Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EXPLORE

PENERAPAN ALGORITMA AES (ADVANCED ENCRYPTION STANDARD) DALAM PENYANDIAN KOMPRESI DATA Wahyudi, Erfan; Imran, Bahtiar; Subektiningsih, -; Muzakka, Akhmad
Jurnal Explore Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : STMIK Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan teknologi komputer saat ini, pertukaran informasi dari suatu pihak ke pihak lain sangatlah diperlukan. Informasi yang dikirimkan tersebut biasanya tidak ingin diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan terutama pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Ancaman keamanan terhadap informasi tersebut dapat berupa interupsi, intersepsi, modifikasi, dan fabrikasi. Ancaman-ancaman ini dapat memanipulasi hingga menghapus data yang ditransmisikan melalui komputer. Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukanlah suatu cara agar informasi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak lain. Salah satu caranya dalah dengan menggunakan kriptografi. Dalam paper ini algoritma kriptografi yang digunakan adalah AES (Advanced Encryption Standard) yang dibuat oleh Rijmen dan Daemen dari Belgia. Hasilnya, Algoritma AES atau Rijndael merupakan algoritma simetri yang sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan kriptografi saat ini termasuk penyandian, salah satunya adalah untuk penyandian sandi-lewat untuk file kompresi
Pendekatan Model Bisnis Untuk Pemetaan Triage Forensics Subektiningsih, Subektiningsih
Jurnal Explore Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : STMIK Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/explore.v10i2.351

Abstract

Prinsip dasar forensik triase digital sama dengan triase medis, dalam bentuk pemilihan pasien yang diprioritaskan untuk perawatan. Mirip dengan forensik triase digital yang memilah bukti potensial untuk diperoleh informasi yang relevan dan tentukan urutan investigasi. Forensik triase digital dimaksudkan untuk mempercepat pengumpulan dan pemeriksaan bukti di TKP karena waktu sangat penting dalam penyelidikan. Waktu dapat mempengaruhi kondisi bukti dan insiden, sehingga diperlukan prosedur untuk meminimalkan insiden, serangan, atau ancaman untuk merusak bukti. Forensik triase digital diterapkan sesuai dengan kondisi insiden yang terjadi di TKP, yang berkorelasi dengan personil atau aktor yang melakukan investigasi, bukti-bukti yang diperoleh, serta kehadiran pihak-pihak terkait dan kemudian dapat ditempatkan di Triage Digital Forensics Model (TDFM). Pemetaan komponen forensik triase digital menggunakan Bisnis Process Model and Notation (BPMN) untuk menunjukkan interaksi yang terjadi dan menggambarkan proses itu harus dieksekusi. TDFM terdiri dari serangkaian proses dalam melakukan forensik triase digital yang dimulai dengan penyelidikan di Scene Kasus, diikuti dengan mengumpulkan bukti fisik / bukti elektronik untuk ekstraksi data investigasi. Proses selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan untuk menentukan ambang batas bukti untuk diperiksa lebih lanjut, disimpan, atau dikembalikan. Akhirnya, prosesnya berkaitan dengan para pihak terkait dengan insiden / serangan yang sedang diselidiki. Bagian ini dalam bentuk pengiriman hasil investigasi, koordinasi, observasi, dan kontrol. Kriteria prioritas TDFM adalah keberadaannya bukti, jenis serangan / kejadian kondisi di tempat kejadian, penilaian resolusi kasus berdasarkan daftar kasus yang telah berhasil diselesaikan (daftar sebelumnya). Pemetaan dan validasi ini TDFM menggunakan Bizagi Modeller. Validasi elemen bertujuan untuk memastikan penggunaan elemen yang benar sesuai dengan Aturan BPMN. Validasi proses juga dilakukan untuk melihat kesesuaian alur proses. Fokus pada Penentuan prioritas penyelidikan ini bersifat subyektif karena tergantung pada kemampuan dan pengalaman aktor / personel. TDFM diharapkan menjadi referensi untuk melakukan investigasi yang membutuhkan langsung tindakan forensik atau mati forensik.