Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kebugaran (VO2 MAX) Atlet Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Judo Simanungkalit, Sintha Fransiske; Sofianita, Nur Intania; Syah, Muhammad Nur Hasan; Listiyawati, Margareta Dias; Sairah, Nurul Amrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.8568

Abstract

Athletes with good physical fitness will have optimal performance quality. Fitness is a crucial factor in building an athlete's performance in achieving the expected competencies. One strategy for maintaining physical fitness levels is to consume foods with balanced nutrients, especially energy and macronutrients (Carbohydrates, Protein and Fat). In this study, the relationship between energy and macronutrient intake and the fitness of Pencak Silat, Sepak Takraw and Judo athletes at DKI Jakarta Province will be examined. This research uses a quantitative observational analytical method with a cross-sectional design and is analyzed descriptively analytically to determine the desired relationship. The data normality test used the Kolmogorov-Smirnov test, resulting in normally distributed data (p>0.05). The total population in this study was 75 people, 45 men and 30 women. The results of the analysis of Recall and VO2Max data which describe each variable show that there is a significant relationship between energy and macronutrient intake and athlete fitness. Marked with a P value = 0.00 (p value < 0.05). By understanding this relationship, it is hoped that it can help design a diet program that is more effective and suits the athlete's needs based on the type of sport they are involved in, so that the athlete can achieve optimal physical fitness.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI DAN EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DESA LABUAN, SERAM UTARA BARAT, MALUKU Syifa Chairunnisa; Nur Intania Sofianita
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2024): MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v10i2.9336

Abstract

Persentase stunting di Indonesia mengalami penurunan sebesar 2,8% dari 24,4% hingga 21,6% pada tahun 2021-2022. Namun, hal itu tidak mencapai target penurunan stunting di Indonesia per tahun sebesar 3,4%. Penyebab stunting bersifat multifaktorial, salah satunya adalah infeksi. Hal itu dapat dicegah dengan Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang terdiri atas sepuluh indikator. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait definisi, penyebab, dampak, serta cara pencegahan stunting dan meningkatkan pemahaman terkait sepuluh indikator PHBS pada ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk penyuluhan menggunakan media video edukasi, powepoint, dan poster dengan kolaborasi antara mahasiswa, puskesmas, dan posyandu Desa Labuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2024 pukul 08.00-12.00 WIT dengan sasaran ibu yang memiliki balita sebanyak 30 orang. Keberhasilan kegiatan ini ditandai oleh sikap antusias sasaran kegiatan, seperti aktif bertanya jawab diakhir pemaparan materi edukasi. Berdasarkan monitoring dan evaluasi, diharapkan kegiatan ini berkelanjutan, sehingga Desa Labuan dapat menjadi desa yang mandiri, bersih, dan sehat.
Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Mahasiswi di Depok, Indonesia: Factors Influencing the Menstrual Cycle of Female College Students in Depok, Indonesia Fitri, Syania; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.94-104

Abstract

Background: Adolescence is a critical period in life when reproductive organs mature and develop, especially in teenage girls. The menstrual cycle plays a crucial role in female reproductive health, often disrupted by various factors. Objectives: This research aims to identify factors affecting the menstrual cycle in female college students in Depok. Methods: This cross-sectional study involved 193 participants selected through stratified random sampling. Data collection included fast food consumption habits (measuring frequency and the amount of fat intake) using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sleep quality assessment using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), stress levels evaluation using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), and menstrual cycles assessment using the menstrual cycle questionnaire. Statistical analysis employed chi-square tests and multiple logistic regression. Results: No significant correlation was observed between the frequency of fast food consumption and the menstrual cycle (p-value=0.780). Conversely, fat intake (p-value=0.027; OR=2.6), sleep quality (p-value=0.009; OR=10.8), and stress levels (p-value<0,001; OR=7.19) showed a significant correlation with the menstrual cycle. Multivariate analysis identified stress level as the predominant factor (p-value<0.001; OR=9.411). Conclusions: This research concluded that there is a significant correlation between fat intake, sleep quality, stress levels, and the menstrual cycles among college students in Depok. Stress level emerged as the primary factor affecting adolescent respondents' menstrual cycles.
Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah pada Remaja SMA di Depok, Jawa Barat: Factors Contributing to the Blood Pressure of High School Students in Depok, West Java Trista, Nesa; Sofianita, Nur Intania; Fauziyah, A'immatul
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.353-361

