Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI PADA PEMBELAJARAN PECAHAN Ade Irfan; Ahmad Nasriadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.352 KB)

Abstract

Mathematics is one of the lessons that are feared and disliked by students.Many factors cause students do not like math started learning implemented still focuses on the book package and teachers only explain what material there is in the book the package students, the lack of use of models to low ability teachers in implementing a wide variety of learning models. This research aims to knoweffectiveness of SAVI learning model on fractions learning. This research uses a quantitative approach with the research design was quasi-experiments in one-group pretest – postest. The research result showed that SAVI learning model was effective applied in fractions learning where student’ activity for each category was effective,the teacher ability in organizing the instructionin SAVI learning model was effective in every aspect of being in good and very good category, student response for fraction instruction in SAVI learning model was positive, and students’ mastery learning in classical were complete where 26 students (86.67%) has been completed and only 4 students (13.33%) were not complete. Abstrak Matematika merupakan salah satu pelajaran yang ditakuti dan tidak disukai siswa. Banyak faktor yang menyebabkan siswa tidak suka pada matematika mulai daripembelajaran yang dilaksanakan masih berfokus pada buku paket dan guru hanya menjelaskan materi apa yang ada pada buku paket siswa, minimnya penggunaan alat peraga hingga rendahnya kemampuan guru dalam menerapkan berbagai variasi model pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keefektifan model pembelajaran SAVIdalam pembelajaran pecahan.Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pre-test-post-test design.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI efektif diterapkan dalam pembelajaran pecahan dimana aktivitas siswa untuk masing-masing kategori pada setiap RPP adalah efektif, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi pecahan dengan penerapan model pembelajaran SAVI adalah efektif dengan setiap aspek berada pada kategori baik dan sangat baik, respon siswa terhadap pembelajaran pecahan dengan model pembelajaran SAVI adalah positif, dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah tuntasdengan 26 siswa (86,67%) tuntas, dan hanya 4 siswa (13,33%) tidak tuntas belajar. Kata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran SAVI, Pecahan
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Metakognitif dengan Metode Konvensional pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat di Kelas VII SMP Mulyadi Mulyadi; Nasriadi Ahmad
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 2 No 1: Juni (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1.  Mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran  metakognitif lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan statistika di kelas XI SMAN 1 simpang kanan. 2. Mengetahui kesulitan siswa ketika mempelajari ukuran pemusatan data statistika dengan menggunakan pembelajaran metakognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan disain kelompok kontrol postes. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMAN 1 simpang kanan tahun Pelajaran 2012/2013 yang banyaknya 4 kelas dan banyak siswa 160 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI-ipa 1 sebagai kelas eksperimen 1 yang diajar dengan pembelajaran metakognitif, dan kelas XI-ips 2 sebagai kelas eksperimen 2 yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes, wawancara dan observasi. Tes yang diberikan merupakan postes dalam bentuk uraian sebanyak lima soal. Sebelum tes diberikan kepada siswa (sampel), terlebih dahulu tes divalidkan oleh validator. Sebelum pengujian hipotesis, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan homogen. Setelah diberikan perlakuan, hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen 1 yang diajar dengan pembelajaran metakognitif memiliki rata-rata postes 78,75 dengan standar deviasi 13,81, sedangkan pada kelas eksperimen 2 yang diajar dengan pembelajaran konvensional memilki rata-rata postes 64,75 dengan standar deviasi 13,06. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan α = 0,05 dan dk = 78 diperoleh thitung = 4,659 dan ttabel = 1,657. Dari hasil perhitungan, diperoleh harga thitung > ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran metakognitif lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan statistika di kelas XI SMAN simpang kanan Tahun Pelajaran 2011/2012
Profil Penalaran Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Geometri Ditinjau dari Perbedaan Kemampuan Matematika Ahmad Nasriadi; Mulyadi Mulyadi
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 2 No 1: Juni (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana profil penalaran siswa SMA dalam Memecahkan Masalah geometri ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII yang dikelompokkan ke dalam 3 kategori kemampuan, yaitu berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Kemudian setelah diperoleh ketiga kelompok siswa tersebut, dari masing-masing level diambil masing-masing 1 siswa yang dapat berkomunikasi dengan baik. Hal ini dapat diketahui dari informasi guru matematikanya.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu penalaran siswa kelas XII SMA dalam memecahkan masalah geometri hanya 38% yang benar-benar memahami konsep geometri. Dari 3 subjek yang diwawancarai, Siswa dengan katagori kemampuan tinggi merupakan siswa yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding siswa lainnya. Siswa dengan katagori kemampuan sedang tidak sepenuhnya menguasai seluruh indikator pemahaman konsep geometri dalam memecahkan masalah, sedangkan siswa dengan katagori kemampuan rendah memiliki kemampuan penalaran dalam pemecahan masalah geometri yang rendah, karena subjek dengan katagori berkemampuan rendah tidak mampu dalam menyatakan ulang konsep geometri maupun dalam pengaplikasian konsep atau algoritma dalam pemecahan matematis. Dengan demikian penalaran siswa dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta keberhasilan belajar siswa. Namun dalam kenyataannya penalaran siswa masih rendah, khususnya pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi Geometri.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF Ahmad Nasriadi
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah matematika siswa SMP ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif memiliki karakteristik sangat berhati-hati dan memanfaatkan semua alternatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua siswi kelas VIII SMP Al-Azhar Menganti-Gresik Jatim. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen MFFT. Kemampuan matematika yang relatif sama serta kesediaan siswa juga menjadi pertimbangan dalam memilih subjek, kemudian peneliti memberikan TPM dan wawancara kepada setiap subjek. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Data hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (i) profil pemecahan masalah subjek bergaya kognitif reflektif dideskripsikan melakukan identifikasi fakta, (ii) Berpikir reflektif subjek yang bergaya kognitif impulsif dideskripsikan memahami  masalah dengan melakukan identifikasi fakta dan memeriksa kecukupan data.. Pada langkah membuat rencana pemecahan masalah, subjek yang bergaya kognitif impulsif menggunakan strategi dengan menentukan operasi pemecahan masalah yang akan dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan memecahkan masalah yang diberikan. Selanjutnya ketika melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek yang bergaya kognitif impulsif melaksanakan sesuai dengan strategi yang dijelaskan pada tahap rencana pemecahan masalah. Dalam hal ini subjek  ketika terjadi kesalahan dalam pemecahan masalah, subjek  bergaya kognitif impulsif tidak menemukannya. Namun, subjek meyakini bahwa jawabannya sudah menjawab  pertanyaan yang diajukan pada soal, dengan alasan bahwa subjek telah memeriksa kembali jawabannya.  Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Gaya Kognitif  Reflektif dan Impulsif
Middle School Students' Mathematical Representational Ability: A Case Study of the Development of Students' Cognitive Ability through the Realistic Mathematics Education Approach Intan Kemala Sari; Ahmad Nasriadi; Yuli Amalia; Musfiya Musfiya; Farida Agus Setiawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2556

