Bambang Sugeng Subagio
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan-Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132.

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

CAMPURAN BERASPAL MENGGUNAKAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DAN AGREGAT SLAG BAJA Bethary, Rindu Twidi; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein
Jurnal Transportasi Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.265 KB) | DOI: 10.26593/jt.v18i2.3041.%p

Abstract

Abstract Material constraints and increasing demand for road construction materials have resulted in high construction costs and road rehabilitation, so alternative materials are needed, such as recycled asphalt and potential waste utilization, such as steel slags. This study is a literature study, with the aim of evaluating and controlling the performance of asphalt mixtures using Reclaimed Asphalt Pavement and steel slag, as a substitute for aggregate. The Reclaimed Asphalt Pavement material generally has aging which causes an increase in stiffness during the structural life and reduced adhesion to asphalt. This can be prevented by steel slag material, which has a rough surface and texture, so as to prevent cracks due to internal friction of the mixture. The overall use of Reclaimed Asphalt Pavement materials and steel slag can improve mixture performance and resistance to fatigue. Keywords: asphalt mixture, reclaimed asphalt pavement, steel slag, flexible pavement  Abstrak Keterbatasan material dan meningkatnya permintaan material konstruksi jalan menyebabkan tingginya biaya pembangunan maupun rehabilitas jalan, sehingga diperlukan material alternatif, seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah, seperti slag baja. Penelitian ini merupakan suatu kajian literatur, dengan tujuan melakukan evaluasi dan pengendalian kinerja campuran beraspal yang menggunakan Reclaimed Pavement Asphalt (RAP) dan slag baja sebagai bahan pengganti agregat. Material RAP umumnya telah mengalami penuaan yang menyebabkan peningkatan kekakuan selama umur struktur dan sifat adhesi terhadap aspal berkurang. Hal ini dapat dicegah oleh material slag baja, yang memiliki permukaan dan tekstur yang kasar, sehingga dapat mencegah terjadinya retak akibat gesekan internal campuran. Penggunaaan material RAP dan slag baja secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja campuran dan ketahanan terhadap kelelahan. Kata-kata kunci: campuran beraspal, reclaimed pavement asphalt, slag baja, perkerasan lentur
Kinerja Modulus Resilien dan Deformasi Permanen Dari Campuran Lataston Gradasi Senjang (HRS-WC) Dengan Bahan Aspal Modifikasi Starbit E-55 Sinuhaji, Christ Andy Vic; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1859.014 KB) | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.8

