Claim Missing Document
Check
Articles

Kerajinan Payung Geulis sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
PANGGUNG Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.48 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i4.708

Abstract

ABSTRACTThis study entitled " The Payung Geulis Craft as a Local Wisdom of Tasikmalaya" aims to obtain data on a local wisdom as ancestral culture of Tasikmalaya. The method employed is a descriptive-analytical approach, which is used to describe phenomena taking place in the present or the past. Data collection techniques in this study are interviews, direct observations, and written sources from the community and a local government. The problems addressed in this study are to find the historical, economic, and aesthetic values existed at the Tasikmalaya craft; and how does the umbrella craft pass down from the older generation to the younger generation. The outcome of this research are, first, a Geulis umbrella  is a product based on local knowledge that characterisize a Tasikmalaya society; the Geulis umbrella crafthas cultural, economic, and aestheticsignificances; and the existence of Geulis umbrella today isnearly extinct.Keywords: local wisdom, indigenous crafts, geulis umbrellas, Tasikmalaya. ABSTRAKPenelitian berjudul “Kerajinan Payung Geulissebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya”ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang kearifan lokal Payung Geulis sebagai budaya leluhur Tasikmalaya.Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai historis, ekonomis, dan estetis yang ada pada kerajinan Payung Geulis Tasikmalaya; dan bagimana regenerasi kerajinan Payung Geulis itu dari generasi tua kepada generasi muda. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah kerajinan Payung GeulisTasikmalaya merupakan kearifan lokal yang menjadi ciri dari masyarakat Tasikmalaya; kerajinan Payung Geulismemiliki nilai kultural, ekonomis, dan estetis yang cukup tinggi; eksistensi dan keberadaan Payung Geulis dewasa ini sudah semakin sulit ditemukan.Kata Kunci: kearifan lokal, kerajinan lokal, Payung Geulis, budaya, Tasikmalaya.
IDENTIFIKASI RUTE TEMATIK KOMUNITAS BANDUNG SKETCHWALK SEBAGAI PRODUK WISATA HERITAGE DI KOTA BANDUNG Kunkun Kurniawan; Dadang Suganda; Ute Lies Siti Khadijah; Enjat Munajat
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 10: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i10.1344

Abstract

Wisata heritage dalam industri pariwisata secara global mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bangunan bersejarah dan monumen menjadi daya tarik dalam wisata heritage. Kota Bandung sebagai bekas koloni belanda pada masa lalu meninggalkan jejak bangunan heritage dengan arsitektur menarik. Keunikan bangunan heritage menjadi objek sketsa bagi komunitas Bandung Sketchwalk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi rute tematik yang dipakai oleh komunitas Bandung Sketchwalk dalam pengembangan wisata heritage di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 rute tematik komunitas Bandung Sketchwalk, yaitu rute tematik perjuangan, rute tematik edukasi, dan rute tematik pecinan yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata heritage. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pemangku kepentingan terkait dalam pengembangan wisata heritage di Kota Bandung.
KOSAKATA ETNOMEDISIN DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL SUNDA: KAJIAN LINGUISTIK ANTROPOLOGI (ETHNOMEDICINE LEXICON IN SUNDANESE TRADITIONAL TREATMENT: AN ANTROPOLINGUISTICS STUDY) Dadang Suganda; NFN Wagiati; Sugeng Riyanto; Nani Darmayanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.481 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.241

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kosakata etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sunda di dilihat dari kajian antropolinguistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua pendekatan, yaitu pendekatan secara teoretis dan pendekatan secara metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropolinguistik. Secara metodologis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Atas dasar itu, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis data deskriptif. Analisis dibagi menjadi klasifikasi dan deskripsi leksikon berdasarkan bahan pengobatan tradisional, klasifikasi dan deskripsi leksikon berdasarkan nama penyakit tradisional sunda, cerminan kultural kosakata etnomedisin dalam pengobatan tradisional sunda, dan gejala kultural dari praktik etnomedisin dalam pengobatan tradisional sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kosakata etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sunda diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang bentuk lingualnya menjadi dua bentuk, yaitu bentuk kata dan bentuk frasa, (2) kosakata etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sunda setidaknya memiliki tiga cerminan kultural, yaitu adanya harmonisasi masyarakat dengan alam, adanya harmonisasi nilai religius terhadap alam, dan cerminan ekonomis, dan (3) keberadan pengetahuan masyarakat atas bahan-bahan pengobatan tradisional termasuk warisan kultural yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi tua kepada generasi muda.Kata kunci: leksikon, etnomedisin, bahasa Sunda, antropolinguistik
BAHASA RAHASIA PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA DI KOTA/KABUPATEN BANDUNG (SECRET LANGUAGE AMONG NARCOTIC DRUGS AND PSYCHOTROPIC SUBSTANCES USERS IN BANDUNG CITY/ REGENCY) Rengganis Citra Cenderamata; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.434 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.285