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa, serta bentuk representasi matematis yang muncul. Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap empat siswa SMP Kelas VII dengan kemampuan sedang, yang dilaksanakan dalam pembelajaran Mengenal Bentuk Aljabar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak tiga kali pertemuan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket, wawancara, dan lembar analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII merupakan siswa tahap abstraksi awal sehingga kemampuan representasi matematis belum banyak muncul dan berkembang dengan baik. Adapun bentuk representasi yang muncul yaitu representasi simbolik dengan tipe rendah dimana masih terdapat Gap antara berpikir konkrit dengan kemampuan abstraksi awal. Beberapa hal yang mempengaruhi munculnya kemampuan representasi adalah motivasi yang tinggi dalam memecahkan masalah, metode belajar yang disajikan, dan kemampuan siswa dalam belajar matematika.Mathematical representation ability is very important to have and develop. This study aims to analyze students' mathematical representation abilities, as well as the forms of mathematical representations that appear. This study used case studies of four Grade VII junior high school students with moderate abilities, which were carried out in Recognizing Algebraic Shapes. The research was carried out in the odd semester of the 2022/2023 academic year in three meetings. The data collection techniques used are questionnaires, interviews, and problem solving analysis sheets. The results showed that class VII students were students at the early abstraction stage, so their mathematical representation abilities had not emerged and developed well. The form of representation that appears is symbolic representation with a low type where there is still a gap between concrete thinking and initial abstraction abilities. Some of the things that influence the emergence of representational abilities are high motivation in solving problems, the learning methods presented, and students' abilities in learning mathematics.
IMPROVING ABILITY TO KNOW THE CONCEPT OF NUMBER THROUGH COUNTING ACTIVITIES USING MEDIA BOTTLE CAP FOR CHILDREN IN GROUP B-2 KINDERGARTEN NEW CITY EMPLOYEES Rosmawar Rosmawar; Ahmad Nasriadi; Fitriah Hayati
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.60

