Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Peran Orang Tua Dan Keterpaparan Media Terhadap Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Pada Siswa Siswi SMP Muhammadiyah Cilegon Tahun 2023 : Hubungan Peran Orang Tua Dan Keterpaparan Media Terhadap Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Pada Siswa Siswi SMP Muhammadiyah Cilegon Tahun 2023 Avicenna Agustin, Evi; Sri Susanti; Rif’atul Mahmmudah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v12i1.1329

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, involving biological, psychological, and socio-cultural changes. The World Health Organization (WHO) defines adolescence as a phase marked by the development of secondary sexual characteristics, sexual and reproductive maturation, the attainment of adult mental identity, and the transition from socio-economic dependence to independence. In Indonesia, the definition of adolescence varies across institutions, with the National Population and Family Planning Board (BKKBN) categorizing it as ages 10–24 years, while the Ministry of Health defines it as ages 10–19 years. Reproductive health issues among adolescents have become a growing concern, particularly due to the rise in sexually transmitted infections (STIs) and HIV/AIDS cases. The study aims to examine the factors associated with adolescents' knowledge of HIV/AIDS at SMP Muhammadiyah Cilegon in 2023. This research employs an analytical survey method with a cross-sectional approach, observing both independent and dependent variables simultaneously. The study was conducted in June 2023, involving a total sampling of 180 students. Data were collected using questionnaires assessing knowledge of HIV/AIDS, media exposure, and parental roles. The findings indicate that 67.8% of respondents had low media exposure, 48.3% had poor parental involvement, and 58.3% had insufficient knowledge of HIV/AIDS. Statistical analysis revealed a significant relationship between media exposure and knowledge of HIV/AIDS (p-value = 0.000; OR = 4.365). These results highlight the importance of increasing media exposure and parental involvement to enhance adolescents' understanding of HIV/AIDS. Strengthening reproductive health education through schools, family support, and reliable media sources is essential in preventing risky behaviors and promoting responsible adolescent sexual health.
Strategi Peningkatan Pendapatan UKM Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Karya Mandiri Sejati Afriyadi Afriyadi; Adi .S. Kurniawan; Berliana Kristiana Nova Sibarani; Norazlina Norazlina; Sri Susanti; Yunda Syafira; Zona Kharisma Sinta
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.4107

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi peningkatan pendapatan yang diterapkan oleh Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN) Karya Mandiri Sejati di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan strategi utama dalam pengelolaan budidaya ikan air tawar, terutama lele dan gurame. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan terhadap Ketua Kelompok, Bapak Murni, yang memiliki usaha budidaya ikan sejak tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dicapai melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas pakan, pemupukan teratur, dan pemasaran online. Namun, kendala yang dihadapi meliputi sistem pemberian pakan otomatis yang belum optimal, jaringan pemasaran yang terbatas, keterbatasan modal, dan persaingan ketat dengan produk ikan laut. Strategi yang direkomendasikan untuk peningkatan pendapatan mencakup diversifikasi produk, pemasaran efektif, peningkatan kualitas produk, pengembangan keterampilan anggota, kemitraan strategis, serta pemantauan dan evaluasi berkala. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di POKDAKAN Karya Mandiri Sejati secara signifikan.
Kontrasepsi Pria dalam Perspektif Sosiologis: Telaah Literatur Tentang Determinan Penerimaan Vasektomi di Indonesia Sri Susanti; Oman Sukmana; Rahcmad K. Dwi Susilo
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.107