Abstract

AbstrakBahasa rahasia, yaitu argot digunakan secara terbatas pada kalangan tertentu dan memiliki variasi pemakaian yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Salah satu tujuan pemakaian bahasa rahasia adalah untuk merahasiakan percakapan mereka agar tidak dapat dipahami oleh orang yang bukan komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan kosakata, mendeskripsikanmakna acuan, dan fungsi pemakaian kosakata yang digunakan oleh pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara kepada pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, yaitu (1) proses pembentukan kosakata meliputi penggabungan (blending), pemendekan (clipping), singkatan (initialism), pemajemukan (compounding), infleksi (inflection), derivasi (derivation), dialek dan penyerapan (borrowing), metatesis, ikonitas, asosiasi, dannonprediktif /arbitrer, (2) acuan makna yang terkandung dalam kosakata pengguna napza bervariasi, bergantung pada makna leksikal dan gramatikal, dan (3) terdapat dua fungsi penggunaan bahasa rahasia pada kalangan pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung, yaitu sebagai alat komunikasi dan pelindung kelompok.
FUNGSI INDEKSIKAL REFERENSIAL DAN NONREFERENSIAL PADA KONSTRUKSI DIATESIS BAHASA JEPANG (REFERENTIAL AND NONREFERENTIAL INDEXICAL FUNCTIONS IN JAPANESE VOICE CONSTRUCTIONS) Hiroko Otsuka; Dadang Suganda; Bambang Kaswanti Purwo; Cece Sobarna
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.492 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.123

Abstract

Penelitian ini membahas fungsi dan makna indeksikal konstruksi diatesis bahasa Jepang. Dalam tradisi linguistik Barat, konstruksi diatesis merupakan piranti untuk menyatakan makna proposisional mengenai hubungan di antara partisipan dengan situasi yang digambarkan verba. Dengan menggunakan kerangka indeksikal referensial dan nonreferensial, penelitian ini mencoba menjelaskan fungsi konstruksi diatesis bahasa Jepang bermakna  nonproposisional. Fungsi dan makna indeksikal dijelaskan melalui pengontrasan paradigmatis  terkait makna konstruksi yang membentuk seperangkat opsi terbatas dalam penentuan pilihan penutur. Penelitian ini menjelaskan bahwa indeksikal referensial berfungsi pula menyatakan makna evaluatif penutur seperti ‘stance’ afektif/emotif terhadap partisipan peristiwa yang selama ini oleh peneliti dianggap dinyatakan melalui indeksikal nonreferensial. Penelitian ini menjelaskan pula bahwa makna indeksikal nonreferensial konstruksi diatesis bahasa Jepang dapat mencakup sikap mental yang meliputi sikap menjaga citra diri, sikap menimbang rasa orang lain dan sebagainya. Hasil penelitian membuktikan bahwa fungsi indeksikal referensial maupun nonreferensial pada konstruksi diatesis bahasa Jepang berhubungan erat dengan kehidupan sosial budaya Jepang. 
KAJIAN IDEOLOGI SENI RUPA 1990-AN: STUDI KASUS AGUS SUWAGE Anggiat Tornado; Dadang Suganda; Setiawan Sabana; Reiza D. Dienaputra
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i1.398

Abstract

The new minset, which evolves in society, becomes the minset held by all member of society, including the artists. However, differences show up in the progressing minset. The artists as the social and cultural agent have their own way to provide solution towards the differences thrpugh their creative works. The ideology of arts in the 1990’s tends to voice the injustice happening in the society using aesthetic language, the artists give criticisms to all member of society, from the state to the artists themselves. The progress of visual arts in thw 1990’s can eventually be concluded as having it’s own from and theme; it expresses the artists ideas more than their works. Agus Suwage who starter his career s painter prefer painting as his from of expression. Those who have been helped through his from of campaign posters are non-govermental organizations (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM) such as the Commission dor Disappearances and Victims of Violence Kontras (Komisi Nasional untuk Orang Hilang) and Indonesian. Legal Aid Foundation (LBHI/Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) in his process of creative works, Agus Suwage tends to make himself as part of problem. He obtains a lot of information from mass media that finally influences his aesthetis works.Keywords: Ideology, Art in The 1990’s
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu: Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu fitriyah; Suganda Dadang; Nugraha Awaludin
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5916