Abstract

The ability to recognize the concept of numbers needs to be introduced from an early age, where at an early stage, children must first be introduced to simple number concepts. This study aims to determine the increased ability to recognize numbers through counting activities using bottle caps in children in group B-2 Kindergarten Employees of Kota Baru. This study uses a classroom action research design by adopting the Kemmis and MC Taggart models with four action stages: planning, implementation/action, observation, and reflection. The number of subjects is 20 children; data collection is done through observation and documentation. The results showed that there was an increase in numeracy skills through the media of bottle caps in children in group B-2 Kindergarten Employees, namely the pre-cycle results only developed 20%, increased to 55% in cycle I, in cycle II increased to 85% while exceeding the standard of participant development students set at 80%. The teacher's activity in learning to count using bottle cap media in cycle I was categorized as good with a score of 77.25%, increasing to very good in cycle II with a score of 98.25%. Children's activity in learning to count using bottle cap media in cycle I was categorized as sufficient with a score of 64%, increasing to very good in cycle II with a score of 88.25%. This study concluded that counting activities using bottle cap media can improve the ability to recognize the concept of numbers in kindergarten children.
IMPROVING COUNTING SKILLS THROUGH NUMBER BLOCK GAMES FOR GROUP B CHILDREN AT TK SEULANGA DAYA Helnita; Suwaibah; Rossiana Br Ginting; Ahmad Nasriadi; Riza Oktariana
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.195

Abstract

This study is based on the less than optimal cognitive development in early childhood in group B of Seulanga Daya Kindergarten due to the monotonous learning process. This should make teachers provide active and creative learning materials by playing, children can think more critically and logically like what children do, namely using symbols, classifying objects and sorting objects. This study aims to improve counting skills through number block games in group B children at Seulanga Daya Kindergarten. This type of research is a qualitative Classroom Action Research. The subjects in this study were group B children as many as 20 children. Based on the results of the research that has been carried out, it shows that the Pre-Cycle obtained a value of 35%, Cycle I 70%, and Cycle II 92%. It can be interpreted that the ability to count through the game of number blocks in group B children at Seulanga Daya kindergarten has increased. So that the percentage increase in children's counting ability has reached the success indicator
THE STUDENTS’ LEARNING TRAJECTORY IN GEOMETRY CONCEPT BY USING LOCAL INSTRUCTION THEORY BASED ON REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION APPROACH Nasriadi, Ahmad; Sari, Intan Kemala; Salmina, Mik; Fitriati, Fitriati; Muzakir, Ully; Fajri, Nurul; Fitra, Rahmat; Rahmattullah, Rahmattullah
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 3 No. 4: Jurnal Ilmiah Teunuleh | December 2022
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v3i4.123

Abstract

Abstract. This study aims to find out how learning trajectory is right for students in understanding the concept of geometry. Learning the area of triangles and quadrilateral areas through trivial problems may be easy for students, but not in the context of complex problems. Therefore, through learning with Realistic Mathematics Education (RME) approach is known learning trajectory that can help students learn geometry. From the results of the study showed that through the provision of problems that are situational and close to the experience of students give the impact of desire and motivation and challenge students to solve problems. From this experience, students realize or do not start building material concepts that should be obtained in learning mathematics. This is a suggestion that the teaching and learning process should present problems that can take advantage of the student's previous experience before it becomes a new formal concept.
The Comparison of Students Learning Result Based on Learning By Media and Learning by Video in Aljebra Concept Muzakir, Ully; Salmina, Mik; Nasriadi, Ahmad; Fitriati, Fitriati; Sari, Intan Kemala; Rahmattullah, Rahmattullah; Ramazana, Ramazana
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v4i1.124

Abstract

SMP Negeri 8 Banda Aceh has SPLDV learning media facilities and learning resources which are quite good, but the use of existing media and learning resources has not been utilized optimally which has an impact on student learning outcomes in mathematics. This study aims to determine what media is appropriate to use to motivate students in learning and increase student enthusiasm in learning. The research design used was True Experimental Design. The instrument used in data collection was a math comprehension test question. The application used to design video media is the SREEN O'MATIC. After the data was collected, it was analyzed using the T-Test. Based on the research results Calculated T-Value is 2.70 and T-Table Value is 1.70, this means is H1 accepted, so that H0 is rejected at a significant level ? = 0.05, it can be concluded that the teaching aids are better than video in SMP Negeri 8 Banda Aceh.
Measuring the Effect of Problem Based Learning With Instructional Video on Primary School Students' Problem Solving Skills Development Fitriati, Fitriati; Rahmi, Rahmi; Novita, Rita; Salmina, MIK; Sari, Intan Kemala; Nasriadi, Ahmad; Muzakir, Ully; Fajri, Nurul
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v4i2.125

Abstract

This study aims to analyse the efficacy of instructional video through problem-based learning model in developing problem-solving skills among primary school students. This research integrated in video instructional material related to statistics topics "data collection and data presentation" to improve student problem-solving skills. Quasi Post-test-only system experiment was used to achieve this study's goal. The model was introduced in three primary public schools in Banda Aceh, Indonesia, involving 163 grade 5 students. A post-examination test was administered after treatment. Independent t-test findings indicate a substantial mean difference between the control group and the experimental group with a significant level below 0.05. Accordingly, integrating classroom video collaboration with problem-based learning model helps students strengthen their understanding of statistics subject and enhance their problem-solving skills. Thus these findings suggest that PBL with instructional video is more successful than traditional teaching method to boost problem-solving ability among primary school students.