Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EXPLORE

Pendekatan Model Bisnis Untuk Pemetaan Triage Forensics Subektiningsih Subektiningsih
Jurnal Explore Vol 10, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.992 KB) | DOI: 10.35200/explore.v10i2.351

Abstract

Abstrak – Prinsip dasar triage forensics adalah melakukan pemilahan terhadap bukti potensial untuk mendapatkan informasi yang relevan dan menentukan urutan investigasi. Triase forensik digital dimaksudkan untuk mempercepat pengumpulan dan pemeriksaan bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara dikarenakan waktu menjadi hal yang krusial dalam penyelidikan. Waktu dapat mempengaruhi kondisi bukti dan insiden, sehingga dibutuhkan prosedur untuk meminimalisir insiden, serangan, maupun ancaman terhadap kerusakan bukti. Triase forensik digital diterapkan sesuai kondisi insiden yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang berkorelasi dengan actor yang melakukan penyelidikan, bukti yang diperoleh, maupun keberadaan pihak terkait. Komponen-komponen tersebut dipetakkan dalam Triage Digital Forensics Model (TDFM). Pemetaan triase forensik digital menggunakan pendekatan model bisnis yang berupa Business Process Model and Notation (BPMN) untuk menunjukkan interaksi yang terjadi dan mengilustrasikan proses-proses yang harus dieksekusi. TDFM terdiri dari urutan proses dalam melakukan triase forensik digital yang diawali dari penyelidikan di TKP, pengumpulan bukti fisik/bukti elektronik, tindakan ekstraksi data penyelidikan, pemeriksaan hingga penentuan ambang batas dari bukti, yaitu diperiksa lebih lanjut, ditahan, atau dikembalikan. Terakhir, adalah proses penyampaian hasil penyelidikan, koordinasi, observasi, dan pengendalian. Kriteria prioritas TDFM berdasarkan keberadaan bukti, jenis serangan/insiden di TKP. Penilaian penyelesaian kasus berdasarkan daftar “past list”. Pemetaan dan validasi TDFM menggunakan Bizagi Modeller. Validasi elemen bertujuan untuk memastikan ketepatan penggunaan elemen sesuai aturan BPMN. Validasi proses dilakukan untuk melihat kesesuaian aliran proses. Fokus dalam penentuan prioritas penyelidikan ini bersifat subyektif karena bergantung dari kemampuan dan pengalaman dari actor/personel. TDFM diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan penyelidikan yang membutuhkan tindakan live forensic maupun dead forensic.
Analisis Perbandingan Parameter QoS Standar TIPHON Pada Jaringan Nirkabel Dalam Penerapan Metode PCQ Subektiningsih Subektiningsih; Renaldi Renaldi; Pramudhita Ferdiansyah
Jurnal Explore Vol 12, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.553 KB) | DOI: 10.35200/explore.v12i1.527

Abstract

Kantor Kecamatan S menggunakan jaringan nirkabel untuk mendukung kinerja para pegawai. Namun, setiap pengguna belum mendapatkan kecepatan akses yang merata untuk unggah maupun unduh data. Sehingga, dilakukan pengalokasian bandwidth menggunakan metode Per Connection Queue (PCQ). Penggunaan metode PCQ karena ingin membagi bandwidth dengan sama rata untuk pengguna yang aktif. Kecepatan unggah dan unduh data sebelum dilakukan alokasi bandwidth mempunyai selisih kecepatan akses yang signifikan, sehingga para pengguna tidak mendapatkan alokasi bandwidth yang adil dan merata. Namun, setelah dilakukan manajemen bandwidth setiap pengguna aktif mendapatkan alokasi bandwidth yang adil, dibuktikan dengan nilai rata-rata kecepatan unggah dan unduh data yang serupa, yaitu 8.34 Mbps untuk unggah dan 8.45 untuk unduh. Tahap berikutnya dilakukan analisis Quality of Service (QoS) untuk melihat kinerja dari atribut jaringan sebelum dan sesudah dilakukan manajemen bandwidth dengan PCQ. Pada parameter throughput dan delay berada dalam kategori standar TIPHON Sangat Bagus, pada kondisi sebelum maupun sesudah dilakukan konfigurasi PCQ. Parameter Jitter juga memberikan hasil yang sama antara sebelum dan sesudah, yaitu ada di dalam kategori ”Bagus”. Parameter yang berubah antara sebelum dan setelah konfigurasi adalah packet loss. Sebelum dikonfigurasi PCQ berada dalam kategori Bagus dan setelah dikonfigurasi dengan PCQ menjadi Sangat Bagus. Hal tersebut menjadikan kecil kemungkinan atau meminimalkan hilangnya paket selama transmisi data berlangsung. Sehingga, paket dapat diterima dengan sangat baik dari pengirim kepada penerima. Dukungan keamanan juga diterapkan dengan mac filtering. Hal ini bertujuan untuk memberikan izin akses hanya pada perangkat yang sudah terdaftar dalam sistem jaringan. Pembatasan pengguna ditujukan juga untuk menjaga kestabilan akses internet.
Perbandingam Metode LSB, MSB, dan EoF pada Implementasi Steganografi Citra dengan Format JPEG Rini Indrayani; Subektiningsih Subektiningsih
Jurnal Explore Vol 12, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.704 KB) | DOI: 10.35200/explore.v12i1.524

