I Gede Soma
Laboratorium Fisiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana; Pusat Penelitian Satwa Primata Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana Jln. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia 80234

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Hematokrit, Kadar Hemoglobin, dan Total Eritrosit Ayam Pedaging yang Diinjeksi Kombinasi Tylosin dengan Gentamicin PUTRIANI, SARI; SOMA, I GEDE; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.838 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan sampel darah dengan antikoagulan Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) yang diambil dari 24 ekor ayam pedaging dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan pada hari ke 14 dan hari ke 24. Parameter yang diamati adalah nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit. Cara pengambilan sampel adalah dengan mengambil darah pada vena axilla ayam pedaging yang dimasukkan dalam tabung Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit. Hasil pemeriksaan nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam dilanjutkan dengan Uji Rentangan Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi kombinasi tylosin dengan gentamicin pada ayam pedaging tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai hematokrit, kadar hemoglobin, dan total eritrosit ayam pedaging.
Diversitas Genetik Populasi Monyet Ekor Panjang di Mekori Menggunakan Marka Molekul Mikrosatelit D3S1768 dewi, Evi kumala; Wandia, I nengah; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (1) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.61 KB)

Abstract

Diversitas genetik memainkan peran yang sangat penting dalam proses adaptasi suatu spesies. Diversitas genetik yang tinggi pada suatu populasi akan membuat potensial evolusi yang baik terhadap faktor-faktor yang bersifat stokastik. Seperti perubahan alam, inbreeding dan penyakit. Diversitas genetik populasi dapat diungkapkan pada tingkat DNA menggunakan marka molekul mikrosatelit yang merupakan segmen langsung dari genom (DNA). Pada penelitian ini, lokus mikrosatelit D3S1768 digunakan untuk mengkaji variabilitas genetik populasi monyet ekor panjang di Mekori meliputi jumlah dan jenis alel, frekuensi alel, serta heterosigositas. Sejumlah 14 sampel darah dikoleksi dari populasi monyet ekor panjang di Mekori sebagai sumber DNA. DNA total diekstraksi menggunakan QIAamp DNA Blood Mini Kit dari Qiagen. Lokus mikrosatelit D3S1768 di amplifikasi dengan tekhnik polymerase chain reaction (PCR), sebanyak 30 siklus dengan suhu annealing 54o C. Selanjutnya, Alel dipisahkan dengan elektroforesis pada gel poliakrilamid 7% dan dimunculkan dengan pewarnaan perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua jenis alel pada lokus D3S1768 dalam populasi monyet ekor panjang di Mekori dengan panjang basa 188 dan 196. Frekuensi alel 188 sangat tinggi (0,96) sedangkan alel 196 rendah (0,04). Heterosigositas populasi monyet ekor panjang di Mekori menggunakan lokus D3S1768 sebesar (h= 0,08). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokus D3S1768 pada populasi monyet ekor panjang di Mekori bersifat monomorfik, dikarenakan nilai frekuensi paling umum lebih dari 0,95 (0,96) dan nilai heterosigositasnya rendah.
Studi Kasus: Pneumonia Karena Migrasi Larva Toxocara Sp. pada Anjing Basset Hound Widiastuti, Wayan Arni; Soma, I Gede; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.712 KB)

Abstract

Seekor anjing basset hound bernama Roxy berumur 3 bulan, mengalami masalah pernapasan yaitu batuk dan hidung mengeluarkan eksudat serous. Selain itu anjing kurus dan perut membesar. Pada pemeriksaan fisik saat faring dipalpasi muncul refleks batuk dan hendak mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya serta pada pemeriksaan feses ditemukan telur cacing Toxocara sp. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan hewan mengalami anemia mikrositik normokromik, leukositosis, limfositosis, dan eosinofilia. Anjing kasus didiagnosis mengalami pneumonia karena migrasi larva cacing Toxocara sp. Pengobatan dengan pemberian Pyrantel pamoat (Combantrin®) 25 mg/ml dengan dosis 5 ml per oral 1 bulan sekali, pengulangan tergantung derajat keparahan, antibiotik Amoxicillin 500 mg dan Chlorpeniramine maleat 4 mg dengan dosis masing-masing 50 mg dan 2 mg,diberikan secara oral 2 kali sehari selama 5 hari. Evaluasi pada hari ke-7 (tujuh) kondisi hewan menunjukkan adanya perbaikan.
Profil Darah Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang Dipelihara Secara Ex-Situ Hasanah, Putri Nur; Wandia, I Nengah; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.038 KB)