Abstract

AbstrakKriteria kerusakan dalam suatu perkerasan lentur adalah retak lelah dan deformasi permanen. Deformasi dapat terjadi pada lapisan subgrade maupun lapisan beraspal. Deformasi pada lapisan beraspal terjadi akibat beban berlebih dan temperatur perkerasan tinggi. Penambahan polimer merupakan salah satu cara dalam memodifikasi aspal guna memperbaiki sifat reologi aspal. Penggunaan aspal modifikasi diharapkan dapat menberikan kinerja perkerasan yang lebih baik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Lataston lapis aus gradasi senjang dengan menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55, dengan metoda pengujian eksperimental di laboratorium. Nilai Modulus Resilien dan ketahanan terhadap deformasi permanen menjadi indikator kinerja dari kedua jenis campuran. Hasil pengujian laboratorium memberikan nilai Modulus Resilien yang lebih besar dibandingkan hasil perhitungan teoritis, serta menunjukkan adanya peningkatan nilai Modulus Resilien dari campuran beraspal yang menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55 dibandingkan aspal Pen 60/70. Peningkatan ini terjadi pada seluruh temperatur pengujian, yaitu sebesar 10%, 6% dan 37,5%. Hasil pengujian Wheel Tracking menunjukkan campuran aspal modifikasi Starbit E-55 memiliki ketahanan terhadap deformasi yang lebih baik dibandingkan aspal Pen 60/70, ditinjau dari nilai total deformasi, Stabilitas Dinamis dan Laju Deformasi. Untuk hasil pengujian pada temperatur 60℃, total deformasi yang terjadi pada kedua jenis campuran Lataston lapis aus gradasi senjang menunjukkan bahwa kurva alur telah mencapai tahap ketiga, dimana campuran telah mengalami kegagalan.AbstractFailure criteria in a flexible pavement are fatigue and permanent deformation. Deformation may occur in both subgrade and asphalt layer. Generally, deformation that occurs in the asphalt layer is caused by overload and high pavement temperature. Addition of polymers is one of several solution to improve asphaltic rheological properties. Using polymer modified bitumen is expected to improve pavement performance. This aim of the study is to observe the performance of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) by using polymer modified asphalt Starbit E-55, with experimental testing method in laboratory. Resilient modulus and resistance to permanent deformation become the performance indicators of both mixed types. The results of the laboratory test provide a greater value of resilient modulus than the results of theoretical calculations, and also showed an increase in resilient modulus value of asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 than asphalt Pen 60/70. This increase occurs at all temperatures, which is 10%, 6% and 37,5%. Result of Wheel Tracking Test showed that asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 have a greater resistance to permanent deformation than asphalt Pen 60/70, in terms of the total deformation value, dynamic stability and rate of deformation. For 60°C test temperature, total deformation occurring in both mixed types of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course showed that rutting curve has reached the tertiary stage, where asphalt mixtures has failed. 
KEPEKAAN TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR ASPAL DAUR ULANG YANG DIMODIFIKASI OLEH BIOASPAL Sihombing, Atmy Verani Rouly; Subagio, Bambang Sugeng
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 1 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of using bioasphalt of coconut shell (BTK) and bitutechRAP as recycled asphalt (RA-binder) rejuvenators based on temperature susceptibility (penetration index, PI) is the aims of this study. This RA-binder has a penetration of 10 with the PI value of 0.98, which indicates that the RA-binder has experienced aging with sensitivity to average temperatures. With the bio-asphalt content of 0% to 30%, resulting in an increased penetration value and decreasing softening point, the highest PI value was 1.02 at 20% BTK content (penetration 54), and 0.57 at 16% bitutechRAP content (penetration 58). The content of bioasphalt which produces penetration of 60 – 80, has a smaller PI value, it shows that the increase in the performance of RAbinder using bio-asphalt based on the penetration parameters and the softening point is not in line with the rise in the performance of the RA binder based on PI. However, when compared with pen 60/70 with a PI of -0.31, the PI value of the RAbinder modified by bio-asphalt was better. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaspal tempurung kelapa (BTK) dan bitutechRAP sebagai bahan peremaja aspal daur ulang (RAbinder) berdasarkan parameter kepekaan aspal terhadap perubahan temperatur (penetration indeks, PI). RA binder ini memiliki penetrasi 10 dmm dengan nilai PI sebesar 0,98 yang menunjukkan bahwa aspal sudah mengalami penuaan dengan kepekaan terhadap temperatur normal. Dengan variasi kadar bioaspal 0% sampai 30% terhadap berat RA binder, menghasilkan penetrasi yang semakin meningkat dan semakin menurunnya titik lembek, nilai PI tertinggi sebesar 1,02 pada kadar BTK 20% (penetrasi 54), dan 0,57 pada kadar bitutechRAP 16% (penetrasi 58). Pada kadar bioaspal yang menghasilkan aspal dengan penetrasi 60 – 80, memiliki nilai PI yang lebih kecil, hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan performa RAbinder menggunakan bioaspal berdasarkan parameter penetrasi dan titik lembek tidak sejalan dengan peningkatan performa RA binder berdasarkan PI. Dibandingkan dengan pen 60/70 (PI -0,31) nilai PI dari RA binder yang dimodifikasi bioaspal lebih baik.
Prediksi Kerusakan Permukaan Perkerasan Jalan Lentur Berdasarkan Metode HDM-4 Adnan, Septi Adnan; Subagio, Bambang Sugeng; Kosasih, Djunaedi
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/jacee.v5i1.5411

