Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KEBIASAAN MENGONSUMSI FAST FOOD  DENGAN KEJADIAN DISMENORE DI SMKN 1 SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Ayu Lusiana Safara; Rika Mianna; Riska Epina Hayu; Muhammad Dwi Sartiyanto
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 2 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i2.2847

Abstract

Remaja putri umumnya mengalami dismenore saat menstruasi. Salah satu faktor penyebab dismenore pada remaja putri adalah perilaku mengonsumsi fast food. Fast food mengandung tinggi gula,garam dan lemak jenuh yang dapat meningkatkan hormon prostaglandin dan menyebabkan dismenore.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengonsumsi fast food dengan kejadian dismenore. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau mixed methods. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menilai konsumsi fast food menggunakan FFQ, menilai nyeri haid menggunakan NRS serta melakukan wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan siswi yang mengonsumsi fast food sebagian besar didapatkan kategori jarang sebesar 57.7% dan kejadian dismenore sebagian besar didapatkan kategori nyeri sedang sebesar 55.7%. Kesimpulan diketahui terdapat hubungan bermakna antara frekuensi mengonsumsi fast food dengan kejadian dismenore dan didapatkan p-value sebesar 0,001. Disarankan bagi tempat penelitian agar dapat melakukan sosialisasi kepada kantin dan pedagang jajanan disekolah untuk menerapkan pengadaan makanan sehat dan mengurangi penyajian makanan cepat saji di lingkungan sekolah.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RS SANSANI Randika, Rendi; Mianna, Rika; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43142

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kepuasan pasien terhadap pelayanan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu motivasi inspiratif, pengaruh yang diidealkan, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual, terhadap kinerja pegawai di RS Sansani tahun 2024. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik univariat serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat Motivasi Inspiratif yang tinggi (72,3%), Pengaruh yang Diidealkan tinggi (56,9%), Stimulasi Intelektual tinggi (75,4%), dan Pertimbangan Individual tinggi (69,2%), dengan 64,6% responden menunjukkan kinerja tinggi. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara semua dimensi kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai (p-value < 0,05), di mana Motivasi Inspiratif memiliki pengaruh paling signifikan, dengan 87,2% responden bermotivasi tinggi menunjukkan kinerja tinggi. Dimensi lainnya juga memberikan pengaruh signifikan, mendukung teori kepemimpinan transformasional yang menekankan peran pemimpin dalam meningkatkan komitmen dan motivasi pegawai. Pemimpin yang mampu menginspirasi, menjadi teladan, mendorong kreativitas, dan memberikan perhatian individual dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pelatihan kepemimpinan di sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
Efektivitas Video Edukasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja di SMP Plus At-Thoiba Pekanbaru Tri Muhammad Akbar; Eva Mayasari; Rika Mianna; Jufenti Ade Fitri
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i3.2279

Abstract

Anemia is a public health problem widely experienced by adolescents, particularly in developing countries, including Indonesia. Low levels of knowledge about anemia contribute to its high prevalence. This study aimed to determine the effectiveness of educational videos in improving knowledge about anemia among adolescents at SMP Plus At-Thoiba Pekanbaru. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of all eighth-grade students at SMP Plus At-Thoiba Pekanbaru, totaling 17 respondents, selected through total sampling. The instrument used was an anemia knowledge questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normally distributed data. The results showed an increase in the mean knowledge score from 9.59 before the intervention to 12.41 after the intervention. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. A total of 94.1% of respondents experienced an increase in knowledge after watching the educational video. The study concludes that educational videos are effective in increasing adolescents’ knowledge about anemia. This medium can serve as an appropriate alternative in school health promotion programs to prevent anemia among adolescents.
PERAN KINERJA TENAGA KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS: STUDI KASUS DI KOTA PEKANBARU Susiyanti, Desy; Hayu, Riska Epina; Mianna, Rika; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49682

