Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Analisis Kebutuhan Air Bersih Gedung Perkantoran RSUD Dr. Soetomo Firdaus, Asro; Ike Dian Wahyuni; Misbahul Subhi
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.751

Abstract

Air adalah sumber energi alami yang dibutuhkan untuk kehidupan semua makhluk hidup. Selama ini fokus penelitian analisis yang dominan dilakukan adalah pada unit-unit pelayanan. Sedangkan di rumah sakit terdapat banyak unit yang juga harus diperhatikan dalam penyediaan air bersih, salah satunya adalah unit perkantoran. berdasarkan data pegawai RSUD Dr. Soetomo, jumlah total pegawai mencapai 6.174 pegawai. dalam   menjamin kecukupan pasokan air bersih di seluruh unit di RSUD Dr. Soetomo,  sehingga diperlukan perhitungan kebutuhan air bersih di perkantoran agar analisis lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif analitik observasional, pada desain   ini peneliti melakukan pengamatan atau observasi melalui, pengisian kuesioner dan telaah  dokumen seperti dokumen amdal atau dokumen lingkungan tanpa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu. Total kebutuhan air bersih di gedung perkantoran RSUD Dr. Soetomo pada masing-masing variabel adalah sebesar 69.360 liter/orang/hari untuk pemakaian karyawan, untuk pemakaian wastafel sebesar 17.340 liter/hari, untuk pemakaian kloset sebesar 23.120 liter/hari sedangkan untuk pemakaian kamar mandi sebesar 43.350 liter/hari. Analisis kebutuhan air bersih ini dapat menjadi acuan bagi rumah sakit dalam memperhatikan kebutuhan air bersih selama ini di dalam gedung perkantoran, dimana pada pusat kegiatan perkantoran tentunya akan membutuhkan air untuk menunjang segala aktivitas di dalamnya.
Assessment of Sanitation Inspection Results of Refilled Drinking Water Depots in the Working Area of Tambak Wedi Public Health Center, Surabaya City, in 2020–2022 Muslim, Muhammad Hanif; Rahadian Wicaksono1, Rizky; Subhi, Misbahul; Joegiantoro, Rudy; Rupiwardani , Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.867

Abstract

DAMIU is a business entity that manages drinking water for public consumption needs in bulk form and not in bottled form. Based on the profile of the Surabaya City Health Service for 2019-2021, Tambak Wedi Community Health Center is included in the top 10 in the category of low levels of DAMIU sanitation inspection results for 3 years, namely from 2019-2021. Based on data from the Surabaya City Health Service, in 2019 53.85% did not meet the requirements. In 2020, 44.44% did not meet the requirements. In 2021, 54.44% do not meet the requirements. This research aims to determine the evaluation of the implementation of DAMIU sanitation inspections in the Tambak Wedi Health Center Work Area. This research is descriptive research using quantitative and qualitative research methods. The data obtained was then analyzed and evaluated using a management information system approach by evaluating the input, process, output and outcome variables of management sanitation inspection activities. The research results showed that the input components which included: work plans received a good category, policies received a good category. Human resources include: head of community health center in good category, sanitarian in good category, budget in good category, inspection method in good category, facilities in good category. Process components include: implementation planning obtained a good category, implementation of sanitation inspections obtained a good category, implementation results obtained a good category, employee development in the poor category, raw water processing in a good category, behavior of handlers, cleaning of gallon/outlets in a good category, periodic laboratory examinations in a good category. output component: evaluation of the implementation of inspections in the good category. The outcome component (quality of refillable drinking water) is in the poor category. So there is a need for intensity in training DAMIU employees and increasing the number of health center sanitarian personnel.
Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya Tahun 2020-2022 Hanif, Muhammad; Wicaksono, Rizky Rahadian; Subhi, Misbahul; Joegijantoro, Rudy; Rupiwardani, Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.867

Abstract

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan badan usaha yang mengelola air minum untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dalam bentuk kemasan. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2019-2021, Puskesmas Tambak Wedi termasuk  10 besar dalam kategori rendahnya tingkat hasil inspeksi sanitasi DAMIU selama 3 tahun yakni dari 2019-2021. Berdasarkan data  Dinas Kesehatan Kota Surabaya bahwa pada tahun 2019 tidak memenuhi syarat 53,85%. Pada tahun 2020 tidak memenuhi syarat 44,44%. Pada tahun 2021 tidak memenuhi syarat 54,44%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan inspeksi sanitasi DAMIU di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dievaluasi dengan menggunakan  pendekatan sistem infomasi manajemen dengan mengevaluasi pada variabel input, proses, output dan outcame kegiatan pelaksanaan inspeksi sanitasi manajemen. Hasil  penelitian didapatkan bahwa pada komponen input yang meliputi: rencana kerja memperoleh kategori baik, kebijakan memperoleh kategori baik. Sumber daya manusia yang meliputi: kepala puskesmas kategori baik, sanitarian kategori baik, anggaran kategori baik, metode inspeksi kategori baik, sarana prasarana ketegori baik. Komponen proses yang meliputi: perencanaan pelaksanaan memperoleh kategori baik, pelaksanaan inspeksi sanitasi memperoleh kategori baik, hasil pelaksanaan memperoleh kategori baik, pembinaan karyawan kategori kurang, pengolahan air baku kategori baik, perilaku penjamah, pembersihan gallon/outlet kategori baik, pemeriksaan laboratorium berkala baik. Komponen output: evaluasi pelaksanaan inspeksi kategori baik. Komponen outcome (kualitas air minum isi ulang) kategori kurang. Sehingga perlunya intensifitas dalam pembinaan karyawan DAMIU dan penambahan jumlah personil sanitarian puskesmas.