Abstract

Pertukaran data dan informasi digital merupakan aktivitas primer manusia di era teknologi modern. Komunikasi digital menjadi aktivitas yang lumrah dengan memanfaatkan layanan telekomunikasi yang terus mengalami perkembangan. Namun seiring dengan perkembangan keamanan digital produsen dan pemerintah, pelaku kejahatan juga terus mencari celah keamanan. Salah satu upaya pengamanan data dan informasi digital yang dapat dilakukan oleh pengguna secara mandiri adalah menerapkan proses steganografi. Steganografi adalah sebuah metode pengamanan data dan informasi dengan cara menyisipkan data atau informasi pada sebuah media penampung. Berbagai metode steganografi juga terus mengalami perkembangan penelitian. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan performa metode-metode steganografi sebagai referensi penggunaan metode berdasarkan situasi dan media yang dibutuhkan. Penelitian melakukan perbandingan 3 metode diikuti dengan berbagai analisis pengujian. 3 metode tersebut adalah metode Least Significant Bit (LSB), Most Significant Bit (MSB), dan End of File (EoF). Hasil implementasi dan pengujian merekomendasikan metode EoF yang unggul dari aspek kapasitas steganografi, namun diikuti dengan saran penggunaan kriptografi agar metadata pesan rahasia tidak mudah terbaca.
PENERAPAN ALGORITMA AES (ADVANCED ENCRYPTION STANDARD) DALAM PENYANDIAN KOMPRESI DATA Erfan Wahyudi; Bahtiar Imran; - Subektiningsih; Akhmad Muzakka
Jurnal Explore Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.061 KB) | DOI: 10.35200/explore.v8i2.135

Abstract

Dengan perkembangan teknologi komputer saat ini, pertukaran informasi dari suatu pihak ke pihak lain sangatlah diperlukan. Informasi yang dikirimkan tersebut biasanya tidak ingin diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan terutama pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Ancaman keamanan terhadap informasi tersebut dapat berupa interupsi, intersepsi, modifikasi, dan fabrikasi. Ancaman-ancaman ini dapat memanipulasi hingga menghapus data yang ditransmisikan melalui komputer. Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukanlah suatu cara agar informasi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak lain. Salah satu caranya dalah dengan menggunakan kriptografi. Dalam paper ini algoritma kriptografi yang digunakan adalah AES (Advanced Encryption Standard) yang dibuat oleh Rijmen dan Daemen dari Belgia. Hasilnya, Algoritma AES atau Rijndael merupakan algoritma simetri yang sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan kriptografi saat ini termasuk penyandian, salah satunya adalah untuk penyandian sandi-lewat untuk file kompresi
PENERAPAN METODE QUEUE TREE DAN PCQ DALAM MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN FILTERING AKSES MENGGUNAKAN METODE SCHEDULER Nur Rahmat Prasetya; Subektiningsih Subektiningsih; Pramudhita Ferdiansyah
Jurnal Explore Vol 13, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/explore.v13i1.659

Abstract

SMK Muhammadiyah 1 Playen yang berada di daerah Playen merupakan salah satu SMK Swasta terbesar di daerah Gunung Kidul, karena dari tahun ke tahun Perkembangan teknologi semakin meningkat membuat sekolah harus menyediakan fasilitas berupa internet yang dapat di akses oleh civitas sekolah, digunakan untuk mencari referensi materi ataupun tugas untuk siswa, diperlukannya kualitas internet yang baik agar mempermudah jalan nya pembelajaran. Di satu sisi SMK Muhammadiyah 1 Playen belum menerapkan manajemen bandwidth dan Filtering yang mengakibatkan siswa mendapat internet yang tidak merata serta bebas dalam mengakses konten-konten pada sosial media yang mengganggu konsentrasi pada saat pembelajaran. Dari permasalah tersebut dilakukan penelitian karya ilmiah untuk membantu mengoptimalkan kinerja kualitas internet serta membatasi penggunaan sosial media pada saat jam pembelajaran. Menggunakan metode Queue Tree dan PCQ untuk manajemen bandwidth serta Filtering menggunakan metode Schedular dan Layer7 Protocol menggunakan Mikrotik RB1100AHx.