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung akibat Mycobacterium tuberculosis yang sampai sekarang masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Kota Pekanbaru. Data tahun 2024 menunjukkan tingkat keberhasilan pengobatan (Success Rate/SR) sebesar 88%, menurun dari tahun sebelumnya dan di bawah target nasional ≥90%. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kinerja tenaga kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan TBC pada aspek kemampuan (ability), pemahaman (clarity), dan evaluasi (evaluation). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi di puskesmas, rumah sakit, serta Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Peneliti memilih informan yang terdiri dari tenaga kesehatan penanggung jawab program TBC, pimpinan fasilitas kesehatan, kader dan Pasien TBC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tenaga kesehatan memiliki kemampuan teknis yang memadai, namun terkendala beban kerja tinggi, variasi pemahaman SOP, serta evaluasi kinerja yang belum optimal. Sehingga diperlukan adanya pelatihan berkala, penguatan supervisi, dan validasi pencatatan melalui SITB. Kesimpulan dalam tugas akhir ini menyatakan bahwa perbaikan pada aspek ability, clarity, dan evaluation penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan menuju eliminasi TBC tahun 2030 di Kota Pekanbaru.
PENYULUHAN BAHAYA MEDIA SOSIAL TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR DI DESA LUBUK SIAM Mianna, Rika; Bella, Shyntia
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 3 No. 4 (2025): Artikel Pengabdian bulan Januari-Maret 2025
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v3i4.2518

Abstract

Penggunaan media sosial di kalangan anak-anak didesa Lubuk Siam akhir-akhir ini semakin meningkat. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan mereka, seperti kecanduan, penyebaran informasi pribadi, cyberbullying, dan konten yang tidak sesuai untuk usia mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan kepada anak-anak yang masih di bawah umur mengenai bahaya penggunaan media sosial yang salah. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi anak-anak yang masih dibawah umur tentang risiko dan dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan dan tidak terkontrol. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis media sosial, serta potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, seperti penyebaran informasi pribadi, cyberbullying, paparan konten negatif, dan kecanduan. Kegiatan ini dilakukan melalui presentasi, dan diskusi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman pada anak-anak sebelum dan setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada anak-anak setelah mengikuti penyuluhan ini. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dapat membantu anak-anak yang masih di bawah umur dalam menggunakan media sosial secara lebih bijak dan aman.
PUBLIC SERVICE FIVE-FINGER HYPNOSIS THERAPY IN FACING ANXIETY IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN AT SDN 43 PEKANBARU Rahmaniza, Rahmaniza; Nadia, Fatma; Mianna, Rika
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1391

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is a pandemic because all countries in the world have been affected by this outbreak so it has an impact on various aspects of life such as the economy, health, and education. Five-finger hypnosis is a form of self-hypnosis that can cause a high relaxation effect that will reduce tension and anxiety in a person's mind so that it affects the production of hormones that can spur the onset of anxiety. Schoolchildren have never had Five-finger Hypnosis Therapy at school, Covid 19 conditions schoolchildren learn online and only focus on subjects. The new normal condition of learning time alternately some enter the morning and some enter the afternoon, if not given Five finger Hypnosis Therapy then the child is less able to face anxiety. The main problem faced by partners is SDN 43 Pekanbaru, namely that its students have never been given five-finger hypnosis therapy, so five-finger hypnosis therapy will be carried out in the face of anxiety in school children. Before and after the activity, an assessment of the initial and final abilities of the participants will be carried out, so that from this activity a measurable increase in knowledge will be obtained. The majority of respondents with moderate anxiety were 33 respondents (57.9 %). the majority of respondents with moderate anxiety were 31 respondents (54.4 %). there is an influence of PKM Five Finger Hypnosis Therapy in Dealing with Anxiety in Elementary School Children at SD Negeri 43 Pekanbaru on pre-test and post-test.
EDUKASI DALAM PENGELOLAHAN MAKANAN NUGGET TAHU SEBAGAI CEMILAN SEHAT BAGI ANAK BALITA fatma nadia; Yesi Septina Wati; Rika Mianna; Ary Oktora Sri Rahayu; Meirita Herawati; Nia Desriva
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/sq46dv77

Abstract

Pengelolaan makanan untuk cemilan Balita perlu diperhatikan kelengkapan gizinya guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita. Untuk melengkapi nutrisi anak perlunya pemahaman orangtua memahami kandungan nutrisi anak dan cemilan yang sehat untuk anak Balita. Nugget tahu merupakan makanan alternatif makanan bagi balita yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan bahan dasar yang mudah didapat dan diolah yang kaya nutrisi. Berdasarkan survey pendahuluan diketahui bahwa 75% orangtua hanya memberikan makanan dengan cara membeli kepenjual dan bahkan makanan instan yang belum tau bagaimana kandungan gizinya. Kegiatan ini dilakukan di Perumahan Mutiara Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan berupa edukasi tentang cemilan sehat dan demonstrasi bagaimana pengelolaan nugget tahu dengan bahan yang sederhana yang mudah didapat. Kegiatan terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan menanyakan kembali apa yang sudah didemontrasikan. 
EDUKASI DAN SCREENING DIABETES MELITUS PADA REFUGEE DI SIAK RESORT PEKANBARU Rika Mianna; Riska Epina Hayu; Hirza Rahmita; Eva Maya Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/8fvsb205