Abstract

Background: Hypertension is a major global health concern, contributing to high mortality rates among adults and the elderly. Recent trends show a substantial upsurge in hypertension prevalence among adolescents. According to the Health Office of Depok City, 78.10% of adolescents aged ≥15 years are reported to have hypertension. Hypertension during adolescence often persists into adulthood, increasing the risk of long-term morbidity and mortality. The primary contributors include unhealthy lifestyle practices and poor dietary habits. Objectives: To investigate factors associated with elevated blood pressure among adolescents in Depok City, West Java, Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted with 158 adolescents selected through stratified random sampling. Data collection took place between February to April 2024. Variables assessed included family history of hypertension, nutritional status (based on Body Mass Index categories as per the 2020 Ministry of Health regulation), and stress levels (measured using the Perceived Stress Scale). Statistical analysis employed chi-square tests and multiple logistic regression. Results: Significant associations were found between hypertension and family history (p-value = 0.034), nutritional status (p-value = 0.014), and stress levels (p-value < 0.001). Multivariate analysis indicated that stress levels were the strongest determinant of hypertension (OR = 6.09). Conclusions: Stress levels significantly influence blood pressure in adolescents. Schools should prioritize regular programs addressing stress management, emotional well-being, and balanced nutrition education to reduce the risk of adolescent hypertension.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEMBACA NUTRITION FACTS DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH REMAJA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN Amanda, Defita; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sufyan, Dian Luthfiana; Sofianita, Nur Intania
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.822

Abstract

Latar belakang: Remaja dengan status gizi obesitas dan normal memiliki perbedaan yang bermakna pada frekuensi konsumsi makanan kemasan dan kebiasaan membaca label gizi. Pengetahuan menjadi petunjuk utama ketika membaca label gizi yang akan berpengaruh pada perilaku dalam memilih makanan kemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kebiasaan membaca nutrition facts dan frekuensi konsumsi makanan kemasan dengan status gizi lebih remaja pengunjung sudin pusar jaksel. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik accidental sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 38 remaja berusia 18-25 tahun. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat ukur berupa microtoise dan timbangan digital. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji Chi Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan nutrition facts (p=1,000), kebiasaan membaca nutrition facts (p=0,235), dan frekuensi konsumsi makanan kemasan (p=1,000) tidak berhubungan (p>0,05) dengan status gizi lebih remaja. Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan nutrition facts yang cukup (73,7%) namun tidak patuh dalam membaca nutrition facts (68,4%) sehingga diperlukan keselarasan antara pengetahuan dengan perilaku agar berdampak nyata pada frekuensi konsumsi makanan kemasan dan status gizi.
Pengaruh Penyuluhan Manajemen Laktasi terhadap Pengetahuan Ibu dengan Balita di Kota Depok Arini, Firlia Ayu; Wahyudi, Chandra Tri; Fatmawati, Iin; Sofianita, Nur Intania
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2719

Abstract

Background: Menurut WHO, pada usia 0-6 bulan pertama kehidupan, anak diberikan ASI secara eksklusif dan dilanjutkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada usia 6 bulan. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih kurang dari capaian persentase cakupan yang ditetapkan pemerintah yaitu 80%. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Depok tahun 2020, capaian ASI eksklusif masih di bawah target pemerintah yaitu 68,49%. Artinya, masih terdapat bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif dan kemungkinan mendapat MP-ASI dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan gizi mengenai manajemen laktasi, agar pengetahuan ibu meningkat dan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode memberikan ceramah dan diskusi menggunakan lembar balik dan mempraktikkan pemijatan laktasi yang dapat melancarkan ASI. Jumlah ibu dari balita yang mengikuti kegiatan ini yaitu 21 orang yang berasal dari 2 kelurahan. Sebelum penyuluhan, peserta melakukan pretest, kemudian menerima materi manajemen laktasi. Setelah penyuluhan manajemen laktasi diikuti praktik melakukan pijat oksitosin, peserta diminta mengerjakan posttest. Hasil: Setelah menerima penyuluhan manajemen laktasi, pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi meningkat secara signifikan, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest (p= 0,003). Sebanyak 51,7% peserta memiliki skor posttest yang lebih tinggi dari pretest. Kesimpulan: Penyuluhan manajemen laktasi meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu balita dapat memberikan ASI secara eksklusif dan mempraktikkan manajemen laktasi dengan tepat.
DIVERSIFIKASI KERIPIK TEMPE PONDOK PESANTREN SIRAJUSSAADAH DEPOK ilmi, ibnu malkan bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Arini, Firlia Ayu; Anwar, Khoirul
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26587