Abstract

HDM-4 yang dikembangkan oleh World Bank (1968) dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan kerusakan perkerasan jalan di tahun awal operasi ke tahun – tahun berikutnya selama periode analisa. Kerusakan yang akan dimodelkan diantaranya yaitu kerusakan retak, ravelling, lubang, dan edge break. Pada penelitian ini data Lalulintas Harian Rata - rata, data Falling Weight Deflectometer, dan data struktur perkerasan jalan di dua lajur lambat lokasi studi akan digunakan pada model sebagai variabel dalam proses analisis. Dari data tersebut menghasilkan nilai YE4 (beban sumbu standar), YAX (jumlah sumbu kendaraan) dan nilai ITP (indeks tebal perkerasan) yang berbeda. Studi kasus penelitian berada di jalan Lohbener – Jatibarang yang merupakan jalan nasional di Provinsi Jawa Barat. Hasil analisis data kerusakan yang terjadi pada permukaan perkerasan mendekati 30% dari total luas kerusakan, sehingga dibutuhkan suatu tindakan penanganan pada jalan tersebut. Dengan menggunakan model prediksi ini, dapat memberikan informasi untuk menyusun suatu program pemeliharaan yang tepat pada kerusakan jaringan jalan.
Analisis Kondisi Jalan Perkerasan Lentur Berdasarkan Prediksi Umur Sisa Menggunakan Metode AASHTO 1993 serta Analisis Kerusakan Lapis Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Horack (Studi Kasus: Ruas Jalan Bypass Kota Pariaman STA 52+100 s/d 57+100) Oktavia Tanjung, Fitri; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman , Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.13

Abstract

Abstrak Jalan yang dibebani oleh lalu lintas kendaraan yang tinggi dan terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jalan baik secara fungsional maupun struktural. Ruas jalan Bypass Kota Pariaman merupakan ruas jalan nasional yang diperuntukan bagi kendaraan-kendaraan berat yang akan melintasi Kota Pariaman menuju ke arah Kota Padang dan sebaliknya ke arah Kabupaten Agam. Dalam beberapa tahun terakhir ruas jalan ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga dapat mengganggu kenyamanan serta keamanan dalam berkendara. Prediksi umur sisa perkerasan jalan penting dilakukan untuk mengetahui apakah ruas jalan ini masih mampu menanggung beban lalu lintas atau tidak. Prediksi umur sisa dilakukan menggunakan metode AASHTO 1993 berdasarkan data lendutan jalan tahun 2020 yang di uji menggunakan alat FWD dengan analisis perhitungan Backcalculation untuk mendapatkan nilai CESAL pada saat kondisi failure. Hasil analisis menunjukan, jumlah repetisi beban yang masih mampu ditanggung oleh ruas jalan ini sebesar 2.337.881 ESAL ditahun 2023 dengan umur sisa = 0 tahun lagi. selanjutnya dilakukan analisis untuk mengetahui kondisi kerusakan tiap lapisan perkerasan menggunakan metode Horack dengan data lendutan sebagai parameter penilaian. Hasil analisis menunjukan rata-rata kondisi tiap lapis perkerasan jalan telah berada dalam kategori rusak berat dengan lapisan yang mengalami kerusakan paling parah yaitu di lapisan subbase. Kata-kata Kunci: AASHTO 1993, CESAL, FWD, horack, umur sisa perkerasan jalan, Abstract Roads loaded with high vehicle traffic can cause road damage both functionally and structurally. The Pariaman City Bypass Road is a national road section intended for heavy vehicles that will cross Pariaman City to Padang City and vice versa to Agam Regency. In recent years, this road has been damaged quite severely which can interfere with driving comfort and safety. Prediction of the remaining life is important to know whether the road section is still able to carry the traffic load or not. Prediction of remaining life is by using the 1993 AASHTO method based on 2020 road deflection data tested using the FWD tool with Backcalculation analysis to obtain the CESAL value at the time of failure. The analysis results show that the number of load repetitions that can still be borne by this road section is 2,337,881 ESAL in 2023 with a remaining life of 0 year. Furthermore, an analysis is carried out to determine the damage condition of each pavement layer using the Horack method with deflection data as an assessment parameter. The analysis results show that the average condition of each pavement layer has been in the category of severe damage with the most severely damaged layer being the subbase layer. Keywords:  AASHTO 1993, CESAL, FWD, horack, pavement remaining life   
Model Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan Seluruh Indonesia Meriana, Desi; Subagio, Bambang Sugeng; Najid, Najid
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.12

