukan untuk pengembangan harmoni dan sinergi stakeholders, menghindarkan terjadinya kecelakaan wisata, meminimalkan dampak negatif saat terjadi kecelakaan/bencana, mempercepat pemulihan pasca kejadian. Agar memiliki kekuatan yang mengikat dan memaksa, rumusan tata kelola bahaya/bencana ekowisata harus dituangkan ke dalam instrumen kebijakan peraturan perundang-undangan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sosialisasi dan eduksai publik terkait pentingnya tata kelola ini perlu dilakukan secara sistematis dan masif, mulai anak tingkat pra-sekolah hingga mahasiswa, serta masyarakat umum.
Menilai Pentingnya Analisis Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Agrowisata Pekarangan di Jawa Timur Indonesia Trisnanto, Atang; Soekmadi, Rinekso; Arifin, Hadi Susilo; Noorachmat, Bambang Pramudya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.549-560

Abstract

Pengelolaan agrowisata pekarangan di Banyuwangi telah melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai pihak. Namun stakeholder yang ada masih belum terkelola dengan baik dan belum ada aturan yang mengatur interaksi dan peran masing-masing stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis stakeholder yang terlibat dalam program agrowisata berbasis pekarangan di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi pemangku kepentingan, klasifikasi pemangku kepentingan, dan hubungan antar pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan yang terlibat terdiri dari tiga kelompok, yaitu: kelompok pemerintah daerah (dinas pariwisata, dinas pertanian, pemerintah desa), kelompok masyarakat (pokdarwis, kelompok tani, dan masyarakat), kelompok swasta (asosiasi pelaku wisata, dan pariwisata). /pelaku usaha swasta). Pemangku kepentingan yang termasuk dalam kuadran 1 (Pemain Kunci) adalah Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa dan Pemerintah Desa. Kuadran 2 (Subjek) terdiri dari kelompok tani dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata. Sedangkan kuadran 3 (Context Setter) terdiri dari asosiasi pelaku wisata dan pemilik usaha/swasta dan kuadran 4 (Crowd) adalah perguruan tinggi dan Bappeda. Hubungan antar kelompok pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan agrowisata pekarangan di Banyuwangi dapat dilihat melalui kegiatan operasional di lapangan dan dokumen resmi yang mengatur hubungan tersebut. Hubungan antar pemangku kepentingan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu: hubungan komunikasi, koordinasi dan kerjasama.
Ecotourism Stakeholders Analysis in Bodogol Resort, Gunung Gede Pangrango National Park, West Java Triprajawan, Tangguh; Soekmadi, Rinekso; Sunarminto, Tutut
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.578

Abstract

Tourist visits to Bodogol Resort, Gunung Gede Pangrango National Park (GGPNP), have experienced a downward trend from to 1998–2021. In addition, the Bodogol Resort is directly adjacent to the Lido Special Economic Zone (SEZ) with its main activity of tourism. The level of interest and influence of stakeholders involved in ecotourism development at Bodogol Resort and their role determine progress in ecotourism development. This study aims to assess the stakeholders and their role in ecotourism development at Bodogol Resort. Data collection was performed through observations, interviews, and document deepening. The analyses were performed both quantitatively and qualitatively. Stakeholder analysis was carried out to identify stakeholders, classify and map stakeholders, and analyze the relationships between stakeholders. Sixteen stakeholders related to ecotourism development in the Bodogol Resort were identified. The stakeholder mapping results are three key players, five subjects, and eight crowds. This shows that the stakeholders involved have not played as optimal roles as they should, the division of roles of who does what. Bodogol Resort is one of the key players with the highest level of influence and interest. The results of thematrix analysis of the relationships between stakeholders show that communication, coordination, and cooperation are low.
Analisis Keberlanjutan Taman Wisata Alam Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota Yolanda, Putri; Soekmadi, Rinekso; Prihadi, Nandang; Adhi, Rizky Pratama
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.886