Abstract

Lutung jawa (Trachypithecus auratus) merupakan primata asli (endemik) Indonesia yang populasinya semakin menurun. Status keterancaman lutung jawa sangat dipengaruhi oleh faktor gangguan populasi di habitat alaminya (kerusakan habitat dan kesehatan), penangkapan ilegal untuk perdagangan satwa, dan perburuan. Konservasi secara in-situ maupun ex-situ merupakan upaya yang harus digiatkan untuk penyelamatan dari ancaman kepunahan dengan semakin menurunnya populasi pada lutung jawa. Salah satu lembaga konservasi ex-situ yang turut berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut adalah Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan yang berada di Bali. Lembaga konservasi dalam menjalani fungsinya memiliki peran untuk selalu memantau status kesehatan lutung jawa yang dipelihara di sana. Salah satu parameter dari status kesehatan dapat ditentukan oleh pemeriksaan profil darah.Penelitian ini menggunakan 4 ekor lutung jawa betina yang berada di Pusat Penyelamatan Satwa Tabanan. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian observasional untuk mengidentifikasi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin (Hb), PCV (Packed Cell Volume), MCV (Mean Corpuscular Volume), MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin), MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration), jumlah leukosit, dan diferensial leukosit. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dalam bentuk rataan±simpangan. Hasil nilai rata-rata untuk nilai eritrosit 4,22 x 106/µL, hemoglobin 9,1 g/dL, hematokrit/PCV 33,25 %, MCV 79,76 fl, MCH 21,51 pg, MCHC 27,8 g/dL, leukosit 9,51 x 103/µL, dan diferensial leukosit (limfosit 48,75%, neutrofil 35,25%, monosit 13,75%, eosinofil 1,25%, basofil 1 %).
Karakteristik Simpul Tali Telusuk Sapi Bali dan Tali Keluh Sapi FAKHIDATUL ILMI, FERDANIAR; BATAN, I WAYAN; SOMA, I GEDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.887 KB)

Abstract

Penanganan ternak sapi membutuhkan keterampilan. Sapi adalah ternak bertubuh besar yang memiliki tenaga lebih kuat daripada manusia, memiliki tanduk yang bisa membahayakan bagi keselamatan orang yang menangani, mempunyai kemampuan menendang, serta memiliki tubuh yang berlipat ganda bobotnya dibandingkan dengan peternak. Penggunaan tali telusuk untuk merestrain sapi bali bagi masyarakat Bali bermata pencaharian sebagai peternak merupakan hal yang lumrah, begitu pula penggunaan tali keluh sapi di Jawa.
Laporan Kasus: Rickets pada Anak Anjing Hasil Persilangan Hutagaol, Wanda Della Oktarin; Soma, I Gede; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.037 KB)