Abstract

The Sirajussa'adah Islamic Boarding School implements entrepreneurial activities for teenage students studying atthe Islamic boarding school in order to improve the skills of the students and instill an entrepreneurial spirit in theirstudents in carrying out tempe processing business activities called "tempa santri SS". Tempe Santri SS is a santribusiness created in order to help the community get hygienic and premium quality tempeh so that it can be enjoyedby the community. However, there are problems experienced by Islamic boarding schools, including the price ofsoybeans which continues to increase, there is still tempeh which is not sold every day, due to lack of marketing andthis has an impact on reducing product profits. The solution provided for community service activities is to diversifytempeh products by making tempeh with the addition of sago flour. Tempeh with the addition of sago will improvethe taste, reduce the use of soybeans and can be processed into tempeh chips, and can extend the product's shelf life.In this activity, training was carried out regarding the proper way to make tempeh chips, sanitation and hygiene offood managers/handlers at the production site and the practice of making tempeh chips. The data collected wasprocessed using the t test (SPSS). This activity, which was attended by 14 Islamic boarding school students andfemale students, showed an increase in the participants' knowledge, as shown by the increase in the average scorebefore and after the training with a value of (P=0.037) and the participants succeeded in making tempeh chipsindependently as a result of practical training in making tempeh chips. ABSTRAK Pondok Pesantren Sirajussa’adah menerapkan kegiatan kewirausahaan bagi para santri remaja yang bersekolah dipesantren agar dapat meningkatkan keterampilan santri dan menanamkan jiwa kewirausahaan pada santrinya dalammelaksanakan kegiatan usaha pengolahan tempe yang diberi nama “tempa santri SS”. Tempe Santri SS merupakanusaha santri yang dibuat dalam rangka membantu masyarakat agar mendapat tempe yang higienis dan berkualitaspremium hingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Namun terdapat permasalahan yang dialami oleh pondokpesantren antara lain harga kedelai yang terus meningkat, masih terdapat tempe yang tidak laku terjual setiap harinya, karena kurangnya pemasaran dan hal ini berdampak pada berkurangnya keuntungan produk. Solusi yangdiberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah diversifikasi produk tempe melalui pembuatan tempe denganpenambahan tepung sagu. Tempe dengan penambahan sagu akan meningkatkan cita rasa, mengurangi penggunaankedelai dan dapat diolah menjadi keripik tempe, serta dapat memperpanjang masa simpan produk. Pada kegiatan inidilakukan pelatihan terkait cara pembuatan keripik tempe yang baik, sanitasi dan higienitas pengelola/penjamahmakanan yang berada di tempat produksi dan praktek pembuatan keripik tempe. Data hasil pengumpulan diolahmenggunakan uji t test (SPSS). Kegiatan yang diikuti oleh 14 santri dan santriwati ini menunjukkan adanyapeningkatan pengetahuan peserta ditunjukkan dari peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan dengannilai sebesar (P=0,037) dan peserta berhasil membuat keripik tempe secara mandiri sebagai hasil pelatihan praktikpembuatan keripik tempe.
Pendampingan Nomor induk Berusaha dan Sertfikasi Halal pada Usaha Mikro Pondok Pesantren Sirajussa'adah Wiryanto, Fadhli Suko; Priyatno, Prima Dwi; Ilmi, Ibnu Malkan Bahrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Ghifari, Hilmi Al
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16924