Abstract

Penerimaan kontrasepsi vasektomi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya bersifat medis atau teknis, tetapi juga sosial dan kultural. Masih  banyak  kendala dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB, seperti  pandangan budaya dan sosial yang menganggap bahwa urusan kontrasepsi adalah tanggung jawab perempuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji determinan sosial dan budaya yang memengaruhi penerimaan vasektomi dan  membahasnya dari perspektif sosiologis untuk memahami faktor-faktor yang mendasari sikap dan perilaku pria terhadap metode ini. Penelitian menggunakan metode studi pustaka atau literature review, bersumber dari  data Google Scholar dan Scopus. Proses penelusuran dilakukan di Google Scholar dengan memakai kata kunci “Faktor yang berhubungan dengan penerimaan kontrasepsi dan metode vasektomi”, yang menghasilkan sekitar 999 artikel. Sementara itu, pencarian di Scopus menggunakan kata kunci “Vasectomy AND acceptance AND factors” dan memperoleh 156  artikel. Secara keseluruhan, dari kedua database tersebut terkumpul 1.149  artikel. seleksi dilakukan menggunakan metode PRISMA, sehingga diperoleh 10 artikel yang relevan untuk ditinjau dalam literature review ini.. Hasil telaah jurnal di dapatkan hasil  dari perspektif sosiologi, penerimaan vasektomi sebagai metode kontrasepsi pada pria di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya, agama, dan keluarga yang membentuk sikap dan perilaku individu. Kesimpulan tinjauan literatur iin bahwa dukungan keluarga, terutama istri, serta penyuluhan yang efektif dengan pendekatan komunikasi yang sensitif budaya merupakan kunci keberhasilan program KB vasektomi
MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN SISWA YANG VISIONER DAN BERDAYA SAING GLOBAL DI SMK SASMITA JAYA 1 PAMULANG Yulita Pujilestari; Siti Zubaidah; Edison F.J. Patty; Sri Susanti; Adhitya Agustian Pratama; Diah Nurfatimah; Nunung Iswati; Ruri Puspita Ningsih
Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

21st-century education demands the development of student character that is not only academically intelligent but also possesses a visionary leadership spirit and the ability to compete globally. This article aims to explore strategies and approaches for cultivating student leadership from an early age, with a focus on integrating leadership values, strengthening character, and leveraging global technology. This approach includes curriculum development, extracurricular activities, leadership training, and international collaboration. Using a qualitative-descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation related to student development activities. The findings indicate that student leadership is strengthened through the integration of character-based curricula, leadership training, international collaboration, and the use of technology and digitalization. The study concludes that visionary leadership can be instilled through a holistic, contextual, and globally competitive education process. Vocational education plays a crucial role in preparing young generations who are not only technically skilled but also possess strong leadership character and the ability to compete on a global scale.
Implementasi Kegiatan Muhadharah Dalam Menumbuhkan Life Skill Peserta Didik SMP Negeri 111 Jakarta Sri Susanti
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xk5yvc84