Abstract

Pengembangan pariwisata di suatu daerah harus lebih diperhatikan karena pengembangan pariwisata akan menetukan bagi masa depan pariwisata itu sendiri dan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pantai Eretan Jumharto merupakan salah satu destinasi yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih membutuhkan perhatian khusus dan perlunya sebuah strategi untuk pengembangan wisata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto, kemudian dari hasil analisis yang telah dilakukan, akan dirumuskan strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data akan dianalisis secara deskriptif kemudian untuk menentukan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto dilakukan dengan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats). Data akan dikumpulkan melalui studi literatur, observasi serta dengan melakukan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto agar dapat berkembang lebih baik dan dapat bersaing dengan objek wisata lainnya.
Sinkretisme pada Pertunjukan Seni Gamelan Koromong Kampung Cikubang Rancakalong Kabupaten Sumedang Rony Hidayat Sutisna; Dadang Suganda; Reiza D Dienaputra; Bucky Wibawa Karya Guna
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 3, No 1 (2019): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.898 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v3i1.12789

Abstract

Tujuan artikel ini mendiskusikan tentang simbol-simbol sinkretisme dalam pertunjukan seni gamelan koromong yang berada di wilayah Kampung Cikubang Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Melalui pendekatan desain riset kualitatif dengan metode studi kasus terhadap gejala atau fenomena yang terdapat pada seni gamelan koromong ini, dapat disimpulkan bahwa acara rutin yang dilaksanakan tiap tanggal 14 Maulud pada tahun Islam ini menunjukan adanya perpaduan antara konteks Sunda, Islam, dan Hindu. Konteks Sundanya tercermin dalam gambaran simbol-simbol peribadatan dengan pola-pola tertentu yang menyiratkan kuatnya kepercayaan terhadap sesuatu yang bersifat transendental. Dalam kegiatan yang sama, diyakini pula bahwa penanggalan Islam yang di pakai sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal lainnya yang mewarnai proses sinkretisme dalam upacara ritual ini yaitu pemahaman terhadap animisme dan dinamisme dalam ajaran Hindu seperti mempercayai kekuatan benda dan hubungan dengan nenek moyang (karuhun). 
Ekspresi Verbal-Gramatikal Penyandang Afasia Broca Berbahasa Indonesia: Suatu Kajian Neurolinguistik Riki Nasrullah; Dadang Suganda; NFN Wagiati; Sugeng Riyanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1490

Abstract

This study aims to explain the patterns of construction of verbal expressions in the grammatical aspects of Indonesian Broca’s aphasia persons. People with Broca's aphasia have different verbal-grammatical expressions from normal speakers, so it is necessary to do research to create a pattern of the verbal expression. This pattern can help and facilitate the process of restoring language competence in Indonesian Broca’s aphasia persons, so the speech therapy process can be grounded in that pattern. This study was conducted using qualitative-descriptive methods with a case study approach. The research data were in the forms of verbal expressions. This study was conducted at the National Brain Center Hospital. Three (3) respondents were involved as the research subjects that met the inclusion criteria. The results showed that the overall types of verbal expressions in the grammatical aspect of people with Broca’s aphasia are (a) irregular repetition and elimination of affixation; (b) word categorization; (c) phrases with lect deficits and phrases with imperfect shapes; (d) removal and exchange of syntactic functions, removal of conjunctions. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola-pola konstruksi ekspresi verbal aspek gramatikal dari penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Para penyandang afasia broca memiliki ekspresi verbal-gramatikal yang berbeda dengan penutur normal, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk membuat pola atas ekspresi verbal tersebut. Pola tersebut pada masa nanti dapat membantu dan memudahkan proses pemulihan kompetensi berbahasa pada penyandang afasia broca berbahasa Indonesia, sehingga proses terapi wicara dapat berpijak pada pola tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini berupa ekspresi verbal para penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Secara keseluruhan penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Sebanyak 3 (tiga) orang informan dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe realisasi gramatikal pada luaran wicara pengandang afasia broca adalah (a) penghilangan dan pengulangan afiksasi secara tidak teratur, (b) kategorisasi kata, (c) frasa dengan defisit leksikal dan frasa dengan bentuk yang tidak sempurna, dan (d) penghilangan dan pertukaran fungsi sintaksis, penghilangan konjungsi.
SENI BORDIR TASIKMALAYA DALAM KONSTELASI ESTETIK DAN IDENTITAS Agus Nero; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 11, No 1 (2019): PATANJALA Vol. 11 No. 1, MARCH 2019
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.043 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v11i1.476