Abstract

ABSTRAK Sertifikasi halal bagi usaha kecil dan mikro (UMK) bukan sekadar kewajiban, melainkan peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis. Pondok pesantren merupakan Lembaga Pendidikan islam bagian yang tidak terpisahkan sebagai hulu dari pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga kemaslahatan dan mendukung sertifikasi halal. Produk usaha yang di miliki pondok pesantren harus memiliki sertifikasi halal untuk menjaga jaminan kualitas dan keamanan makanan serta melindungi konsumen. Pendampingan pembuatan nomor induk berusaha dan sertifikasi halal Usaha mikro di pondok pesantren Sirajussa’adah guna mendukung pengembangan ekonomi pesantren. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pendampingan kepada produk usaha yang dijual pondok pesantren dilakukan melalui tekhnik kualitatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan observasi, pendampingan dan wawancara mendalam. Pendampingan yang dilakukan telah berhasil menerbitkan nomor induk berusaha untuk usaha produk madu dan olahan tempe, serta sertifikasi halal bagi produk unggulan pondok pesantren yaitu madu, sedangkan produk olahan tempe sudah diajukan sertifikasi halal nya di aplikasi sihalal. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat menggerakan ekonomi pesantren agar bisa lebih bersaing di pasar global. Kata Kunci: Sertifikasi halal, Usaha Mikro dan Kecil, Madu, Tempe  ABSTRACT Halal certification for small and micro businesses (UMK) is not just an obligation, but a great opportunity to increase competitiveness and business growth. Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that are an inseparable part of the upstream of Islamic education that have an important role in maintaining welfare and supporting halal certification. Business products owned by Islamic boarding schools must have halal certification to maintain food quality and safety assurance and protect consumers. Assistance in making business registration numbers and halal certification for micro businesses at the Sirajussa'adah Islamic boarding school to support the development of the Islamic boarding school economy. This activity is carried out through a method of assistance to business products sold by Islamic boarding schools through qualitative techniques. The method used in this community service activity uses observation, assistance and in-depth interviews. Results: the assistance carried out has succeeded in issuing business registration numbers for honey and processed tempeh products, as well as halal certification for the superior products of Islamic boarding schools, namely honey, while processed tempeh products have been submitted for halal certification in the Sihalal application. This assistance activity is expected to drive the Islamic boarding school economy so that it can be more competitive in the global market. Keywords: Halal Certification, Small and Micro Business, Honey, Tempe
Edukasi dan Praktik Pembuatan Menu Gizi Seimbang untuk Meningkatkan Status Gizi dan Kesehatan Remaja Santri di Kota Depok Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Nasrullah, Nanang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17108

Abstract

ABSTRAK Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia remaja Indonesia sebesar 32%. Masih terdapat remaja yang kurang gizi dan gizi lebih juga obesitas. Kurangnya variasi menu dan minimnya pengetahuan gizi seimbang pada remaja santri, sehingga tidak terampil dalam menyediakan dan memilih makanan sehat menggunakan bahan pangan lokal yang ada dilingkungan sekitar. Pesantren juga belum pernah melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, sehingga tidak mengetahui status gizi pada santri. Melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, memberikan edukasi dan praktik gizi seimbang untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja. Terdapat 3 kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Agustus – Oktober tahun 2023 yaitu; Pengukuran berat dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi responden, edukasi gizi seimbang pada remaja, dan praktik menu gizi seimbang berbahan pangan lokal. Kegiatan pengukuran menunjukkan 100% santri berstatus gizi normal menurut indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) per Umur. Adanya peningkatan pengetahuan gizi santri sebelum dan sesudah intervensi edukasi gizi (P value: 0,000). Hasil pengamatan praktik uji coba pembuatan salah satu variasi menu sate lilit tempe menunjukkan bahwa para santri sudah mampu mengolah menu secara mandiri, sehingga dapat mempraktikkan variasi menu lainnya yang terdapat di modul variasi menu gizi seimbang untuk remaja santri. Seluruh santri berstatus gizi normal, adanya peningkatan pengetahuan gizi santri setelah diintervensi, dan seluruh santri berhasil mempraktikkan kembali pembuatan menu sate lilit tempe. Kata Kunci: Bahan Pangan Lokal, Edukasi Gizi Remaja, Praktik Menu Gizi  ABSTRACT Riskesdas data in 2018 showed the prevalence of anemia in Indonesian adolescents was 32%. There are still adolescents who are malnourished and overweight as well as obese. The lack of menu variation and minimal knowledge of balanced nutrition among adolescent students, so they are not skilled in providing and choosing healthy food using local food ingredients available in the surrounding environment. Islamic boarding schools have also never carried out weight and height measurements, so they do not know the nutritional status of students. Conducting weight and height measurements, providing balanced nutrition education and practices to improve the nutritional status and health of adolescents. There are 3 activities carried out, namely; Measuring weight and height to determine the nutritional status of respondents, balanced nutrition education for adolescents, and practicing a balanced nutritional menu made from local foods. Measurement activities showed that 100% of students had normal nutritional status according to Body Mass Index (BMI) per Age. There was an increase in students' nutritional knowledge before and after the nutritional education intervention (P value: 0.000). The results of observations of the trial practice of making one variation of the tempe sate lilit menu showed that the students were able to process the menu independently, so they could practice other menu variations contained in the balanced nutrition menu variation module for adolescent students. All students had normal nutritional status, there was an increase in students' nutritional knowledge after the intervention, and all students successfully practiced making the tempe sate lilit menu again. Keywords: Local Food Ingredients, Nutritional Menu Practices, Teenage Nutrition Education
Pemberian Edukasi dan Praktik Pembuatan Menu Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja di Kelurahan Gandul, Kota Depok Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Sujono, Nawra Nasha; Krisdianto, Aisha Ramadhina; Azzahra, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19694

