I Gede Soma
Laboratorium Fisiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana; Pusat Penelitian Satwa Primata Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana Jln. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia 80234

Published : 58 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembiusan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dengan Campuran Ketamine dan Xylazine (THE ANAESTHETIZATION OF LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS) BY INJECTING THE COMBINATION OF KETAMINE AND XYLAZINE) I Nyoman Suartha; I Nengah Wandia; I Gusti Agung Arta Putra; I Gede Soma; I Gusti Ngurah Sudisma
Jurnal Veteriner Vol 2 No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3071.205 KB)

Abstract

Pembiusan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dengan Campuran Ketamine dan Xylazine   (THE ANAESTHETIZATION OF LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS) BY INJECTING THE COMBINATION OF KETAMINE AND XYLAZINE)
Gambaran Darah Penyu Hijau (Chelonia mydas) Dengan Atau Tanpa Fibropapillomatosis Kadek Intan Dwityanti Devi; Ida Bagus Windia Adnyana; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.661 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.278

Abstract

Penyu merupakan salah satu hewan yang keberadaannya terancam punah. Di Bali temuan kasus penyelundupan penyu sering terjadi, beberapa dari penyu hijau ini mengalami fibropapillomatosis (FP) yang merupakan tumor yang ditemukan pada semua spesies penyu, tetapi paling banyak ditemukan pada penyu hijau. FP ditandai dengan epizootic tumor kulit, flippers, jaringan periokular, karapas, dan plastron. Pemeriksaan hematologi menjadi metode diagnostik, dengan melihat adanya kenaikan atau penurunan jumlah sel darah. Penelitian ini menggunakan sampel penyu hijau dari sitaan Polsek Kuta dengan jumlah penyu hijau dengan fibropappilomatosis 5 ekor dan tanpa fibropapillomatosis 5 ekor. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi total eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil gambaran darah penyu hijau dengan fibropapillomatosis dengan rata-rata total eritrosit sebesar 0,55 x 106/µL ± 0,17, PCV 31,4% ± 2,3, Hb 7,2 g/dL ± 1, serta indeks eritrosit, meliputi MCV 616,7 fl ± 176,8, MCH 140,4 pg ± 31,3, MCHC 23,1 g/dL ± 1,9. Gambaran darah dari penyu hijau tanpa fibropapillomatosis memiliki rata-rata total eritrosit 0,46 x 106/µL ± 0.18, PCV 29% ± 0,7, Hb 7,1 g/dL ± 0,7, serta indeks eritrosit meliputi MCV 784,7 fl ± 495,1, MCH 191,9 pg ± 123,8, MCHC 24,4 g/dL ± 1,9. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap gambaran darah penyu hijau dengan atau tanpa fibropapillomatosis.
Kerapuhan Sel Darah Merah Sapi Bali (THE FRAGILITY OF ERYTHROCYTES OF BALI CATTLE) Siswanto .; I Nyoman Sulabda; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.949 KB)

Abstract

An experimental study was conducted in order to evaluate the   of erythrocyte on bali cattle atVeterinary Physiology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, duringone month.  Fifty blood samples were taken from bali cattle which slaughtered at Pesanggaran abattoir,Denpasar. The erythrocyte fragility was determined by using method Red Cell Fragility Procedure (2001).Results showed that the fragility (initial haemolysis) on red blood cell of bali cattle was observed, atranged between 0.45% - 0.55% NaCl , while for total  haemolysis range between  0.30 - 0,35 % NaCl.
Fraglilitas Eritrosit Anjing Lokal Bali (THE FRAGILITY OF ERYTHROCYTE ON LOCAL DOGS IN BALI) Siswanto Siswanto; I Gusti Agung Arta Putra; Ida Ayu Putri Utami; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 2 No 3 (2001)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.494 KB)

Abstract

Abstak dapat dibaca pada Full Text Abstract can be read at Full Text
Studi kasus: Canine chronic ulcerative stomatitis pada anjing Pomeranian Zumara Mufida Hidayati; I Nyoman Suartha; I Gede Soma
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jstp.v2i2.941