Abstract

Lembah Harau Nature Tourism Park (TWA) is one of the natural tourism potentials in Lima Puluh Kota Regency with an area of 27.5 Ha. Based on statistical data in 2022, there will be an increase in tourists from TWA Lembah Harau in Lima Puluh Kota Regency, with a recorded increase in tourists reaching 14% with the number of visits in 2022 amounting to 270,790 visitors. Increasing Lembah Harau TWA visits can have a positive impact on increasing income for both the community and the government, however if it exceeds the area's carrying capacity it can cause negative impacts on the ecological aspects of the surrounding area. Based on this, the concept of regional development strategy is an important factor in developing sustainable tourism activities. This research was conducted from November to December 2022. The aim of this research is to analyze the strategy for sustainable development of the Lembah Harau TWA. Data collection was carried out to identify the carrying capacity of each tourist attraction and development analysis using SWOT (Strength-Weakness-OpportunitiesThreats) with interviews with certain stakeholders. The results of the overall carrying capacity analysis of the Lembah Harau TWA area can accommodate 313,337 visitors per year or 2,725 visitors per day. Based on the results of the carrying capacity analysis for each tourist attraction unit, it is stated that tourists can be accommodated to carry out activities in the area. So, the main strategy for sustainable development is to optimize the Lembah Harau TWA by expanding areas that have the potential for waterfalls as the main tourist attraction by optimizing the infrastructure of the Lembah Harau TWA.   Abstrak Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Harau merupakan salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas 27,5 Ha. Berdasarkan data statisik tahun 2022 terjadi peningkatan wisatawan TWA Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, tercatat kenaikan wisatawan mencapai 14% dengan jumlah kunjungan tahun 2022 sebesar 270.790 pengunjung. Peningkatan kunjungan TWA Lembah Harau dapat menimbulkan dampak positif bagi peningkatan pendapatan baik masyarakat maupun pemerintah, namun apabila telah melampaui daya dukung kawasan dapat menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap aspek ekologi kawasan sekitar. Berdasarkan hal tersebut, maka konsep strategi pengembangan kawasan menjadi faktor yang penting dalam pengembangan kegiatan wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dari bulan November hingga Desember 2022, Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan TWA Lembah Harau yang berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan untuk mengidentifikasi daya dukung setiap atraksi wisata hingga analisis pengembangan menggunakan SWOT (StrengthWeakness Opportunities-Threats) dengan wawancara pada stakeholder tertentu. Hasil analisis daya dukung secara keseluruhan kawasan TWA Lembah Harau dapat menampung 313.337 pengunjung pertahun atau 2.725 pengunjung perhari. Berdasarkan hasil analisis daya dukung tersebut untuk setiap unit atraksi wisata, dinyatakan bahwa wisatawan dapat ditampung untuk melakukan kegiatan/aktivitas di area tersebut. Maka, strategi utama pengembangan berkelanjutan yang dilakukan dengan mengoptimalkan TWA Lembah Harau dengan perluasan kawasan yang memiliki potensi air terjun sebagai daya tarik utama wisata dengan mengoptimalkan sarana prasarana TWA Lembah Harau.
Co-Authors Adhi, Rizky Pratama Adi, Try Prasetyo Aditya, Mahendra Dimas Afiyanti, Sisca Widiya Afra DN Makalew Agus Hikmat Agus Priyono Kartono Albert Farma Andi Chairil Ichsan Anjana, Muhamad Redito Gea Aprilia, Hapriza Atang Trisnanto Atang Trisnanto, Atang Bambang Pramudya Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Bambang Sulistyantara Beti Septiana Darsono Bramasto Nugroho Cut Maila Hanum DAMAYANTI BUCHORI Daud Silalahi Dewi Untari Dodik Ridho Nurrochmat Edward Sembiring Endang Koestati Sri Harini Muntasib Erni Yuniarti Ervizal A. M. Zuhud Ervizal AM Zuhud Ervizal AMZU Eva Rachmawati Gista M. Rukminda Hadi S Alikodra Hadi Susilo Arifin Handini Widiyanti Hardjanto Hardjanto Harini, EKS Harnov Harnov Hartrisari Hardjomidjojo Hasibuan, Ratna Sari Hasim - Heri Santoso Hernawati Hernawati Herry Purnomo Herwasono Soedjito Hikmah, Ziyadatul Imam Ardiansyah Irvan Dali Jadda Muthiah K Karsudi Karsudi . Karsudi K Kartodihadjo, Hariadi Kartodihardjo, Hariadi LILIK BUDIPRASETYO Lukita Awang Nistyantara Mardiana Wachyuni Marissa Grace Haque Masy'ud, Burhanuddin Muaz Haris Muhammad Ardiansyah Muhammad Irfan Lubis Muji Listyo Widodo Nandang Prihadi Nandang Prihadi Novriyanti Nur Budi Mulyono Nurul Qomar Nyoto Santoso Putri Yolanda Restian Alif Junianti Rika S. Santoso Sambas Basuni Soeryo Adiwibowo Sudirman Daeng Massiri Syarif Indra S.P Tilman, Efrem Tresika Deryanti Tri Rahayuningsih Triprajawan, Tangguh Tutut Sunarminto vera tisnawati Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul Winahyu Adyananda Putri Yarman . Yasri Syarifatul Aini yogie zulni pratama YOLANDA, PUTRI Yulianto Yumarni .