Abstract

ABSTRAK Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyebutkan bahwa prevalensi ibu hamil anemia sebanyak 27,7%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan sebanyak 21,2% dari Riskesdas 2018. Meskipun mengalami penurunan, kasus anemia harus tetap selalu dipantau agar tidak menyebabkan masalah kesehatan berkelanjutan. Memberikan edukasi dan praktik menu gizi seimbang serta melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kadar Hb untuk mengetahui dan meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi terkait gizi seimbang, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan kadar Hb, dan praktik menu gizi seimbang untuk remaja anemia. Didapatkan hasil sebanyak 60% remaja memiliki status gizi kurang, 16,7% berstatus gizi baik, 10% berstatus gizi lebih, dan 10% tergolong obesitas. Didapatkan pula hasil pengukuran kadar Hb yaitu sebanyak 20% tergolong anemia, 53,3% memiliki kadar Hb normal, dan sejumlah 26,6% lainnya memiliki kadar Hb >16 mg/dL. Terdapat peningkatan pengetahuan gizi remaja pada sebelum dan sesudah edukasi gizi (P value: 0,000). Hasil praktik pembuatan menu gizi seimbang juga menunjukkan bahwa para remaja dapat membuat menu makan siang untuk remaja anemia berdasarkan “Pedoman Isi Piringku”. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi remaja setelah diintervensi dan seluruh remaja berhasil mempraktikkan penyusunan menu bergizi seimbang sesuai dengan “Pedoman Isi Piringku”.  Kata Kunci: Anemia, Praktik Masak, Remaja.  ABSTRACT The 2023 Survei Kesehatan Indonesia (SKI) data indicates that the prevalence of anemia among pregnant women is 27.7%. This figure shows a decrease of 21.2% compared to the 2018 Riskesdas. Although there has been a decrease, cases of anemia must still be continuously monitored to prevent ongoing health issues. To provide education and practice on a balanced nutritional menu and to measure height, weight and Hb levels to determine and improve the nutritional and health status of adolescents. The activities included providing education regarding balanced nutrition, measuring body weight, height and Hb levels, and practicing a balanced nutrition menu for anemic adolescent. The results was obtained 60% of adolescents with poor nutritional status, 16.7% of adolescents with good nutritional status, 10% of adolescents with over nutritional status, and 10% of adolescents classified as obese. The results of measuring Hb levels were also obtained, namely that 20% were classified as anemic, 53.3% had normal Hb levels, and another 26.6% had Hb levels >16 mg/dL. There was an increase in adolescent nutritional knowledge before and after the intervention (P value: 0.000). The results of the practice of making a balanced nutritional menu also show that adolescents can make a menu for anemic adolescent based on "Pedoman Isi Piringku”. There was an increase in adolescent nutritional knowledge after the intervention and all adolescents succeeded in practicing preparing a balanced nutritious menu according to "Pedoman Isi Piringku”. Keywords : Anemia, Cooking Practice, Adolescent.