Abstract

Abstrak  Salah satu kriteria dalam perhitungan besaran indeks teknis terhadap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur bidang jalan di Indonesia ialah kriteria teknis dengan mempertimbangkan tujuh indikator data teknis yang meliputi data-data kondisi jalan tidak mantap, kondisi jembatan, kinerja jalan, alokasi pemeliharaan rutin jalan, alokasi APBD belanja modal untuk penanganan jalan, nilai pelaporan e-monitoring DAK dan nilai pelaporan dalam kebijakan satu peta/SHP sebagaimana ditetapkan oleh kementerian teknis terkait. Melalui tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keseluruhan indikator data teknis berdasarkan hubungan dan pengaruh masing-masing variabel data teknis, menguji data antar variabel data teknis serta mendapatkan model terbaik dari hasil uji statistik variabel data teknis dengan pengumpulan data sekunder terhadap 506 daerah (32 Provinsi, 393 Kabupaten dan 81 Kota) seluruh Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa indikator-indikator data teknis masing-masing memiliki hubungan satu sama lain dan kelayakan model regresi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap fungsi model yang dibentuk. Penentuan model terbaik yang dipilih model ialah model Kjtm, model Aabmj dan model Npe. Dengan demikian, peranan ketiga indikator tersebut menunjukkan keterkaitan pola penilaian sebagai objek vital dalam meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sektor infrastruktur bidang jalan di daerah.
Pengaruh Penggunaan Aspal Modifikasi Nano Zeolit Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Beraspal Panas HRS-WC Teknik Sipil, Jurnal; Indriyati, Eva Wahyu; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.5

Abstract

Abstrak Penggunaan material nano merupakan metode perbaikan sifat aspal yang sedang banyak dikembangkan saat ini. Material nano memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang berbeda dengan sifat aslinya, serta menunjukkan sensitifitas terhadap temperatur tinggi, daktilitas tinggi, dan luas permukaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi nano zeolit terhadap karakteristik marshall campuran beraspal panas HRS-WC. Material nano zeolite yang digunakan pada penelitian ini disintesis dari zeolit alam dari deposit Gunungkidul, Jawa Tengah. Sedangkan aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70 produksi Pertamina. Aspal ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan material nano zeolit ke dalam aspal pen 60/70 dengan variasi kadar penambagan nano zeolit sebesar 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Penggunaan aspal modifikasi nano zeolit sebagai material pengikat pada campuran beraspal panas HRS-WC dapat menurunkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) jika dibandingkan dengan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Selain itu, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, dan VFA. Sedangkan nilai VIM dan VMA mengalami penurunan pada campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal modifikasi nano zeolit. Dari tinjauan nilai flow dan MQ, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit menghasilkan campuran yang memiliki kekakuan lebih besar dibandingkan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Kata-kata Kunci: Campuran beraspal panas, karakteristik Marshall, material nano, zeolit alam. Abstract Nano materials are currently being widely used to modify asphalt. Nanomaterials have physical, chemical and biological properties that are different from their original properties, and show sensitivity to high temperatures, high ductility and large surface areas. This research aims to determine the effect of using nano zeolite modified asphalt on the marshall characteristics of HRS-WC hot mix asphalt. The nano zeolite material used in this research was synthesized from natural zeolite from Gunungkidul, Central Java. Meanwhile, the asphalt used is asphalt pen 60/70 produced by Pertamina. This asphalt was then modified by adding nano zeolite material to asphalt pen 60/70 with varying percentages of nano zeolite addition of 0.1%, 0.2% and 0.3%. The use of nano zeolite modified asphalt as a binding material in the HRS-WC hot mix asphalt can reduce the Optimum Asphalt Content (OAC) compared to the HRS-WC hot mix asphalt using asphalt pen 60/70. In addition, the use of nano zeolite modified asphalt can increase the stability, density and VFA values. Meanwhile, the VIM and VMA values decreased in the HRS-WC hot mix asphalt using nano zeolite modified asphalt. From a review of the flow and MQ values, the use of nano zeolite modified asphalt produces a mixture that has greater stiffness than the HRS-WC hot asphalt mixture using asphalt pen 60/70. Keywords: Asphalt mixure, Marshall characteristic, nano material, natural zeolite.
Pengaruh Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan Terhadap Jaringan Jalan pada Beberapa Pulau di Indonesia Meriana, Desi; Subagio, Bambang Sugeng; Najid, Najid
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.3.6

