Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELABUHAN WISATA DI MANADO. Biomimetik Arsitektur Sayun, Wayan S.; Sondakh, Julianus A. R.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20840

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota yang dikenal sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) di kawasan Timur Indonesia. Sejak dilaksanakannya program MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean, Kota Manado menjadi Pintu Gerbang program tersebut di kawasan pasifik. Dalam merespon hal tersebut, pemerintah Kota Manado hendak mengembangkan sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan peningkatan perekonomian, diantaranya sektor pariwisata. Salah satu potensi wisata yang berpeluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan wisatawan baik mancannegara maupun domestik, yaitu dengan Pelabuhan Wisata di Manado. Dengan demikian, perlu adanya suatu objek yang dapat membantu dan berkontribusi dalam mengembangkan pariwisata Kota Manado. Maka dihadirkanlah “Pelabuhan Wisata di Manado” dengan implementasi tema “Arsitektur Biomimetik”. Tema ini adalah seni dalam menciptakan atau membentuk suatu bangunan dengan mengemulsasi bentukan dari makhluk hidup dan juga melihat alam sebagai : model, measure (ukuran)  dan mentor untuk menciptakan suatu karya arsitektur, arsitektur biomimetik juga menekankan pada perencanaan bangunan dan perancangan ruang yang hemat energi dan futuristik.Kata kunci : Pelabuhan Wisata, Arsitektur Biomimetik.
MANADO SPORT CENTER. Hi-Tech Architecture Yaran, Arta; Sondakh, Julianus A. R.; Rompas, Leidy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20845

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota di indonesia yang mengalami perkembangan yang sangat pesat, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Namun Masih rendahnya budaya olahraga di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya sarana dan prasarana umum untuk olahraga yang beralih fungsi menjadi pusat perdagangan dan fasilitas lainnya. Hal tersebut menyebabkan semakin sempitnya ruang publik untuk olahraga sehingga pada akhirnya mempengaruhi sikap dan minat masyarakat terhadap olahraga. Dampak lanjutan dari hal itu bisa berupa menurunnya prestasi olahraga. olahraga yang menjadi ujung tombak pembinaan.Sehingga fasilitas umum masyarakat yang dihadirkan untuk mewadahi aktivitas olahraga adalah sports center yang memegang peranan dalam perkembangan olahraga. Selain dengan pengadaan fasilitas untuk berolahraga baik berupa ruang public terbuka/lapangan (outdoor) maupun yang bersifat gedung olahraga/sport center (indoor) serta juga untuk memunculkan karakteristik dari high tech architecture yang di mana karateristik high tech architecture sangat cocok untuk bangunan monumental karena high tech itu sendiri memakai bangunan pabrik sebagai tipologi bentuk dalam menerapkan di bngunan lain.Kata kunci      : Kota Manado, Sport, Center, High Tech Architecture
MUSEUM SEJARAH di MALUKU UTARA. Arsitektur Nusantara Papehaseng, Ervi R.; Sondakh, Julianus A. R.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23681

Abstract

Maluku utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan peninggalan sejarah yang tinggi, dalam hal ini peninggalan-peninggalan bangsa asing kolonialis yang melakukan monopoli hak perdagangan rempah-rempah dan juga peniggalan-peninggalan tentang empat kerajaan yang eksis pada saat itu, yaitu sering disebut Moloku Kie Raha. Adapun tujuan pemerintah untuk melestarikan peninggalan sejarah sehingga dapat mewujudkan Kota Ternate sebagai Kota Pusaka Dunia yang merupakan salah satu kota di provinsi maluku utara. Upaya untuk melakukan pelestarian terhadap peninggalan sejarah, nantinya akan diwadahi dalam suatu bangunan agar terjaga keamanan, keawetan, dan kelestariannya. Museum Sejarah di Maluku Utara ini diwujudkan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi dan sebagai wadah konservasi benda peninggalan bersejarah.Kota Ternate merupakan lokasi terpilih dalam perancangan objek Museum Sejarah di Maluku Utara. Selain itu penerapan perancangan dengan pendekatan Arsitektur Nusantara sebagai tema perancangan, kiranya museum ini dapat menjadi salah satu objek yang mampu menarik apresiasi masyarakat lokal maupun wisatawan asing untuk lebih mengenal sejarah maluku utara. Kata kunci : Arsitektur Nusantara, Museum Sejarah, Maluku Utara
PUSAT PELATIHAN PENYANDANG DISABILITAS FISIK. Arsitektur Perilaku Damopolii, Darlene; Tondobala, Linda; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23687