Abstract

Chronic inflammation of the oral cavity accompanied by ulcers called Canine Chronic Ulcerative Stomatitis (CCUS). A Pomeranian dog was examined at the Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University with complaints of decreased appetite and drinking accompanied, in the dog that would not close his mouth. Clinical examination showed that there is bleeding and swelling of the gums and lips, torn sores and ulcer on the lower lip, redness on the edge of the tongue, blackish plaque in almost all of his teeth, halitosis, and enlargement of the mandibular lymph nodes, and routine hematological examination showed a normochromic and normocytic anemia, elevated monocyte levels, and neutrophilia, so dogs were diagnosed with CCUS. Treatment using Amoxicillin, Meloxicam, Vitamin C, Ferrous Sulfate, and fluid therapy using NaCl initially gave quite good results, but the dog died on the sixth day after therapy which possibly due to severe malnutrition and anemia.
STRUKTUR DAN MORFOMETRI LIMPA ITIK BALI (Anas sp.) PADA FASE PERTUMBUHAN Winda Ara Yulisa; Ni Luh Eka Setiasih; Luh Gde Sri Surya Heryani; Ni Ketut Suwiti; Ni Nyoman Werdi Susari; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.357

Abstract

Limpa merupakan organ yang dikelompokkan ke dalam sistem limfoid sekunder. Limpa memiliki fungsi imunitas terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan eritrosit yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan morfometri limpa itik bali (Anas sp.) pada fase pertumbuhan/grower. Penelitian ini menggunakan 20 ekor itik bali yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu jantan dan betina yang masing-masing terdiri atas 10 ekor (umur 2-3 bulan). Hasil data struktur anatomi dan histologi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data morfometri dan histomorfometri untuk menguji perbedaan antara jantan dan betina digunakan uji Independent sample T-test dengan prosedur analisis menggunakan program SPSS versi 26. Struktur anatomi limpa itik bali berbentuk segitiga piramid dan berwarna cokelat kemerahan, struktur histologi limpa itik bali terdiri atas kapsula, trabekula, pulpa merah dan pulpa putih. Hasil pengukuran morfometri berat limpa itik bali jantan diperoleh 0,68 ± 0,20 g dan berat limpa itik betina 0,66 ± 0,24 g. Volume limpa itik bali jantan dan betina berturut-turut 0,60 ± 0,19 mL dan 0,58 ± 0,23 mL. Hasil pengukuran histomorfometri ketebalan kapsula limpa itik jantan dengan betina adalah 17,97 ± 4,81 ?m; 31,75 ± 6,09 ?m; ketebalan trabekula jantan 17,20 ± 3,26?m ; dan betina 22,54 ± 6,29 ?m; serta diameter pulpa putih jantan adalah 214,69 ± 14,77 ?m; dan diameter pulpa putih betina adalah 199,56 ± 23,58 ?m. Simpulan penelitian ini adalah limpa itik bali jantan dan betina pada fase pertumbuhan/grower memiliki struktur anatomi dan histologi yang sama, morfometri yang tidak berbeda nyata, serta histomorfometri yang menunjukkan perbedaan pada ketebalan kapsula dan trabekula sedangkan diameter pulpa putih tidak jauh berbeda.
Laporan Kasus : Penyakit Saluran Perkencingan Bagian Bawah pada Kucing Peranakan Persia yang disebabkan Struvite Firdaus, Ihanul; Soma, I Gede; Jayanti, Putu Devi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (3) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.3.373

Abstract

Penyakit saluran perkencingan bagian bawah pada Kucing atau Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada saluran urinasi kucing. Salah satu penyebab terjadinya penyakit tersebut adalah adanya urolith atau batu kemih. Seekor kucing jantan peranakan persia dengan rambut berwarna oranye belum disteril umur 2,5 tahun dan bobot badan 3,5 kg datang dan diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan anoreksia, pasif, distensi abdomen, stranguria, hematuria, dan anuria. Pemeriksaan laboratorium hematologi rutin kucing mengalami leukositosis dan hasil ultrasonografi/USG menunjukkan terdapat endapan partikulat yang tampak hyperechoic pada vesika urinaria. Berdasarkan uji sedimentasi urin diidentifikasi adanya kristal struvite (magnesium ammonium phosphate) dan hasil uji dipstick didapatakan bobot jenis/spesific gravity (1,020), pH (8), leukosit (2+), nitrit (positif), protein (2+), glukosa (3+), bilirubin (1+), dan darah/hemoglobin (4+). Penanganan yang dilakukan yaitu dengan pemasangan kateter urin, pemberian antibiotik cefotaxime 10 mg/mL, antibiotik cefadroxil monohydrate syrup 125 mg/5mL 22 mg/kg BB selama tujuh hari, pemberian antiinflamasi dexamethasone 0,5 mg dosis terapi 0,15 mg/kg BB selama tiga hari, dan pemberian obat herbal kejibeling satu tablet secara per oral, satu kali sehari selama tujuh hari. Hasil yang didapatkan adalah kucing kasus setelah diterapi terlihat tidak mengalami kesulitan urinasi dan tidak menunjukkan tanda klinis hematuria.
Laporan Kasus: Penanganan Scabies pada Kambing Kacang dengan Ivermectin dan Obat Oles Campuran Minyak Kelapa dengan Ekstrak Daun Gamal Gafar, Azijul; Soma, I Gede; Antara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (6) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.6.798