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of muhadharah activities in developing life skills in students at SMP Negeri 111 Jakarta. Muhadharah activities are speech or lecture exercises conducted routinely as part of strengthening character education and religious development within the school environment. Through these activities, students are given a space to practice public speaking skills, convey religious messages, and develop self-confidence and responsibility. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study consisted of the principal, the supervising teacher, and students who actively participated in the muhadharah activities. The results indicate that the implementation of muhadharah at SMP Negeri 111 Jakarta is structured and sustainable. These activities have a positive impact on the development of various aspects of students' life skills, including communication, leadership, cooperation, responsibility, discipline, and critical and creative thinking skills. Key supporting factors for the success of this program include full support from the supervising teacher, a religious and conducive school environment, and the enthusiasm and active involvement of students. Thus, it can be concluded that muhadharah activities have proven effective as a contextual learning tool that can instill religious values while developing relevant life skills to shape students with character, who are communicative, and ready to face future challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kegiatan muhadharah dalam menumbuhkan keterampilan hidup (life skill) peserta didik di SMP Negeri 111 Jakarta. Kegiatan muhadharah merupakan latihan pidato atau ceramah yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta didik diberikan ruang untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pesan keagamaan, serta mengembangkan sikap percaya diri dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru pembina, serta peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan muhadharah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan muhadharah di SMP Negeri 111 Jakarta dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan berbagai aspek life skill peserta didik, di antaranya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini meliputi dukungan penuh dari guru pembina, lingkungan sekolah yang religius dan kondusif, serta antusiasme dan keterlibatan aktif dari para siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan muhadharah terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mampu menanamkan nilai-nilai religius sekaligus menumbuhkan kecakapan hidup yang relevan untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan
Pandangan Kriminologi Terhadap Kejahatan Penculikan Anak Sri Susanti; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuhan Yang Maha Esa mengaruniai anak sebagai anugerah, oleh karena itu mereka perlu dilindungi. Oleh karena itu, orang tua wajib menjaga anak dan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Namun kenyataannya, anak-anak muda menghadapi banyak bahaya di lingkungannya, termasuk kemungkinan penculikan. Meskipun penculikan secara khusus diatur dalam Pasal 76F Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, maka tindak pidana penculikan biasanya diatur dalam Pasal 331-338 KUHP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis penculikan anak dari sudut pandang kriminologi, undang-undang apa yang mengaturnya, dan apa penologi hukuman penculikan anak..
KERJASAMA INVESTASI ANTARA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA MENGGUNAKAN MODEL BUILD OPERATE TRANSFER (BOT) DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA Sri Susanti; Suyatno
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pembangunan jangka menengah pemerintah (RPJMN), yang bertujuan untuk memperluas kemungkinan bisnis dan investasi di Indonesia, mencakup pembangunan infrastruktur. Pada kenyataannya, masih terdapat ketimpangan dalam pembagian tanggung jawab para pihak dalam kolaborasi BOT. Kebijakan yang berkaitan dengan kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha masih sering dipandang tidak adil dan memihak dunia usaha. Untuk memahami peran para pihak dalam mempraktikkan kolaborasi menggunakan model BOT, artikel ini akan mendalami lebih dalam mengenai kerja sama model KPBU hingga masa konsesi berakhir. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan pemeriksaan literatur dan peraturan terkait. Pemerintah Indonesia membutuhkan dana terbesar untuk kerjasama BOT, yang berarti memungkinkan organisasi komersial dalam dan luar negeri untuk berinvestasi seluas mungkin. Perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau yang sering disebut dengan Public Private Partnership (PPP), menetapkan investasi dengan syarat dan pembagian risiko yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan masing-masing pihak. Sejumlah peraturan terkait, seperti peraturan yang berkaitan dengan partisipasi pemerintah dalam pengadaan tanah, persyaratan konsesi, dan prosedur pelaksanaan tender dan investasi perusahaan dalam proyek-proyek pemerintah, mulai terbentuk.
Tinjauan Efikasi Peran Hubungan Industrial Pada Perusahaan Go Publik Menggunakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Terkait Ketenagakerjaan Ratna Dewi; Frans Marzuki; Sri Susanti; Lusiana; Zixy Mahar Nurtias; Ghina Nurjannah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan industri yang semakin maju, dunia kerja pun menjadi semakin dinamis. Banyak pelaku usaha, terutama perusahaan industri dan perbankan, mengambil tindakan untuk meningkatkan keuntungannya. Sumber daya manusia berkurang secara signifikan akibat kemajuan teknologi yang mengambil alih lapangan kerja manusia. Pada dasarnya hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja berfungsi sebagai simbiosis mutualistik, dimana pengusaha memperoleh keuntungan dan pekerja memperoleh kesejahteraan yang tinggi. Namun terkadang, perusahaan melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian bagi pekerja. Berbagai faktor dapat menyebabkan perselisihan antara perusahaan dan karyawan. Oleh karena itu, peran hubungan industrial harus dimainkan dengan baik. Hubungan industrial memegang peranan yang sangat penting. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur jarak antara perusahaan dan pekerja. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mengatur lebih lanjut tentang penyelesaian hubungan industrial. Meskipun demikian, perusahaan Go Public dapat mencapai “solusi win-win” yang efektif jika pihak pemberi kerja dapat menerapkan atau mengelola sistem perusahaan, khususnya dalam strategi pengelolaannya. mengawasi aset dengan sumber daya yang ada, terutama perusahaan publik, yang sebagian besar adalah perusahaan negara di Indonesia. Untuk mempertahankan bisnis dan sumber daya karyawannya, Go Public menggunakan berbagai strategi, seperti merger, konsolidasi, akuisisi, dan perpecahan. Strategi ini digunakan untuk mempercepat operasional perusahaan dan mengurangi biaya sebanyak mungkin. Dalam hubungan industrial, pekerja dapat melindungi tenaga kerjanya melalui serikat pekerja yang merupakan salah satu bentuk keterwakilan pekerja di perusahaan. Untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan pekerja, perusahaan dan pekerja dapat menyampaikan aspirasi sederhana secara bipartit. Dengan menyelaraskan kondisi perusahaan maka aspirasi kedua belah pihak dapat tercapai dan hubungan harmonis antara perusahaan dan pekerja dapat terjaga