Abstract

Abstract The study aims to analyze the influence of technical data criteria variables and determine the best model criteria. The criteria analyzed included pavement deterioration, bridge condition, road performance, local budget allocation for road capital expenditure, allocation of local budget government for routine maintenance of roads, e-monitoring reporting, and shp map reporting. This evaluation is needed to highlight the importance of comprehensive data testing to provide an overview of the road infrastructure data used as the basis for Special Allocation Fund (DAK) allocations, considering the different characteristics between islands in Indonesia. The methods used include Multiple Linear Regression with dummy variables and Binary Logistic Regression. The study's results show that Nusa Tenggara and Bali Islands have the best model for explaining the variation of kjtm and npe variables, with better consistency and significance, while Java Island shows a significant influence of Kj, Kij, and Aprj variables on road quality. Keyword: Technical data ctriteria, technical criteria, DAK, regression, road quality
TINJAUAN PENGGUNAAN BERBAGAI BAHAN LIMBAH BERBASIS TUMBUHAN SEBAGAI PEREMAJA TERHADAP SIFAT REOLOGI BITUMEN HASIL EKSTRASI MATERIAL RAP Indah Handayasari; Putranto, Leksmono S; Subagio, Bambang Sugeng; Najid, Najid
Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v7i2.7865

Abstract

Sustainable innovation in road construction encourages the use of recycled materials, such as Reclaimed Asphalt Pavement/RAP, as an alternative to reduce dependence on new materials and minimize negative environmental impacts. However, RAP materials generally undergo an aging process that causes a decrease in viscoelastic properties, an increase in stiffness, and a decrease in resistance to cracking and deformation. To address these issues, rejuvenators produced from biomass waste - such as rice husks, bagasse, palm oil waste, and other agricultural residues - are being developed as environmentally friendly solution in restoring the rheological properties of RAP asphalt and improving the performance of the asphalt mixture. The results show that plant-based rejuvenators containing lignin with a chemical structure consisting of carbon, hydrogen, oxygen elements, and have active groups such as aromatic ring structures, aliphatic and aromatic hydroxyl groups, and quinone groups very similar in structure to asphalt can rebalance the proportion of malten and asphaltene fractions in aged asphalt. The use of bio-rejuvenators provides performance that results in a decrease in the complex modulus (G⁎) value and an increase in the phase angle (δ), indicating improved flexibility and reduced stiffness of the asphalt, approaching the characteristics of new asphalt. Furthermore, the addition of biojuvenators also positively impacts resistance to rutting and fatigue, while enhancing the workability of the asphalt mixture, especially in low-temperature applications.
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI REJUVENATOR PADA CAMPURAN RAP Sepriyanna, Irma; Putranto, Leksmono S; Subagio, Bambang Sugeng; Najid, Najid
Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v7i2.7895

Abstract

The increasing demand for pavement materials necessitates more sustainable solutions, one of which is the utilization of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) containing aged asphalt from recycled layers. However, the high incorporation of RAP often faces challenges such as increased stiffness, reduced ductility, and degradation of viscoelastic properties due to aging. In this context, waste cooking oil (WCO) has attracted significant attention as an eco-friendly and cost-effective rejuvenator. This study presents a systematic literature review on the application of WCO in RAP mixtures, focusing on its chemical characteristics, effects on rheological and mechanical properties, implementation challenges, and performance enhancement strategies through chemical modification and additive incorporation. The findings indicate that WCO effectively reduces binder viscosity, improves flexibility, enhances low-temperature cracking resistance, and extends the fatigue life of RAP mixtures. However, excessive WCO content may reduce Marshall stability and rutting resistance. Synergistic approaches such as polymer addition, nano-material incorporation, or chemical pre-treatment have proven effective in addressing these limitations. This review highlights WCO’s potential as a sustainable rejuvenator while emphasizing the need for further research on dosage optimization, quality standardization, and long-term performance evaluation to support large-scale industrial implementation.