Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja dengan Perilaku Caring Perawat Kamar Operasi Rumah Sakit X Denpasar Yuniarti, Lucia Ni Luh; Sari, Ni Luh Putu Mira Santana; Sudiarta, I Ketut; Antara, I Dewa Ketut Adi
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6676

Abstract

Prilaku caring merupakan inti dari praktik keperawatan. Perawat berperan penting pada pasien dan bertanggung jawab terhadap pelayanan pasien selama 24 jam. Tuntutan kerja yang tinggi menyebabkan aktivitas kerja perawat juga meningkat serta dapat menjadikan beban kerja tersendiri bagi perawat termasuk perawat kamar operasi. Di kamar operasi, perawat dihadapkan pada kondisi kerja yang kompleks, tekanan waktu tinggi, serta tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi pelayanan perawat dan menurunkan caring perawat, sehingga menimbulkan keluhan terhadap pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja dengan prilaku caring perawat di kamar operasi Rumah Sakit X Denpasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 51 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner beban kerja dan kuisioner prilaku caring. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil uji ststistik yang telah dilakukan dari 51 responden didapatkan nilai p-value sebesar 0,018 (<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan prilaku caring di kamar operasi Rumah Sakit X Denpasar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin rendah beban kerja yang dimiliki oleh perawat makan akan semakin tinggi prilaku caring perawat.
Analisis Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali Sudiarta, I Ketut
Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/natapalemahan.v2i1.6365

Abstract

Kabupaten Klungkung menghadapi krisis ketersediaan air akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan air yang dipicu oleh pertumbuhan penduduk dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung lingkungan berbasis air menggunakan pendekatan koefisien limpasan untuk menghitung ketersediaan air dari curah hujan dan penggunaan lahan, serta estimasi kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan hidup layak. Metode yang digunakan adalah pendekatan koefisien limpasan untuk menghitung ketersediaan air berdasarkan data curah hujan dan penggunaan lahan, serta perhitungan kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk dan standar kebutuhan hidup layak sesuai Permen LH No. 17 Tahun 2009.  Hasil analisis menunjukkan bahwa total ketersediaan air (permukaan dan tanah) sebesar 299,78 juta m³/tahun pada 2029, sedangkan kebutuhan air mencapai 399,72 juta m³/tahun, menghasilkan defisit sebesar 99,94 juta m³ (indeks daya dukung 0,75). Secara spasial, Kecamatan Nusa Penida masih surplus 76,75 juta m³ (indeks 1,56), sementara Kecamatan Klungkung mengalami defisit terbesar sebesar 85,89 juta m³ (indeks 0,28). Ketimpangan akses terjadi karena keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis, terutama di desa pesisir Nusa Penida yang mengalami krisis air meskipun wilayahnya surplus. Hasil kajian ini penting untuk perencanaan strategis dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Analisis Kerusakan Keanekaragaman Hayati dan Penurunan Sumber Daya Alam dalam Perspektif KLHS Sudiarta, I Ketut; Sulaksana, Bagus Alit Triguna; Ramos, Dircia De Aquino; Gayatri, Dewa Ayu Kirana; Khoiriya, Evi Ismu
Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/natapalemahan.v1i2.6805

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Kota Denpasar, sebagai wilayah pesisir dengan tekanan pembangunan yang tinggi, mengalami degradasi lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerusakan keanekaragaman hayati serta penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam sebagai indikator utama keberlanjutan lingkungan. Pendekatan deskriptif-kuantitatif digunakan dengan dukungan analisis spasial dan ekologis. Hasil menunjukkan bahwa seluruh ekosistem padang lamun (100%) berada dalam kondisi rusak, 59,79% terumbu karang dalam kondisi sedang (tutupan 25–49,9%), dan 11,63% kawasan mangrove tergolong rusak. Selain itu, mutu air sungai berada dalam kategori cemar ringan secara konsisten selama tiga tahun terakhir, dan ketersediaan air bersih mengalami defisit hingga -196,56% dibandingkan kebutuhan. Temuan ini mengindikasikan tekanan ekologis yang serius terhadap daya dukung lingkungan Kota Denpasar. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif dan berbasis ekosistem untuk memastikan keberlanjutan lingkungan hidup jangka panjang.
Analisis Respon Petani Terhadap Perubahan Iklim dan Curah Hujan di Subak Jatiluwih, Tabanan Bali, Indonesia Yastika, Putu Edi; Vipriyanti, Nyoman Utari; Partama, I GD Yudha; Suparwata, I Wayan Eka; Sudiarta, I Ketut
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1262