Abstract

Penyandang Disabilitas Fisik merupakan kelainan tubuh yang dimiliki oleh seseorang dalam rentan waktu yang cukup lama dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Para Penyandang Disabilitas Fisik membutuhkan bantuan untuk mengembangkan diri mereka, karena sampai saat ini masalah menyangkut disabilitas masih sangat terabaikan. Penyandang Disabilitas Fisik perlu untuk mengembangkan kemampuan, ketrampilan, serta bakat mereka agar dapat menyesuaikan diri dan bersosialisasi baik  dengan masyarakat luar maupun dengan sesama penyandang disabilitas. Karakteristik dari berbagai macam penderita disabilitas fisik berbeda-beda. Maka dari itu perlu adanya pengamatan terhadap masing-masing klasifikasi disabilitas fisik. Pendekatan Arsitektur Perilaku menjadi langkah yang dipakai untuk mempelajari lebih dalam hubungan antara penyandang disabilitas fisik dan lingkungan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku.Arsitektur Perilaku yang memiliki karakteristik untuk mempertimbangkan perilaku perancangan membantu dalam memahami penyandang disabilitas fisik dalam segala aspek yang dibutuhkan. Dengan tema Arsitektur Perilaku inilah arsitektur akan menyesuaikan diri dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dan menghadirkan objek rancangan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik yang memperhatikan keamanan, kemudahan, kenyamanan dan kemandirian dari sang pengguna. Keempat strategi ini yang akan menjadi dasar dalam perancangan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas ini. Aplikasi tema Arsitektur Perilaku diterapkan pada objek perancangan lewat : pola hubungan ruang, sirkulasi dan entrance, tata ruang dalam, tata ruang luar, selubung bangunan serta utilitas bangunan. Dengan menghadirkan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik di Manado dengan tema Arsitektur Perilaku inilah dapat menjadi suatu wadah untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan serta menjadi sarana pembelajaran serta pengembangan diri yang lebih baik bagi penyandang disabilitas fisikagar untuk kedepannya mereka dapat secara mantap kembali terjun ke realita kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Kata kunci : Penyandang Disabilitas, Fisik, Arsitektur Perilaku, Pelatihan
PERPUSTAKAAN PINTAR DI MANADO. Arsitektur High Tech Rondo, Febrina B. C.; Poluan, Roosye J.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23697

Abstract

Minimnya minat baca masyarakat Indonesia terlebih khususnya kota Manado berhubungan dengan kondisi sarana dan prasarana Perpustakaan Kota Manado. Menurut Visi Manado Kota Cerdas, pemerintah kota Manado terus berupaya untuk mencerdaskan masyarakat dengan menghadirkan perpustakaan umum berbasis elektronik. Dengan demikian dibutuhkan sebuah Perpustakaan Pintar. Perpustakaan Pintar merupakan perpustakaan yang menerapkan konsep pintar, dengan memberi layanan pintar menggunakan teknologi pintar untuk menciptakan pengguna yang pintar. Perpustakaan Pintar memiliki karakteristik intelligence technology, keberagaman budaya dan interaksi sosial. Dengan tujuan untuk menghasilkan suatu Perpustakaan Pintar di Kota Manado yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat kota Manado untuk meningkatkan kualitas sumber daya bangsa Indonesia, dan menciptakan ruang sosial pembaca-perpustakaan yang nyaman sesuai kebutuhan masyarakat dengan penerapan tema Arsitektur High-tech. Metode perancangan digunakan Glass Box Method yang kriterianya berupa sasaran yang telah ditentukan, analisa sebelum memecahan masalah, mensisntesiskan output secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis suatu rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Perpustakaan Pintar seperti, rencana tapak, layout, denah, tampak, detail hingga utilitas bangunan High-tech dengan konsep bangunan pintar.Kata kunci : perpustakaan, pintar, high-tech, manado.