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Seekor kambing kacang (Capra hircus) berjenis kelamin jantan, berumur satu tahun, bobot badan sekitar 15 kg, warna rambut hitam kemerahan, tingkah laku suka menggaruk pada bagian telinga dan leher serta sering menggesekkan daerah yang gatal ke tiang kandang atau pohon-pohon di sekitar kandang. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa kulit mengalami kelainan berupa kulit bersisik, keropeng akibat pengeringan cairan pustula, alopesia, hiperemi pada daerah permukaan tubuh, daerah kepala, muka, sekitar moncong, kuping, bagian leher, punggung dan kaki. Hasil pemeriksaan kerokan kulit superficial ditemukan tungau yang diidentifikasi sebagai S. scabiei. Hasil pemeriksaan status praesens menunjukkan capillary refill time (CRT) > 2 detik, sedangkan degup jantung, pulsus, respirasi, dan suhu dalam keadaan normal. Berdasarkan sinyalemen, anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang laboratorium, kambing kasus didiagnosis menderita penyakit scabies. Pengobatan dilakukan dengan menggunakan ivermectin 1% 0,2 mg/kg BB secara subkutan dengan dua kali pemberian dengan selang pemberian 14 hari. Diberikan pengobatan tradisional secara topikal dengan ekstrak minyak kelapa dan daun gamal dengan cara dioleskan pada kulit yang terinfeksi. Diberikan Biosan TP inj. 3 mL dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari. Hasil terapi menunjukkan hasil yang baik dengan ditandai perubahan mengarah ke kesembuhan pada hari ke-7 pascaterapi.
Laporan Kasus Laporan Kasus: Urolitiasis akibat Kristal Struvit pada Kucing Anggora Jantan Khadafi, Gde Erwin Ali; Soma, I Gede; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (4) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.4.597

Abstract

Urolitiasis merupakan adanya urolit di dalam saluran perkencingan. Penyakit urolitiasis dapat menyebabkan hewan mengalami retensi urin. Kucing kasus adalah ras anggora jantan umur lima tahun dengan bobot badan 4,1 kg, datang dengan keluhan sulit urinasi selama dua hari, urin bercampur darah, anoreksia dan muntah. Pemeriksaan fisik kucing terlihat lemah, dehidrasi ringan, vesika urinaria mengalami distensi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dalam kasus ini yaitu pemeriksaan darah rutin, ultrasonografi, dan pemeriksaan sedimentasi urin. Hasil pemeriksaan darah kucing mengalami leukositosis [total WBC: 34,73x10^9/L (normal: 5,5-19,5x10^9/L)], neutrofilia [GRA: 31,36x10^9/L (normal: 2,1-15x10^9/L)], limfositopenia [LYM%: 6,7% (normal: 12-45%)], dan anemia makrositik hipokromik [MCV: 53,6 fL (normal: 39-52 fL), MCHC: 25,5 g/dL (normal; 30-38 g/dL)]. Pada Pemeriksaan ultrasonografi vesika urinaria terlihat endapan partikel-partikel kristal (hyperechoic) terlihat seperti pasir (sand-like). Pada pemeriksaan sedimentasi urin didapatkan kristal magnesium ammonium phosphate (struvite). Kucing kasus didiagnosis menderita urolitiasis. Terapi yang diberikan yaitu terapi cairan NaCl 0,9% 357 mL/hari diberikan selama tiga hari. Flushing mengunakan cairan infus NaCl 0,9% menggunakan kateter ukuran 1.3x130 mm, antibiotik Cefotaxime Sodium 80 mg/kg bb secara intramuskuler sekali sehari selama tiga hari, antiradang Tolfenamic Acid 4 mg/kg bb secara intramuskuler sekali sehari selama tiga hari, terapi suportif diet pakan khusus urinary care. Pada hari ketiga setelah diterapi kucing menunjukkan perbaikan kondisi ditandai dengan nafsu makan meningkat dan urin normal tidak terjadi hematuria.
Laporan Kasus Laporan Kasus: Urolithiasis Magnesium Ammonium Phosphate dengan Cystitis pada Kucing Lokal maulana, Ibrahim; Soma, I Gede; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (6) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.6.840