Abstract

Subak Jatiluwih merupakan warisan budaya dunia yang keberlangsungannya tergantung dari ketersediaan air dan iklim..  Oleh karena itu, perlu upaya adaptasi dan mitigasi agar dapat mendukung keberlanjutan warisan budaya satu satunya di Bali tersebut. Tujuan penelitian untuk menganalisis respon petani terhadap perubahan iklim di Subak Jatiluwih, Tabanan Bali dan merumuskan pola tanam sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.  Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2022 – Januari 2023. Analisis data primer terkait pengetahuan dan respon anggota Subak Jatiluwih terhadap iklim dan kegiatan adaptasi, mitigasi dilakukan secara deskriptif menggunakan skala likert. Hasil analisis curah hujan dan suhu udara diolah menggunakan trend analisis dan klasifikasi oldeman menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata tahunan di Subak Jatiluwih meningkat hingga 1,6°C selama periode 1991-2020. Curah hujan lebat dan hujan ekstrem 15 tahun terakhir lebih sering terjadi dari ada 15 tahun sebelumnya. Peningkatan suhu udara rata-rata, kejadian hujan lebat dan hujan ekstrem mengidentifikasikan telah terjadi perubahan iklim di Subak Jatiluwih. Hasil analisis respon menunjukkan 54,25 % anggota Subak Jatiluwih sudah melakukan kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim dalam kegiatan pertanian dan 69,75% sudah melakukan kegiatan mitigasi perubahan iklim. Perlu dilakukan perubahan pola tanam di Subak Jatiluwih untuk menghindari kegagalan panen padi akibat perubaha iklim dengan pola tanam padi-padi-palawija.
Modernisasi Irigasi: Upaya Perluasan Akses Terhadap Teknologi Informasi dalam Mendukung Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Putri, Putu Indah Dianti; Sudiarta, I Ketut
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12975

Abstract

Irigasi berperan sentral dalam pertanian untuk memastikan produksi pangan yang berkelanjutan, menjadi sistem vital dan signifikan. Dalam konteks modernisasi irigasi di Indonesia, pemerintah mengambil langkah untuk memperluas akses terhadap teknologi informasi dalam manajemen irigasi. Inisiatif ini mendasari kegiatan peningkatan kapasitas Petugas Operasi Bendung (POB) di bawah BWS Bali Penida, menggunakan aplikasi e-PAKSI dan SMOPI. Peningkatan kapasitas teknis POB menjadi penting dalam proses pelaporan, pemantauan, dan pengambilan keputusan terkait irigasi. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan untuk memungkinkan pihak sasaran mengatasi tantangan perluasan akses teknologi modern dalam pengelolaan irigasi. Proses pelaksanaan kegiatan melibatkan beberapa tahapan, termasuk survei dan pengumpulan data, persiapan materi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan lapangan, monitoring, dan evaluasi. Pada akhir kegiatan, terjadi peningkatan kinerja dan kemampuan dalam pengelolaan aset irigasi, penilaian indeks kinerja sistem irigasi, serta pelaporan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Hasil dan capaian kegiatan ini sangat positif, menunjukkan dampak yang signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SELF- MANAGEMENT PADA PASIEN DM TIPE-2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN: The Relationship Between Family Support and Self-Management in Type-2 Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of Puskesmas I Denpasar Selatan Ni Luh Putu Mira Santana Sari; Yuniarti, Lucia; Sudiarta, I Ketut
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.34

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin. Pada pasien DM tipe-2 yang tidak mendapatkan dukungan keluarga akan mempengaruhi self-management. Penerapan self-management yang baik memerlukan konsistensi dan perubahan kebiasaan yang signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan 1. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita yang tercatat dengan diagnosa diabetes melitus yang mencari pengobatan di Puskesmas Denpasar Selatan 1 pada bulan Januari-Maret sebanyak 93 orang dengan sampel sebanyak 75 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan kuesionare Diabetes Self-management Questionare (DSMQ). Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square, nilai signifikasinsi atau probabilitas (p) didapatkan nilai p = 0,00 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Shivering Pasca Operasi Di Ruang Operasi: Factors Associated with the Occurrence of Postoperative Shivering in the Operating Room Dwipayana, Kadek Ary; Arisudhana, Gede Arya Bagus; Sudiarta, I Ketut
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.67

Abstract

Latar Belakang: pembedahana merupakan salah satu tatalaksana pengobatan kuratif melalui proses interprofesi. Pembedahan memiliki komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya shivering. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor pendukung. Kondisi shivering ini sering terjadi pasca pembedahan dilakukan. Beberapa faktor penyebab perlu dilakukan pengkajian lebih jauh sehingga dapat dilakukan pencegahan pada kondisi yang lebih buruk. Tujuan: penelitian ini memilki tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan shivering pada pasien post operasi menggunakan teknik spinal anestesi. Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 67 pasien post operasi, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji multivariat regresi linier ganda. Hasil: Uji terhadap variabel independen menunjukkan korelasi antara variabel usia dengan kejadian shivering (nilai p = 0,004), indeks masa tubuh berkorelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,005), variabel lama operasi memiliki korelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,000). Kesimpulan: Tatalaksana bedah merupakan intervensi yang kompleks melibatkan interprofesi, sehingga pemantauan terhadap kondisi pasien demi keselamatan menjadi penting, terutama ketika pasien mengalami kondisi hipotermi dan shivering. Berdasarkan temuan penelitian terdapat beberapa faktor seperti usia, indeks massa tubuh dan lama operasi yang berkorelasi dengan shivering pada pasien pasca operasi.