Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kurikulum dan Manajemen Pembelsajaran dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi Nurul Andraeni; Rena Oktari Dwiyanti; Dina Dwi Arianti; Ahmad Fiki Ubaidillah; Sania Sania; Fahmi Fahmi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.19277

Abstract

Manajemen kurikulum dan pembelajaran merupakan aspek mendasar dalam penyediaan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pelaksanaan manajemen kurikulum dan pembelajaran yang mencakup empat tahap utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat komponen manajemen kurikulum tersebut saling terkait erat dan saling memengaruhi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Perencanaan berfungsi sebagai landasan utama untuk menentukan arah pembelajaran, pengorganisasian menyusun semua sumber daya secara sistematis, pelaksanaan merupakan realisasi aktual dalam proses belajar-mengajar, dan evaluasi berfungsi sebagai instrumen penilaian serta dasar untuk perbaikan berkelanjutan. Pelaksanaan manajemen kurikulum yang terstruktur dan sistematis telah terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengoptimalkan pencapaian perkembangan anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya.
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Fahmi Fahmi; Angel Rahmadani; Muhammad Ridho
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12906

Abstract

The escalating disparity in service quality and the lack of synchronization between central and regional regulations in the implementation of the new national curriculum system underlie this scientific study. These macro issues have triggered the widespread impact of the digital divide and the ongoing disparity in the quality of basic services. The main focus of this research is specifically directed at analyzing the profound gap between the ideal aspects of regulation and the operational reality of the Independent Curriculum in Indonesia's frontier, outermost, and underdeveloped regions. The research steps were carried out systematically using a literature study method through a review of policy documents, critical reading of literature reports, and processing of secondary textual data for the 2024-2026 period. The quantitative research findings revealed structural barriers in the form of limited telecommunications infrastructure with school internet coverage below 50 percent, and an unequal distribution of teaching staff, indicated by a teacher-to-student ratio of 1 to 40. Although the flexibility of project-based learning is growing rapidly in urban areas, the achievement rate of operational targets in remote areas only ranges from 60 to 70 percent due to low teacher competency readiness. The main conclusion emphasizes that national education policy requires a holistic governance reconstruction through a cross-sectoral pentahelix approach to optimize local potential in a more inclusive manner. Accelerating the implementation of integrated blended learning methods following the latest regulations is projected to significantly reduce regional quality disparities by 20 to 30 percent, achieving equitable distribution of national human resource competencies. ABSTRAK Eskalasi disparitas kualitas layanan serta ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah pada implementasi sistem kurikulum baru nasional melatarbelakangi kajian ilmiah ini. Masalah makro tersebut memicu meluasnya dampak digital divide dan ketimpangan mutu layanan dasar secara berkelanjutan. Fokus utama penelitian ini diarahkan secara spesifik untuk menganalisis kesenjangan mendalam antara aspek idealitas regulasi dengan realitas operasional Kurikulum Merdeka di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal Indonesia. Langkah-langkah penelitian dijalankan secara sistematis menggunakan metode studi pustaka melalui telaah dokumen kebijakan, pembacaan kritis laporan literatur, serta pengolahan data tekstual sekunder periode 2024-2026. Temuan penelitian kuantitatif menyingkap adanya hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dengan cakupan internet sekolah di bawah 50 persen, serta timpangnya distribusi tenaga pendidik yang ditunjukkan oleh rasio guru banding siswa mencapai 1 banding 40. Meskipun fleksibilitas pembelajaran berbasis proyek berkembang pesat di area urban, tingkat ketercapaian target operasional di daerah terpencil hanya berkisar antara 60 hingga 70 persen akibat rendahnya kesiapan kompetensi guru. Simpulan utama menegaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional memerlukan rekonstruksi tata kelola holistik melalui pendekatan lintas-sektor model pentahelix guna mengoptimalkan potensi lokal secara lebih inklusif. Akselerasi metode pembelajaran campuran terpadu pasca-regulasi terbaru diproyeksikan andal mereduksi angka ketimpangan mutu regional sebesar 20 sampai 30 persen demi mewujudkan keadilan pemerataan kompetensi sumber daya manusia nasional.  
Manajemen Kurikulum PAUD dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran Ladyduwi Nata; Audya Valentina; Dea Wulandari; Sheril Aulia; Evayolanda Saputri; Fahmi Fahmi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8483

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kurikulum PAUD dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kurikulum yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya kesenjangan antara konsep ideal manajemen kurikulum dengan praktik di lapangan, khususnya pada aspek inovasi pembelajaran dan pemanfaatan media yang belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas stimulasi perkembangan anak secara menyeluruh, sehingga diperlukan kajian mendalam untuk memperoleh gambaran faktual sebagai dasar perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, RPPH, serta dokumen evaluasi perkembangan anak. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru PAUD yang terlibat langsung dalam implementasi kurikulum. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan kurikulum dilakukan secara sistematis melalui penyusunan program tahunan, program semester, serta RPPH yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka; (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara fleksibel, berbasis bermain, dan berpusat pada anak; (3) evaluasi pembelajaran dilakukan secara autentik melalui observasi perkembangan anak. Dengan demikian, manajemen kurikulum PAUD telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek inovasi pembelajaran dan pemanfaatan media agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan optimal.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Di Kelas Fahmi; Yuanda Fracitilia Sudiar; Wulan Sari; Aulia Rahmadani; Aldo Putra
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang mampu meningkatkan minat dan semangat belajar siswa melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pemberian apresiasi, serta pendekatan personal kepada siswa. Selain itu, interaksi yang positif antara guru dan siswa juga terbukti berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peran aktif guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di kelas.