Abstract

Anjing kasus adalah anjing persilangan berjenis kelamin jantan dan berumur empat bulan. Anjing susah berjalan dan pada pemeriksaan klinis teramati bahwa kedua kaki depan anjing mengalami kebengkokan asimetris. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi/sinar x teramati ada kelainan bentuk pada os radius ulna sebelah kanan yang tidak bersendi dengan baik pada os carpal dan juga terdapat fraktur pada os ulnadistal kanan. Selain itu ditemukan juga cacing gilik pada feses anjing. Anjing kasus didiagnosis mengalami rickets. Berdasarkan pertimbangan umur dan kondisi anjing, diberikan obat cacing pyrantelpamoat (Caniverm® 20 mg/kg (diberikan0,5 tab atau 72 mg) tiga bulan dan terapi suportif berupa preparat kalsium(Kalvidog®) 100mg/ekordengan dosis 1 tab setiap hariserta minyak ikan (Tunghai® Fish Oil Capsules) dengan dosis 1 kapsul perhari selama sebulan. Terapi fisik juga diaplikasikan dengan cara anjing diajak berjalan pada pagi hari guna mendapat sinar ultraviolet dan diberi latihan seperti berenang minimal dua kali seminggu. Edukasi kepada pemilik untuk mengganti pakan diet rumahan dengan pakan komersil guna mencukupi kebutuhan nutrisi anjing. Setelah seminggu pengobatan anjing sudah dapat berjalan walaupun formasitas kedua kaki tidak akan kembali normal.
Keberadaan Burung Gosong Kaki-Oranye (Megapodius reinwardt) di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara Aminy, Muhamad Rifaid; Soma, I Gede; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.091 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan burung gosong kaki-oranye (M. reinwardt) yang berada di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Tempat pengamatan difokuskan pada kawasaan perbukitan dan kawasan hutan bakau. Di kawasan perbukitan ditemukan sebuah sarang burung gosong kaki-oranye, pohon beringin tempat bertengger (tidur) waktu malam hari, dan dari hasil pengamatan kelompok A, B, dan C diperkirakan jumlah burung gosong kaki-oranye dikawasan perbukitan sekitar 2-3 ekor. Pada kawasan hutan bakao yang diamati oleh kelompok D dan E jumlah burung gosong kaki-orange juga diperkirakan 2 sampai 3 ekor. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keberadaan burung gosong kaki-orange dalam keadaan kritis, dan jumlah populasi burung gosong kaki-orange di Gili Trawangan terancam punah.
Studi Kasus: Paralisis pada Anjing Shih-tzu yang Diduga Terinfeksi Virus Distemper Anjing Gurning, Santri Devita Sari; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.657 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.34

Abstract

Canine Distemper Virus (CDV) merupakan virus RNA beramplop, genus Morbilivirus dari famili Paramyxoviridae. Anjing Shih-tzu yang dijadikan kasus berumur dua tahun, dilaporkan mengalami kelumpuhan sejak dua bulan yang lalu. Anjing pernah didiagnosis CDV dengan gejala letargi, anoreksia, demam, batuk, keluar eksudat berlebih dari hidung dan mata. Anjing tahan terhadap infeksi awal CDV, dan beberapa minggu setelah infeksi, anjing menunjukkan gejala saraf. Berdasarkan riwayat penyakit, tanda klinis dan pemeriksaan darah anjing kasus terindikasi mengalami leukopenia, limfopenia, dan anemia, hewan kasus didiagnosis mengalami paralisis akibat ikutan penyakit distemper anjing. Terapi yang diberikan berupa terapi simptomatis dan supportif dengan pemberian infus NaCl fisiologis sebanyak 870 ml/hari selama 3 hari, injeksi Neurotropic® dengan dosis 0,5 ml sekali pemberian, injeksi Amoxycillin 10% dosis 0,5 ml sekali pemberian, serta antibiotik tabur (Enbatic®) yang ditaburkan pada kulit yang mengalami ulserasi sekali sehari sampai sembuh. Anjing dievaluasi tujuh hari kemudian dan tidak ditemukan tanda-tanda pemulihan dari gejala saraf namun kulit yang mengalami ulserasi terlihat membaik. Evaluasi dihari ke-14 juga tidak banyak perubahan, bekas ulserasi kulit yang tampak memudar. Pada hari ke-28 hewan beberapa kali mengalami epistaksis kemudian mati di hari berikutnya.
Pemberian Kalsium Hidrogen Fosfat Dihidrat dan Vitamin D3 untuk Pengobatan Rickets pada Anak Anjing Persilangan Dewi, Putu Ayu Purbani Novia; Suartha, I Nyoman; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.044 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.107