Abstract

Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan karena adanya urolith, kalkuli, kristal, ataupun sedimen yang berlebihan dalam saluran urinaria. Cystitis merupakan peradangan pada kandung kemih yang sering terjadi pada hewan peliharaan sebagai bagian dari infeksi pada saluran kemih. Laporan kasus ini membahas mengenai urolithiasis magnesium ammonium phosphate dengan cystitis pada kucing domestik. Kucing kasus merupakan ras kucing domestik jantan, berumur lima tahun dengan bobot badan 5 kg dengan keluhan kesulitan urinasi dan tiga hari sebelumnya ditemukan urin bercampur darah, kucing kelihatan merejan saat urinasi dan mengalami penurunan nafsu makan. Pemeriksaan klinis kucing terlihat postur tidak tegap, cenderung diam dan kebanyakan duduk, menjilat daerah genital, dan berbau pesing. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa kucing mengalami leukositosis dan monositosis, pemeriksaan USG terlihat penebalan dinding vesica urinaria, dan hasil sedimen urin didapatkan kristal magnesium ammonium phosphate (struvite). Kucing kasus didiagnosis menderita urolithiasis magnesium ammonium phosphate dan cystitis dengan prognosis fausta. Terapi yang diberikan yaitu antibiotik cefixime 10mg/kg BB diberikan dua kali dalam sehari selama enam hari, antiinflamasi dexamethasone 0,1mg/kg BB diberikan satu kali dalam sehariselama tiga hari. Pemberian obat herbal Kejibeling® satu kapsul satu kali sehari selama tujuh hari. Terapi suportif diet Royal Canin® urinary care formula selama tiga bulan. Kucing kasus setelah diterapi selama tujuh hari terlihat tidak mengalami kesulitan urinasi dan tidak menunjukkan rasa nyeri serta tidak ditemukan urin bercampur darah pada saat urinasi.
Co-Authors Agus Wawan Darmawan Aida Lousie Tenden Rompis Aminuyati Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Anak Agung Gde Jaya Anak Agung Ngurah Subawa Anggung Praing, Umbu Yabu Aryana, Carissa Saraswati Putri Brotcorne, Fany Deny Rahmadani Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Dini Maharani Dyah Utami Dewi Evi kumala dewi FERDANIAR FAKHIDATUL ILMI Firdaus, Ihanul Gafar, Azijul Gurning, Santri Devita Sari Hasanah, Putri Nur Hutagaol, Wanda Della Oktarin I Dewa Ketut Harya Putra I GA Artha Putra I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Sudisma I K. SUATHA I Ketut Suatha I Made Agus Miyasa Jaya I Made Kardena I MADE SUMA ANTARA i Nengah Wandia I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Wayan Batan I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Wirata Ida Ayu Putri Utami Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Windia Adnyana Kadek Intan Dwityanti Devi Khadafi, Gde Erwin Ali Kurniawati, Ni Made Ayu Lestari, Annisa Astuti Luh Gde Sri Surya Heryani Made Rahayu Kusumadewi Marmanto, Tessa Saputri maulana, Ibrahim MIKEU PAUJIAH MUR Muh Imam Subiarsyah Muhamad Rifaid Aminy Nggaba, Erlin Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Nyoman Werdi Susari Nikmatur rayan Ningrum, Ni Made Adinda Arya Nugraha, Elisabeth Yulia NURI DWI YUDARINI Paramita, Putu Wahyuni Patricia, Clarissa Purwaka Putra, Putu Adi Guna Purwitasari, Made Santi Pusparini, Ni Putu Dyah Prashanti Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Putu Devi Jayanti Rostiani Silta S. K. WIDYASTUT SARI PUTRIANI Sewoyo, Palagan Senopati Sihombing, Tri Indra Erikson Sis wanto Siswanto - Siswanto Sousa, Rojelio Dias Trindade Sri Kayati Widyastuti Swandewi, Ni Kadek Meita Tahlia, Ninis Arsyi Taruklinggi, Utari Resky Widiastuti, Wayan Arni Winda Ara Yulisa Wulandari, Chitra Dwi Yulianty, Syifaurrachmah Zumara Mufida Hidayati