Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Potensi Pengembangan Ekowisata Kampung Pegat Batumbuk Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Adriansyah, Adriansyah; Matius, Paulus; Purwanti, Emi; Boer, Chandradewana; Herlambang, Heru; Suba, Rachmat B
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.16215

Abstract

Kampung Pegat Batumbuk termasuk dalam wilayah penyangga (buffer zone) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulaun Derawan-Sangalaki dan sekitarnya. Dengan luas Kampung 32.027,80 ha   dimana seluas 31.145,80 ha (97,24%), merupakan kasawan hutan dengan ekositem mangrove, sehingga Pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk dapat mendukung segala upaya pelestarian lingkungan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi daya tarik ekowisata dan mengkaji strategi pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk  Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pegat Batumbuk memilik potensi sebagai obyek wisata yang memanfaatkan sumber daya alam, namun karena sekitar Kampung Batumbuk telah ada obyek wisata lain yang dikenal seperti obyek wisata Pulau Derawan dan Pulau Maratua, maka ekowisata Kampung Pegat Batumbuk selayaknya diarahkan sebagai obyek Wisata Pendukung. Potensi wisata yang ada di Kampung Pegat Batumbuk adalah keanekaragaman jenis flora dan fauna, susur mangrove, memancing. Selain sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam, ekowisata Kampung Pegat batumbuk juga dapat dijadikan lokasi konservasi bagi pengunjung dan cocok dijadikan sebagai lokasi penelitian akan keanekaragaman flora dan fauna pada ekosistem mangrove
STOK KARBON TUMBUHAN BAWAH DAN IKLIM MIKRO RUANG TERBUKA HIJAU Diana, Rita; Sutedjo, .; Syilvianti, Intan; Suba, Rachmat Budiwijaya; Syoim, M
MAKILA Vol 17 No 2 (2023): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v17i2.9581

Abstract

This study was to determine differences in the percentage of canopy cover on carbon stock in three green oven space (RTH) areas at the Faculty of Forestry Mulawarman University (FFMU) and to determine differences in light intensity, temperature, and humidity at every plot location of understorey plants at the FFMU. The method used in this research was to measure the percentage of canopy cover, plant biomass, and carbon stock in plots of 2 x 2 m, measuring light intensity, temperature, and humidity from 06.00 in the morning to 18.00 in the afternoon. Data was collected at three RTHs, namely, RTH Guest House (Location 1), RTH Workshop (Location 2), and RTH Arboretum LSHK (Location 3). The result found the highest amount of carbon (130,8 tons/ha) and the percentage of crowns (59,42%). Medium green open space RTH Guest House amount of carbon (38,4 tons/ha), percentage of the canopy (55,69%), and the lowest RTH Arboretum LSHK amount of carbon (32 tons/ha) and percentage of the canopy (53.71%). Furthermore, the highest light intensity is in the RTH Guest House because the place is sparse, tenuous, and open so that light can directly enter and get more sunlight; moderate light is in the RTH Arboretum LSHK, and little light is in the RTH Workshop because the place is more closed so that light enters only a few. Then, for each temperature, the humidity values obtained are similar. The findings demonstrated variations in carbon storage due to vegetation density, age, growing place quality, and soil characteristics.