Abstract

Anjing merupakan persilangan antara Pomeranian dengan anjing lokal, berjenis kelamin jantan berumur 3,5 bulan dan memiliki bobot badan 3 kg mengalami gangguan muskuloskeletal dengan tanda klinis berpindah tempat dengan cara menyeret badan dan kedua kaki belakangnya, di samping terjadi deformitas simetris pada ekstremitas cranial dan terdapat rasa nyeri pada ekstremitas caudal. Anjing pada kasus ini setiap harinya hanya diberikan pakan nasi dan hati ayam oleh pemiliknya. Pemeriksaan radiografi ditemukan bagian yang mengalami radiolusen pada os tibia fibula, deformitas tulang simetris terjadi pada ekstremitas kranial pada os humerus, serta deformitas pada lumbosakral. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan anjing kasus mengalami anemia mikrositik normokromik, dan leukositosis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium, disimpulkan anjing kasus didiagnosis menderita rickets. Terapi kausatif diberikan berupa calcifar 500 mg 1/6 tablet/hari selama 4 minggu, terapi simtomatis berupa meloxicam 7.5 mg 1/6 tablet/hari selama 7 hari, dan terapi suportif dengan mengganti makanan dengan dog food komersial, pemijatan otot-otot ekstremitas caudal, mengontrol bobot badan, mengajak anjing latihan ringan yaitu berjalan dipagi hari dan berenang. Setelah empat minggu terapi anjing mengalami peningkatan kekuatan tulang yaitu anjing sudah dapat berlari, menaiki dan menuruni tangga, meskipun deformitas pada kedua kaki depan dan tulang punggung tidak dapat kembali normal.
Polimorfisme Lokus Mikrosatelit D2S1368 pada Populasi Monyet Ekor Panjang di Pura Puncak Mundi, Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali Sihombing, Tri Indra Erikson; Wandia, I Nengah; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.194 KB)

Abstract

Penelitian polimorfisme lokus mikrosatelit D2S1368 pada populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Pura Puncak Mundi, Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali bertujuan untuk mengetahui jumlah alel, frekuensi alel, heterozigositas, Polymorphism Information Content (PIC) dan keseimbangan Hardy-Weinberg berdasarkan sebaran alel dengan Uji Chi-Square sebanyak enam sampel darah monyet ekor panjang diambil dari Pura Puncak Mundi, Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali. Sampel diekstraksi dengan menggunakan QIAamp DNA Blood Mini Kits produksi Qiagen. Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dilakukan sebanyak30 siklus dengan suhu annealing 50°C. Alel dipisahkan secara elektroforesis pada gel poliakrilamid 8% dan dimunculkan dengan perwarnaan perak (silver staining). Hasil penelitian menunjukkan heterozigositas lokus mikrosatelit D2S1368 rendah (0,29) dengan nilai PIC cukup informatif (0,28). Sebaran alel lokus menyimpang dari keseimbangan hukum Hardy-Weinberg. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan lokus mikrosatelit D2S1368 bersifat polimorfik.
Co-Authors Agus Wawan Darmawan Aida Lousie Tenden Rompis Aminuyati Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Anak Agung Gde Jaya Anak Agung Ngurah Subawa Anggung Praing, Umbu Yabu Aryana, Carissa Saraswati Putri Brotcorne, Fany Deny Rahmadani Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Dini Maharani Dyah Utami Dewi Evi kumala dewi FERDANIAR FAKHIDATUL ILMI Firdaus, Ihanul Gafar, Azijul Gurning, Santri Devita Sari Hasanah, Putri Nur Hutagaol, Wanda Della Oktarin I Dewa Ketut Harya Putra I GA Artha Putra I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I K. SUATHA I Ketut Suatha I Made Agus Miyasa Jaya I MADE SUMA ANTARA i Nengah Wandia I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Wirata Ida Ayu Putri Utami Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Windia Adnyana Kadek Intan Dwityanti Devi Khadafi, Gde Erwin Ali Kurniawati, Ni Made Ayu Luh Gde Sri Surya Heryani Made Rahayu Kusumadewi Marmanto, Tessa Saputri maulana, Ibrahim MIKEU PAUJIAH MUR Muh Imam Subiarsyah Muhamad Rifaid Aminy Nggaba, Erlin Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Nyoman Werdi Susari Nikmatur rayan Ningrum, Ni Made Adinda Arya Nugraha, Elisabeth Yulia NURI DWI YUDARINI Paramita, Putu Wahyuni Purwaka Putra, Putu Adi Guna Purwitasari, Made Santi Pusparini, Ni Putu Dyah Prashanti Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Rostiani Silta S. K. WIDYASTUT SARI PUTRIANI Sewoyo, Palagan Senopati Sihombing, Tri Indra Erikson Sis wanto Siswanto - Siswanto Sousa, Rojelio Dias Trindade Sri Kayati Widyastuti Swandewi, Ni Kadek Meita Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Widiastuti, Wayan Arni Winda Ara Yulisa Wulandari, Chitra Dwi Yulianty, Syifaurrachmah Zumara Mufida Hidayati