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas”. Penelitian ini mengkaji seni bordir Tasikmalaya dilihat dari aspek estetik dan identitas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei ke lapangan melalui wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lapangan melalui participant observation sebagai data primer dan sumber kepustakan sebagai data sekunder. Objek penelitian ini adalah kerajinan bordir di Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa latar kultural yang mengawali lahir dan berkembangnya kerajinan bordir Tasikmalaya adalah kondisi kultural Tasikmalaya yang identik dengan aspek religi. Perkembangan kerajinan bordir Tasikmalaya telah mengalami perluasan ke arah dimensi pemaknaan, tujuan, hingga pengaruh estetika modern, pada masanya nanti telah berpengaruh pada adanya bauran estetik antara estetika tradisional dan estetika modern.This study entitled "Tasikmalaya Embroidery Art in Estetic Constelation and Identity". This study reviewed Tasikmalaya embroidery art from the aspects of aesthetic and identity. The method used in this research is descriptive-analytic method. Data collection techniques in this study is a survey of the field through interviews, direct observations, and taking written sources from the community and local government.The object of this study is embroidery in Tasikmalaya.The results obtained from this study is that the cultural background that started the birth embroidery cultural conditions of Tasikmalaya is identical with the religious aspect. Tasikmalaya embroidery developments have expanded toward the dimension of meaning, purpose, to the influence of modern aesthetics, in his time later have an effect on their aesthetic mix between traditional aesthetics and modern aesthetics.
Co-Authors Agus Nero Agus Nero Sofyan Ajeng Ramadhita Larasati Ajeng Ramadhita Larasati Al Zahra, Risya Anggiat Tornado Anggiat Tornado Anggiat Tornado, Anggiat Awaludin Nugraha Baban Banita Bambang Kaswanti Purwo Bucky Wibawa Karya Guna Bucky Wikagoe Budi Muljana Buky Wibawa Cece Sobarna Cecep Ucu Rakhman chotibul umam umam Christian Harazaki Mendrofa Cipta Endyana Davidescu Cristiana Dian Akbar Muntaha Dirgualam, Oki Dwi Febrianti Enjat Munajat Evi Novianti Evi Novianti Evi Noviyanti Faradhiba Salsabila Fathia Uqimul Haq Fauziah Hanum Fauziah Hanum fitriyah Haryanti Haryanti Harzi, Azka Athallah Hendri, Meriza Hendry Ferdiansyah Heri Heryono Heriyadi Rachmat Heriyanto Heriyanto Heryadi Rachmat Hiroko Otsuka Hishamudin Isam Irzam Sarif S Jauhar Helmie Khunafa 'Ilmi Husnada Kunkun Kurniawan Kunto Sofianto Kunto Sufianto Kunto Sufianto Kurniawan Saefullah Kurniawan, Kunkun Larasati, Ajeng Ramadhita M Sapari Hadian Maesari, Nadhia Maman Suratman Maman Sutirman Maryani, Halimatul Mintowati, Mintowati Mochamad Irfan Hidayatullah Mohammad Sapari Dwi Hadian Muhamad Adji Mukti Utama Nani Darmayanti Noviyanti, Evi Oki Dirgualam Oki Dirgualam Reiza D. Dienaputra Rengganis Citra Cenderamata Riki Nasrullah Rismaya, Rima Rosida Tiurma Manurung Rusdin Tahir Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Sintara, Dani Sufianto, Kunto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sujarwo Sujarwo Sutisna, Rony Hidayat Suwarni Suwarni Syahrul Akbar Teguh Iman Pribadi Tri Reni Novita Ulfi Laelatul Ilmi Ute Lies Siti Khadijah Wagiati Wagiati Wibawa, Buky Wikagoe, Bucky Winci Firdaus Yohanes, Budinuryanta Yuliawati, Susi