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan tingginya prevalensi kejadian penyakit tidak menular yang salah satu kasus teringgi yaitu Diabetes Melitus (DM). Prevalensi DM meningkat 0,5 persen dari tahun 2013 ke tahun 2018. Pemerintah sudah melakukan upaya dalam penjaringan kasus DM melalui kegiatan screening dan edukasi DM pada masyarakat, namun tentunya tidak semua masyakat dapat terjaring, terutama bagi refugee. Beberapa tahun terakhir jumlah reefugee di Pekanbaru mengalami peningkatan. Semakin bertambahnya reefugee, tentunya juga dengan permasalahan kesehatan yang beragam diantaranya DM.  Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi dan meng screening DM pada refugee yang ada di Siak Resort Pekanbaru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu edukasi berupa memberikan penyuluhan tentang DM yang terdiri dari beberapa materi dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia karena mereka mengalami kendala berbahasa, setelah dilakukan edukasi, dengan persetujuan dilakukan screening DM dengan alat glukometer. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hail kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, refugee memahami apa yang disampaikan dan mereka aktif bertanya mengenai DM. Berdasarkan hasil screening pada 25 refugee tidak ditemukan penderita DM
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Video Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Utari, Erlina; Mianna, Rika; Mayasari, Eva; Hayu, Riska Epina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4109

Abstract

Abstrak Stunting, yang mempengaruhi 148,1 juta anak balita global pada 2022 (22,3%), memerlukan intervensi edukasi. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh edukasi kesehatan melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting di Puskesmas Rejosari. Metode yang digunakan adalah desain Pra-Eksperimen (One Group Pretest-Posttest). Instrumen uji menunjukkan validitas (r Hitung >0,349) dan reliabilitas tinggi (Cronbach's Alpha 0,938). Hasil analisis univariat menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan yang signifikan, dari pretest 62,97 menjadi posttest 89,91. Data berdistribusi normal (p-value pretest=0,058;p value posttest=0,291). Uji hipotesis Paired Sample T-Test menghasilkan P Value0,036<0,05, menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Kesimpulan, edukasi kesehatan media video efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil, mendorong mereka untuk mulai menghindari faktor penyebab stunting. Saran, Puskesmas Rejosari dapat menggunakan hasil ini sebagai dasar merancang program edukasi berbasis video sebagai metode komunikasi yang efektif, serta mengembangkan intervensi edukatif yang lebih interaktif. Abstract Stunting, which affects 148.1 million children under five globally in 2022 (22.3%), requires educational intervention. The purpose of this study was to examine the effect of health education through video media on increasing pregnant women's knowledge about stunting at the Rejosari Community Health Center. The method used was a Pre-Experimental design (One Group Pretest-Posttest). The test instrument demonstrated validity (r>0.349) and high reliability (Cronbach's Alpha 0.938). The results of univariate analysis showed a significant increase in the mean knowledge score, from a pretest of 62.97 to a posttest of 89.91. The data were normally distributed (p-value pretest=0.058; p-value posttest=0.291). The Paired Sample T-Test hypothesis test yielded a P Value of 0.036<0.05, indicating a significant effect. In conclusion, health education through video media is effective in increasing the knowledge of pregnant women, encouraging them to start avoiding factors that cause stunting. Suggestion: Rejosari Community Health Center can use these results as a basis for designing video-based educational programs as an effective communication method, as well as developing more interactive educational interventions.
Penerapan Model Proceed pada Edukasi Imunisasi: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu di Desa Lubuk Siam Mayasari, Eva; Hayu, Riska Epina; Mianna, Rika
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2364

Abstract

The double burden in the development of Indonesia’s health sector consists of communicable diseases and degenerative diseases. Communicable diseases are difficult to eradicate because their transmission is not limited by administrative boundaries. One of the most cost-effective preventive measures to limit the spread of diseases to other regions is immunization. The aim of this study was to determine the effectiveness of an immunization education intervention on mothers’ knowledge regarding complete basic immunization in Lubuk Siam Village. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pre-test–post-test method. The study population consisted of 152 mothers with children under five, from which 30 respondents were selected as the sample. The results showed a significant difference in knowledge between pre-test and post-test scores, with a statistical test result of p = 0.015. The Wilcoxon test indicated that the educational intervention was effective in improving mothers’ knowledge about complete basic immunization. It is recommended that Lubuk Siam Village integrate immunization education into routine posyandu (integrated health post) programs and involve community leaders as well as local government in supporting the sustainability of the immunization program.